
Jam 12.10 WIB Di Dalam lift.
"Mas Raka, kemana...?" Tanya Dian pada Ratna.
"Tidak tau... Tadi jam 11 dia keluar, tapi tidak bilang mau pergi kemananya! Jawab Ratna.
"Lagi mau menyiapkan sesuatu kali... biarkan sajalah! masa masih tidak paham saja sih! Ucap Ryan.
"Iya juga yah… hehehe" jawab Ratna sambil teringat sesuatu.
"Ada apa sih, ceritain dong,'kan saya belum tau! kalian sih enak serumah!" Pinta Dian.
Ratna Pun akhirnya menceritakan semuanya sama Dian.
"ting.." suara lift yang menandakan mereka telah tiba di lantai satu.
mereka pun berjalan bertiga kearah pintu lobby...
"Enaknya, makan apa yah hari ini...?" Tanya Ryan.
"Aku mau makan bakso kayaknya deh!" Ucap Dian.
"Boleh juga tuh! kayaknya... Bagaimana dengan kamu, Mas?" Tanya Ratna pada Ryan.
"Iya, boleh saja! Dimana tempatnya yang enak?" Jawab Ryan sambil menanyakan balik.
"Yang didalam mall saja, Mas! Disitu, enak loh baksonya! Jawab Dian.
"Oh, ya sudah kalau begitu! kita kesana saja!" Ucap Ryan.
Setelah mereka sampai mereka pun langsung memesan makanannya dan sambil menunggu mereka mengobrol kembali tentang Raka.
"Enaknya melihat kalian, bisa mesra begitu" ucap Dian pada Ryan dan Ratna yang memang saling memegang tangan diatas meja.
"Makanya, kamu carilah!" Ratna menggoda Dian.
"Iya, hash... Aku kira, aku yang akan ditembak oleh Mas Raka..." gumam Dian berharap.
Ratna dan Ryan yang melihat Dian hanya bisa tertawa saja.
Dan makanan yang mereka pesan pun akhirnya tiba dan mereka mulai makan sambil tetap mengobrol bercanda dan tertawa.
Di Lain sisi...
Raka yang sedang berada ditempat toko perhiasan pun sedang melihat-lihat cincin yang kira-kira bagus dan sesuai saat dikenakan oleh Rani.
Setelah cukup lama melihat-lihat akhirnya dia menentukan pilihannya.
Lalu saat dia keluar dari toko perhiasan tersebut dia menelpon Rani.
"Yah halo, Mas!" Ucap Rani.
"Maaf yah, Ran… Mas ganggu?" Tanya Raka.
"Hihihi… iya Mas! ada apa?" Jawab Rani sambil bertanya balik.
"Nanti malam, kira-kira kamu, ada acara tidak?" Tanya Raka kembali.
"Tidak ada, Mas! Memangnya kenapa yah, Mas?" Jawab Rani sambil bertanya balik kembali.
__ADS_1
"Bisa kita, ketemuan Ran? saya ingin mengajakmu makan malam, bila kamu mau!" Tanya Raka.
"Bisa Mas! Tentu saja! Tapi kira-kira, Mas yang datang kan, yah? tidak diwakilkan lagikan, sama Mas Ryan!" Jawab Rani sambil memastikan.
"Hehehe… maaf yah… atas kejadian waktu itu! Tapi beneran, nanti malam saya akan datang kok, janji!" Ucap Raka.
"Iya, tidak apa-apa, Mas! Yah sudah, kalau Mas sudah berjanji! Rani percaya, sama Mas! Dimana yah Mas, tempatnya?" Tanya Rani.
Sambil berjalan menuju parkiran Raka Pun memberitahukan tempat dan jamnya kepada Rani dan pembicaraan pun berakhir.
Raka Pun langsung masuk mobil dan kembali ke kantornya.
Waktu Pun berlalu tanpa terasa sore pun tiba...
Ryan dan Ratna yang sedang berjalan di lobby menuju keluar gedung...
"Tring.. tring.. " suara handphonenya Ryan berbunyi.
"Siapa Mas...?" Tanya Ratna.
"Raka!" jawab Ryan.
"Kalian, pulang duluan saja yah! Aku, masih ada urusan sebentar!" ucap Raka pada Ryan dalam panggilan telepon.
"Oh, ya sudah kalau begitu! Mobil, kamu mau bawa atau kami yang bawa?" tanya Ryan.
"Bawa saja! Biar saya, naik taksi saja!" ucap Raka.
"Oh, ya sudah kalau begitu! kita pulang duluan yah!" sahut Ryan.
"Ok" ucap Raka dan panggilan pun berakhir.
Waktupun berlalu dan sudah menunjukkan jam 20.12 WIB.
"Kamu kenapa, Mas? Mondar-mandir saja, kaya orang bingung begitu!" ucap Ratna pada Ryan.
"Ini sudah jam 8, Rat!" jawab Ryan.
"Iya, terus kenapa?" tanya Ratna.
