
Setelah Keluar dari kamarnya Raka, Rani Pun langsung menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk Raka.
"pagi ibu.." Rani menyapa ibu Minah yang sedang sibuk dengan pekerjaannya didapur.
"Ehh... pagi Non" Ibu Minah menjawab sapaan dari Rani dengan wajah sedikit bingung karena belum mengenal Rani.
"Ibu sedang apa?" tanya Rani.
"ini Non, sedang menyiapkan sarapan buat tuan Raka" jawab Ibu Minah.
"Sini Bu, Rani bantuin yah, sekalian Rani Mau membuatkan Mas Raka nasi goreng?" ucap Rani sambil tersenyum berikut memperkenalkan dirinya.
"Tidak usah repot-repot, Non! biar sama Ibu saja, Non mau nasi goreng? nanti Ibu buatkan sekalian. Non tunggu saja" jawab Ibu Minah dengan sopan.
"Tidak apa-apa Ibu, Rani sudah terbiasa kok, lagi pula Rani ingin buat nasi goreng buat Mas Raka" ucap Rani sambil tersenyum malu-malu.
Melihat gerak-gerik Rani, Ibu Minah akhirnya paham dan mengiyakan kemauan dari Rani ini sambil membantunya.
Beberapa waktu pun berlalu…
Raka yang sudah selesai mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor. Akhirnya keluar dari kamarnya.
Dan dia mulai menuruni anak tangga berjalan ke arah ruang makan.
Disana ia melihat Ratna dan Ryan sedang duduk. Ryan yang sedang membaca koran sambil menikmati kopi paginya. Sedangkan Ratna yang lagi memainkan Hpnya sambil meminum sebuah jus.
"Pagi, semuanya!" Raka yang menyapa pada dua sahabatnya itu.
"Pagi, Mas!" Jawab Ratna.
"Ada yang spesial nih, sepertinya pagi ini..." ucap Ryan menggoda Raka.
Raka hanya tersenyum saja lalu mulai duduk di kursi makan.
Tak lama berselang dari arah dapur, datanglah Rani dengan membawakan sepiring nasi goreng dan sebuah teh manis hangat.
"Ini Mas, silahkan! Maaf yah, Rani hanya membuatkan nasi goreng saja, itu juga dibantu sama Ibu Minah" ucap Rani sambil meletakkan sepiring nasi goreng dan teh manis hangatnya.
"Tidak apa-apa, ini juga sudah cukup kok. Terima kasih yah!" Balas Raka.
"Nasi gorengnya… apa yang buatnya yang cukup…" ucap Ryan sambil mengangkat-angkat alisnya tanda menggoda Raka.
"Dua-duanya lah…" jawab Raka sambil tersenyum malu.
Rani Pun ikut tersenyum sambil duduk disamping depan Raka berhadapan dengan Ratna.
"Jangan digoda terus dong, Mas!" Ucap Ratna pada Ryan sambil tersenyum.
Ryan hanya membalasnya dengan tersenyum.
Lalu Rakapun mulai menyantap makanannya penuh dengan rasa senang.
__ADS_1
"Kok, kalian tidak pada makan?" Ucap Raka.
"Mas Ryan dan Ratna sudah dari tadi, Mas!" Jawab Rani.
"Kamu sendiri kok tidak makan? Apa sudah juga seperti mereka?" Tanya Raka yang penuh dengan perhatiannya pada Rani.
"Rani, tidak terbiasa makan pagi, Mas! Jadi Rani cukup minum Teh saja." Jawab Rani dengan lembut.
"Tapi, jangan dibiasakan yah, nanti kamu sakit loh!" Ucap Raka.
Rani hanya menganggukkan kepala saja sambil tersenyum.
Raka Pun akhirnya selesai makannya dan meminum teh hangatnya lalu mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya.
Lalu sesaat mengambil Rokoknya dari dalam kantong celana dan mulai menyalakan dan menghembuskan nafasnya berikut dengan asap rokoknya.
"Kamu nanti barengan saja yah pulang ketempat kostan kamu, nanti kita tunggu kamu ganti baju, lalu ke tempat tokomu, kami antar!" Ucap Raka pada Rani.
"Tidak usah antar ke toko, Mas! Cukup sampai konstan Rani saja" sahut Rani.
"Loh… kenapa memangnya?" Tanya Raka.
"Hari ini, bagian Rani yang libur! Jadinya Rani tidak usah ke toko kecuali disuruh!" Jelas Rani.
"Ohh… kamu libur hari ini! Yah sudah kalau begitu. Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja? Kamu setuju!" Ucap Raka.
