
Rani dan Raka Pun akhirnya keluar Rumah bersama dan setelah sampai di depan garasi, Raka menyuruh Rani untuk menunggu dahulu karena Raka akan mengeluarkan mobil kesayangannya.
Lalu Raka masuk ke dalam garasi nya dan kemudian membuka salah satu sarung mobilnya yang berderet dalam garasi nya.
Yaitu sebuah mobil Chevrolet Camaro SS dengan warna kuning khasnya.
Setelah itu Raka memasuki mobil tersebut dan menghampiri Rani yang sedang berdiri dengan anggunnya.
Dibukakannya pintu mobil itu dari dalam oleh Raka untuk Rani.
"Ayo!" Ajakan Raka.
Lalu Rani Pun mulai memasuki mobil tersebut dan mereka pun mulai pergi dan meninggalkan Rumah.
Di Dalam Mobil…
"Kita mampir ke tempat Rani dulu yah, Mas!" Pinta Rani.
"Untuk apa?" Tanya Raka.
"Yah, ganti baju dulu Rani, Mas!" Jelas Rani.
"Ohh, gak usahlah, nanti kita beli saja!" Ucap Raka dengan santainya.
Mendengar itu Rani hanya tersenyum saja karena perlahan-lahan mulai terbiasa dan mulai memahami sikap Raka yang seperti itu.
***
Di Lain tempat yaitu di kantor…
Ratna yang sedang menyiapkan berkas-berkas untuk bahan rapat nanti. Dihampiri oleh Dian.
"Rat! Urusannya Mas Raka, bagaimana semalam?" Tanya Dian penasaran.
"Urusan, yang mana yah?" Jawab Ratna yang tidak fokus dengan obrolan itu.
"Yang kemarin kamu dan Mas Ryan ceritakan, katanya, Mas Ryan mau ketemuan sama Mbak Rani… bagaimana hasilnya?" Selidik Dian pada Ratna.
"Ohh, yang itu, sudah, berjalan lancar semuanya." Jelas Ratna.
"Aduh… tinggal aku dong yang masih jomblo!" Dian mengeluh.
Ratna tetap saja sibuk dengan beberapa dokumen dan berkas-berkasnya. Seolah tidak menanggapi keluhan temannya itu.
"Rat! Kamu sibuk banget sih… ihh, tega banget sih, aku dicuekin!" ujar Dian.
"Iya, maaf yah! Aku lagi nyiapin semuanya buat nanti, meeting! Sama Mas Ryan." Ucap Ratna.
"Loh, bukannya hari ini kita meeting tentang penjualan dan omset kita,'kan?" Tanya Dian.
"Iya, makanya itu! Saya lagi nyiapin semuanya buat Mas Ryan!" Seru Ratna.
"Yah, harusnya santai sajalah! Bukan kah, nanti Mas Raka yang handle yah?" Ucap Dian santai.
"Justru, masalahnya disitu! Orangnya gak ada!" Jawab Ratna kesel.
"Lah, memangnya kemana?" Tanya Dian dengan santainya.
__ADS_1
"Lah… loh… lah… loh… aja! Bantuin, kek! Orangnya gak ada! Lagi jalan-jalan sama Mbak Rani! Gak tau kemana! Dah, jangan tanya lagi! Ribet nih!" Jelas Ratna.
Dian terkejut sambil menepuk dahinya. Karena tidak perlu lagi dijelaskan, Dian sudah paham karena pastinya Raka punya Rencana yang mendadak.
***
Kembali pada Raka dan Rani yang saat ini sudah tiba di salah satu Mall dan sedang berjalan bersama sambil bergandengan tangan…
"Kita kesana saja yah!" ucap Raka. Sambil menunjuk sebuah toko butik di salah satu deretan toko yang ada di dalam Mall tersebut.
"Selamat datang! Ada yang bisa kami bantu…" sapaan dari salah satu pegawai di toko butik tersebut untuk Raka dan Rani.
"Iya, tolong bantu, istri saya memilih pakaian yah!" Ucap Raka pada pegawai tersebut dengan sopannya.
Rani, yang mendengar kalimat 'istri' itu hanya bisa tersenyum saja.
"Baik, mau jenis pakaian seperti apa yah?" Tanya pegawai itu.
"Disesuaikan saja sama yang saya pakai,yah!" Pinta Raka.
"Baik, silahkan ikut saya, Mbak!" Ajakan dari pegawai itu untuk Rani.
Lalu Rakapun duduk di sofa di salah satu pojok ruangan toko butik tersebut. Sambil melihat-lihat majalah yang tersedia di meja.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Rani datang dengan pakaian casual yang sangat cocok untuk dirinya dan juga serasi dengan pakaian Raka.
