
Setelah Rani bersuara sedikit keras itu….
"Eh,Rat! Masih belum bangun memangnya?" Tanya Rani sambil berjalan menuju tangga seolah-olah tidak melihat kejadian tersebut.
"E-ehm, belum, Mbak!" Jawab Ratna terkejut.
Lalu sebelum naik tangga Rani berhenti sesaat dan berbicara pada Ratna.
"Banguninnya dari dekat, Rat! Kalau jauh begitu mana mungkin dia dengar! Goyang-goyangin saja badannya, Rat!" Ucap Rani seolah agar Ryan mengetahuinya.
"I-iya, Mbak!" Sahut Ratna yang dengan gugup karena melihat Ryan yang sedang menuruni anak tangga.
Lalu setelah itu Rani pun menaiki anak tangga dan berpapasan dengan Ryan namun tak ada saling melihat, senyum atau pun saling sapa. Mereka begitu saja saling melewati satu sama lainnya.
Kemudian Ryan pun langsung menuju ke ruang makan tanpa melihat sedikit pun kearah Ratna.
Ratna pun kini mencoba membangunkan Raka dari dekat sesuai yang disuruh oleh Rani dan seperti yang ia lakukan pada biasanya.
Tak lama kemudian Raka pun bangun dan menanyakan Rani pada Ratna.
"Eh,Rat! Rani mana?" Tanya Raka.
"Mbak Rani sedang mandi dikamar Mas Ryan, Mas!" Jawab Ratna.
"Di kamar Ryan!" Ucap Raka sedikit terkejut.
"Iya, soalnya di kamar Ratna ada Dian yang sedang mandi! Lagi pula Mas Ryan nya sudah nunggu tuh, di ruang makan!" Jelas Ratna.
"Oh, ya sudah kalau begitu! Saya mandi dulu, terima kasih yah, Rat!" Sahut Raka lalu bergegas menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.
Begitu juga dengan Ratna yang kembali ke kamarnya untuk mandi setelah Dian selesai.
Beberapa saat kemudian semuanya sudah berkumpul di Ruang makan kecuali Raka, untuk sarapan bersama, untuk pertama kalinya bagi Dian.
"Mas Raka mana yah, Mbak?" Tanya Dian pada Rani yang sedang mempersiapkan sarapan untuk mereka dibantu juga oleh Ibu Minah.
"Tunggu aja! Bentar lagi juga nongol!" Seloroh Ryan dengan santainya sambil membaca koran.
Rani hanya tersenyum saja melihat itu.
Lalu tak lama orang yang ditanyakan oleh Dian pun muncul….
__ADS_1
"Pagi semuanya!" Sapa Raka pada keempat sahabatnya itu.
"Pagi, Mas!" Sambut Ratna dan Dian berbarengan.
Ryan tidak menjawabnya dan masih sibuk membaca koran sambil sesekali minum kopinya.
"Ini Mas, sarapannya! Maaf yah Rani tidak sempat masak. Hanya buatkan ini saja untuk Mas!" Ucap Rani sambil menyuguhkan Roti yang dipanggang dan di kasih potongan telur dadar serta sosis bersama dengan Teh manis hangat itu.
"Iya, tidak apa-apa! Terima kasih yah!" Jawab Raka dengan wajah ceria dan senyum khasnya.
Lalu mereka pun sarapan bersama kecuali Ryan yang memang sudah sarapan terlebih dahulu dan juga Rani yang tidak terbiasa sarapan pagi dan hanya minum teh hangatnya saja.
Setelah selesai mereka pun segera berangkat untuk pergi ke kantor.
Ratna dan Ryan pergi bersama Dian karena harus mengantarkan Dian terlebih dahulu ke kosannya untuk berganti pakaian sebelum ke kantor dan mereka pergi bersama.
Begitu juga dengan Raka yang pergi bersama Rani untuk mengantarkan Rani ke kosannya untuk berganti pakaian lalu mengantarkannya ke toko sekalian Raka pergi ke kantornya.
Di Dalam mobil Raka dan Rani….
"Mas! Rani kok kepikiran yang semalam yah!" Ucap Rani memulai obrolan.
"Yang mana? Masalahnya Dian!" Sahut Raka.
"Terus, yang mana?" Tanya Raka.
