Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 10


__ADS_3

Selama mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi mereka berdua tidak ada sama sekali untuk ataupun yang memulai berbicara yang ada hanyalah saling diam.


Di Dalam diamnya mereka. Ternyata mereka saling memikirkan hal yang sama yaitu Raka.


Ryan yang berpikir bahwa wanita yang di maksud oleh lagu tersebut adalah Ratna. Karena mereka telah bersama selama satu tahun terakhir ini ditambah pula perhatian Raka yang sangat begitu dalam kepada Ratna selama ini yang dia lihat.


Pikiran Ryan hanya satu dia tidak mau ada salah paham antara dirinya dan Raka. Karena buat Ryan hubungan pertemanan sangatlah begitu penting dari apapun. Apalagi dia baru saja bertemu kembali dengan sahabat terbaiknya itu setelah sekian lama berpisah...


Begitu pula sebaliknya dengan Ratna yang berpikiran Apakah lagu itu untuk dirinya.


Karena memang selama ini Raka sangat memperhatikannya... Tapi disamping itu Ratna pun bingung dengan perasaannya... Karena setelah Ryan datang dalam kehidupannya ada perasaan yang lain dan perasaan itu sangatlah berbeda antara Ryan dan Raka.


Lalu mereka pun tiba dirumah Raka.


Setelah memarkirkan mobil... Ryan langsung keluar dan bergegas masuk kedalam rumah sambil memanggil nama Raka begitu juga dengan Ratna yang bergegas menyusul Ryan.


Lalu Ryan Pun langsung menuju kamar Raka tetapi ternyata Raka tidak ada. Ryan yang wajahnya agak kebingungan... tidak lama terdengar suara Ratna dari bawah yang sedang ingin menaiki tangga.


"Coba lihat di balkon, Mas!" ucap Ratna sambil menunjuk arah ke tempat itu.


Ryan Pun akhirnya bergegas ke tempat itu...


Setelah sampai di balkon.. akhirnya Ryan melihat Raka yang sedang santai sambil menghembuskan asap rokoknya...


Lalu Ryan Pun berjalan pelan menghampiri ke arah Raka.


"Raka, kamu sedang apa?" tanya Ryan dengan nafas yang sedikit agak terengah-engah.


Lalu Raka sedikit agak menoleh sambil berkata "eh Ryan, kamu sudah pulang yah? Ratna mana?" jawab Raka dengan santai.


"Saya disini Pak!" jawab Ratna dari arah yang tidak jauh dari pintu dengan tiba-tiba ditambah dengan nafas yang terengah-engah juga sama seperti Ryan tadi.


Lalu Raka pun akhirnya melihat ke arah Ratna.


"Kalian habis dari mana sih! kok, nafasnya seperti itu? habis dikejar setan yah kalian!" ucap Raka sambil agak tertawa sedikit dan meledek ke mereka berdua.


"Maaf, Ka! kita tadi habis antar Dian dulu sebentar, karena kebetulan sekali arah pulangnya sama! maaf kalau sedikit agak lama!" ucap Raka sedikit menjelaskan kepada sahabatnya itu.


"Oh, yah tidak apa-apa! baguslah kalau begitu! jadinya, kamu sudah kenal sama Dian. Tanpa harus saya kenalin lagikan?" jawab Raka dengan santainya lalu berdiri dari tempat duduknya lalu menepuk pundak Ryan sambil menuju ke arah Ratna yang masih berdiri tidak jauh dari depan pintu.


Ratna yang melihat Raka menuju kearahnya agak ada sedikit rasa khawatir atas apa yang akan terjadi.


"Belanjaanmu, mana Rat? bukannya, kamu habis belanja tadi?" Raka bertanya kepada Ratna dengan senyuman khasnya Raka.


"Di mobil, Pak! ehh, Mas! maaf..." jawab Ratna dengan gugup.


Ratna semakin gugup karena Raka semakin dekat lalu berdiri tepat di hadapannya...


