
Pada suatu hari, di halaman belakang rumah Raka di dekat danau.
Raka, yang sedang berdiri melihat danau itu sambil menghisap rokoknya dikejutkan oleh suara Ryan yang memanggilnya dari arah belakang...
"Raka,kamu sedang apa?" ucap Ryan sambil berjalan menghampiri ke arah Raka.
Raka hanya menoleh sambil tersenyum.
lalu mereka pun mengobrol...
"kamu, sedang melihat apa disini?" tanya Ryan sambil berdiri disampingnya Raka.
"tidak sedang lihat apa-apa! aku, hanya merasa tenang saja disini!" jawab Raka santai sambil menghisap rokok.
"ohh, gitu..." ucap Ryan sambil melirik kearah Raka.
"bagaimana, dengan urusan pekerjaanmu, apa sudah selesai?" Raka bertanya balik pada Ryan.
"seperti yang aku bilang kemarin, sampai akhir bulan ini saja, aku berhenti dan akan bekerja bersamamu.
Tapi, apa kamu yakin, memberikan pekerjaan itu padaku?" jawab Ryan dengan nada ragunya.
"ohh, baguslah kalau begitu. Soal pekerjaan kamu tidak usah khawatir, sambil berjalannya waktu, nanti juga akan terbiasa kok! santai saja!
anggap saja, ini sebagai bentuk permintaan maafku padamu. Karena, sudah lama tidak menemui lagi!" ucap Raka sambil menghembuskan asap rokoknya.
"baiklah, bila itu inginmu! lagi pula, saya tidak marah, kok! kenapa harus minta maaf.
Kamu masih mau mengenal saya saja, saya sudah sangat senang, kok! tapi, apa sekarang saya sudah bisa tau! kenapa, saat itu kamu pergi tanpa pamit sama saya? ucap Ryan sambil merubah posisi berdirinya menghadap Raka.
Raka hanya menoleh ke Ryan dan tersenyum sambil menepuk pundaknya Ryan dan mengajaknya untuk ke tempat yang biasanya Raka habiskan waktu untuk bersantai.
Di Dalam rumah...
Ratna, yang sedang asyik menonton televisipun dipanggil oleh Raka, untuk mengajaknya mengobrol bersama.
Sambil menyuruh Ibu Minah, membuatkan minuman dan membawakan makanan ringan.
Setelah mereka bertiga sampai di tempat favoritnya Raka, yang tidak lain adalah balkon rumahnya, yang pemandangan nya ke arah danau. Raka Pun, memulai pembicaraannya.
"Ratna, mulai bulan depan, saya minta tolong ke kamu! untuk mengajari dan membantu pekerjaan Ryan, yah! karena, bulan depan dia sudah bekerja bersama kita!" ucap Raka sambil menghisap rokoknya.
"Baik, Pak! tapi, pekerjaannya mas Ryan apa yah, Pak?" jawab Ratna dengan wajah sedikit agak bingung.
"Mulai bulan depan, dia akan menggantikan posisi saya!" jawab Raka singkat, sambil memalingkan wajahnya melihat danau.
__ADS_1
Sontak Ryan dan Ratna Pun terkejut mendengarkan kalimat itu.
Lalu tidak lama datang Ibu Minah, membawakan makanan dan minuman yang diminta sama Raka sebelumnya.
"ini, tuan!" ucap Ibu Minah.
"yah, Ibu! terima kasih banyak yah, ibu!" jawab Raka dengan sopan.
"sama-sama, Tuan!" jawab Ibu Minah, sambil berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"kamu bilang aku hanya jadi pengawas saja, Raka? kenapa, menggantikan posisi kamu, jadinya?" obrolan pun dimulai kembali dengan pertanyaan dari Ryan kepada Raka yang merasa tidak percaya dengan perkataan Raka sebelumnya.
Raka hanya tersenyum saja yang melihat wajah sahabatnya itu dan Ratna kebingungan sambil mengambil minumannya.
"Lalu, Bapak mau kemana?" tanya Ratna yang wajahnya semakin menunjukan rasa kebingungannya.
"Saya tidak akan kemana-mana! Hanya saja, saya mau bersantai dikit!" jawab Raka sambil meminum minumannya.
"Saya dipromosikan jadi Direktur! makanya, saya menyuruh Ryan, untuk menggantikan posisi saya saat ini.
Karena, saya sudah lama mencari pengganti, tetapi belum menemukannya! kebetulan, saya bertemu kembali dengan sahabat terbaik saya, maka saya lebih percaya dia dari siapapun!" ucap Raka yang mulai menjelaskan ke Ryan dan Ratna.
Terlihat raut wajah Ratna yang mulai sedikit agak rileks, setelah mendengarkan penjelasan dari Raka.
"Tapi!? apa kamu sudah benar-benar yakin, memberikan pekerjaan itu, pada saya? apakah kamu yakin juga, saya akan bisa mengerjakannya, Raka?" ucap Ryan, seolah-olah ini mimpi baginya.
