Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 38


__ADS_3

Pagi hari,


Masih sama seperti sebelumnya, Ratna yang bertugas untuk membangunkan Raka lalu kemudian kembali ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi bekerja.


Setelah itu mereka bertiga berkumpul bersama diruang makan untuk sarapan pagi.


"Semalam kalian kemana? Saya pulang kalian tidak ada!" Ucap Raka sambil tersenyum meledek ke Ryan dan Ratna.


Walaupun sebenarnya Raka sudah mengetahuinya dari Ibu Minah bahwa Ryan dan Ratna ini pergi bersama semalam.


Karena saat dirinya sudah kembali kerumah, Ryan dan Ratna memang belum pulang.


"Pengen tahu saja urusan orang kamu tuh!" Gerutu Ryan.


Lalu mereka tertawa bersama, karena mereka memang sudah sering melakukan candaan itu, jadinya mereka tidak saling kaku ataupun tersinggung, karena mereka saling paham satu dengan yang lainnya.


Setelah mereka sarapan dan saling bercengkrama itu mereka bertiga lantas melanjutkan aktivitas keseharian mereka.


Jam 12 siang,


Ryan dan Ratna yang sedang berada di depan pintu lift.


"Hey, Rat!" Panggil Dian.


Ryan dan Ratna pun akhirnya menoleh ke arah suara yang memanggil Ratna.


"Ehhh.. Dian!" Sahut Ratna.


Dian pun berjalan menghampiri mereka berdua untuk menaiki lift bersamaan.


Setelah mereka keluar dari lift mereka pun berjalan ke arah lobby sambil bercengkrama.


Dian hari itu terlihat sudah kembali lagi ceria seperti biasanya.


"Kita mau makan apa sekarang nih enaknya?" Ucap Ryan.


"Di traktirkan sama, Mas Ryan?" Sahut Dian sambil menggoda seperti biasanya.


"Hemm.. iya-iyah, saya yang traktir!" Ucap Ryan.


Dian pun tertawa senang dan Ratna juga terlihat senang melihat Dian yang sudah kembali seperti biasanya.


Lalu mereka pun berjalan keluar lobby menuju restoran yang tidak jauh dari kantornya.


Di lain sisi,


Raka yang baru selesai dengan pekerjaannya sedang berjalan menuju lift untuk keluar makan siang.


Lalu Raka pun menuruni lantai menggunakan lift sambil mengirim pesan dengan Rani melalui handphonenya.


Raka mengirim pesan kepada Rani untuk mengajaknya makan siang bersama, namun di dalam pesan tersebut Rani menolaknya dikarenakan Rani yang sibuk dengan pekerjaannya.


Setelah Raka keluar dari lift, Raka berjalan menuju pintu lobby. Lalu Raka pun menyalakan rokoknya sambil tampak memikirkan sesuatu.


"Siang, Pak!" Sapa salah satu security.


"Iya, siang!" Jawab Raka.


"Tidak makan siang, Pak?" Tanya security itu kepada Raka.


"Oh iya, ini saya juga mau makan siang tapi enaknya makan apa yah." Sahut Raka.


"Bapak tidak menyusul, Pak Ryan, Pak?" Ucap security.


"Oh iya-yah! Ryan dan Ratna pergi kemana yah Pak?" Tanya Raka.


"Mohon maaf Pak, kurang tahu kalau perginya kemana. Tapi, tadi Pak Ryan perginya bertiga sama Mbak Ratna dan Mbak Dian, Pak!" Jawab security.


Setelah percakapan itu Raka pun berjalan menuju sebuah restoran tempat makan yang tidak jauh dari kantornya.


Raka memang belum mengetahui tempat yang ia tuju merupakan restoran yang sama dengan tiga sahabatnya itu.


Memang restoran itu tempat mereka yang biasanya untuk berkumpul.

__ADS_1


Saat Raka tiba di restoran tersebut, Raka melihat tiga sahabatnya sedang asyik bercengkrama sambil makan siang itu. Lalu Raka pun menghampiri ketiga sahabatnya itu.


"Hai, semuanya!" Sapa Raka.


"Eh, Mas Raka! Duduk, Mas!" Ucap Dian.


Lalu Raka pun duduk di samping Ryan dan berhadapan dengan Dian.


"Mas, nggak makan? Mumpung dibayarin nih, Mas! Sama Mas Ryan!" Ucap Dian dengan wajah cerianya.


Raka yang melihat Dian tampak seperti dulu lagi, ikut merasakan senang seperti yang terpancar dari wajah Ratna yang duduk di sebelah Dian.


"Wah asik dong! Beneran nih, Yan?" Tanya Raka pada Ryan sambil menyenggol Ryan dengan sikutnya.