"Kok bisa-bisanya yah, Mas, cemburu sama Mas Ryan! Bukannya kalian ini bersahabat sudah sangat lama!" Jelas Rani sambil tersenyum menggoda ke arah Raka.
"Sudah jangan dibahas yang itu! Mas, hanya bercanda saja, lupain aja!" Jawab Raka dengan raut wajah yang malu.
Dan Rani pun tertawa kembali seperti semalam karena tingkah kekasihnya itu.
Raka yang melihatnya pun sesekali karena ia sedang mengendarai mobilnya ikut tertawa kecil karena ikut merasa lucu atas tingkahnya sendiri.
"Sudah… sudah! Kamu ngajak bercanda mulu sih! Mas, harus fokus tahu!" Ucap Raka.
"Iya… iya! Maaf!" Sahut Rani.
"Oh, iya! Dian sebenarnya ada apa sih?" Tanya Raka yang ingin tahu masalahnya Dian, sekalian mengalihkan topik pembicaraannya.
Lalu Rani pun menceritakan pada Raka tentang kondisinya Dian yang menganggap Rani ini sebagai Kakaknya dan juga menceritakan perasaan Dian pada Bobby.
__ADS_1
Dian ini memang sedang jatuh cinta sama Bobby, pria yang dikenal Dian dari sebuah club malam saat Dian sedang ingin happy sendiri karena merasa bete melihat Ratna yang berpasangan dengan Ryan ditambah Raka yang sudah berani menyatakan cintanya pada Rani.
Dari hasil pertemuan itu Dian sangat cocok sekali dengan Bobby yang juga saat itu sedang mencari happy sendiri karena baru saja putus dengan pacarnya.
Lalu mereka berinisiatif untuk liburan bersama ke daerah perbukitan (puncak) karena mereka merasa yakin bahwa tempat itu cocok untuk mereka berdua yang sedang butuh suasana sepi dan nyaman, kebetulan Bobby ini orang cukup berada dan mempunyai sebuah villa di sana.
Lantas mereka berdua pun pergi kesana. Sesampainya disana mereka memang tidak melakukan hal yang macam-macam hanya saling curhat (curahan hati) saja.
Niatnya Dian hanya ingin menginap satu atau dua hari saja namun karena mereka ternyata saling cocok dan nyaman satu sama lainnya karena masalah mereka yang tidak terlalu berbeda jauh itu pun akhirnya mereka lupa waktu.
Sampai ketika mantannya Bobby datang ke villa tersebut dan akhirnya mereka berdebat hebat. Walaupun akhirnya Bobby tetap membela Dian dan memilih Dian.
Namun Dian yang disebut sebagai pelakor dan kalimat kasar lainnya itu pun akhirnya sedikit sakit hati dan memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya.
"Oh, berarti dia bohong dong!" Ucap Raka setelah mendengar Semua cerita Rani tentang Dian.
"Iya! Sedikit!" Ucap Rani.
"Memangnya kamu tahu maksudku?" Tanya Raka.
"Semalam juga Ratna sempat berkata itu! Namun Ratna mengerti! Rani juga berharap Mas mau mengerti yah!" Jelas Rani.
"Mengerti apa? Dia bohong, kalau ada masalah keluarga, tetapi kalau begitu namanya cin…." Perkataan Raka terhenti karena teringat sesuatu di dalam pikirannya.
Rani pun melihat ke arah Raka lalu tersenyum dengan manisnya.
Lalu tak lama mobil pun berhenti di depan kosannya Rani.
Kemudian Rani turun sambil berkata….
"Hati-hati yah, Mas!" Ucap Rani sambil tersenyum.
"Loh, kamu bukannya mau ganti baju saja!" Sahut Raka yang bingung.
"Hari ini Rani libur! 'kan kemarin Rani masuk! Jadinya hari ini Rani liburnya!" Jelas Rani.
"Kenapa gak bilang!" Gerutu Raka.
Rani hanya tersenyum manis saja lalu menutup pintu mobil nya.
Lalu tak lama Rani mengetuk kembali kaca mobil Raka kemudian Raka membukanya.
__ADS_1
"Tolong yah! Pahami masalah Dian, Mas!" Ucap Rani
Raka pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu melanjutkan kembali jalannya untuk menuju ke kantornya.