Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 13


__ADS_3

Waktu yang ditunggu pun akhirnya tiba,


Raka, Ratna dan Dian. Langsung berangkat dari kantornya menuju rumah Dian, untuk mengambil barang-barang Dian.


Kemudian mereka menuju rumah Raka, untuk menjemput Ryan yang sudah berada dirumah.


Setelah tiba di rumah Raka,


Dian, yang memang pertama kali datang ke rumah Raka ini pun sedikit agak kagum dengan besarnya rumah Raka itu.


Lalu mereka pun mulai masuk kedalamnya.


"Ryan...!?" Teriak Raka setelah memasuki rumahnya.


Dan bergegas menaiki tangga untuk menuju kamar Ryan agar temannya itu tahu bahwa mereka akan berangkat sekarang.


Sedangkan Dian, diajak masuk oleh Ratna untuk menuju kamarnya.


Raka langsung mengetuk kamar Ryan. Tidak lama Ryan Pun membukakan kamarnya.


"ayo, siap-siap! kita berangkat sekarang!" ucap Raka dengan nada senang lalu pergi kembali menuju kamarnya.


Ryan yang sesaat terkejut itupun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum biasanya.


Kemudian menutup pintu kamarnya lagi lalu mulai membereskan barang-barangnya yang akan dibawanya nanti.


Setelah beberapa saat kemudian Raka Pun keluar dari kamarnya dan tidak lama kemudian Ryan Pun keluar dari kamarnya.


Setelah menuruni anak tangga Raka langsung duduk dahulu di sofa diruang tengah untuk menunggu Ratna dan Dian.


Tak lama kemudian saat Ryan masih menuruni anak tangga. Ratna dan Dianpun keluar dari kamarnya.


Saat mereka sudah bertemu. Ratna, Dian, dan Ryan. Saling menggelengkan kepalanya dan tertawa.


Raka yang saat itu sedang duduk di sofa pun langsung membalikan badannya lalu melihat ke arah mereka bertiga.


"Dah siap semuanya, yah? ayo berangkat!"


Ucap Raka.


Lalu mereka pun segera memasuki mobil dan Rakalah yang saat itu menyetirnya.


Selama dalam perjalanan mereka asyik mengobrol sekaligus Raka menjelaskan Rencana acaranya dan mereka setuju-setuju saja dikarenakan mereka yang saat ini sudah mengetahui sifat dari Raka.


Terutama Ryan, yang sudah hafal betul dengan kelakuan sahabatnya itu hanya bisa senyum-senyum saja.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan cukup jauh tersebut akhirnya tibalah mereka di tempat yang dituju yakni rumah lamanya Raka.


Saat mereka sampai. Jam sudah menunjukkan jam 12 malam. Suasana kampung yang sepi dan dingin itu membuat Raka sangat senang sekali.


Raka yang langsung turun dan mulai mendekati pintu rumahnya lalu mengetuk pintu tersebut.


Tak lama berselang pintu itu pun terbuka dan ada seseorang ibu-ibu dan bapak-bapak yang menyambut kedatangannya.


Ternyata selama ini, Rumah lama Raka didiami oleh pasangan suami istri yang memang dipekerjakan oleh keluarga Raka untuk mengurus rumah tersebut.


Disatu sisi Ryan yang sedang mencoba membangunkan Ratna dan Dian. Yang sedang tertidur pulas di mobil.


"Dian… Ratna… hey... ayo, bangun! pindah ke kamar! sudah sampai nih!" ucap Ryan.

__ADS_1


Dian dan Ratna Pun terbangun dari tidurnya.


"Dah sampai yah?" tanya Dian dengan nada malesnya.


"iya, dah sampai! ayo turun! pindah kekamar saja tidurnya!" jawab Ryan.


Ratna yang terbangunpun hanya diam saja lalu mulai membuka pintu mobil dan mulai melihat-lihat kesekitarnya tak lama kemudian disusul oleh Dian untuk keluar dari dalam mobil.


"Sepi amat sih!" ucap Dian dengan nada agak sedikit takut.


"yah... namanya juga di kampung, Dian. Ayo, kita masuk!" ajakan Ryan.


Lalu mereka pun mulai memasuki rumah.


"Maaf yah, kalau rumah ini agak kecil! jadi, kamarnya tidak banyak! kalian tidak apa-apakan, untuk tidur sekamar?" ucap Raka kepada Ratna dan Dian.


"Tidak apa-apa, Mas!" jawab Ratna.


Lalu Rakapun menunjukkan kamar untuk mereka berdua dan langsung menyuruh mereka untuk beristirahat.


Ryan yang memang tidak asing dengan rumah itu langsung merebahkan tubuhnya yang memang sudah lelah menyetir mobil disofa yang ada di ruangan itu.


Memang saat perjalanan awal Rakalah yang menyetir mobil dan setelah setengah perjalanan mereka pun bergantian.


Ratna dan Dian yang sudah di dalam kamar pun langsung mulai merebahkan tubuhnya yang memang sudah sama-sama lelahnya dikarenakan perjalanan yang cukup lumayan jauh tersebut.


Ratna dengan posisi tengkurap sedangkan Dian dengan posisi terlentang.


"Rat! tadi, kok saya merasa aneh yah..." tanya Dian.