"Panggil aku seperti biasanya saja yah! bila itu membuatmu nyaman! aku tidak akan memaksamu, untuk memanggil aku dengan 'Mas' bila itu sesuatu yang berat untuk kamu!" ucap Raka sambil memegang dua pundaknya Ratna dan menatap tajam kearah matanya.


Ratna Pun sangat terkejut dengan keadaan seperti itu dan hanya menganggukan kepalanya saja saat itu tanpa suara sedikitpun karena itu baru pertama kalinya bagi Ratna melihat wajah dan mata Raka sedekat itu.

__ADS_1


Setelah itu, Rakapun membalikkan badannya kembali ke arah Ryan. Sambil berkata


"Oh iya, berarti kamu juga sudah tahu,'kan rencana kita akan kemana Ryan?" Sambil sedikit tersenyum menggoda kepada Ryan.


Ryan hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya dan mulai tersenyum karena apa yang telah dia pikirkan sejak tadi ternyata salah.


Ryan berpikir kalau Raka akan marah padanya dan Ratna. Tetapi nyatanya berbeda dan malah lebih perhatian kepada Ratna.


"Baguslah kalau begitu! yah sudah yah, saya mau tidur duluan lagi..." ucap Raka sambil berjalan kedalam rumah meninggalkan mereka berdua di balkon.


Ryan yang sedikit agak lega dalam hatinya. Lalu menatap kearah langit yang begitu indah dengan bertaburan bintang-bintang.


Sambil berkata dalam hatinya


"aku tidak akan pernah tau apa isi hatimu kawan..."


Tak lama dari itu Ryan Pun berjalan ke arah Ratna yang mana Ratna masih berdiri mematung di tempatnya.


Tetapi ternyata, Ryan hanya melewatinya saja sambil berkata


"aku lelah… aku juga mau istirahat duluan yah Rat, maaf!"


ucap Ryan sambil berjalan kedalam rumah meninggalkan Ratna seorang diri disana.


Ratna yang berdiri semenjak tadi tanpa disadari air matanya mulai mengalir membasahi pipinya menandakan bahwa begitu beratnya beban yang ia pikirkan selama ini tentang Raka.


Setelah mendengar ucapan dari Raka tadi bahwa nyatanya dia tidak bisa memenuhi keinginan dari Raka yang begitu mudahnya sedangkan dia punya hutang budi bahkan nyawa kepada Raka.


Dan dia tidak bisa menolak perasaan cintanya kepada Ryan akan tetapi bagaimana bila Raka juga cinta padanya... apa yang harus dia lakukan. Itulah yang dipikirkan oleh Ratna sampai membuat air matanya keluar.


******


Keesokan harinya dimeja makan.


Terlihat Raka dan Ryan sedang sarapan bersama sambil berbicara.


Lalu tak lama berselang Ratna keluar dari kamarnya dan mulai menuju ke tempat meja makan.


"Pagi Mas, Raka! pagi mas, Ryan!" Ucap Ratna dengan wajah yang cerianya sambil mulai duduk di kursi dan mengambil sebuah roti dan selai dimeja makan.


Raka dan Ryan pun sedikit terkejut atas sikap cerianya Ratna hari ini karena tidak seperti Ratna biasanya.


Terutama untuk Raka yang selama ini mereka tinggal bersama.


Itu adalah sesuatu hal yang aneh tapi dicampur senang juga karena melihat perubahan sikap dari Ratna yang begitu sangat ceria ditambah saat ini dia memanggilnya dengan kalimat 'Mas' tanpa ada rasa canggung ataupun malu tidak seperti hari-hari kemarin sebelumnya.


"Kok, pada gitu sih melihatnya? ada yang salah salah yah, pada baju Ratna?" tanya Ratna sambil melihat-lihat ke arah bajunya sendiri.


Memang hari ini Ratna memakai pakaian yang berbeda dari biasanya...


