
Tibalah saat dimana Ryan sudah sampai di mall tersebut untuk menjemput pulang Ratna.
"Aku sudah sampai di depan mall, nih Rat, kamu dimana?" tanya Ryan didalam panggilan telepon.
"Iya, tunggu Mas! Ratna, keluar sekarang nih!" jawab Ratna sambil mematikan panggilannya dan bergegas menuju kearah Ryan yang menunggu di dalam mobil.
"Siapa yang akan menjemputmu sih Rat? dari tadi kok belum dijawab-jawab!" tanya Dian dengan wajah sedikit bingung karena melihat expresi Ratna yang terlihat agak senang semenjak terima panggilan pertama kali saat mereka di eskalator tadi.
Sampai-sampai saat makan tadi Ratna tidak fokus dalam obrolan mereka..
"Bukan siapa-siapa, itu Mas Ryan yang akan menjemput, disuruh Pak Raka!" jawab Ratna singkat sambil berjalan.
"ooaallaahh... Mas Ryan, temannya Pak Raka yah? yang tadi siang diceritakan oleh Pak Raka,'kan!" sahut Dian.
Ratna hanya mengangguk saja sambil senyum-senyum.
"kok kamu senang banget sih, kamu ini senang karena Mas Ryan yang jemput! apa karena diperhatiin sama Pak Raka? sampai-sampai, menyuruh temannya untuk menjemput!" tanya Dian sambil menggoda Ratna.
"apa-apaan sih kamu itu!" jawab Ratna seperti biasanya mencubit temannya itu sambil menunjukkan expresi malunya.
"Hahaha… Ratna… Ratna..." ucap Dian sambil masih menggoda temannya itu.
Lalu mereka pun sampai dan mengetuk pintu kaca mobil itu...
Ryan yang sedang berada di dalam mobil itu pun langsung menoleh ke arah suara ketukan itu dan melihat Ratna lalu mulai membukakan kaca dan kunci pintu mobil.
"Kamu sudah selesai belanjanya?" tanya Ryan
"Iya Mas, maaf yah nunggu lama?" jawab Ratna.
"Iyah, tidak apa-apa, ayo masuk!" ucap Ryan sambil membukakan pintu dari dalam.
"Ehh, iya Mas! kenalin, ini teman Ratna, yang tadi berbelanja bareng sama Ratna." ucap Ratna sambil memperlihatkan Dian ke Ryan.
Lalu Dian pun mengulurkan tangannya tanda mengenalkan dirinya pada Ryan "Dian..." ucap Dian sambil tersenyum.
Lalu Ryan Pun bersalaman sama Dian "Iya, saya Ryan..." jawab Ryan sambil membalas senyuman dari Dian.
Lalu Ryan Pun menanyakan arah pulang dari Dian dan ternyata arah pulang dari Dian ternyata sama.
Karena sebab itu Dian mengajak Ratna belanja di mall itu karena memang tidak jauh dari rumahnya.
Dan Ryan Pun langsung menawarkan tumpangan untuk mengantarkannya pulang.
Dan seperti biasanya Dian, orang yang tidak pernah berpikir panjang karena Dian ini memang seorang wanita yang asik langsung menjawabnya dengan kalimat "iya..." dengan expresi yang senang.
Lalu mereka pun akhirnya pulang bersama.
__ADS_1
Di Dalam mobil seperti yang biasanya terjadi, Dian langsung membuka obrolan tanpa canggung kepada Ryan walaupun saat itu mereka baru pertama kali bertemu.
"Nanti di sana lautnya bagus tidak, Ryan?" tanya Dian tanpa rasa canggung kepada Ryan.
"Laut, apa yah?" jawab Ryan yang sedikit agak bingung.
"Loh… memangnya kamu belum dikasih tau sama Pak Raka?" ucap Dian yang sedikit mulai bingung.
Disamping Ryan yaitu Ratna hanya tertawa-tawa kecil saja sambil menutup mulutnya.
"Kamu kenapa malah tertawa Rat?" tanya Ryan yang menambah kebingungannya.
"Tidak apa-apa, Mas! hanya saja saya ingat cerita Mas, yang saat itu mengenai Pak Raka! ternyata memang benar adanya yah..." jawab Ratna sambil tersenyum-senyum.
"Ohh… Orang itu pasti saja punya rencana yang mendadak yah?" ucap Ryan sambil mulai agak santai. karena Ryan menebak Raka yang merencanakan ini semuanya tanpa memberitahukan pada dirinya terlebih dahulu.
Dan memang kenyataannya karena itu salah satu sikap Raka yang suka mempunyai ide dadakan.
Tapi memang harus diakui selama ini berjalan walaupun Ryan agak kesal dengan semua rencana dadakan dari Raka tersebut.
Walaupun begitu selama mereka berteman justru rencana dadakan dari Rakalah yang selalu membuat kenangan indah dirinya bersama Raka.
"Kalian berdua membicarakan apa sih!?" tanya Dian dengan wajah yang mulai agak cemberut.
Lalu Ryan Pun menjelaskannya dibantu sama Ratna. Sampai akhirnya Dian paham bagaimana sifat dan sikap Raka tersebut.
Walaupun tidak semuanya diceritakan.
