
Rani yang baru saja memasuki kamar kosnya kembali menangis atas semua yang telah terjadi.
Kakinya terasa lemas sambil bersandar di balik pintu kosannya, perlahan Rani pun duduk sambil terus menangis sambil memeluk kedua kakinya.
Malam yang sangat sunyi dengan udara yang dingin itu seakan menambahkan penderitaan yang ada di dalam hati Rani.
Rani memikirkan keras atas keputusan yang telah ia ambil, walaupun itu yang terbaik untuk saat ini. Tapi itu seakan membuka ingatan pahitnya di masa lalu yang mana saat itu dia tidak bisa membantu banyak atau pun tidak ambil dalam peran tersebut.
Sehingga, sepupunya Rani yang bernama Ratih harus menelan semua beban dalam hidup nya sendiri yang akhirnya membuat ia mengambil keputusan yang salah.
Rani tidak mau itu semua terjadi kembali pada orang yang ia kenal ataupun yang sudah ia anggap sebagai keluarga sendiri. Walaupun itu sangat menyakitkan untuknya, tapi dia sudah berjanji untuk berusaha merubah itu selama ia mampu untuk melakukannya.
Hanya saja untuk masalah saat ini ia tidak habis pikir kalau keputusannya itu membuat ia teramat sakit, karena yang ia lakukan adalah sesuatu yang sangat di luar nalar yaitu mengorbankan seseorang yang sangat ia cintai yakni kekasihnya sendiri Raka.
“apa yang sudah aku lakukan.” batin Rani yang masih terduduk sambil menangis.
Rani adalah seorang wanita yang cerdas dan berpikir jernih. Dia selalu mengandalkan logika dan hati nuraninya dalam mengambil keputusan. Namun, kali ini, dia merasa ragu dan bertanya-tanya apakah dia telah melakukan yang terbaik.
Malam itu, Rani terus merenung dan merasa terjebak dalam konflik batin yang rumit. Meskipun dia telah mengambil keputusan dengan nalar dan hati nurani yang jernih, tetapi perasaan bimbang dan penyesalan masih merayap di hatinya. Dia mencintai Raka, kekasihnya, dengan tulus, namun demi menghindari terulangnya penderitaan yang pernah dialami sepupunya Ratih, Rani memilih untuk mengorbankan hubungannya dengan Raka.
Berpikir keras, Rani menyadari bahwa hidup ini tidak selalu tentang pilihan yang mudah. Terkadang, kita harus mengambil keputusan sulit untuk melindungi orang-orang yang kita cintai dan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Mungkin pada awalnya Rani merasa keputusannya adalah yang terbaik, tetapi saat ini dia merasa terluka dan bingung.
Rasa sakit yang Rani alami saat ini menjadi sebuah pengingat bahwa cinta dan pengorbanan tidak selalu berjalan seiring. Tapi Rani juga menyadari bahwa untuk membuat perubahan, ada saatnya kita harus mengambil langkah besar, bahkan jika itu menyakitkan. Namun, dia juga perlu memahami bahwa cinta dan pengorbanan dapat diungkapkan dengan cara yang berbeda.
Sementara Rani terus menghadapi kenyataan pahit ini, dia perlu mencari dukungan dari orang-orang terdekatnya, teman-temanya, atau keluarga. berbicara dengan seseorang yang dia percayai dapat membantu melegakan beban emosional yang sedang dia hadapi.
Waktu akan memberi jawaban atas keputusan Rani. Dia harus memberi kesempatan pada dirinya sendiri untuk tumbuh dan belajar dari pengalaman ini. Mungkin di masa depan, dia akan menemukan cara-cara lain untuk mencintai dan melindungi orang-orang yang dia sayangi tanpa harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.
Sementara Rani terus mengevaluasi dan merenungkan keputusannya, dia harus tetap percaya pada kemampuannya sendiri untuk menghadapi cobaan hidup.
Seperti kata pepatah,
“Setelah hujan, pasti akan ada pelangi.”
Mungkin ada cahaya kebahagiaan yang lebih besar menanti Rani di masa depan jika dia tetap teguh dan berjuang untuk apa yang dia yakini benar.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Di dalam mobil.
