
Ryan ataupun Ratna sangat terkejut setelah mendengar ucapan dari Raka tersebut.
"Kamu, serius!" Ucap Ryan seakan tak percaya.
Ratna tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam saja dalam keterkejutannya itu.
"Iya, aku serius! Makanya, aku memanggil kalian kesini untuk membantu aku, agar semua bisa terlaksana." Ucap Raka.
"Aku yakin, kalian bisa untuk diandalkan!" Tuturnya kembali.
Ryan Pun terdiam sesaat, seolah memikirkan sesuatu. Begitu halnya dengan Ratna yang tampak sedang berpikir keras.
"Yah sudah, kita duduk santai dulu disini." Ucap Raka.
Akhirnya mereka bertiga pun duduk bersama di tempat yang biasa mereka berkumpul yaitu tempat favoritnya Raka. Yang kini telah berubah menjadi tempat kumpulnya mereka.
"Rat! Maaf yah...bisa suruh, Bu Minah, buatkan sesuatu untuk kita, Rat!" Perintah Raka pada Ratna.
"Oh iya, tunggu yah, Mas!" Seru Ratna.
Lalu Ratna Pun masuk kedalam rumah untuk memanggil Ibu Minah, agar membuatkan minuman dan makanan ringan untuk mereka bertiga.
Setelah itu, Ratna kembali lagi bergabung bersama Raka dan Ryan yang memang sedang duduk sambil dengan pikirannya masing-masing.
Raka yang memang seorang perokok tidak lepas dari Rokoknya. Sedangkan Ryan hanya diam saja sambil melihat-lihat layar handphone miliknya.
"Tunggu yah, Mas! Sedang dibuatkan!" Ucap Ratna.
"Iya, makasih yah, Rat!" Jawab Raka.
Mereka duduk bertiga kembali, dan memulai obrolan mereka. Ryan dan Ratna bukannya tidak suka Raka menikah dengan Rani. Hanya saja waktunya yang terlalu cepat. Walaupun mereka merasa yakin bahwa ini idenya Raka, Itu yang jelas.
"Ok, aku sudah dapat nih, yang bisa mempersiapkan semuanya dalam waktu kurang dari seminggu" ucap Ryan pada semuanya.
"Aku juga, nih Mas! Palingan besok. Ratna ke kantor KUAnya untuk mengurus data-data semua!" Ujar Ratna.
Sekarang giliran Raka yang terkejut oleh kelakuan dua sahabatnya itu.
"Kalian, memangnya pada nyari apa sih?" Ucap Raka yang kebingungan.
"Katanya, kamu mau nikahin Rani, akhir bulan ini. Terus minta bantuan pada kami. Yah ini saya bantu mencarikan EO (Event Organizer) nya.
Yang bisa mempersiapkan semuanya dalam waktu yang singkat!" Ucap Ryan menjelaskan.
"Iya, Mas! Ratna juga mencarikan orang KUAnya yang siap datang dan mendata semuanya! Karena ini terlalu mendadak!" Timpal Ratna.
Raka pun akhirnya menyadari betapa mendukungnya para sahabatnya itu.
__ADS_1
"Hahaha… bukan itu maksudku!" Ucap Raka tertawa melihat dua sahabatnya yang begitu sibuk dan kebingungan.
Ratna dan Ryan Pun akhirnya sama-sama saling melihat dan berkata…
"Ya, terus apa dong…!" Ucap Ratna dan Raka secara bersamaan.
Tak lama datang Ibu Minah membawakan minuman dan makanan ringan untuk mereka bertiga.
"Ini tuan!" Ucap Ibu Minah.
"Iya Ibu, terima kasih banyak!" Jawab Raka.
Lalu Ibu Minah Pun kembali lagi masuk kedalam rumah setelah meletakkan makanan dan minuman itu.
"Aku, minta bantuan kalian itu, hanya untuk sebuah pendapat saja, masukan untuk saya…" jelas Raka.
"Bukan untuk mempersiapkan semuanya juga!" Ucap Raka kembali.
"Hemm… bilang dong, dari tadi!" Ucap Ryan dengan menghembuskan nafas panjangnya.
Setelah mendengar ucapan dari Raka tersebut. Ratna dan Ryan Pun bisa bernafas lega sesaat. Sampai akhirnya Ratna berpikir akan sesuatu…
"Eh, tapi tunggu dulu! Kalau bukan masalah persiapan! Lalu apa dong, Mas?" Tanya Ratna penuh selidik.
Begitu halnya dengan Ryan yang baru menyadari setelah mendengar pertanyaan dari Ratna.
Akhirnya Rakapun menceritakan semuanya pada Ratna dan Ryan tentang permintaan Rani. Yang ingin acara pernikahannya dilaksanakan dengan cara sederhana.
