
Dan beberapa saat kemudian Ratna dan Rani Pun tiba di balkon sambil membawakan makanan dan minuman.
Lalu mereka pun mulai asik mengobrol...
"Jadinya Gimana nih, sampai kalian bisa bersama seperti ini, cerita dong!" Ryan menggoda Raka.
Raka Pun hanya tersenyum lalu berkata...
"Jangan tanya sama saya dong, tanyakan saja langsung pada orangnya!" ucap Raka sambil memperhatikan Rani.
Lalu Ratna dan Ryan Pun menoleh ke arah Rani dengan senyum-senyum menggoda Rani.
Lalu Rani Pun langsung mengangkat tangannya yang mencoba menunjukkan cincin yang ada di jari manisnya itu
dengan rasa bahagianya dicampur malu sedikit tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut Rani.
Ratna dan Ryan Pun terkejut melihatnya...
"Gila! Langsung dilamar!" ucap Ryan
dan mereka pun tertawa bahagia bersama malam itu...
Setelah beberapa saat mengobrol bersama tibalah Rani minta izin untuk pamit pulang karena jam sudah menunjukkan jam 1 malam...
Tapi Raka memintanya untuk menginap saja malam ini, dan tidur bersama Ratna.
Begitu juga dengan Ratna yang masih ingin mengobrol banyak dengan Rani. Akhirnya karena itu Rani Pun mengiyakan tawaran dari Raka dan Ratna tersebut.
Sampai tibalah mereka meninggalkan tempat favoritnya Raka itu…
Raka kembali ke kamarnya begitu juga dengan Ryan, sedangkan Ratna dan Rani bersama memasuki kamar Ratna.
Dan mereka melanjutkan obrolan kembali untuk mengenal satu sama lainnya.
Terutama Rani yang penasaran kenapa Ratna bisa tinggal bersama mereka berdua.
Mereka berdua pun asik ngobrol tentang masa lalunya masing-masing…
Sampai dimana Ratna bercerita tentang kehidupannya yang mulai hancur dan akhirnya bisa bertemu dengan Raka.
Ratna yang bercerita pun sambil mengeluarkan air matanya. Begitu juga dengan Rani yang perlahan mulai paham tentang hubungan Raka dan Ratna. Sampai akhirnya Rani berkata...
"Memang yang dikatakan, Mas Raka benar Rat! Kamu, mulai sekarang jadilah dirimu sendiri!
Dan kamu tidak usah khawatir akan kehilangan semuanya lagi! Saya janji sama kamu.
Saya akan selalu ada buatmu mulai dari sekarang..." ucap Rani yang begitu lembut kepada Ratna sambil memeluknya.
"Terima kasih banyak yah, Mbak..." jawab Ratna sambil terisak nangis.
"Sudah-sudah... mulai sekarang jangan pernah menangis lagi yah! Mbak dan Mas Raka akan selalu menjadi keluarga buat kamu! Yah sudah, sekarang kita tidur yuk!" ajakan Rani pada Ratna.
__ADS_1
Dan Akhirnya mereka pun tertidur dengan wajah yang penuh dengan rasa bahagia.
Pagi pun tiba,
Rani yang memang sudah terbiasa untuk bangun pagi, sedikit terkejut melihat seisi kamar yang tidak ada siapa-siapa.
Dia terbangun sendiri tanpa ada Ratna disampingnya.
Lalu dengan bergegas Rani bangun dari tidurnya dan keluar dari kamarnya Ratna.
Rani melihat Ratna dengan sedikit bingung karena Ratna yang sedang menuju lantai 2 itu hanya mengenakan pakaian tidur saja.
Lalu Rani dengan perlahan memanggil Ratna.
"Ratna... kamu mau kemana?"
Ratna pun terkejut karena ada yang memanggilnya, lalu Ratna Pun menoleh ke arah suara yang telah memanggilnya itu.
"Ehh… Mbak Rani! sudah bangun, Mbak?" ucap Ratna yang langsung menghentikan langkahnya untuk menaiki anak tangga dan lalu bergegas kembali menuruni anak tangga untuk menghampiri Rani.
"Ratna kira, Mbak belum bangun, jadinya mau Rani tinggal sebentar!" ucap Ratna.
"Memang kamu mau kemana?" tanya Rani.
"Oh iya, saya lupa kasih tau ke Mbak! ini salah satu tugas saya, untuk membangunkan Mas Raka, setiap pagi Mbak!" Ratna yang mencoba menjelaskan kepada Rani.
"Oh begitu! Boleh tidak, hari ini saya yang menggantikan tugas kamu, Rat?" permintaan Rani.
"Oh, ya sudah kalau begitu! kasih tahu saya saja yang mana kamarnya, Mas Raka yah!" minta Rani.
Rani Pun langsung menunjukkan jarinya ke arah kamar Raka sambil berkata.
"Langsung masuk saja yah, Mbak! karena, pintu kamar Mas Raka, memang tidak pernah dikunci!" ucap Ratna sambil senyum menggoda Rani.
Rani hanya membalasnya dengan tersenyum malu saja kepada Ratna.
Lalu, Rani Pun berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamar Raka.
