
Setelah Di Dalam Rumah,
Raka langsung masuk ke kamarnya. sedangkan Ratna yang ditinggal sendiri di luar rumah masih berdiri dengan kesedihannya sambil bertanya-tanya dalam hatinya apalagi yang salah dengan dirinya.
Sampai Raka bersikap seperti itu padanya.
Lalu akhirnya, Ratna pun masuk kedalam rumah dan mencoba memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Raka tentang apa salahnya.
Karena Ratna Pun mempunyai pikiran yang sama seperti Ryan untuk berusaha agar tidak menyakiti atau melukai perasaan Raka.
Dengan wajah yang bersedih akhirnya Ratna mengetuk pintu kamar Raka sambil memanggilnya.
Tapi setelah beberapa saat menunggu belum ada jawaban dari dalam kamar.
Ratna Pun akhirnya mencoba memberanikan diri untuk membuka kamar Raka.
Setelah membuka pintu kamar. Ternyata Raka tidak ada didalam kamarnya, yang ada hanya jasnya saja diatas kasur.
Akhirnya Ratna menutup kembali pintu kamar Raka dan mulai berjalan ke tempat favoritnya Raka.
Setelah ia sampai disana. Ternyata memang benar Raka berada disana sambil duduk menghadap danau dan menghisap rokok.
Ratna berjalan pelan menghampiri Raka dan mulai duduk di kursi disamping Raka.
Raka yang saat itu tahu kedatangan Ratna, tetapi dia tetap diam tanpa menoleh sedikitpun ke arah Ratna.
Sedangkan Ratna yang duduk disamping Raka sambil menghadap ke arah Raka mulai memberanikan diri untuk berbicara.
"Maaf Mas! apa Ratna berbuat salah, sama Mas?" tanya Ratna dengan nada yang sedikit ketakutan.
Raka Pun akhirnya menoleh ke arah Ratna, dan Ratna Pun menunduk malu.
"Kamu tidak salah apa-apa, Rat! justru saya lah yang bersalah kepada kamu!" jawab Raka sambil memperhatikan pakaian Ratna.
"Salah apa, Mas? Ratna tidak merasa, Mas telah berbuat salah kepada, Ratna!" ucap Ratna dengan sedikit kebingungan.
"Saya secara tidak langsung, memaksa kamu untuk menjadi orang lain! tanpa memikirkan perasaan kamu!" jelas Raka.
"Maksudnya apa, Mas? Ratna tidak merasa dipaksa apa-apa, sama Mas!" jawab Ratna dengan wajah yang semakin bingung.
"Saya, meminta kamu untuk memanggil saya dengan kalimat 'Mas'! seperti halnya kamu memanggil 'Mas' kepada Ryan! apa mungkin perkataan saya yang semalam, kamu anggap sebagai teguran untukmu Rat? yang akhirnya membuatmu seperti ini!". ungkap Raka
__ADS_1
Ratna yang mendengar kalimat itu akhirnya, membuatnya terdiam dan mengeluarkan air matanya. Lalu mulai berkata...
"Iya, Mas! karena, Ratna sadar! Ratna mempunyai banyak hutang budi bahkan nyawa, sama Mas! saat, Mas berkata seperti itu semalam.
Ratna sadar, Mas! selama ini, Ratna belum bisa, membalas apa-apa! untuk semua kebaikan yang telah, Mas berikan, pada Ratna.
Walaupun itu, permintaan Mas yang mudah, Ratna belum bisa, Mas! maka dari itu, mulai hari ini dan seterusnya.
Ratna, ingin mencoba untuk membuat, Mas bahagia! tetapi ternyata, Ratna masih saja belum bisa! Malah membuat, Mas! merasa bersalah kepada Ratna. Ratna minta maaf, Mas... Ratna minta maaf!"
Ungkapan hati Ratna akhirnya tercurahkan juga kepada Raka, walaupun dengan sambil menangis...
Raka, yang melihat dan mendengarkan secara langsung ungkapan perasaan dari Ratna itu pun terkejut dan tak kuasa menahan air matanya.
Lalu dengan cepat Raka membuang rokoknya sambil berlutut di hadapan Ratna yang sedang menangis itu, kemudian memeluknya dengan sangat erat.
"Kamu tidak salah! aku yang salah, Rat! aku tidak bermaksud seperti itu, Rat! dari awal bukannya sudah ku bilang.