"Iya, kenapa tidak! saya yakin kamu bisa! karena, kamu juga tidak sendirian, 'kan? ada Ratna, yang akan membantumu.
Lagi pula, saya sudah melihat hasil pekerjaan dari Ratna selama satu tahun terakhir ini! dan, menurut saya kenapa tidak?
kamu santai saja Ryan, dengan berjalannya waktu, saya yakin kamu pasti bisa, kok! karena saya mengenal kamu!" jawab Raka yang meyakinkan sahabatnya itu atas apa keputusannya.
"huffhh... kamu, memang tidak pernah berubah dari dulu. Selalu saja, membuat sesuatu hal yang membuat orang terus dan terus berpikir!" ucap Ryan sambil menghela nafas dan menundukan kepalanya.
Mendengarkan perkataan itu dari sahabatnya Raka tertawa lepas... Sambil memegang kepala Ryan dan meledeknya.
Di satu sisi, Ratna yang melihat tawa Raka untuk pertama kalinya selama setahun ini mereka bersama.
Membuat, jantungnya berdegup dengan kencang, seakan-akan dia bisa merasakan kebahagiaannya lagi.
Walaupun, dia masih belum menemukan jawaban tentang perasaannya kepada Raka.
"Yah, sudah yah! mulai besok tolong kamu bantu masalah administrasinya yah Rat! biar awal bulan, Ryan bisa langsung bersama kita.
Dan kamu, menjadi sekretarisnya bila di kantor! dan saat dirumah tugasmu tetap sama, yah!" Ucap Raka kepada Ratna sambil tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya dan mulai menggeliatkan badannya.
__ADS_1
"Baik, Pak!" jawab Ratna sambil mengambil minumannya.
"aaaarrrggghhh.... ohh iya, sama satu lagi Rat! kalau bisa, tolong panggil saya dengan 'Mas' juga, yah! biar sama, kaya kamu manggil ke Ryan.
Yah, sudah yah! saya mau tidur duluan, capek banget saya hari ini! kalian lanjutin saja yah, ngobrolnya biar saling kenal." ucap Raka lalu mulai pergi dari tempat itu dan meninggalkan mereka berdua.
Ratna hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya lalu mulai meminum minumannya.
Disela keheningan sesaat itu... Ryan mulai berbicara kepada Ratna.
"Rat, kamu benar, mau bantu saya nantinya? saya, benar-benar belum memahami! apa yang dipikirkan Raka, sejauh ini!" ucap Ryan dengan wajah yang masih belum percaya atas apa yang telah terjadi.
"Iya, Mas! tenang saja, Ratna pasti bantu kok! karena, Pak Raka sudah menyuruh saya! maka saya akan lakukan itu!" jawab Ratna untuk berusaha menyakinkan Ryan.
"terima kasih banyak, yah Rat! ngomong-ngomong, dah mulai dingin nih! kita masuk yuk?" jawab Ryan sambil berdiri dari tempat duduknya.
Lalu Ratna pun ikut berdiri dan mereka berjalan bersama memasuki rumah sambil berbincang-bincang santai...
Sampai tiba di dekat tangga, Ratna yang kamarnya berada di bawah mulai menuruni anak tangga tapi begitu juga dengan Ryan yang ikut menuruni anak tangga.
Sedangkan kamar Ryan posisinya tidak jauh dari kamar Raka.
"kenapa kamu ikut turun, Mas? bukannya, kamar kamu disana!" ucap Ratna sambil menunjuk ke arah kamar Ryan.
"aku ingin menonton televisi dulu, Rat! kebetulan, aku belum mengantuk!" jawab Ryan.
Lalu setelah mereka berada di ruang tengah Ratna pun langsung berjalan ke arah kamarnya.
"Ratna mau langsung masuk kamar yah, Mas?" ucap Ratna meminta izin ke Ryan dengan suara yang halus.
"Iya, gak apa-apa! kamu istirahat saja, yah! saya sudah biasa tidur malam soalnya! sekali lagi, saya ucapkan terima kasih banyak yah, Ratna" jawab Ryan dengan sangat sopan sambil melihat ke arah mata Ratna.
"Iya, sama-sama, Mas!" ucap Ratna dengan dengan wajah yang tersipu malu lalu pergi ke kamarnya sambil tersenyum senang.
Dan Ryan Pun mulai duduk di sofa dan menyalakan televisi.
Di Dalam kamar...
Ratna, yang langsung melompat ke kasurnya sambil membayangkan wajah Ryan yang sesaat tadi memandangnya secara langsung.
Membuat Ratna seolah-olah melupakan bebannya yang selama ini dia rasakan.
Lalu terlintas di pikirannya untuk menemani Ryan menonton televisi sambil mengobrol... Setelah beberapa saat Ratna berpikir...
Ratna Pun bergegas keluar kembali dari kamarnya untuk mencoba menemani Ryan yang seorang diri menonton televisi di ruangan tengah.
__ADS_1