Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 14


__ADS_3

Tibalah Raka di warung tersebut...


Raka sedikit dibuat bingung oleh anak gadis yang sedang duduk menjaga warung tersebut.


karena dia merasa tidak mengenalnya.


Anak gadis itu berumur sekitar 13-14 tahunan.


"Permisi?" ucap Raka.


"iya, mau beli apa?" jawab anak gadis tersebut.


Lalu Rakapun membeli Rokoknya sambil bertanya-tanya kepada anak gadis itu dan akhirnya diketahui bahwa nama dari anak gadis tersebut adalah Lili.


Tidak beberapa lama Raka bertanya-tanya kepada Lili, keluarlah Pak Rohim dari dalam rumahnya.


"Ehh, ada yang beli yah! dikira siapa yang sedang ngobrol!" ucap Pak Rohim kepada Raka.


"Iyah, nih Pak! maaf. Sudah lama, saya tidak pulang! jadinya, saya agak bingung!" ucap Raka dengan sopan.


Pak Rohim yang mendengar ucapan itu sedikit agak bingung dan mulai memperhatikan wajah Raka. Lalu berkata...


"Nak, Raka yah? aduh… kemana saja nak? bagaimana kabarnya? ayo! sini-sini, mampir dulu? duduk!kita ngobrol-ngobrol dulu!"


Lalu Rakapun menerima tawaran dari Pak Rohim tersebut, dan mereka pun memulai obrolan...


Setelah beberapa saat mengobrol… Rakapun izin pamit.


"Yah, sudah yah Pak! saya pamit dulu! soalnya, mau pergi ke pantai dulu, lalu mau kembali langsung ke kota!" dan Raka Pun berjalan pergi dari warung tersebut.


Selama dijalan, raut wajah Raka yang awalnya tampak senang dan ceria setelah bertemu dengan sahabat lamanya dan memutuskan untuk kembali ke kampungnya.


Kini berubah kembali seperti saat dia masih belum bertemu dengan sahabat lamanya itu.


Dikarenakan, dia sudah mengetahui bahwa Rani sudah kembali lagi bekerja di kota belum lama ini, untuk membiayai sekolah untuk adiknya yang saat ini masih SMP.


Yang mana itu adalah Lili. Dan dari obrolan dengan Pak Rohim lah akhirnya Raka juga mengetahui tentang masalah yang dialami oleh Rani.


Selama ini Rani hanya berdiam di kampung dan menjaga warung Pak Rohim. Sampai saat, dimana Ibunya datang dengan membawa Lili.


Ternyata Lili adalah adik tiri dari Rani.


Jadi setelah ayahnya Rani ini meninggal, Ibunya Rani memutuskan untuk bekerja dan menitipkan Rani kepada Pak Rohim ini.


Dikarenakan Pak Rohim ini hanya memiliki satu anak perempuan yang bernama Ratih dan seumuran dengan Rani tetapi saat ini sudah meninggal dunia.


Dan juga kakak dari ayahnya Rani.


Setelah sekian lama menjanda, akhirnya Ibunya Rani pun memutuskan untuk menikah lagi dan akhirnya mempunyai anak perempuan yaitu Lili.


Dengan berjalannya waktu, hubungan pernikahan Ibunya Rani pun tidak berjalan baik dan akhirnya mereka bercerai dengan hak asuh Lili kepada Ibunya. Yang kemudian dititipkan kembali kepada Pak Rohim.


Dikarenakan oleh himpitan ekonomi, akhirnya Ibu Rani pun memutuskan untuk kembali bekerja.


Oleh karena itu, Rani yang melihat pengorbanan Ibunya ini pun merasa kasihan dan akhirnya memutuskan sekolahnya dan memilih untuk bekerja agar bisa membantu Ibunya untuk mencari uang.


Agar bisa menyekolahkan adiknya ini, walaupun itu adik tiri tapi Rani sangat sayang sekali kepada adiknya tersebut.


Saat Raka sedang berjalan menuju rumahnya akhirnya dia bertemu dengan Ratna.


"Mas!?" teriak Ratna dari arah agak jauh sambil mengangkat tangannya.

__ADS_1


Raka yang melihatnya, hanya diam saja. Karena sedang memikirkan Rani. Dan dia hanya tahu bahwa Rani ini putus sekolah saja saat kelas 2 SMA. dari Ryan tanpa tahu masalah yang sebenarnya.


Setelah mereka berdekatan… Raka tetap saja berjalan melewati Ratna yang sedang berdiri sambil tersenyum itu.


Ratna Pun terkejut sesaat oleh sikap Raka itu. Lalu mulai membalikkan badannya dan mulai menggandeng tangan Raka dan berjalan bersama.


"Ada apa, Mas?" tanya Ratna dengan penuh perhatiannya.


"Tidak apa-apa! ayo, kita ke laut sekarang!" jawab Raka singkat tanpa expresi.


Mereka berjalan bergandengan tangan tanpa bicara, Saat ingin sampai di rumah...


Ratna dikejutkan kembali oleh Ryan yang sedang berdiri didepan rumah Raka itu sambil melihat ke arah mereka.


Lalu Ratna Pun menarik tangannya yang sedang menggandeng tangan Raka sambil melihat ke arah Ryan.


Dan Ryan Pun langsung masuk kedalam rumah.


Dengan pergerakan yang aneh dari Ratna itupun, Raka tetap saja diam seolah tidak memperdulikan keberadaan Ratna sambil tetap berjalan.


