Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 18


__ADS_3

Pagi Harinya, Raka dibangunkan oleh Ratna dengan cara disiram pakai air laut.


Ternyata mereka tertidur di sana sampai pagi...


"Hei… Raka!? ayo sini!" teriakkan Ryan dari kejauhan.


Ryan dan Dian ternyata sudah berada di laut sambil berenang dan mengajak kearah Raka yang saat itu baru saja terbangun.


Raka yang terbangun karena disiram oleh Ratna Pun hanya tersenyum saja.


"Ayo, Mas!" ajak Ratna sambil mengulurkan tangannya.


Dan akhirnya Raka menerima ajakan dari Ratna itu. Dan mereka pun berlari bersama menuju laut untuk berenang bersama-sama.


Hari itu sungguh Hari yang sangat berkesan untuk mereka semuanya...


Tibalah sore hari…


Waktunya mereka untuk kembali pulang ke kota, mereka pun sibuk membereskan barang-barangnya masing-masing.


Dan Setelah selesai mereka pun akhirnya berangkat kembali kekota.


Di Dalam perjalanan pulang itu sungguh sangat menyenangkan dimana tidak ada lagi suasana yang kaku ataupun canggung lagi mereka asyik mengobrol dan bercanda selama perjalanan.


Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepatnya akhirnya mereka sampai dirumah Raka pada jam 4 pagi dan Dianpun memutuskan untuk pulang pagi saja dan menginap dirumah Raka.


Pagi Pun tiba jam sudah menunjukkan jam 9 pagi…


Tetapi mereka masih saja belum terbangun karena sangat kelelahan yang sudah bangun saat itu hanya Raka saja dikarenakan ingin bertemu atau setidaknya melihat Rani.


Karena Raka ini orang yang sangat pengertian pada teman-temannya, maka dari itu dia sengaja tidak membangunkan mereka yang sedang tidur kelelahan.


Walaupun hari itu harusnya mereka sudah masuk untuk bekerja terutama Ryan yang memang seharusnya adalah hari pertamanya Bekerja bersama Raka.


Tetapi dia membiarkannya dan mengerjakan semuanya sendiri dari menelpon kliennya yang harusnya bertemu hari ini dan merubah semua jadwalnya yang harusnya itu adalah tugas dari Ratna.


Setelah semuanya selesai Raka langsung bergegas pergi ke toko Rani yang sudah diketahui dari cerita Ryan saat di pantai tadi malam itu.


Raka dengan wajah cerianya mengendarai mobilnya sendiri untuk bertemu dengan Rani.


Setelah beberapa saat mencari alamat akhirnya Raka berhenti di depan toko bungai.


Dan mulai melihat-lihat ke toko bunga itu dari dalam mobil berharap bisa melihat wajah Rani.

__ADS_1


Karena setelah beberapa lama dia melihat-lihat tetapi tidak kunjung juga melihat Rani akhirnya dia memberanikan diri untuk turun dari mobil dan memasuki toko bunga tersebut.


Setelah Raka memasuki Toko bunga tersebut... suasana begitu sepi...


"Permisi..." ucap Raka.


"Iya… tunggu yah!" ada suara wanita yang menjawabnya yang tidak lain itu adalah Rani.


Raka yang mendengar suara Rani itu pun langsung menjadi salah tingkat dan mulai keluar keringat dingin.


Tidak lama berselang Rani Pun keluar dari dalam ruangan.


"Maaf yah, lama menunggu! soalnya lagi membereskan pesanan yang mau diantarkan!" ucap Rani sambil membersihkan pakaiannya.


"I-Iya, tidak apa-apa! dibereskan saja dulu semuanya! saya bisa menunggu kok!" Raka berkata dengan sangat groginya karena sudah lama dia tidak melihat Rani, wanita yang sangat ia cintai.


Rani yang mendengarkan suara groginya Raka Pun terkejut dan langsung mengangkat wajahnya untuk memastikan bahwa itu adalah suara yang ia kenal.


Akhirnya mereka saling memandang hanya saja Rani memandang Raka sambil tersenyum tapi Raka memandang Rani sambil terdiam.


Suasana hening sesaat… Sampai akhirnya Rani berkata...


"Ada yang mau dibeli, Mas Raka?" ucap Rani yang menyadarkan Raka dengan wajah manisnya sambil tersenyum.


"Mau bunga apa, Mas?" tanya Rani sambil tersenyum.


