Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 40


__ADS_3

Rani pun mengikuti keinginan Dian dan memasuki mobil sambil senyum menggoda Raka.


"Ada kejutan apa lagi nih, Mas!" Ucap Rani.


Raka yang mengerti maksud dari Rani hanya bisa tersenyum malu saja sambil membuang pandangannya dari wajah Rani.


Setelah Dian memasuki mobil mereka pun segera berangkat meninggalkan tempat itu untuk menuju rumahnya Raka.


Di Dalam mobil Dian banyak sekali bicara kepada Rani mengenai berbagai hal. Layaknya seorang anak yang sedang cerita pada Ibunya.


Raka hanya tersenyum dan terkadang juga ikut tertawa mendengar ocehan Dian itu. Begitu juga halnya dengan Rani yang sangat sabar dan dengan senang hati menanggapi ocehan dari Dian itu.


Lalu akhirnya mereka bertiga pun sampai dirumah Raka.


Mereka turun dari mobil lalu berjalan memasuki pintu rumah tersebut dengan Dian yang menggandeng tangan Rani sedangkan Raka berjalan dibelakang mereka.


Setelah mereka memasuki rumah itu lalu mereka pun disambut oleh Ratna yang sudah menunggu mereka datang.


"Hai…." Ucap Ratna dengan senangnya setelah mendengar suara pintu terbuka.


Lalu Ratna menghampiri mereka bertiga dan memeluk Rani.


"Bagaimana kabarnya, Mbak?" Tanya Ratna pada Rani.


"Alhamdulillah baik! Kamu sendiri bagaimana?" Tanya Rani balik.


"Alhamdulillah baik juga, Mbak! Ayo-ayo sini masuk, Mbak!" Sahut Ratna.


Lalu mereka berempat berjalan keruangan tengah dan ketiga wanita itu duduk bersama sambil langsung bercengkrama.


"Ryan mana, Rat?" Tanya Raka yang baru saja mau duduk di salah satu sofa itu.


"Mas Ryan langsung tidur, Mas! Katanya sih kecapean." Jelas Ratna.


"Mmmhhh, asem!" Gerutu Raka. Yang memang sudah menyadari kalau itu hanyalah alasannya karena tidak mau disuruh untuk mengantarkan Dian pulang nantinya.


Dian yang menyadari itu akhirnya berkata….


"Gak apa-apa, Mas! Dian bisa pulang sendiri kok, tenang saja!" Ucap Dian dengan wajah cerianya.


Raka pun terkejut karena Dian sekarang sudah mulai bisa mengetahui apa jalan pikirannya.


Ratna yang melihat Raka terkejut oleh perkataan Dian hanya bisa senyum-senyum saja.


Raka yang mulai merasa aneh dengan ketiga wanita itu yang sedang melihatnya secara bersamaan sambil senyum-senyum.


"Kalian kenapa? Kok pada ngeliatinnya begitu sih!" Ucap Raka yang sangat kaku, karena ulah ketiga wanita itu lalu menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal itu.


Kemudian ketiga wanita itu pun tertawa bersama melihat tingkahnya Raka yang begitu sangat kaku dan tidak seperti Raka pada biasanya.


Melihat ketiga wanita itu tertawa bersama Raka langsung berdiri kembali dari tempat duduknya lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Mau kemana, Mas?" Tanya Rani setelah melihat Raka yang mau berjalan pergi dari tempat itu.


"Mau mandi dulu!" Pungkas Raka lalu mulai menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.


Ketiga wanita itu melanjutkan kembali tawa mereka lalu lanjut mengobrol kembali.


.


.


.


.


Beberapa menit kemudian, Raka yang sudah mandi lalu kembali keluar kamarnya lagi dan melihat ke arah ruang tengah yang tak melihat satu orang pun dari ketiga wanita itu tadi. Lalu ia mulai berjalan menuju tempat favoritnya.