Ratna yang pada akhirnya berjalan dibelakang Raka dengan perasaan yang bingung karena Ratna merasakan kembali kesepian dan kesedihannya yang dahulu.


Setelah mereka sampai dirumah...


Raka langsung mengajak Ryan yang sedang duduk sambil menonton TV.


"Kita jalan sekarang yan!" ucap Raka sambil masuk kedalam kamarnya.


Lalu Ryan Pun berdiri dari tempat duduknya dan Ratna Pun yang berjalan dibelakang Raka ini melihat kearah Ryan.


Mereka saling bertatapan sesaat lalu Ratna langsung menundukkan kepalanya dan masuk ke kamarnya.


Setelah masuk kedalam kamar…


Ryan yang melihat Raka sedang duduk termenung di atas kasur mulai bingung...


"Ada apa, Ka?" tanya Ryan


"Tidak ada apa-apa! sudah, siap-siap saja! kita berangkat sekarang!" jawab Raka dengan nada datar.


Lalu Ryan Pun kembali keluar setelah mengambil dompet dan jam tangannya dengan wajah yang bingung melihat sahabatnya itu seperti ada sesuatu yang salah.


Ryan Pun langsung duduk kembali di sofa setelah keluar dari kamarnya sambil termenung memikirkan sahabatnya itu.


Tak lama berselang Ratna dan Dianpun keluar dari kamarnya dan mulai duduk disofa juga didepan Ryan.


"Hey... mikirin apa, Mas?" ucap Dian sambil tersenyum.


"Ahh… tidak apa-apa! kalian sudah siap? tidak mandi dulu?" tanya Ryan kepada Ratna dan Dian.


"Nanti sajalah, disana! soalnya dingin banget!" jawab Dian sambil bercanda.


Ryan hanya tersenyum saja sedangkan Ratna hanya diam.


"Kita berangkat sekarang, Mas?" tanya Dian kepada Ryan.


"Iya!" jawab Ryan singkat.


"Mana, Pak Rakanya?" tanya Dian kembali.


"Masih di kamar! kalian tunggu saja di mobil, saya panggil dulu Raka yah..." jawab Ryan sambil berdiri lalu berjalan memasuki kamar Raka.

__ADS_1


Dian dan Ratna ikut berdiri dan berjalan keluar rumah.


"Ka! berangkat sekarang? yang lain sudah menunggu tuh!" ucap Ryan kepada Raka yang masih sedang duduk termenung.


"Ohh... Sudah pada siap yah? ayo!" jawab Raka.


"Kunci mobilnya mana? biar saya yang bawa!" tanya Raka kepada Ryan.


"Ada di saya! tidak apa-apa, biar saya saja, yang bawa mobilnya!" jawab Ryan.


"Ohh... ok!" ucap Raka.


Lalu mereka pun berangkat...


Selama perjalanan menuju pantai Raka hanya diam saja begitu juga dengan Ratna.


Ryan yang sesekali melihat ke arah Raka dan melirik ke arah kaca spion melihat Ratna yang mana mereka berdua terlihat seperti memikirkan sesuatu.


Ryan Pun ikut berpikir ada apa dengan mereka.


"Apa mereka sedang bertengkar?"


Itu yang dipikirkan oleh Ryan sambil mengobrol dengan Dian.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam. Sampailah mereka di tempat yang dituju, yaitu pantai pasir putih.


Lalu mereka pun langsung menyewa tempat menginap untuk semalam saja.


Dian, yang memang sangat senang itu langsung mengajak temannya itu untuk langsung berenang.


Namun karena Ratna sedang bingung, ia pun hanya mengikuti ajakan dari Dian tanpa expresi apapun.


Setelah sampai di pinggir pantai, Dian langsung menceburkan badannya ke air laut tersebut sedangkan Ratna hanya duduk saja dipantai sambil memikirkan sesuatu.


Dilain sisi Ryan yang melihat sahabatnya ini sejak pagi diam saja dan setelah sampai pun masih diam dan malah duduk saja dibangku taman depan penginapan sambil melihat ke arah pantai mulai berpikir untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.


Lalu Ryan Pun mulai mendekati Raka...


"Ka... kalau ada masalah, kamu bisa ceritakan sama saya, Ka! jangan kamu simpan sendirian!" ucap Ryan.


"Tidak ada apa-apa, yan! kamu temani saja mereka yah! terutama Ratna. Tolong yah!" jawab Raka kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Ryan.


Ryan dengan wajah bingungnya akhirnya mulai berjalan mendekati Ratna yang sedang duduk dipinggir pantai.


Lalu kemudian duduk di samping Ratna.


Ratna yang terkejut dengan kedatangan Ryan Pun hanya bisa diam tertunduk malu.


"hey!? Mas?! ayo sini!" teriakkan dari Dian mengajak Ryan untuk berenang.


Ryan hanya membalasnya dengan tersenyum sambil mengangkat tangannya.


"Mas Raka, mana Mas?" tanya Ratna dengan nada pelan dan malu-malu kepada Ryan.


"Dia pergi ke kamarnya! sedang tidak ingin diganggu, katanya!" jawab Ryan


Mendengar kalimat itu Ratna menjadi bersedih dan menundukan kepalanya kembali.


"Memangnya, sedang ada apa? kamu sama Raka, Rat?" tanya Ryan dengan tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan itu Ratna sontak saja langsung terkejut...

__ADS_1


__ADS_2