Yang mana pakaian yang dikenakannya hari ini terlihat agak seksi dan sedikit agak terbuka(Roknya tinggi sekali dari lutut dan agak ketat ditambah dengan kemejanya yang berlengan pendek agak terbuka dan memperlihatkan sedikit belahan dadanya yang begitu terlihat putih).

__ADS_1


Tidak seperti biasanya yang berpakaian sederhana (rok yang dibawah lutut dan kemeja lengan panjang).


"Ahh… tidak apa-apa kok! hanya ada yang beda saja hari ini! yah,'kan Raka!" jawab Ryan dengan expresi wajah yang bingung.


"Beda kenapa sih?" tanya Ratna dengan nada sedikit agak menggoda.


Raka yang melihat tingkah Ratna itupun akhirnya mulai menyadari bahwa dirinya telah salah berbicara kepada Ratna semalam.


Awalnya Raka memang senang melihat keceriaan dari Ratna yang selama ini belum dia lihat.


Tetapi setelah beberapa saat melihat tingkahnya juga berubah, Raka mulai merasa bersalah.


Ryan yang melihat kearah Raka mulai menyadari ada sesuatu yang salah karena berubahnya expresi wajah Raka dari senang sekarang menjadi seperti orang yang bersalah.


Setelah menyadari itu Ryan langsung bergegas izin pamit untuk pergi duluan dengan alasan sudah terlambat.


Karena memang tidak seperti biasanya Ryan sarapan bersama Raka dan Ratna.


Tetapi hari ini memang Raka memintanya karena ingin membahas tentang liburannya ke pantai nanti oleh sebab itu kenapa Ryan belum berangkat kerja tidak seperti hari-hari biasanya.


Tidak lama setelah Ryan pergi...


"Makannya sudah Mas? kalau sudah, Ayo! kita berangkat, sudah mulai siang nih Mas!" ucap Ratna dengan nada yang biasa saja tanpa ada rasa canggung atau apapun yang salah.


Raka yang hanya diampun tanpa memberikan jawaban langsung berdiri dan mulai meninggalkan meja makan itu.


Disatu sisi Ratna yang merasa aneh atas sikap dari Raka itu terdiam sesaat.


Berpikir bahwa, apa ada yang salah lagi pada dirinya. Sesaat air matanya ingin keluar Ratna langsung cepat mengambil tisu yang ada di meja dan langsung menutup matanya agar riasan pada wajahnya tidak berantakan oleh air matanya.


Ternyata kejadian itu dilihat oleh Raka dari lemari kaca yang memperlihatkan kejadian itu dan Ratna pun tidak menyadarinya.


Setelah itu Ratna mulai berjalan menyusul Raka tetapi Ratna minta izin sebentar untuk ke kamarnya dengan alasan ada barang yang tertinggal.


Raka hanya diam dan terus berjalan melewati kamar Ratna.


Lalu Ratna Pun langsung masuk dan duduk di kursi depan kaca riasnya sambil benar-benar menangis sesaat lalu menghentikannya dan merapikan kembali riasan pada wajahnya yang mulai berantakan oleh air matanya.


Ternyata tanpa diketahui oleh Ratna.


Raka berjalan kembali kekamar Ratna setelah Ratna menutup pintu kamarnya dan di depan pintu itulah Raka mendengar samar-samar tangisan dari Ratna lalu berjalan kembali keluar rumah dan memasuki mobil.


Sambil memikirkan sesuatu.


Tidak lama berselang Ratna Pun keluar dari rumah masih dengan wajah sedihnya tapi berusaha untuk menutupi kesedihannya itu.


Raka yang sudah berada dalam mobil pun melihat itu dari kaca spion mobil.


Dan akhirnya Raka keluar lagi dari mobilnya dan langsung menatap kearah Ratna sambil berkata...


"Hari ini, kita tidak usah ke kantor! saya mau istirahat saja, kamu juga yah Rat!" setelah mengucapkan itu Raka berjalan kembali ke rumahnya dan mulai masuk kedalamnya. meninggalkan Ratna seorang diri dengan wajah dan hati yang bersedih.

__ADS_1


__ADS_2