Setelah Raka sampai di sana, ia akhirnya melihat ketiga wanita itu lagi. Lalu menghampiri mereka yang sedang asik bercengkrama itu.


"Mau pergi makan gak?" Tanya Raka pada ketiga wanita tersebut.

__ADS_1


"Makan dirumah saja kali, Mas! Atau pesan makanan mungkin!" Sahut dari Ratna.


"Iya, Mas! Kita pesan saja, makannya disini saja!" Lanjut Dian.


Lalu Raka pun duduk di salah satu kursi disana bersama mereka yang berhadapan langsung dengan Rani.


"Kalau kamu bagaimana?" Tanya Raka sambil melihat ke arah Rani.


"Aku bagaimana kalian saja!" Jawab Rani.


"Oh, ya sudah kalau begitu! Rat, coba kamu yang pesanin yah!" Pinta Raka pada Ratna sambil mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya.


"Iya, Mas! Mas, mau makan apa?" Ucap Ratna menanyakan kembali pada Raka sambil mengeluarkan handphone miliknya.


"Samain saja sama Rani!" Pungkas Raka lalu menghembuskan asap Rokoknya.


Lalu mereka pun memesan makanan pada aplikasi online yang menggunakan handphone miliknya Ratna.


"Mas Ryan tidak kamu bangunkan dulu, Rat!" Ucap Rani pada Ratna.


"Tidak usah Mbak! Dia pas pulang tadi, langsung makan, lalu tidur!" Jelas Ratna.


Rani hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja.


Lalu saat mereka menunggu makanan yang dipesannya dikirim, mereka lantas melanjutkan kembali obrolan mereka yang kini sudah ada Raka bersama mereka.


Setelah menunggu sekitar 20 menit, mereka melihat Ibu Minah sedang berjalan mendekati mereka sambil membawakan sebuah kantong plastik yang berisikan makanan pesanan mereka.


"Permisi, Tuan! Ini pesanan Tuan sudah sampai!" Ucap Ibu Minah sambil meletakkan kantong plastik yang dibawanya.


"Iya, Ibu! Makasih banyak yah!" Sahut Raka.


"Apa mau sekalian, saya ambilkan makanan yang sudah saya siapkan, Tuan!" Ucap Ibu Minah kembali.


"Tidak usah, Ibu! Tolong buatkan minuman saja yah, buat kami!" Pinta Raka.


"Baik, Tuan! Permisi!" Sahut Ibu Minah lalu berjalan kembali masuk kedalam rumah untuk membuatkan apa yang diminta oleh Raka.


Ibu Minah memang selalu memasak untuk makan malam, hanya saja memang tidak banyak kecuali diminta oleh Raka sendiri.


Jadi, Ibu Minah hanya memasak makanan seadanya untuk Raka sekaligus yang bekerja didalam kediamannya Raka saja.


Walaupun sebenarnya Raka jarang sekali untuk makan malam dirumah. Semenjak Ratna tinggal bersama Raka. Ratna bisa menghitung dengan jari moment makan malamnya bersama Raka. Kecuali sarapan, Raka pasti selalu sarapan bersama Ratna.


Kemudian Dian mulai membuka kantong yang tadi Ibu Minah letakkan di meja, lalu mengeluarkan makanan dalam kantong tersebut dan memberikan pada masing-masing sesuai apa yang mereka pesan.


Tak berselang lama saat mereka sedang menikmati makanan masing-masing, lalu Ibu Minah kembali lagi dengan membawa nampan yang berisikan minuman untuk mereka lalu kembali lagi masuk kedalam rumah.


Mereka berempat menikmati makan malam bersama saat itu sambil sesekali melemparkan obrolan mereka.


.


.


.


.


Jam 9.30 Malam,


Saat mereka asyik kembali bercengkrama setelah makan malam bersama itu. Dian melihat jam tangannya....


"Yah, ampun sudah malam yah!" Ucap Dian.


"Kamu mau pulang?" Tanya Rani.


