Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 43


__ADS_3

Mendengar ucapan itu Rani sontak terkejut lalu….


"Yah sudah, Mas masuk saja!" Ucap Rani.


Ryan yang memang berada tepat di depan Rani yang sedang menerima panggilan telepon dari Raka itu sedikit agak samar-samar mendengarkan percakapan antara Rani dan Raka.


Dan Ryan sedikit terkejut saat mendengar Rani mengucapkan kalimat itu pada Raka.


Karena Ryan sudah berpikirkan akan terjadi kekacauan antara mereka bertiga.


Saat Ryan ingin hendak berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Rani dan memberikan sebuah isyarat agar Ryan tetap tenang dahulu.


"Ehm… kamu tahu yah, Mas tidak ada di depan toko." Tutur Raka sambil tertawa bercanda dalam panggilan tersebut.


"Iyalah, Rani 'kan tahu bila, Mas mau datang…" jelas Rani sambil sedikit tertawa juga yang menandakan sedikit lega dalam hatinya begitu juga dengan Ryan yang ikut bernafas lega.


"Curang kamu! yah sudah, nanti pulang Mas jemput kamu yah?" Ucap Raka.


"Iya, Rani tunggu yah, Mas!" Sahut Rani.


Lalu panggilan mereka pun berakhir.


Ryan yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja tanpa berkata sedikitpun.


"Kenapa, Mas?" Tanya Rani pada Ryan sambil sedikit tertawa bahagia.


"Nggak apa-apa!" Jawab Ryan singkat.


Lalu setelah itu Ryan pun pamit pada Rani untuk pergi kantornya.


Di kantor,


Raka yang sedang berjalan memasuki lobby gedung perkantoran.


Ia melihat Ratna dan Dian sedang duduk di sofa yang ada pada lobby tersebut dan terlihat sedang membicarakan sesuatu.


Raka mulai berjalan menghampiri ke arah dua wanita itu.


"Eh, Mas Raka!" Ucap Dian yang melihat Raka menghampiri ke arah mereka.


Ratna pun menoleh ke arah Raka dan mencoba untuk bersikap seperti biasanya.


"Sedang apa kalian di sini?" Tanya Raka pada kedua wanita itu dan langsung duduk di sofa tersebut berhadapan dengan Ratna.


"Biasa Mas, istirahat dulu! Sebelum ke atas!" Jelas Dian dengan santainya.


"Oh…" sahut Raka sambil mulai melihat-lihat layar ponselnya.


"Kalau Ryan kemana?" Tanya Raka kembali pada kedua wanita itu.


Kedua wanita itu pun tidak bisa menjawabnya dan saling melihat satu sama lainnya.


Dirasa tidak ada jawaban akhirnya Raka melihat ke arah kedua wanita itu lagi yang kini mulai menunjukkan sikap canggung mereka.


"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Raka yang belum mengerti dengan sikap kedua wanita itu.

__ADS_1


"Ehm… gini, Mas…." Ucap Dian yang terhenti karena Ratna yang tiba-tiba memegang tangannya.


Raka yang memperhatikan mereka pun mulai curiga.


"Ada apa sih? Rat, ada apa?" Tanya Raka menyelidiki Ratna.


"Eh… itu Mas… ehm…" ucap Ratna yang tak jelas.


Raka yang mulai menatap tajam pada kedua wanita itu membuat para wanita itu semakin tidak nyaman, lalu....


"Mas Ryan belum sampai ke kantor, Mas!" Ucap Dian dengan sedikit terpaksa.


"Belum sampai! Ini sudah jam berapa!" Raka terkejut sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukan jam 01.15 siang.


Kedua wanita itu hanya menundukkan kepalanya saja.


"Dia tidak kasih kabar ke kamu, Rat?" Tanya Raka pada Ratna.


Ratna hanya menggelengkan kepalanya saja dengan posisi yang masih menunduk.


"Gila! Masa cuma lihat-lihat rumah saja sampai setengah hari sih, memangnya dia mau beli rumah di mana!" Ujar Raka sambil mulai menelpon Ryan.


Mendengar kalimat itu dari Raka, kedua wanita itu saling menatap lagi dengan ekspresi wajah yang menunjukkan saling bingung.


"Gak diangkat!" Ucap Raka dengan nada kesalnya.


"Mas, memang tahu Mas Ryan kemana?" Tanya Ratna.


Raka pun menjelaskan pada Ratna yang di kira Raka, Ryan sudah datang ke kantor dan pergi makan siang bersama Ratna dan Dian seperti biasanya.