Lalu Ryan menoleh ke arah Raka….


"Kalau kamu pakai rok! Boleh!" Ucap Ryan yang meledek sahabatnya itu.


"Huh… asem!" Sahut Raka yang disertai tertawa.


Lalu mereka pun tertawa bersama.


Kemudian Raka berdiri kembali dari tempat duduknya untuk memesan makanan dan minumannya.


Tak berselang lama Raka pun kembali lagi ke tempat duduknya bersama ketiga sahabatnya itu.


"Bagaimana, Dian! Hubungan kamu dengan Bobby? Apa sudah baikkan?" Tanya Raka.


Ratna dan Ryan sedikit agak terkejut mendengar pertanyaan itu dari Raka. Karena semenjak dari Dian menyapa Ratna sampai mereka makan bersama saat ini, belum ada yang menanyakan tentang hal itu pada Dian.


"Alhamdulillah, Mas! Baik!" Jawab Dian dengan wajah senangnya.


Ratna dan Ryan yang tadi sempat sedikit terkejut pun akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar jawaban dari Dian.


Terutama Ryan yang memang sudah pusing karena sahabat terbaiknya ini selalu saja melakukan sesuatu hal yang membuat dirinya mau tidak mau harus ikut kedalam masalah yang dibuat oleh Raka.


"Syukurlah kalau begitu" ucap Raka sambil tersenyum khasnya.


"Pak! Ini pesanannya yah" ucap pramusaji itu.


"Oh iya, terima kasih banyak yah!" Sahut Raka pada pramusaji itu.


Lalu pramusaji itu pun pergi kembali ke tempatnya.


"Banyak amat pesanannya, Mas!" Ucap Ratna pada Raka.


"Iya, emang lagi ada acara apa, Mas?" Sambung Dian.


Kedua wanita itu terkejut setelah melihat pesanan Raka yang dibawakan oleh pramusaji tadi.


"Oh, ini? Ini buat para security! Sudah lama saya tidak memberikan hadiah untuk mereka!" Jelas Raka.


Dian hanya mengatakan "O" saja, setelah mengetahuinya. Sedangkan Ratna hanya terdiam karena teringat sesuatu. Memang sudah cukup lama sekali Raka ini tidak berbuat seperti itu semenjak Raka bertemu kembali dengan Ryan.


Karena, semenjak Ratna bekerja bersama dengan Raka, hampir setiap hari atau bila sedang sibuk-sibuknya seminggu tiga sampai empat kali, Raka melakukan hal itu.


Itulah yang membuat Raka cukup dikenal di lingkungan gedung perkantoran tersebut. Selain jabatannya yang tinggi, Raka juga tidak pernah sedikit pun membeda-bedakan status sosial seseorang.


"Mas, tidak pesan makan?" tanya Ratna.


"Tidak! Mas, minum saja!" jawab Raka.


Lalu Raka membenarkan tempat duduknya dan merapihkan pesanannya seperti akan mengatakan sesuatu yang penting pada Dian.


"Maaf yah Dian, karena sekarang kamu sudah baikkan, sekarang saya mau mengatakan sesuatu yang penting sama kamu yah!" Ucap Raka pada Dian. Setelah meletakkan pesanannya itu agar sedikit ketengah meja.


Lalu Ryan yang mendengarkan itu langsung menghentikan makannya dan mengambil tisu yang ada di meja untuk membersihkan mulutnya.


Begitu juga dengan Ratna dan Dian yang bersiap mendengarkan kalimat selanjutnya dari Raka.


"Kita memang berteman baik karena kamu temannya Ratna sebelumnya. Jadinya, kamu juga sekarang sudah menjadi bagian dari salah satu sahabat saya pribadi sekaligus secara tidak langsung kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami.


Jadi, saya harap untuk kedepannya kamu bisa berkata jujur apapun itu masalahnya. Karena sebisa mungkin kita juga akan berusaha untuk membantu bila kamu sedang mengalami suatu masalah." ucap Raka dengan bijaksananya kepada Dian.

__ADS_1


Lalu Raka mulai menyalakan rokoknya dan meminum minumannya yang dipesannya tadi.


"Iya, Mas! Dian sekali lagi minta maaf banget yah, Mas! Sama Ratna dan juga, Mas Ryan! Bila Dian sudah banyak merepotkan semuanya.


Dian juga ingin mengucapkan banyak terima kasih sama semuanya atas apa yang sudah semuanya perbuat sama Dian. Terutama, Mas Raka, yang sudah mengajak Dian untuk berkenalan dengan Mbak Rani.