Tidak terasa perjalanan itu akhirnya mereka sampai dirumah Dian tepatnya di kost-kostan dimana Dian tinggal disana.
Sampai akhirnya mereka berpisah dengan Dian lalu Ratna dan Ryan mulai melanjutkan perjalanannya lagi untuk kembali kerumah Raka.
Namun didalam mobil itu berbeda suasananya... tidak seperti saat Dian masih bersama mereka.
Awalnya mereka berdua biasa saja tapi saat dimana mobil mulai memasuki jalan bebas hambatan...
Ryan yang fokus berkendara ingin mendengarkan radio tapi saat itu juga Ratna yang mulai agak sepi di dalam mobil ingin mendengarkan radio juga...
Dan tanpa disengaja tangan mereka saling menyentuh sebelum menekan tombol pada radio mobil tersebut.
Sesaat mereka berpandangan sampai dimana mereka berdua dikejutkan oleh suara klakson mobil lain dari arah belakang. Dan akhirnya Ryan kembali lagi fokus dalam berkendara nya.
"Eh... maaf yah, tidak sengaja!" ucap Ryan dengan nada yang sedikit agak grogi.
"Tidak apa-apa, Mas... saya juga tidak sengaja kok..." jawab Ratna sambil tersenyum tersipu malu.
"Yah sudah, kamu saja yang nyalain... biar tidak terlalu sepi!" ucap Ryan sambil agak melirik ke Ratna dan tersenyum.
__ADS_1
Lalu Radio Pun dinyalakan oleh Ratna dan mereka pun terdiam sambil mendengarkan radio tersebut.
Dilain sisi Raka yang sedang sendiri dirumah merasakan kembali kesepiannya.
Lalu Raka Pun keluar dari kamarnya dan ingin menikmati kesepiannya di tempat favoritnya yaitu di balkon belakang rumahnya yang menghadap ke arah danau yang begitu sunyi dan senyap.
Lalu saat Raka telah sampai ditempat itu ternyata ada Pak Rahman yang sedang mendengarkan radionya sambil duduk-duduk santai.
Pak Rahman ini tidak lain adalah salah satu pekerja di rumah Raka yang tugasnya adalah sebagai tukang halaman sekaligus penjaga rumah.
"Lagi, santai Pak?" ucap Raka sambil duduk di kursi sebelahnya Pak Rahman.
Sontak saja membuat Pak Rahman terkejut dan langsung berdiri.
"I-Iya, Tuan! maafkan saya!" jawab Pak Rahman dengan sangat takut sambil wajah tertunduk malu.
"Tidak apa-apa Pak, santai saja! memang tempat ini sungguh bisa membuat kita tenang!" ucap Raka dengan nada tenang yang menunjukan bahwa dirinya tidak marah.
"I-Iya, Tuan! kalau begitu saya pergi dulu, Tuan!" jawab Pak Rahman sambil mengambil radionya.
"Oh, yah sudah kalau begitu!" ucap Raka singkat sambil tersenyum dan mengeluarkan bungkus rokok dan korek dari kantong celananya.
Sesaat Raka mendengarkan radio yang dibawa oleh Pak Rahman. Raka mendengarkan nomor telp yang disebutkan oleh penyiar radio tersebut untuk bila ingin mengucapkan sesuatu atau request musik untuk seseorang.
Entah ada angin apa Raka langsung mengeluarkan Handphonenya dan menelepon nomor radio tersebut.
Tidak lama kemudian Raka Pun tersambung dengan radio tersebut.
"yah, hallo? dengan siapa yah?" sapaan dari Penyiar Radio.
"saya Raka!" jawab Raka.
"Iya, Raka, ada yang bisa kami bantu atau putarkan musik untuk Raka?" tanya Penyiar Radio tersebut.
"saya minta diputarkan lagu... dengan judul Rahasia Cinta!" permintaan Raka.
"baik, Raka! kami akan segera putarkan sebuah lagu untuk Raka!" jawab Penyiar Radio tersebut.
Lalu panggilan pun terputus dan tidak lama berselang lagu itupun diputarkan.
Dan Raka walaupun tidak mendengarkan musik yang dia minta tadi. Mulai duduk santai sambil bersandar dengan mata menatap ke arah danau yang begitu tenang… sunyi... dan hanya bermandikan cahaya bulan.
Kembali kepada Ryan dan Ratna yang saat itu sedang dalam perjalanannya menuju rumah Raka sambil mendengarkan radio di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
Dikejutkan oleh seorang penelpon yang bernama Raka dan meminta diputarkan sebuah lagu... Didalam pikiran Ratna ternyata sama dengan apa yang dipikirkan oleh Ryan… "apa ini, Raka?" yang memang mereka kenal.
Tak lama lagu itupun diputarkan... Ratna dan Ryan Pun mendengarkan lagu tersebut dengan sangat serius.
__ADS_1
Inti dari lagu tersebut menceritakan seorang pria yang sangat mencintai seorang wanita namun selama ini pria itu belum mengungkapkannya dan tidak bisa jika mereka berpisah atau berjauhan walaupun hanya sebentar saja.
Mendengarkan lagu tersebut baik Ratna ataupun Ryan sangat terkejut lalu tanpa diduga Ryan langsung masuk jalur cepat dan mempercepat laju kendaraannya sampai membuat Ratna agak sedikit ketakutan.