Tetapi ternyata justru Ratna tidak tahu Ryan pergi kemana karena saat tadi pagi Ryan memang tidak menjelaskan akan pergi kemana dan terkesan buru-buru.


Ditambah dengan Ratna yang menelpon dan mengirim pesan ke Ryan saat makan siang tadi sampai sekarang belum ada balasan dari Ryan.


Itulah kenapa Ratna sangat khawatir dan bercerita pada Dian agar tidak memberitahukannya pada Raka tadi jelas Ratna pada Raka kembali.


"Ya sudahlah, lihat nanti saja! Ayo kita kembali lagi kerja!" Ajak Raka pada kedua wanita itu.


Lalu mereka bertiga pun beranjak dari tempat itu dan mulai menaiki lift.


Sampai dilantai tujuan, mereka kembali pada meja kerjanya masing-masing namun saat Raka sebelum masuk ke dalam ruangannya Raka meminta Ratna agar saat Ryan sudah datang suruh langsung menemuinya.


Jam 02.00 siang,


"Tok… tok…" suara pintu diketuk.


"Masuk!" Suara Raka dari dalam ruangannya.


Lalu Ryan yang sudah tiba di kantornya dan langsung diberitahukan oleh Ratna itu pun langsung menemui Raka.


"Dah sampai kamu! Sini yan, duduk!" Titah Raka pada Ryan yang mulai memasuki ruangannya.


Kemudian Ryan langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Raka.


"Kamu dari mana? Memangnya kamu mau beli rumah dimana sih?" Raka langsung bertanya pada Ryan.

__ADS_1


Ryan yang melihat sahabatnya itu agak sedikit marah hanya bisa tertawa kecil saja.


Karena baru pertama kali ia melihat ekspresi wajah pada Raka yang seperti itu dan itu membuat Ryan menjadi ingin tertawa.


"Malah tertawa!" Ucap Raka.


"Kamu lucu, kamu itu marah karena aku telat datang apa karena khawatir sih!" Sahut Ryan yang sambil mengangkat alis khas candanya.


Sempat termenung sejenak lalu Raka pun tertawa.


"Asem kamu yah!" Ucap Raka yang sambil tertawa itu.


Dan akhirnya mereka pun tertawa bersama.


Jam 07.00 malam,


Raka yang baru tiba di rumahnya langsung masuk kedalam kamarnya dan kemudian mandi.


Setelah itu ia keluar kembali dari dalam kamarnya dan menuruni anak tangga untuk menuju ruang tengah yang sudah ada Ratna sedang menonton TV.


"Ryan mana, Rat?" Tanya Raka.


"Lagi makan, Mas!" Jawab Ratna.


"Oh, kamu sendiri gak makan?" Tanya Raka kembali.


"Belum lapar!" Jawab Ratna singkat.


Lalu Raka pun menyusul Ryan yang ada di ruang makan.


Kemudian Raka duduk di meja makan tersebut bersama Ryan yang memang sedang lagi makan.


"Kamu beneran, Yan! Mau pindah dari sini?" Raka yang mulai bertanya pada Ryan yang sedang makan itu.


Sesaat Ryan menghentikan makannya lalu mengambil gelas yang berisi air dan meminumnya.


"Iya!" Jawab Ryan singkat sambil meletakkan kembali gelas yang sudah kosong tersebut dan mengambil tisu.


"Memangnya kenapa?" Tanya Ryan sambil membersihkan mulutnya.


"Boleh tahu alasan yang sebenarnya gak?" Jawab Raka sambil bertanya balik.


"Kan kemarin sudah aku jelaskan! Aku takut mengganggu kalian saja, bila kalian sudah menikah nantinya!" Jelas Ryan.


"Tapi, kalau misalkan kita tidak merasa terganggu bagaimana?" Tanya Raka kembali.


"Ehm… yah kamu rundingkan dulu lah sama Rani, jangan apa-apa itu ambil keputusan sendiri!" Saran Ryan pada Raka.


Mendengar kalimat 'Rani', Raka langsung menepuk dahinya karena teringat sesuatu.


"Kenapa?" Tanya Ryan.


"Aku lupa jemput Rani!" Sahut Raka yang langsung bergegas pergi dari ruang makan itu untuk mengambil handphone miliknya yang sedang ia charge dalam kamarnya.


🌻🏵️🌸🌺🌷🥀🌹🌼🌹🥀🌷🌺🌸🏵️🌻

__ADS_1


** Hai readers, ini karya pertama ku. Benar² yang pertama. So please kritik dan saran kalian selalu ku nanti. Jangan lupa 👍 like kalian juga ku nanti.


Terima kasih,😁🙏😁!


__ADS_2