
Setelah mereka sampai di depan kamar Raka...
Lalu tiba-tiba Ryan keluar dari kamar Raka. Dan terkejutnya Ryan melihat Raka yang bergandengan tangan dengan Dian.
"Pantesan, dicari-cari gak ada?" ucap Ryan kepada Raka.
"Iya nih, habis belanja dulu! buat nanti, kita saat santai-santai di pantai nanti malam! kamu, buat api unggun, yah yan! sekalian, cariin gitar oke!" ucap Raka.
Ryan langsung pergi dengan wajah yang agak kesal tanpa menjawab permintaan dari Raka tersebut.
"Kenapa tuh anak? ditolak kali yah!" gurauan Raka.
Lalu mereka berdua pun masuk kamar Raka. Kemudian, Dian membereskan belanjaan itu, sedangkan Raka mulai membuka dan minum minumannya. Lalu menyalakan rokoknya.
"Dian! ****** itu lebih baik kamu buang gih!
kamu tidak perlu itu, kamu tidak usah khawatir dengan saya ataupun Ryan!
Kita bukan lelaki seperti itu kok! saya hanya ingin senang-senang saja! bukan berbuat yang macam-macam yah!" ucap Raka.
"Tapikan sayang, kalau dibuang! saya simpan saja, yah Mas! hehehe" jawab Dian dengan sikap biasanya.
"Yah… terserah kamulah!" ucap Raka sambil tersenyum dan meneguk kembali minumannya.
Setelah Dian membereskan belanjaan, Dian pun pamit ingin kembali ke kamarnya.
Raka yang ditinggal sendirian pun kembali termenung memikirkan Rani sambil meminum minumannya.
Saat Dian masuk kedalam kamarnya. Dian terkejut melihat Ratna yang masih saja sedang menangis.
"Kamu, kenapa Rat?" ucap Dian sambil memeluk Ratna, mencoba untuk menghiburnya.
Tapi Ratna hanya menggelengkan kepalanya saja.
Lalu Dian menjelaskan kalau nanti malam Raka ingin kita semua berkumpul di pinggir pantai sambil bakar-bakar.
Ratna yang mendengar itu sontak terkejut dan langsung bergegas masuk ke kamar mandi.
Di Bawah shower Ratna terus memikirkan jalan yang terbaik.
Tetapi dia belum menemukannya, sampai akhirnya dia akan mencoba seperti permintaan dari Ryan.
Untuk mulai belajar mencintai Raka.
Dengan begitu sama halnya dengan memenuhi keinginan dari cintanya yaitu adalah Ryan.
Ratna Pun akhirnya menguatkan hatinya.
Waktu terus berlalu dan jam pun sudah menunjukkan pukul 07:30 malam...
Ternyata sekesal apapun Ryan kepada Raka, tetap saja keinginan dari Raka tetap dilakukannya dan semuanya sudah siap.
__ADS_1
Ryan akhirnya kembali ke penginapan karena ingin memberitahukan pada Raka bahwa semuanya sudah siap.
Saat berjalan ingin ke kamar Raka yang memang kebetulan melewati kamarnya Ratna dan Dian.
Tanpa sengaja Ratna dan Dianpun keluar dari kamarnya.
Ratna yang memang di-make up oleh Dian itu sungguh tampil sangat cantik sekali.
Ryan Pun yang melihatnya sampai terdiam sesaat.
Lalu segera menyadarkan dirinya untuk melewati Ratna dan Dian yang sudah berdiri di depannya itu sambil berkata...
"Kalian, tunggu saja yah didepan! tempatnya, sudah saya siapkan semuanya!"
Lalu Ryan Pun berjalan kembali menuju kamarnya Raka.
"Ka… Ayolah! sudah siap tuh!" ucap Ryan sambil membuka pintu kamarnya Raka.
Dan sungguh terkejutnya Ryan, melihat sahabatnya ini sedang mabuk-mabukan sendirian yang sudah menghabiskan 2 botol minuman.
"yah tuhan… kamu apa-apaan, Ka!" ucap Ryan dengan rasa terkejutnya.
"Mana aja sih luh? Lama bener dah!" suara Raka yang sudah mulai tidak jelas.
Akhirnya Ryan Pun menarik Raka untuk bangun dan pergi ketempat yang dia minta tadinya.
Sesampainya disana. Ratna terkejut dengan kondisi Raka yang sedang mabuk.
"Sudah pada kumpul yah?" ucap Raka dengan nada mabuknya.
Dan mereka pun memulai acaranya itu...