"Bunga buat kamu, eh… bunga buat seseorang yang spesial... maksudnya! maaf yah!" jawab Raka sambil memegang kepalanya dan tertunduk malu.


Rani yang melihatnya hanya tersenyum manis saja sambil mengambilkan bunga berwarna putih dan memberikan pada Raka.


"Kalau yang ini, bagaimana Mas? bagus tidak?" tanya Rani dengan wajah manisnya.


"I-Iya, tidak apa-apa! bagus, yah sudah berapa itu?" jawab Raka dengan keringat dingin.


"Tunggu yah Mas, saya rapikan dulu!" ucap Rani sambil membungkus bunga itu.


Lalu Rakapun membayarnya setelah rapi Rani memberikan bunga itu sekaligus memberikan tisu untuk Raka sambil berkata...


"Ini Mas, bunganya! maaf yah Mas, kalau disini agak panas!" ucap Rani sambil tersenyum.


"Oh, iya-iya, tidak apa-apa! terima kasih banyak yah!" jawab Raka yang langsung mengambil bunga dan tisu yang diberikan oleh Rani lalu bergegas untuk pergi.


Setelah keluar dari toko itu Raka berdiri sesaat di depan pintu lalu masuk kembali kedalam toko tersebut.

__ADS_1


Dan dia sedikit terkejut karena Rani masih berdiri di sana seakan-akan menunggu.


"Maaf, kamu tahu dari mana nama saya?" tanya Raka.


"Dari Mas Ryan, Mas! salah yah?" jawab Rani singkat sambil tersenyum.


"Ahh, tidak apa-apa! yah sudah yah, terima kasih banyak!" ucap Raka yang lalu kembali pergi dari toko tersebut.


Lalu saat ingin membuka pintu mobilnya dia teringat akan sesuatu lalu dia bergegas kembali ke dalam toko tersebut.


Dan semakin terkejut lagi Raka. Saat Rani yang tiba-tiba memberikan sepucuk kertas yang bertuliskan angka nomor handphone miliknya.


Raka Pun akhirnya menerimanya sambil tersenyum dan kembali lagi ke mobilnya.


Rani yang melihatnya dari dalam Toko hanya bisa tersenyum manis saja dan kembali pada pekerjaannya setelah melihat mobil Raka yang mulai pergi.


Raka yang sambil mengemudi itupun senyum-senyum sendiri yang sambil terkadang memukul kepalanya sendiri karena atas tingkah konyolnya itu didepan Rani.


Setelah sampai dirumah... ternyata Ryan,Ratna dan Dianpun sudah terbangun dari tidurnya dan sekarang mereka sedang duduk-duduk di ruang tengah sambil ngobrol.


Raka yang memang sedang senang itu dan tidak mengetahui mereka yang sedang di ruangan tengah itu dengan santainya masuk sambil menciumi bunga yang ia beli dari Rani tadi.


"Ciyyeee... yang lagi jatuh cinta! so sweet hehehe" ucapan dari Dian sambil candaan khasnya menyadarkan Raka dari lamunannya.


Raka yang malu karena ditertawakan oleh mereka pun hanya bisa tersenyum malu saja lalu bergegas masuk kedalam kamarnya lalu meletakkan bunga itu di samping Tempat tidurnya.


Lalu kembali lagi keluar untuk menemui mereka kembali.


"Sudah pada bangun yah! pada nyenyak amat sih tidurnya!" ucap Raka pada semua sambil duduk disamping Ryan.


Lalu mereka pun mengobrol asik dan tertawa bersama. Sampai dimana sore hari saat Dian izin pulang.


Raka menyuruh Ryan untuk mengantarkannya dan Ryan Pun menyanggupinya. Setelah Ryan pergi untuk mengantarkan Dian pulang.


Raka langsung pergi ke tempat favoritnya dia.


Setelah sampai di balkon Raka langsung duduk dan mengeluarkan rokok dan handphonenya tidak lupa juga dengan kertas yang tadi diberikan oleh Rani.


Raka mulai menyalakan Rokoknya dan mulai menekan nomor telepon yang ada pada handphonenya lalu berhenti saat ingin menekan tombol panggil...


Ratna yang semenjak tadi mengikuti Raka dan melihatnya akhirnya tertawa dan Raka Pun akhirnya menoleh ke arah Ratna sambil terkejut sedikit malu ternyata dari tadi dia diperhatikan oleh Ratna dan dia tidak menyadarinya.


Lalu Ratna mulai berjalan mendekati Raka.

__ADS_1


__ADS_2