
Sore hari saat jam pulang kerja seperti pada hari-hari biasanya, jalanan kota yang selalu macet karena banyaknya aktivitas dari berbagai golongan.
Di dalam sebuah mobil….
"Hallo, Ran!" Ucap Raka yang mengemudikan mobil sambil menelpon Rani.
"Iya, Mas! Ada apa?" Jawab Rani dari panggilan tersebut.
"Mas, jemput kamu yah sekarang! Mas, mau ajak kamu makan malam! Bisa gak?" Tanya Raka.
"Iya, bisa Mas! Tapi, Rani gak bisa menginap yah malam ini!" Jawab Rani.
"Iya tidak apa-apa! Hanya makan malam saja! Nanti, Mas langsung antar pulang kamu lagi!" Jelas Raka.
"Oh, ya sudah kalau begitu! Rani tunggu yah, Mas!" Sahut Rani.
Lalu panggilan pun berakhir dan Raka sedang menuju untuk ke tempat kosannya Rani.
Di lain tempat….
Ryan dan Ratna yang juga sedang dalam perjalanan pulangnya menuju rumah Raka.
"Mas! Mas Raka tadi, bilangnya mau kemana sih?" Tanya Ratna pada Ryan yang memang satu mobil.
"Ketemu Rani!" jawab Ryan singkat.
"Oh, ada apa yah!" Gumam Ratna.
"Mau bahas Dian kali… atau yang lain… lagi pula mereka 'kan sepasang kekasih, wajarlah kalau ketemuan!" Ucap Ryan.
"Memangnya ada masalah apalagi sama Dian?" Tanya Ratna kebingungan.
Ryan hanya mengangkat kedua tangannya dan juga bahunya tanda dia juga tidak paham.
Ratna yang melihatnya hanya membalas dengan nafas kasarnya tanda dia tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Ryan.
"Rat!" Ucap Ryan.
Lalu Ratna menoleh pada Ryan yang berada disampingnya.
"Kita makan malamnya diluar yuk! Kamu mau gak?" Ajakan Ryan yang secara tiba-tiba dan tidak dapat dipercaya oleh Ratna.
Karena semenjak mereka resmi berpacaran setelah liburan di pantai bersama saat itu, sedikitpun mereka tidak seperti sepasang kekasih.
Karena yang ada dipikiran mereka masing-masing hanyalah kebahagiaan untuk Raka walaupun Raka sendiri tidak pernah sedikitpun untuk memintanya pada mereka.
"Kita mau makan di mana memangnya, Mas?" Tanya Ratna dengan wajah yang malu-malu namun berbunga-bunga di hatinya karena ini adalah pertama kalinya untuk Ratna yang makan malam dengan Ryan diluar rumah Raka.
Yang secara tidak langsung bisa dikatakan ini adalah kencan pertama untuk mereka berdua.
"Kira-kira, kamu mau makan apa?" Ryan bertanya balik pada Ratna.
"Ratna sih apa saja, Mas! Terserah, Mas saja!" Sahut Ratna.
"Kita ketempat Mas yang dulu yah! Yang sebelum Mas ketemu sama Raka, Mas sudah lama tidak kesana!" Jelas Ryan.
Ratna hanya mengangguk saja sambil tersenyum manis pada Ryan.
*****
"Hai…?" Sapa seorang Pria kepada Dian yang sedang duduk di dalam sebuah cafe dekat kantornya.
"Hai…." Sahut Dian pada Pria itu.
"Lama gak nunggunya? Maaf yah, soalnya macet banget!" Ucap Pria itu pada Dian.
"Iya, tidak apa-apa!" Jawab Dian singkat.
__ADS_1
"Yah sudah, kita langsung jalan yuk! Apa kamu punya rencana mau kemana gitu?" Tanya Pria itu lagi.
"Kita ke tempat kosannya aku dulu! Ganti baju, habis itu baru kita jalan yah!" Jelas Dian yang lalu berdiri dan berjalan keluar dari cafe tersebut dan diikuti oleh pria itu.
Lalu mereka langsung memasuki mobil pria itu kemudian tak lama mobil itu pun mulai melaju.