"Raka, tadi setelah sampai di kantor, dia cerita sama aku! Dia janji ketemuannya sama Rani jam 8, Rat! Tapi, sampai sekarang dia saja belum pulang!" ucap Ryan dengan nada khawatir.
"Ooaallah… yah, mungkin langsung ke tempat pertemuannya kali..." jawab Ratna santai.
"Tidak mungkinlah… masa, mau kencan tidak mandi dulu! Apalagi ini, kencan pertamanya dia sama Rani!" ucap Ryan.
Tak Lama setelah Ryan mengatakan itu. Pintu pun terbuka dan dia senang melihat sahabatnya itu sambil bertanya...
"Kamu jadikan, bertemu sama Rani?"
"Jadilah, ini mau mandi dulu!" dengan santainya Raka menjawab dan langsung berjalan menuju kamarnya.
"Kamukan, janji jam 8, Ka! Ini dah kelewat beberapa menit, Ka! Bagaimana kamu itu!" ucap Ryan yang agak keras karena Raka yang terus berjalan santai saja sambil menaiki anak tangga.
Ratna yang duduk di sofa pun hanya bisa senyum-senyum saja melihat tingkah Ryan yang sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Tenang saja, Yan, kamu tanya saja sama Ratna, yah! Bila saya buat janji sama wanita seperti apa? Dah yah, saya mau mandi dulu!" jawab Raka dengan santainya dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Ryan yang bingung pun langsung melihat ke arah Ratna yang sedang duduk sambil senyum-senyum itu...
__ADS_1
"Emang dia selalu begitu yah?" tanya Ryan keanehan.
"Iya! Mas,tenang saja makanya! Dia sudah sering begitu, kalau janjian sama wanita!
Nanti kita lihat saja! perginya itu, kalau tidak jam 9, yah jam 10!" jawab Ratna menjelaskan pada Ryan Yang memang belum paham masalah itu.
Karena selama bersahabat dengan Raka. baru kali inilah dia melihat Raka yang sedikit nyentrik bila ketemu sama wanita.
Akhirnya Ryan Pun pelan-pelan mulai sadar bahwa ada sebagian sikap dari Raka yang belum ia pahami…
Dan Ratna Lah yang lebih paham dari Dia mengenai hal yang lainnya itu.
Dan Ryan Pun akhirnya menonton televisi bersama dengan Ratna.
Di Lain tempat, Rani yang sudah tiba tepat pada waktunya akhirnya menunggu Raka untuk datang menemuinya.
30 menit pun berlalu…
Dan Rani masih santai saja menunggu Raka datang.
Sampai dimana 2 jam telah berlalu Rani mulai mengangkat tangannya ke salah satu pelayan di restoran tersebut.
"iya Bu! bisa saya bantu?" tanya pelayan restoran itu dengan sangat ramah.
"Saya hanya mau menanyakan, Restorannya belum mau tutupkan?" jawab Rani dengan senyum manisnya.
"Iya Bu! Belum! Kami buka sampai jam 12 malam! Ibu, mau nambah minumnya atau sudah mau pesan makanannya, Ibu?" ucap pelayan restoran tersebut.
"Oh begitu yah! Terima kasih kalau begitu yah! saya pesan makanannya nanti saja, barengan sama teman saya saja! terima kasih yah!" jawab Rani dengan lembut dan sopan.
"Baik ibu! sama-sama!" ucap pelayan restoran tersebut lalu kembali lagi pada tugasnya dia.
Di Dalam Rumah tepatnya di ruang tengah Ryan masih saja tidak percaya sama sikapnya Raka yang sampai saat ini masih saja belum keluar dari kamarnya.
Lalu akhirnya dia pun berdiri berniat untuk bicara sama Raka.
Akan tetapi Ratna menahannya...
"Mau kemana Mas? sabar!" ucap Ratna sambil memegang tangan Ryan.
"Ini dah 2 jam lebih, Rat! Kasihan Rani, loh! Dia menunggu disana sendirian!" jawab Ryan sedikit agak kesal dengan sikapnya Raka itu.
Tak lama berselang, Rakapun akhirnya keluar dari kamarnya sambil bersiul-siul ceria.
"Tuhkan, Ratna bilang juga apa! sabarlah sedikit, Mas!" ucap Ratna menenangkan Ryan.
"Ini dah 2 jam berlalu, Ka! Kok, kamu tega amat sih, sama Rani! sampai seperti ini!" ucap Ryan pada Raka dengan nada sedikit agak emosi.
Raka yang mulai menuruni anak tangga pun hanya tersenyum saja…
Dan setelah tiba di dekat Ryan, Raka Pun berkata...
"Maafin aku yah! Nanti, aku jelasin! aku pergi dulu yah!"
Lalu Rakapun, keluar dari rumah dan memasuki mobil dan mulai memacunya...
"Ada apa sih..." gumam Ryan.
Ratna yang melihat Ryan kebingungan pun hanya bisa tersenyum-senyum saja...
__ADS_1