Bahkan Raka menjelaskan, Rani akan menolaknya jika ada sesuatu yang terkesan mewah dalam pernikahannya walaupun itu hanya sebuah hidangan.
Mendengar penjelasan dari Raka tersebut. Akhirnya Ryan dan Ratna mengerti apa yang menjadi beban untuk sahabat nya ini.
Raka bukan bermaksud ingin bermewah-mewahan dalam acara pernikahannya ini. Paling tidak Raka ingin itu jadi momen spesial untuknya.
Karena setelah lama Raka menunggu cintanya yang memang sejak lama ini ia rindukan bisa bersatu dengan nya.
Dan dia ingin meresmikan hubungan itu secara nyata dan paling tidak itu sesuatu yang tidak akan terlupakan untuknya biar bisa menjadi sesuatu kenangan terindah dalam hidupnya.
Tapi yang pada akhirnya itu bertolak belakang dengan keinginan Rani yang bisa dikatakan agar tidak ada yang mengetahui pernikahannya.
Seakan-akan Rani ingin waktulah yang akan memberitahukan pada semuanya tentang pernikahan mereka nantinya. Walaupun Raka belum tahu apa maksud dari semua ini.
"Oh begitu! Apa mungkin Rani merasa itu akan menjadi beban untukmu" ucap Ryan pada Raka.
"Maksudnya?" Tanya Raka.
"Iyah, Rani kan terlahir dari keluarga yang sederhana! Mungkin, dia merasa tidak enak dengan mu, Ka!" Jelas Ryan.
__ADS_1
"Kalau itu… sepertinya tidak mungkin!" Ucap Raka.
"Bagaimana, kalau besok malam kita bicara dengannya lagi saja, Mas! Tapi disini saja kita ngobrol berempat!" Ajak Ratna.
"Iya, Mas, juga masih bingung sih! Tapi itu boleh juga, Rat! Ya sudah kalau begitu, besok saya mohon tolong kalian bantu saya, yah?" Pinta Raka pada kedua sahabatnya itu.
Ratna dan Ryan Pun hanya menganggukkan kepalanya saja tanda mereka setuju.
Lalu setelah obrolan itu berakhir, mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Esok paginya…
Ratna seperti biasa membangunkan Raka, lalu setelah semuanya selesai dengan urusannya masing-masing mereka pun berkumpul lagi di ruang makan. Untuk menyantap sarapan pagi yang sudah disediakan oleh Ibu Minah.
Lalu, setelah sarapan pagi, mereka pun bergegas pergi ke kantor hanya saja saat ini mereka tidak lagi satu mobil. Hanya Ratna dan Ryanlah yang satu mobil sedangkan Raka membawa mobilnya sendiri.
Setelah sampai di kantor, seperti pada hari-hari biasanya. Mereka mengerjakan tugas masing-masing sampai tiba jam istirahat makan siang. Ryan yang mengajak Raka untuk makan bersama.
Namun Raka menolaknya, dia beralasan ada sesuatu yang harus ia kerjakan. Ryan Pun memahaminya lalu Ratna dan Ryan makan siang hanya berdua saja.
Di Restoran siap saji…
"Mau makan apa, Mas!" Tanya Ratna pada Ryan.
"Mas, apa saja! Ikut kamu saja." Jawab Ryan.
"Ratna, hari ini hanya mau makan kentang goreng saja! Mas, juga mau!" Tanya Ratna kembali.
Ryan hanya membalasnya dengan anggukan kepala dan senyumnya. Lalu mereka pun duduk di salah satu kursi yang telah disediakan oleh restoran itu.
"Mas, kira-kira, apa yah yang membuat Mbak Rani, mempunyai permintaan seperti itu?" Tanya Ratna sambil mulai memakan kentang goreng yang dipesannya.
"Entahlah, Rat! Mas, juga gak yakin!" Jawab Ryan yang juga mulai memakan makanan yang sama dengan Ratna.
"Kok gak yakin sih, Mas! Berarti, Mas tau jawabannya dong!" Seru Ratna.
"Hanya menebak saja! Soalnya, sedikit banyaknya. Rani, sudah tau sifat dan sikap Raka ini!" Jelas Ryan.
"Tau dari mana, Mas? Mbak Rani! 'kan dari cerita Mas Raka, mereka belum lama bertemu, pacaran saja, masih bisa dihitung jari! Tanya Ratna.
"Dari Mas, saat menjemput Rani! Ingat 'kan!" Ucap Ryan.
Ryan Pun menjelaskan semuanya pada Ratna saat menjemput Rani, yang saat itu dia disuruh Raka untuk menjemputnya.
Rani banyak tanya mengenai Raka. Dan akhirnya Ryan Pun menjelaskan semuanya pada Rani tentang sifat dan sikap Raka.
Tidak lupa juga Ryan menyebutkan prinsip hidup Raka. Setelah mendengar itu Ratna Pun kini mulai mengerti.
__ADS_1