Cinta Sang Aktor

Cinta Sang Aktor
Bab 84 - Berterus Terang


__ADS_3

Berbulan-bulan telah berlalu, Elmer masih belum tahu gimana kabar Ela, dimana keberadaan wanita itu dan seperti apa perasaan wanita itu padanya. Sampai Elmer berada di titik dimana ia sudah tak mau lagi menyukai wanita lain selain Ela. Di dalam hati kecilnya, ia yakin betul ada alasan dibalik tidak adanya Ela di hidupnya lagi.


Untuk pertama kalinya, kini Elmer datang ke kediaman Sebastian tanpa diminta oleh papanya. Ia datang dengan suka rela meskipun tahu mungkin saja dia bisa bertemu dengan Bella disana.


Tuan Sebastian tampak sedikit terkejut dengan kehadiran Elmer. Bukannya senang, pria paruh baya itu malah cemas dan khawatir.


Elmer duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya. Ia tak bicara apapun disana. Hanya ingin bertemu dengan papanya saja. Meski Elmer tak mengatakan apapun, Tuan Sebastian seolah mengerti kalau Elmer sedang tak baik-baik aja.


"Cerita kalau memang kau sudah tak bisa menahannya lagi. Tenang aja, Bella tak ada di rumah. Mungkin dia sedang bersenang-senang sama teman-temannya."


Tuan Sebastian mengucapkan itu supaya Elmer bisa leluasa bercerita tanpa takut ada orang yang mendengarnya terutama Bella.


"Aku nggak tahu Yah. Sepertinya aku memang tidak bisa mendapatkan hati Ela. Dia sulit dihubungi, aku tak dapat menemukannya, aku datang ke rumahnya saja, aku tak melihat Ela. Entah memang sengaja tak ingin bertemu atau memang Ela tak ada di rumah. Padahal, aku sangat-sangat mencintainya Yah. Ayah tahu sendiri selama bertahun-tahun aku selalu mengindari wanita karena penyakit ini. Tapi kehadiran Ela membawa dunia baru untukku."


Tuan Sebastian bisa merasakan dan memahami apa yang dirasakan oleh putranya. Percuma saja jika ia ingin menjodohkan Elmer dengan wanita lain, kalau disentuh oleh wanita selain Ela saja Elmer tak bisa.


"Kau benar-benar ingin bersamanya?" tanya Tuan Sebastian memastikan.


"Ya Ayah, aku benar-benar mencintainya. Hari-hari yang aku lewati bersamanya selalu indah bagiku."


"Baiklah kalau itu maumu. Ayah akan bicara langsung ke Richard."


"Nggak usah Ayah, percuma, Om Richard tidak menyukai aku."


"Setidaknya ayah akan mencoba yang terbaik untuk mu, Elmer. Karena kini anak ayah hanya tinggal kau seorang. Ayah ingin melihatmu bahagia. Kau sudah cukup menderita selama ini. Ayah ingin jadi ayah yang bisa mewujudkan keinginan putranya. Percaya ke ayah, kalaupun Richard masih belum mau menerima mu nantinya, masih banyak cara yang bisa ditempuh."


Seketika Elmer langsung memeluk Tuan Sebastian. Kali ini Elmer merasa kedatangannya kesana tidaklah sia-sia. Sampai ketika suara cempreng dari Naomi membuat keduanya melepaskan pelukan.


"Ih, kakek sama papa kenapa peluk-peluk nggak ajak Naomi sih?"


"Sini, sini, ayok kakek peluk!"


Naomi mendekat ke Tuan sebastian dan akhirnya mereka bertiga berpelukan. Kehadiran Naomi seolah menjadi pengganti dari kehilangan Evan.


*


*


Malam harinya, Bella sudah pulang ke rumah. Ia begitu terkejut ketika melihat mobil Elmer ada di garasi rumah. Dengan langkah yang terburu-buru Bella langsung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Benar saja, Elmer memang ada di rumah. Senyumnya langsung mengembang apalagi ia melihat Elmer yang bermain dengan Naomi dengan begitu akrabnya. Kalau orang melihat pemandangan itu, pasti akan mengira jika Elmer adalah ayah dari Naomi.


Bella langsung mendekat dan nimbrung disana. Hanya saja Elmer menganggap seolah tak ada Bella disana. Elmer bahkan meminta Naomi untuk pergi ke kamarnya dan tidur. Setelah itu, barulah Elmer melihat ke Bella.


"Dengar ya, kau itu adalah orang asing bagiku meskipun kau itu adalah kakak iparku."


"Tidak bisakah kita kembali seperti dulu lagi? Kau dan aku begitu bahagia di saat-saat itu. Aku ingin seperti itu lagi."


Elmer tersenyum kecut.


"Kau masih belum sadar juga ternyata ya. Siapa coba yang merusak kebahagian itu? Kau, kau orangnya Bella! Kau merusak semuanya! Kau memberikan luka hebat untukku! Tapi aku tidak bodoh, aku tidak akan kembali dan tak akan pernah kembali. Ingat itu!"