Sekali lagi Dian mengucapkan terima kasih banyak yah, Mas!" Tutur Dian dengan lembut dan penuh penyesalan sambil menatap sesekali pada ketiga sahabatnya itu secara bergantian.


Lalu Ratna yang duduk disamping Dian langsung menggenggam tangan sahabatnya itu sambil menatap ke arahnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca.


Ryan yang duduk bersebrangan dengan Ratna dan juga Dian hanya mendengarkan dengan seksama. Begitu halnya juga dengan Raka yang sambil sesekali menghisap rokoknya.


"Dian sekarang sangat senang sekali mendengar, Mas Raka mengatakan, bahwa sekarang Dian sudah menjadi bagian dari keluarga, Mas!


Walaupun sebelumnya Dian juga sudah mendengarkan itu dari Mbak Rani! Dian sangat senang. Dan Dian berjanji mulai hari ini, Dian akan mengikuti apa yang dikatakan oleh, Mas Raka tadi!" Ucap Dian kembali sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca sama seperti halnya Ratna.


Dan genggaman tangan Dian dan Ratna semakin erat yang menandakan diantara kedua sahabat itu saling menguatkan satu sama lainnya.


Lalu Raka pun tersenyum manis kepada Dian sambil memberikan tisu untuk Dian.


Dian pun menerima tisu pemberian dari Raka itu untuk sekedar mengelap air matanya yang sedikit telah mengalir di pipinya yang mulus.


Ratna lalu melepaskan genggaman tangannya untuk mengambil tisu juga dan melakukan sesuatu yang sama seperti Dian.


Kemudian Raka menoleh ke arah Ryan yang berada disampingnya. Ryan sadar kalau Raka sedang menoleh ke arahnya lalu dia juga menoleh ke arah Raka.


"Apa?" Ucap Ryan pada Raka yang seolah tahu maksud dari Raka.


Raka langsung memberikan kode gerak kepalanya agar Ryan juga ikut berkata sesuatu pada Dian.


Ryan langsung menunjukkan mata malesnya disertai dengan nafas kasarnya.


Tapi mau gak mau Ryan juga harus melakukannya karena bagaimanapun juga Ryan sudah mengenal sifat Raka.


"Maaf yah Dian sebelumnya, walaupun kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga yang cukup membuat saya pusing ini! Tapi kalau soal pekerjaan, kita harus lakukan sesuai profesional yah!" Ucap Ryan dengan khas bercandanya.


Ratna yang mendengar itu langsung menendang kaki Ryan yang memang berada di depannya.


"Aww! Sakit tahu!" Seru Ryan sambil melihat ke arah Ratna.


Ratna pun hanya menunjukan wajah kesalnya pada Ryan.


"Iya Mas! Tidak apa-apa! Bila itu memang sudah keputusan, Mas!" Ucap Dian.


"Dian siap menerima apapun itu hukumannya! Walaupun, Dian sampai diberhentikan pun, Dian siap kok, Mas!" Lanjut Dian.


Lalu Ratna langsung merangkul sahabatnya itu sambil berkata….


"Kamu tenang saja, tidak ada yang akan memberhentikan kamu kok!" Dengan tatapan yang tajam melihat kearah Ryan.


"Kita tidak sampai memberhentikan kamu, Dian!" Ucap Raka dengan santainya.


"Cuma, kami akan memotong gaji Ryan saja untuk membayar semua pesanan saya ini!" Lanjut Raka yang mengejutkan semuanya.


"Kenapa gaji aku!" Sahut Ryan.


"Iya, kan kamu atasannya… jadi kamu tanggung jawablah!" Ucap Raka.


"Tapi kenapa juga harus membayar pesanan itu… kan kamu yang pesan!" Sahut Ryan kembali.


Dan akhirnya kedua wanita itu pun tertawa kecil bersama melihat tingkah kedua sahabat itu saling berdebat yang tidak jelas seperti biasanya.


Lalu hari-hari pun dilalui mereka seperti hari-hari biasanya.


Dian yang kini sudah mulai kembali lagi seperti dulu namun kali ini dia bersama dengan Bobby atas saran yang diberikan oleh Rani dan Dian pun mengikutinya akhirnya Dian dan Bobby bisa bersama kembali.


Dan ditambah bahagia juga perasaannya Dian yang sekarang sudah resmi secara tidak langsung menjadi bagian dari keluarga kecilnya Raka saat ini.


🌻🏵️🌸🌺🌷🥀🌹🌼🌹🥀🌷🌺🌸🏵️🌻


** Hai readers, ini karya pertama ku. Benar² yang pertama. So please kritik dan saran kalian selalu ku nanti. Jangan lupa 👍 like kalian juga ku nanti.


Terima kasih,😁🙏😁!

__ADS_1


__ADS_2