Bila kamu tidak suka! kamu boleh pergi dari rumah ini! itu hanya semata-mata, aku tidak ingin kamu merasa punya hutang apapun kepada saya, Rat!" ucap Raka.
Setelah berkata seperti itu Rakapun mulai melepaskan pelukannya dan memegang tangan Ratna sambil menatap ke arah mata Ratna yang penuh dengan Air Mata sambil berkata...
"Mulai hari ini, dan seterusnya, aku mau kamu, menjadi dirimu sendiri, yah Rat! tanpa harus berpikir, untuk berusaha membuat ku bahagia!
Ratna yang mendengarkan itu pun mulai agak tenang hatinya.
Lalu mulai menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa dia sanggup untuk memenuhi permintaan dari Raka tersebut sambil mulai tersenyum walaupun air matanya masih belum bisa untuk berhenti.
Dan Ratna Pun akhirnya memeluk Raka dengan sangat erat...
"Terima kasih banyak, Mas! terima kasih banyak..." ucap Ratna dalam pelukan Raka.
"Sudah… Sudah... jangan bersedih lagi yah! sama satu lagi permintaan saya, tolong jangan pernah pakai, pakaian seperti ini lagi yah! pakaian seperti ini, bukan membuat saya bahagia, tapi membuat saya nafsu!" ucap Raka yang mencoba menenangkan Ratna sambil menggodanya.
Ratna yang mendengarkannya akhirnya tertawa dalam pelukan Raka sambil mencubit pinggang Raka...
Akhirnya mereka tertawa bersama dalam pelukan itu yang nantinya akan merubah semuanya...
******
Ryan yang telah sampai di kantornya itu langsung mengerjakan tugas seperti biasanya.
__ADS_1
membereskan paket yang telah siap untuk diantarkannya...
Setelah semuanya telah rapih dia pun bergegas berangkat untuk menyelesaikan tugasnya itu.
Sampai dimana saat sore hari,
Paket terakhir yang akan dikirimkannya itu tertulis penerimanya atas nama Rani dengan alamat tempat kerjanya yakni sebuah toko bunga.
Ryan yang memang sudah lama mengantarkan banyak paket tentu tidak asing lagi dengan nama seperti itu dan tidak pernah berpikiran bahwa nama itu adalah nama temannya saat di kampung.
Setelah Ryan sampai di alamat tersebut ternyata tokonya sudah tutup dan Ryan mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera pada paket tersebut.
"hallo, dengan Ibu Rani?" Ryan menyapa Rani.
"iya, saya sendiri! ini dengan siapa yah?" tanya Rani.
"saya Ryan, Bu! yang mau mengantarkan paket! ini saya di depan toko Bu!" jawab Ryan menjelaskan.
"oh iya, tunggu yah! saya kesana lagi, soalnya saya baru saja jalan! tunggu yah?" pinta Rani.
"baik, Bu! terima kasih." jawab Ryan.
Setelah panggilan itu berakhir Ryan mulai duduk didepan toko tersebut menunggu Rani datang.
Tidak lama kemudian Rani Pun datang dengan wajah terkejutnya...
"Ryan... Ryan yah?" ucap Rani yang mulai mengenali Ryan.
Lalu Ryan Pun melihat ke arah Rani sambil tidak percaya...
"Loh, Rani! kamu, disini? aku kira kamu masih dikampung!" Ucap Ryan yang akhirnya mengenali Rani.
"Aku baru, belum terlalu lama, dikota ini!" jawab Rani yang senang bisa bertemu dengan temannya disini.
Akhirnya mereka pun mengobrol-ngobrol santai sebentar lalu Ryan mulai bertanya tempat tinggal Rani.
Dan ternyata, tempat tinggal atau kost-kostannya Rani tidak terlalu jauh dari rumah Raka.
Pada akhirnya Ryan Pun mengajaknya untuk pulang bersama saja dari pada harus naik angkutan umum.
Karena memang tujuan mereka sama dan Ryan Pun tidak harus kembali ke tempat kerjanya karena memang dia sudah minta izin sebelumnya, agar laporan pengirimannya untuk hari ini diserahkan besok.
__ADS_1
Sekalian untuk langsung berpamitan sama teman-temannya, karena besok adalah hari terakhir Ryan bekerja ditempat itu.
Setelah Rani mengetahui bahwa sekarang Ryan tinggal bersama dengan Raka dan rumah mereka pun tidak terlalu jauh akhirnya Rani Pun mau, untuk pulang diantarkan oleh Ryan.