"Aneh kenapa?" ucap Ratna dengan nada malesnya.


"Kamu, tadi manggil Pak Raka dengan sebutan 'mas' yah! ada apa nih?" tanya Dian sambil menggoda Ratna.


"Mmmhhh… apaan sih! cerita dong!" ucap Dian menggoda Ratna.


"Besok saja ceritanya, saya dah ngantuk!" jawab Ratna masih dengan nada malesnya.


"Ayolah... sekarang saja, Rat!" ajakan Dian.


Ratna Pun hanya terdiam...


"Rat… rat… ratna!? yeh, dia dah tidur..." ucap Dian sambil menggoyang badannya Ratna. Setelah mengetahui temannya telah tertidur Dianpun mulai memejamkan matanya.


Di Lain tempat…


Ryan yang sedang tiduran di sofa.


"Ngapain tidur disana? dikamar sajalah!" ajak Raka kepada Ryan.


"Duluan saja, nanti saya nyusul!" jawab Ryan singkat.


"Oh… ya sudah, kalau begitu!" ucap Raka lalu memasuki kamarnya.


Pagi Pun tiba,


Jam sudah menunjukkan jam 7 pagi.


"Dian! bangun… ayo! bangun..." ucap Ratna sambil menggoyang-goyangkan badan Dian.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Dian belum bangun juga. Ratna, akhirnya berdiri dari tempat tidur dan menuju ke jendela untuk membukanya.


Setelah jendela itu terbuka…


Ratna, disambut dengan suasana yang sangat sejuk dan bunyi-bunyi burung yang berkicau.


Hatinya sangat damai dan tenang saat itu. Lalu Ratna Pun mulai berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamarnya.


Setelah Ratna keluar dari kamarnya…


Ratna, sedikit terkejut saat melihat Ryan yang tertidur di sofa itu dengan pulasnya.


"Pagi, non! sudah bangun yah? pagi amat bangunnya!" ucap ibu-ibu dari arah dapur sambil membawa makanan untuk diletakkan di meja makan.


"Eh, iya Bu!" jawab Ratna dengan nada sedikit terkejut.


"Ini sarapannya, sudah siap non! tinggal dimakan saja yah!" ucap ibu-ibu itu kembali sambil berjalan menuju dapur.


"Iya, Ibu! terima kasih banyak!" jawab Ratna dengan sopan.


Lalu Ratna mengetuk pintu kamar Raka yang ada di sebelah kamarnya.


Dirasa tidak ada jawaban Ratna Pun mulai membuka kamar tersebut dan terkejut melihat kamar itu ternyata kosong.


Walaupun, Ratna melihat kasur itu berantakan sekali.


Ratna Pun, pelan-pelan memasuki kamar sambil melihat-lihat isi kamar tersebut. Lalu, Ratna mengambil selimut yang ada di kasur itu untuk diberikan kepada Ryan, niatnya.


Setelah Ratna mengambil selimut itu, Ratna pun kembali keluar dari kamar itu dan mulai mendekati ke arah Ryan yang sedang tertidur di sofa.


Saat Ratna ingin menyelimuti Ryan dengan pelan-pelan. Ratna Pun terkejut karena Ryan yang tiba-tiba membuka matanya.


"Ehh, Mas! sudah bangun?" ucap Ratna dengan wajah agak malu.


"Kamu, mau apa?" tanya Ryan sedikit dingin kepada Ratna.


"Enggak apa-apa, Mas! hanya mau kasih selimut saja, buat Mas... takut mas, kedinginan!" jawab Ratna dengan nada yang lembut.


Lalu Ryan Pun bangun dari tidurnya dan langsung berdiri kemudian mengambil selimut itu dari tangan Ratna dan berjalan menuju kamar Raka tanpa berkata apa-apa lagi kepada Ratna.


Ratna Pun sedikit kecewa lagi atas sikap Ryan itu. Tapi dia tetap masih mencoba untuk berpikir positif. Mungkin karena Ryan kelelahan saja. Dan saat dia kelelahan mungkin seperti itulah sikapnya. Itu yang dipikirkan oleh Ratna.


Lalu Ratna Pun berjalan menuju dapur.


"Ibu! Mas Raka, kemana yah? kok di kamarnya tidak ada!" tanya Ratna.


"Tadi sih, keluar non! cuma tidak bilang apa-apa! jadinya, Ibu kurang tahu non!" jawab ibu-ibu tersebut.


"oh... ya sudah, kalau begitu! terima kasih yah Ibu" jawab Ratna.


Lalu Ratna Pun keluar Rumah untuk melihat-lihat sekitar rumah sambil mencari Raka, barangkali dia diluar, karena tidak biasanya juga Raka bisa bangun sendiri pagi-pagi.


Dilain sisi, ternyata Raka sedang berjalan menuju warung yang tidak lain adalah untuk menemui atau hanya sekedar melihat Rani saja.


Karena, didalam pikiran Raka sedang banyak pertanyaan.


Apakah dia berani untuk bicara atau tidak?


Apa dia sudah menikah atau belum?

__ADS_1


Apa sudah punya pacar atau belum?


Dan masih banyak lagi pertanyaan yang membuatnya terus berpikir.


__ADS_2