"Kau tidak mencintainya Elmer, kau tidak mencintai Ela. Kau hanya mencintaiku!" teriak Bella ketika Elmer berjalan keluar dari dalam rumah.


Elmer berbalik dan mengucapkan kalimat terakhirnya sebelum pergi.


"Siapa yang aku cintai, aku yang tahu bukan kau. Jangan asal bicara!"


Bella mengacak-acak rambutnya karena lagi-lagi ia tak bisa menarik perhatian Elmer. Ia benar-benar sudah bingung gimana caranya agar Elmer mau bersamanya kembali. Seolah-olah kini Elmer menjadi pria yang tak tersentuh sama sekali.


Tanpa Bella sadari, Tuan Sebastian sedari tadi mendengarkan ucapan keduanya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan menantunya itu. Kalau ia bilang mencintai Elmer seharusnya dia tak pernah mengkhianati anaknya itu dengan lelaki lain sampai meninggalkan luka yang begitu besar.


"Tak akan pernah aku biarkan kau mendapatkan apa yang kau mau Bella. Aku tidak rela jika Elmer harus jatuh padamu."


*


*


Sayangnya, Ansel tak tahu apapun. Gagal sudah harapan Elmer.


"Tapi ini ada kartu nama Rendra, kembarannya Ela. Kau bisa menghubunginya, mungkin saja dia tahu."


Elmer langsung tersenyum ketika mendapatkan setitik harapan.


"Terima kasih."


Ansel mengangguk lalu kembali fokus lagi pada pekerjaannya.


Elmer memandangi kartu nama Rendra lalu memasukannya ke dalam saku bajunya. Ia melanjutkan lagi pemotretannya disana.

__ADS_1


Sesuai pemotretan, Elmer bergegas pergi dari sana ditemani oleh Sam. Dia berpapasan dengan Ergo di lobi perusahaan.


"Wah, kemana aja kau selama ini? Setelah kita selesai syuting drama waktu itu, aku tak pernah melihatmu lagi," ucap Ergo berbasa-basi.


"Kita tak seakrab itu untuk saling menyapa," jawab Elmer dengan ketus.


"Benar-benar tidak tahu tata krama. Padahal aku sudah menyapamu dengan baik."


"Percuma, karena sapaanmu itu palsu."


"Pedasnya ucapanmu! Aku sungguh tak menyangka."


Elmer tak mau lagi menjawab ucapan Ergo. Ia ingin segera pergi dari sana. Baru saja dua langkah menjauh, ucapan Ergo membuat Elmer berbalik lagi.


"Ternyata kau begitu kehilangan Ela ya? Aku benar-benar tak menyangka loh. Kau begitu besar mencintainya, haha. Sayang sekali, tapi sepertinya Ela jadi menjauh darimu."


Ergo mengatakan itu karena laki-laki itu selama ini selalu mengawasi kegiatan Elmer dan tak pernah sekalipun ia melihat Elmer bertemu Ela setelah syuting drama mereka selesai. Sesuai janjinya dengan Ela dulu, ia memang tak akan membongkar rahasia Elmer ke publik jika Ela memilih salah satu dari pilihan yang sudah dibuatnya. Rupanya Ela memilih untuk menjauh daripada menjadi kekasihnya.


Elmer langsung mencengkeram kerah baju Ergo. Entah kenapa ia jadi berasumsi kalau menjauhnya Ela adalah atas ikut campur Ergo juga.


"Apa yang kau ucapkan ke Ela? Kau pasti tahu sesuatu kan? Cepat katakan!" Elmer sudah tak bisa tenang lagi.


Sam berusaha untuk melerai. Sangat tidak baik jika banyak orang yang melihat mereka. Apalagi ini di tempat umum.


"Elmer, jangan emosi, aku mohon. lepaskan tanganmu dari kerahnya. Sebelum banyak orang yang melihatnya," bisik Sam ke telinga Elmer.


Elmer pun melepaskan cengkeramannya dari baju Ergo.


"Bajuku jadi kusut nih, padahal aku mau pemotretan hari ini. Bertemu denganmu benar-benar tak ada gunanya."


Ergo langsung melengos pergi dari sana. Elmer masih terus mengamati dari jauh. Ia benar-benar kesal ke Ergo. Asumsinya jadi semakin kuat.


"Aku yakin, sangat yakin, kalau Ergo lah yang membuat Ela menjauh. Tapi apa? Apa yang Ergo katakan sampai bisa membuat Ela menjauh?" Elmer bertanya-tanya sambil melihat ke Sam.


"Daripada terus bertanya-tanya lebih baik kita pulang aja dan cari tahu sendiri. Kau bisa mulai dari menghubungi kembaran Ela terlebih dahulu."


Elmer menghela napasnya sejenak kemudian berjalan menuju ke mobilnya.


*

__ADS_1


*


TBC


__ADS_2