Mendengar ucapan dari Raka. Ratna dan Ryan langsung terbatuk-batuk. Karena Ryan yang sedang minum kopi dan Ratna yang sedang minum jusnya.
"Kalian kenapa sih…" ucap Raka pada Ryan dan Ratna.
"Kamu sih, punya ide selalu mendadak dan seenaknya saja!" ucap Ryan sambil membersihkan celananya.
"Iya, Mas!" Sahut Ratna sambil mengambil tisu dan memberikan kepada Ryan.
"Loh… kok saya disalahkan! Sayakan hanya mengajak Rani! Bukan kalian!" Ucap Raka dengan mengerutkan dahinya.
"Tapi, hari ini'kan ada meeting, Mas!" Sahut Ratna.
"Iya… sekarang kan sudah ada Ryan! Biar dia saja yang memimpin!" Jawab Raka dengan santainya.
"Tapikan, ini meeting masalah tentang penjualan kita, yang akan kita bahas, Mas!" Ucap Ratna.
"Setidaknya, Mas harus hadir, karena nantikan, Mas yang harus memutuskan!" Lanjut Ratna menjelaskan.
"Ahh, gampang masalah itu mah, pokoknya saya serahkan saja semuanya sama kamu, yah Yan! Kamu, yang penting ikut bantu juga yah, Rat! Dalam ambil keputusan nanti. Saya percayakan sama kalian berdua!" Ucap Raka dengan begitu santainya.
Rani yang melihat kejadian itu semua, hanya bisa tersenyum saja. Melihat tingkah Raka, Ratna dan Ryan. Yang begitu sangat akrab, saling percaya dan saling membantu satu sama lainnya.
Sedangkan Ryan hanya saling pandang saja dengan Ratna setelah mendengar ucapan dari Raka tersebut.
"Kelakuan abangmu, Rat…" ucap Ryan pada Ratna sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Ratna hanya membalasnya dengan tertunduk males saja saat itu.
"Tidak nanti saja, Mas! Saat hari libur!" Ucap Rani yang mengerti keadaan yang dialami oleh Ratna dan Ryan.
"Tidak usah… sekarang saja yah! Kalau hari libur, nanti kita ke tempat lain lagi!" Jawab Raka sambil mulai berdiri dan ingin pergi dari tempat itu.
"Mas, mau kemana?" Tanya Rani.
"Mas, ganti baju dulu! Nanti, kita langsung pergi yah!" Jawab Raka yang langsung meninggalkan ruang makan.
"Itu tuh, kebiasaan dia yang buat aku gak suka!" Ucap Ryan.
"Sabar, Mas… Sabar!" Jawab Ratna sambil mengelus tangan Ryan.
Rani yang melihatnya hanya tersenyum saja melihat kelakuan para sahabat itu.
Tak lama kemudian Rakapun kembali lagi dengan pakaian yang terbilang santai.
"Ayo, Ran! Kita berangkat!" Ajak Raka pada Rani.
"Memangnya kita mau kemana, Mas?" Tanya Rani sambil meminum tehnya yang sedikit lagi akan habis.
"Nanti saja, kita pikirkan dijalan!" Jawab Raka dengan santainya.
Rani, Ratna dan Ryan Pun terkejut kembali mendengar jawaban itu dari Raka.
Rani, yang memang sedang minum pun akhirnya tersedak setelah mendengar ucapan itu.
"Uhuk… Uhuk…" Rani terbatuk-batuk.
"Kamu tidak apa-apa, Ran!" Ucap Raka yang memberikan tisu kepada Rani.
"Tidak apa-apa, Mas! Maaf yah!" Balas Rani dengan wajah malunya.
Ratna hanya tersenyum saja…
"Bagaimana… enakkan dengarnya, Ran!" Celetukan Ryan pada Rani.
"Apa-apaan sih, kamu ini, Yan! Masa lihat orang keselek kamu malah syukurin sih!" Ucap Raka.
"Iya-iya, maaf deh!" Ucap Ryan sambil tersenyum menggoda.
"Sudah-sudah, yuk! Kita berangkat, Mas!" Ajak Ratna pada Ryan.
"Yah sudah, ayo! Kita jalan dulu yah!" Pamit Ryan pada Raka dan Rani.
"Iya hati-hati, Mas!" Jawab Rani.
"Iya, lain kali kalau bicara sama dia, usahakan siap-siap mengatur nafas yah!" Ledek Ryan pada Rani dan terus meninggalkan mereka berdua disana.
"Sialan kamu, Yan!" Gumam Raka.
__ADS_1
Rani hanya tertawa kecil saja…
"Yah sudah yuk, kita jalan!" Ucap Raka pada Rani.