"Iya, Mbak! Sudah malam ternyata! Saya hampir lupa waktu bila bersama kalian. Yah sudah, Mbak! Dian mau izin pamit pulang yah!" Seru Dian.


"Yah, sudah kalau begitu! Mbak ikut anterin kamu yah!" Ucap Rani kembali sambil melirik ke arah Raka.


Raka yang melihat lirikan dari Rani itu hanya bisa tersenyum malu saja karena mengetahui maksud dari Rani tersebut.

__ADS_1


"Tidak usah, Mbak! Dian bisa pulang sendiri kok!" Ujar Dian.


"Tenang saja, Dian! Mbak Rani sudah memastikan Mas Raka kok! Akan mengantarkan kamu pulang!" Ucap Ratna pada Dian sambil memberikan kode matanya pada Dian untuk melihat kearah Raka.


Dian yang baru menyadari akan maksud dari Ratna itu langsung melihat ke arah Raka yang sepertinya tidak bisa menolak permintaan dari Rani tersebut walaupun secara tidak langsung untuk memintanya.


"Maaf yah, Mas…." Ucap Dian pada Raka sambil sedikit senyum menggoda Raka.


"Mmmhhh…." Sahut Raka yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


Ketiga wanita itu pun kembali tertawa bersama lagi melihat tingkahnya Raka itu.


Lalu mereka berempat mulai beranjak dari tempat itu kemudian menuju mobil yang terparkir di depan garasi.


Raka dan Rani mengantarkan Dian menggunakan mobil yang biasanya dipakai oleh Ryan dan Ratna untuk berangkat ke kantor.


Setelah ketiga sahabatnya itu mulai menjauh dari pandangannya, Ratna pun kembali lagi masuk kedalam rumah dan langsung ke kamarnya untuk beristirahat.


Didalam perjalanan menuju tempat kosannya Dian, sama seperti saat mereka menuju rumah Raka. Di dalam perjalanan itu, Dian tak henti-hentinya berbicara kepada Rani.


Suasana di dalam mobil pun terasa hangat dengan ocehan dari Dian didalam perjalanan itu yang membelah kesunyian malam.


.


.


.


.


Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun sampai di tempat kosannya Dian. Dian kemudian langsung pamit kepada Raka dan Rani lalu mulai memasuki tempat kosannya.


Raka dan Rani pun segera pergi kembali dari tempat itu.


Dan sekarang tujuan mereka untuk mengantarkan Rani pulang ke tempat tinggalnya.


Namun kali ini suasana di dalam mobil terlihat berbeda tidak seperti saat adanya Dian.


"Sepi lagi deh!" Gumam Rani.


Raka yang fokus pada jalanan pun hanya tersenyum saja mendengar gumaman dari Rani.


"Senyum lagi…." Ucap Rani sambil menoleh ke arah Raka.


"Aku nyalakan radio yah, biar tidak sepi!" Seru Raka yang mencoba mencairkan suasana.


"Tidak usah, Rani hanya ingin melihat wajah, Mas saja!" Ucap Rani kembali.


Raka pun akhirnya menepikan mobilnya dan menyalakan lampu Hazard nya.


Kemudian menoleh kearah Rani dan mereka saling berpandangan sambil melemparkan senyuman.


Di Dalam pikiran mereka seolah-olah sudah saling mengerti dan memahami satu sama lainnya.


Lalu beberapa saat kemudian Rani mulai mengatakan sesuatu pada Raka.


"Mas…. Apa Mas, masih tidak percaya sama Rani?"


.


.


.


.


.


🌻🏵️🌸🌺🌷🥀🌹🌼🌹🥀🌷🌺🌸🏵️🌻


** Hai readers, ini karya pertama ku. Benar² yang pertama. So please kritik dan saran kalian selalu ku nanti. Jangan lupa 👍 like kalian juga ku nanti.

__ADS_1


Terima kasih,😁🙏😁!


__ADS_2