Dan setelah sampai di depan pintu kamar Raka, Rani sesaat berdiam diri sambil menoleh ke arah lantai bawah untuk melihat Ratna yang memperhatikannya.
Sedangkan Ratna hanya tersenyum saja sambil memberikan isyarat agar Rani langsung masuk saja ke kamarnya Raka.
Rani menghela nafas panjangnya sesaat, lalu mulai memberanikan diri untuk membuka pintu kamarnya Raka secara perlahan.
Pintu kamarnya Raka, akhirnya terbuka sedikit dan Rani pelan-pelan memasuki kamar itu, sambil melihat-lihat semua sudut di kamar tersebut yang memang terbilang tidak rapi.
Seperti halnya kamar-kamar pria pada umumnya.
Rani mendapati Raka yang sedang tertidur dengan lelapnya dan agak sedikit terkejut melihat bunga, yang memang sudah layu tergeletak di salah satu meja dekat tempat tidurnya Raka.
Rani Pun tersenyum saat melihat bunga itu, walaupun saat ini, bunga tersebut sudah layu. Tapi Rani ingat bunga itu, karena itu bunga yang dibeli oleh Raka dari Tokonya saat itu.
__ADS_1
Lalu Rani Pun mulai duduk disamping tempat tidurnya Raka, lalu dengan perlahan dia mencoba untuk membangunkan Raka.
"Mas… Mas Raka... Bangun Mas!" ucap Rani dengan perlahan sambil menggoyang-goyangkan badan Raka.
"Ehm... dah pagi yah?" ucap Raka yang mulai terbangun dari tidurnya dengan suara malesnya.
"Iya Mas... Ayo bangun!" jawab Rani secara halus sambil memperhatikan wajah Raka yang selama ini sangat dirindukannya.
Lalu seperti biasanya Raka langsung menggeliatkan badannya, lalu kemudian merubah posisi tidurnya dan perlahan duduk.
"Jam berapa ini, Rat?" ucap Raka tanpa melihat ke samping yang dikiranya itu adalah Ratna.
"Jam setengah tujuh Mas, Mas mau dibuatkan sarapan apa?" ucap Rani sambil menawarkan sarapan untuk Raka, tanpa mempermasalahkan ucapan dari Raka sebelumnya yang memanggil dirinya dengan sebutan Ratna.
Karena Rani paham Raka belum sepenuhnya sadar.
Raka yang mendengarkannya langsung terkejut dan menoleh kesamping nya, karena sekarang dia sudah mulai sadar, bahwa yang dari tadi disampingnya bukan Ratna melainkan Rani.
"Ehh, maaf Ran! Mas kira, tadi Ratna. Soalnya, biasanya dia yang membangunkan Mas.
Ehh, maksud Mas, itu tugasnya dia yang Mas berikan ke dia tapi Mas tidak punya niat apa-apa kok hanya minta dibangunkan saja.
Karena biasanya, Mas dibangunkan sama Ibu Minah(ART). Cuma saat ada Ratna, Mas kasih tugas itu sama Ratna saja, Karena Mas tahu, pekerjaan Ibu Minah sudah banyak, terus..."
Raka dengan terkejutnya mencoba menjelaskan kepada Rani dengan gugupnya takut kalau sampai Rani marah karena salah paham.
Namun sayangnya kalimat penjelasannya terhenti saat melihat Rani tertawa kecil sendiri sambil memperhatikannya.
"Kenapa tertawa?" ucap Raka dengan ekspresi yang bingung kepada Rani.
Rani hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya, lalu mulai berkata
"Mas... Rani percaya kok sama Mas! Sekarang, Mas bangun lalu mandi! Mas mau dibuatkan sarapan apa sama Rani?" dengan senyum yang lembutnya Rani berucap dan menawarkan kepada Raka.
Raka yang melihatnya pun sontak membuat dia terdiam seribu bahasa. Kagum dengan sosok pujaan hatinya yang begitu lembut dan perhatian.
Dalam lamunannya, Raka dikejutkan kembali oleh suara dari Rani yang memanggil namanya
"Mas… Mas Raka? Mas sakit?" tanya Rani karena melihat Raka yang diam mematung tiba-tiba.
"Ehm… gak, gak apa-apa kok Ran!" jawab Raka dengan nada yang masih gugup. Lalu berdiri dan kemudian berjalan menuju arah kamar mandi.
Rani yang melihat Raka sudah berdiri dan pergi ke arah kamar mandi, Rani Pun langsung berdiri dan memanggilnya.
"Mas...?" ucap Rani.
Raka yang mau membuka pintu kamar mandi pun terhenti saat Rani memanggilnya dan langsung menoleh ke arah Rani.
"Mau dibuatkan sarapan apa?" ucap Rani kembali saat Raka telah melihatnya.
"Terserah kamu saja ya!" jawaban Raka singkat sambil tersenyum lalu melanjutkan kembali masuk kekamar mandi dan menutup pintunya.
__ADS_1
Rani yang melihatnya hanya tersenyum saja sambil menggelengkan kepalanya, kemudian berlalu pergi untuk membuatkan sarapan Raka.