Seperti tidak terjadi apa-apa dan cukup berjalan dengan baik. Mereka pun makan-makan dan berbincang-bincang dengan asyiknya.
Hanya saja, ada satu momen dimana Ratna yang berusaha agar terlihat biasa saja tapi tanpa disadari oleh dirinya.
Ternyata Raka memperhatikannya.
Walaupun Raka ini sedang mabuk, tapi memang Raka ini sayang dan segitu perhatiannya sama Ratna akhirnya menyadari kalau ada sesuatu yang Ratna sembunyikan darinya.
"Rat… kamu sedang ada masalah?" tanya Raka yang sangat tiba-tiba disaat mereka sedang asik mengobrol.
"Masalah apa, yah Mas?" jawab Ratna dengan terkejutnya.
"Enggak… enggak... kamu pasti lagi punya masalah! saya sangat mengenal kamu, Rat! ceritakan, ayo! jangan malu, ceritakan sama saya!" Desakan Raka yang memang sedang mabuk.
"Beneran, Mas! tidak ada masalah apapun!" wajah Ratna mulai memucat karena didesak terus oleh Raka.
Karena Ratna terus mengelak dengan kesalnya Raka berdiri dari tempat duduknya walaupun dengan susah payah dikarenakan sedang mabuk.
Dan berusaha mendekati Ratna.
__ADS_1
Walaupun Raka sempat dicegah oleh Ryan. Tapi karena Raka membentak Ryan akhirnya Ryan Pun terdiam begitu juga dengan Dian yang mulai sedikit agak takut.
Karena Raka yang terlihat agak marah, suasana pun berubah sunyi.
Saat Raka sudah mendekati Ratna, lalu kedua tangan Raka memegang wajah Ratna dan berusaha mendekatkan wajahnya ke wajah Ratna.
Ratna yang tidak bisa berbuat banyak hanya bisa terdiam saja.
"Aku, sangat mencintaimu Ratna! aku, sangat sayang sekali sama kamu! jadi tolonglah!
Kamu, jangan pernah mencoba untuk membohongi saya, Rat!" Ucap Raka dengan sangat perhatiannya.
Ratna yang mendengarkan itu pun akhirnya menangis.
"Kenapa, kamu menangis Rat! saya sudah bilang sama kamu, jangan pernah menangis lagi! kenapa Rat? ceritakan pada saya!" Raka kembali berkata sambil perlahan melepaskan tangannya dari wajah Ratna lalu mulai menggenggam Tangannya Ratna.
Ratna yang tidak sanggup pun akhirnya menoleh ke arah Ryan sambil berkata...
"Maafkan aku, Mas..." dengan air mata yang berlinang.
Ryan yang melihatnya pun sedikit terkejut lalu berusaha untuk mencoba agar sikapnya biasa saja.
Tapi kejadian tersebut dilihat langsung oleh Raka. Lalu dengan wajah yang marah Raka berusaha untuk berdiri dan mencoba mendekati Ryan.
"Ini pasti ulah mu, yah Ryan!" ucap Raka sambil berdiri sempoyongan.
"Jangan, Mas… Mas, lagi mabuk!" ucap Ratna sambil berusaha memegang tangan Raka.
Namun dikarenakan Raka yang sedang mabuk jadi emosinya tidak terkontrol.
Ryan yang melihat pun sedikit agak tegang sambil berusaha menenangkan Raka.
"Sabar Ka! dengar dulu penjelasanku!" ucap Ryan yang berusaha berdiri sambil ingin menenangkan sahabatnya itu.
Namun tanpa disangka Raka langsung memukul wajah sahabat terbaiknya itu sampai terjatuh.
Dian dan Ratna Pun sontak langsung berdiri. Setelah melihat kejadian itu...
"Kamu apa-apaan sih, Mas!" ucap Ratna sambil berteriak sedikit..
Dian langsung mendekati Ratna dan mencoba untuk menenangkannya.
Namun Ratna langsung pergi sambil menangis dan dikejar oleh Dian.
"Sudah puas kamu, Raka!" ucap Ryan sambil berusaha duduk.
"Kenapa, kamu membuat Ratna menangis? kamu tidak tahu, betapa menderitanya hidup dia selama ini! kenapa, kamu mengecewakannya?" Raka berkata dengan nada yang marah.
"Aku, mengecewakan apa? justru aku berusaha agar kita semuanya bahagia! ini demi kamu, Ka! demi persahabatan kita!" Ryan berusaha menjelaskan kepada Raka.
"kamu, masih tidak paham apa yang saya maksudkan!" ucap Raka.
__ADS_1