"Nanti kamu nunggu diluar saja yah, Mas!" Ucap Dian.
"Iya,Tenang saja! Mas, tak akan mengulanginya lagi! Maaf yah!" Jelas Pria itu.
*****
Setelah Raka tiba di depan kosannya Rani, Raka pun langsung menelpon Rani dan menyuruh Rani untuk keluar.
Tak lama kemudian Rani pun keluar dari kosannya dan setelah melihat mobil Raka, Rani pun menghampirinya.
Rani membuka pintu mobil tersebut lalu menaikinya dan mereka pun saling lempar senyum seperti biasanya lalu mulai pergi dari tempat itu.
"Kita mau makan di mana, Mas?" Tanya Rani.
"Kira-kira menurut kamu, enaknya di mana?" Raka bertanya balik pada Rani.
"Ehm, sudah Rani duga! Pasti dadakan lagi yah!" Gumam Rani sambil tersenyum ke arah Raka.
Raka pun hanya bisa tersenyum malu saja setelah mendengar itu dari Rani.
Sedangkan dirumah Raka….
Ryan dan Ratna yang baru saja sampai itu langsung memasuki kamar mereka masing-masing untuk mandi serta berganti pakaian.
Setelah beberapa lama kemudian mereka pun keluar dari kamarnya masing-masing lalu keluar rumah bersama dan saat berjalan dari pintu rumah untuk mengarah ke mobil yang sudah terparkir dan siap untuk pergi itu.
Ratna tiba-tiba memegang tangan Ryan untuk menggandengnya agar mereka bisa berjalan bersama seperti layaknya seorang kekasih.
Ryan yang terkejut hanya melihat ke arah Ratna saja tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, lalu tak lama kemudian Ryan pun mulai tersenyum saat melihat wajah Ratna yang tersenyum ceria tanpa melihat ke arahnya.
Kemudian mereka memasuki mobil tersebut dan Ryan yang mengendarai tanpa ada sopirnya Raka kali ini.
Raka dan Rani yang sudah berada dalam sebuah restoran tempat di mana Raka menyatakan cintanya pada Rani dan sedang tertawa bersama karena obrolan mereka yang menceritakan perjalanan menuju restoran tempat mereka yang kini sekarang berada.
"Haduh, Mas… Mas… muter jauh-jauh, di tambah macet-macetan. Ujung-ujungnya disini juga! Kenapa, tadi gak langsung ke sini saja sih, Mas!" Ucap Rani yang masih sedikit tertawa dalam obrolan mereka berdua.
"Yah 'kan, kamu juga ditanya malah balik tanya. Katanya terserah! Mas, ajak ke sana kamunya gak mau! Karena kamu bilang kemewahan!" Sahut Raka yang saling tertawa.
Lalu sesaat mereka pun mengatur nafasnya sambil meminum minumannya yang mereka pesan sebelumnya.
"Ini Tuan, pesanannya!" Seorang pelayan yang menyediakan hidangan makan malam untuk Raka dan Rani.
"Terima kasih yah!" Sahut Raka.
Lalu pelayan restoran itu pergi dan kembali lagi pada tugas lainnya.
Kemudian Raka dan Rani menyantap hidangan pesanan mereka itu yang memang perut mereka sudah keroncongan karena lama di perjalanan itu.
Dilain sisi....
Ryan dan Ratna yang baru saja tiba ditempat yang dulu Ryan sering datangin untuk sekedar makan malam dan menghilangkan suntuk atau lelahnya karena beraktivitas seharian.
Tempat itu adalah sebuah taman jajan dipinggiran kota yang memang tempatnya itu ramai dikunjungi oleh orang-orang untuk mencari jajanan atau makanan di malam hari dan tempat yang cocok untuk berkumpul bersama kawan ataupun keluarga.
Ryan juga memberitahukan pada Ratna sebuah jalan gang yang hanya pas untuk satu mobil saja yang menuju tempat tinggalnya dulu.
"Oh, berarti! Mas, sering ke sini yah!" Ucap Ratna.
"Iya, tiap hari! Buat makan di warung itu…." Sahut Ryan sambil menunjuk sebuah warung makan kecil sederhana yang tak jauh dari sana.