Ryan yang sedang dalam perjalan kembali pulang ke rumah Raka, tampak sedang memikirkan sesuatu sampai - sampai ia memberhentikan kendaraannya tersebut di dekat sebuah taman pinggir jalan sambil menghela nafas panjangnya.
“apa benar itu terjadi tanpa aku sadari.” batin Ryan dalam lamunannya itu.
Ia tak habis pikir atas apa yang telah Rani ceritakan tentang seseorang yang pernah dan masih ia cintai sampai detik ini, walaupun kini seseorang itu sudah tiada.
.
.
.
.
.
Di dalam kamar,
Ia tampak sedang memikirkan atas keputusan yang telah kekasihnya itu ambil hanya untuk membantu seseorang teman.
Walaupun keputusan itu sempat ada dan terlintas dalam benaknya, tapi untuk keadaan yang sekarang yang mana ia sudah memiliki dan sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang ia cintai tidak mungkin keputusan itu ia harus ambil.
Namun berbeda dengan kekasihnya yang dengan percayanya ia ambil keputusan itu. Raka hanya bisa berpikir keras tanpa tau jawabannya.
“apa tujuanmu…” batin Raka sambil rebahan di kasurnya sambil memikirkan wajah kekasihnya.
Raka merasa bingung dan galau karena keputusan yang diambil oleh kekasihnya, yang tampaknya sangat penting dan mempengaruhi hubungan mereka, namun Raka tidak tahu persis apa tujuan dan alasan dibalik keputusan tersebut. Ia merasa dilema karena di satu sisi, ia mencintai kekasihnya dan ingin memahami dan mendukung pilihan tersebut, tetapi di sini lain, Raka merasa keputusan itu bisa membawa dampak negatif pada hubungan mereka.
Sambil terbaring di kasurnya, pikiran Raka melayang-layang, mencoba mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri. Ia merenung tentang bagaimana ia dan Rani telah melewati berbagai hal bersama-sama dan bagaimana mereka telah membangun ikatan yang kuat. Namun, keputusan yang diambil kekasihnya ini membuat Raka merasa ada jarak antara mereka, seolah ada hal yang disembunyikan.
Raka merasa perlunya berbicara dengan kekasihnya, membuka hati dan pikiran mereka, agar dapat saling memahami. Namun, disisi lain, ia tidak ingin terlihat sebagai orang yang tidak mendukung atau tidak percaya pada pilihan yang diambil kekasihnya.
Dalam kebimbangan dan cemas, Raka memutuskan untuk memberikan ruang dan waktu bagi kekasihnya untuk menjelaskan keputusannya nanti, tanpa memaksakan diri untuk tahu jawaban sekarang. ia menyadari bahwa komunikasi adalah kunci dalam hubungan, dan penting untuk memberikan dukungan dan saling memahami.
Dengan hati yang resah, Raka mencoba mencari ketenangan dan kepercayaan bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik. Ia tahu bahwa hubungan yang kuat memerlukan komitmen dan saling mendukung, dan ia berharap bahwa keputusan yang diambil kekasihnya adalah langkah yang baik bagi mereka berdua.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Di lain sisi, di kamar Ratna.
Ratna yang saat ini berbaring bersebelahan dengan Dian pun tampak sedang memikirkan sesuatu.
Ratna berbaring sambil melihat ke arah Dian yang tidur membelakanginya hanya bisa terdiam sambil memikirkan sesuatu.
“kenapa semua ini bisa terjadi dan kenapa dia bisa sampai sejauh itu yah, hanya untuk membantu seseorang” batin Ratna yang masih tak habis pikir dengan keputusan yang sudah diambil oleh Rani.
.
.
.
.
.
Waktupun berlalu dengan kesunyiannya dan udara yang dingin menyelimuti di malam hari itu seakan menggambarkan hati dari ke empat orang yang merasakan hal sama. Betapa berat keputusan yang telah diambil oleh sepasang kekasih itu.
.
.
.
.
.
🌻🏵️🌸🌺🌷🥀🌹🌼🌹🥀🌷🌺🌸🏵️🌻
__ADS_1
** Hai readers, ini karya pertama ku. Benar² yang pertama. So please kritik dan saran kalian selalu ku nanti. Jangan lupa 👍 like kalian juga ku nanti.
Terima kasih,😁🙏😁!