Lalu, setelah Raka membayarnya mereka pun langsung keluar dari toko butik tersebut dan kembali berjalan bersama lagi.
"Sekarang, apa lagi rencana, Mas?" Tanya Rani menggoda.
Rani hanya tersenyum saja tanda mengiyakan tawaran dari Raka tersebut.
Kemudian mereka berdua pun bergegas kesana…
Beberapa jam kemudian tepatnya jam satu siang.
Raka dan Rani Pun tiba ditempat tujuan…
Mereka lantas berjalan bersama begitu mesranya di jalur pejalan kaki yang tidak jauh dari pantai…
"Mas, boleh Rani tanya sesuatu?" Tanya Rani pada Raka.
"Tanya saja!" Seru Raka.
"Kenapa, Mas suka sama Rani?" Tanya Rani dengan tenangnya.
"Kenapa yah… entahlah! Mas, tidak bisa menjawabnya!" Ucap Raka dengan santainya.
"Terus, kenapa Mas melamar Rani? Kalau tidak bisa menjawabnya!" Tanya Rani.
"Ohh… kamu minta segera dinikahi yah, oke! Akhir bulan ini kita menikah! Gimana?" Jawaban Raka terkesan mengelak pertanyaan yang berikan oleh Rani.
Lantas Raka Pun berlari ke arah bibir pantai sambil menggoda Rani.
Mendengar jawaban itu dan melihat tingkahnya Raka…Rani sadar betul bahwa sosok Raka ini bukan tipe pria yang romantis.
Tetapi pria yang jujur dan apa adanya ditambah, Raka ini yang suka berbicara secara langsung. Hanya itulah yang baru bisa diambil kesimpulan oleh Rani saat itu untuk Raka.
__ADS_1
Akhirnya Rani Pun mengejar Raka dan mereka sangat menikmati hari itu…
Tibalah sore hari dan mereka pun akan pulang…
Saat dijalan di dalam mobil…
"Ran, apa kamu mau tinggal bersama ku, sampai hari dimana kita akan menikah nanti!" Pinta Raka.
"Terima kasih, Mas! Tapi sepertinya Rani harus menolak yah, Mas! Tidak apa-apa kan?" Seru Rani.
"Iya, tidak apa-apa!" Jawab Raka.
"Mas, Rani boleh minta sesuatu sama, Mas?" Ucap Rani.
"Tentu, Ran!" Jawab Raka.
"Rani, ingin pernikahan yang sederhana saja! Rani tidak mau dirayakan!" Pinta Rani.
"Kenapa, Ran! Kok begitu!" Ucap Raka dengan nada bingung.
"Hanya itu minta Rani, untuk saat ini! Rani juga tidak tau alasannya. Hanya saja, Rani ingin yang sederhana saja!" Jelas Rani.
"Kamu yakin?" Tanya Raka.
Rani membalasnya hanya dengan anggukan kepala saja sambil senyum melihat ke arah Raka.
"Yah sudah, kalau itu mau kamu! Mas, akan penuhi semuanya. Tapi, bila kamu berubah pikiran lagi. Kasih tau, Mas yah!" Pinta Raka.
Rani hanya tersenyum saja melihat Raka yang begitu baik dan perhatian pada dirinya. Seakan ini mimpi indah yang nyata baginya.
Tibalah mereka di tempat kosannya Rani…
"Terima kasih banyak yah, Mas!" Ucap Rani.
"Iya, sama-sama! Mas, langsung pulang yah!" Jawab Raka sekalian pamit ke Rani.
"Iya, hati-hati yah, Mas!" Sahut Rani.
Lalu, Rakapun melajukan kendaraannya kembali menuju rumahnya.
Sampai tiba di rumah Raka langsung masuk. Raka, melihat Ratna dan Ryan sedang duduk mesra di ruang tengah sambil menonton televisi.
"Hey… hey… jaga jarak! Belum muhrim!" Ucap Raka yang mengejutkan mereka berdua.
"Sialan, saya kira, siapa!" Seru Ryan.
Ratna hanya tersenyum malu saja mendengar ucapan itu dari Raka.
"Temani saya yuk! Sebentar!" Pinta Raka pada kedua sahabatnya itu.
Lalu mereka pun mengikuti Raka ke tempat favoritnya Raka.
Setelah mereka sampai disana….
"Ada apa, Ka?" Tanya Ryan secara langsung.
"Akhir bulan ini, saya akan menikahi Rani!" Ucap Raka pada kedua sahabatnya itu.
__ADS_1