Lalu mereka pun berjalan menuju ke warung tersebut.
__ADS_1
"Permisi, Bu!" Ucap Ryan pada pemilik warung tersebut yang sudah ia kenal.
"Eh, Mas Ryan! Baru keliatan lagi nih! Habis pulang kampung yah, Mas?" Tanya Ibu warung.
"Nggak, Bu! Memang saya sudah pindah!" Jawab Ryan.
"Waduh! Kenapa gak bilang-bilang sih! Ayo Mas, duduk! Mau pesan apa nih? Ini istrinya… cantik banget yah!" Ucap Ibu warung.
Ryan dan Ratna hanya tersenyum malu saja….
"Kamu, mau makan apa?" Tanya Ryan pada Ratna.
"Ayam bakar saja! enak kali yah, Mas!" Ucap Ratna.
"Yah udah kalau gitu! Ayam bakar saja, Ibu! Dua yah!" Ucap Ryan pada Ibu warung tersebut.
Lalu mereka pun duduk sambil menunggu pesanan mereka yang sedang dibuatkan itu.
******
Di sebuah restoran di dalam salah satu Mall.
Dian yang tadi pergi bersama seorang Pria yang menjemputnya, kini sedang menikmati makan malam bersama.
"Dian, jadinya sekarang bagaimana dengan hubungan kita ini?" Tanya Pria itu pada Dian disela-sela makannya.
"Maafkan Dian yah! Mas Bobby, sudah mau menunggu Dian. Dian terima kasih banyak!" Jawab Dian kepada Pria itu yang ternyata adalah Bobby.
Dian yang kini mau menemui Bobby lagi karena atas saran dari Rani saat ia menangis dalam pelukan Rani.
*****
Kembali pada Raka dan Rani yang kini sudah selesai makan malamnya dan sedang asik bercengkrama.
"Ran, soal acara kita nanti bagaimana? Apa ada yang perlu, Mas bantu?" Tanya Raka.
"Tidak usah, Mas! Semuanya sudah Rani atur dengan Paman Rohim" jelas Rani.
"Oh… beneran nih! Mas, tidak perlu bantu apapun!" Ucap Raka.
"Iya, Mas hanya menyiapkan diri saja untuk siap menerima Rani!" Sahut Rani.
Raka pun tersenyum mendengar ucapan itu dari Rani.
"Oh iya Ran, kalau masalah Dian bagaimana? Kamu kasih saran apa sama dia!" Tanya Raka mengalihkan topik pembicaraannya.
Lalu Rani menceritakan semuanya pada Raka tentang sarannya yang diberikan kepada Dian, karena tadi pagi saat di dalam mobil. Rani belum selesai menceritakan semuanya.
Rani bercerita bahwa Dian harus mengambil keputusannya untuk berani menemui Bobby kembali dan Dian harus menemukan jawabannya sendiri.
Rani hanya memberikan masukan saja bila Dian memang mencintai Bobby maka segala bentuk kekurangan atau kelebihan dari Bobby, Dian harus menerimanya walaupun itu tidak sesuai dengan keinginan Dian.
Setelah mendengar cerita dari Rani, akhirnya Raka mengetahui semuanya, dan Raka tinggal menunggu esok hari dari Dian, keputusan apa yang telah Dian ambil.
Lalu setelah itu Raka pun mengajak Rani untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan jam 9 malam.
Di lain tempat….
Ryan dan Ratna yang kini sedang dalam perjalanan pulang karena disana mereka hanya makan malam saja dan setelah itu Ryan mengajak Ratna untuk pulang.
Walaupun sebenarnya Ratna masih ingin berlama-lama bersama Ryan sedikit lagi ditempat itu namun Ratna malu untuk mengatakannya.
Setelah mereka tiba di rumah Raka….
Mereka berdua langsung masuk dan mendapati isi rumah yang sepi seperti biasanya.
Ryan yang langsung pamit pada Ratna untuk masuk kedalam kamarnya dan segera beristirahat.
__ADS_1
Begitu juga dengan Ratna yang terasa lelah di sekujur tubuhnya, ia juga lantas masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.
Malam ini adalah sesuatu yang berkesan untuk ketiga pasangan tersebut.