Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 8


__ADS_3

Setelah mereka tiba di restoran siap saji itu...


Dian yang memang orangnya santai langsung memesan makanan yang lumayan cukup banyak. Tapi tidak bagi Ratna yang hanya memesan kentang goreng saja dan cola.


Raka yang melihat sikap dari Ratna tersebut menanyakan kepada Ratna.


"Apakah kamu sedang sakit, Rat...?" tanya Raka yang begitu perhatiannya kepada Ratna.


"Ahh, tidak apa-apa, Pak! saya hanya ingin makan kentang goreng saja Pak, hari ini..." jawab Ratna yang tersipu malu atas perhatian yang diberikan oleh Raka kepadanya.


"Ratna, sedang diet mungkin, Pak! hehehe" ucap Dian sambil menggoda temannya itu.


dan seperti biasanya Ratna hanya mencubit tangan Dian.


"Oh, ya sudah, kalau begitu!" jawab Raka sambil tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


Disela-sela makan itu Raka mempunyai ide untuk mengajak Dian untuk liburan bersama saat libur pekan nanti...


Dian tanpa berpikir panjang langsung menjawab "iya" dengan nada senangnya.


"Kita akan liburan kemana, yah pak?" tanya Ratna dengan wajah yang sedikit agak bingung karena tidak biasanya Raka mengajak liburan bersama selama 1 tahun terakhir ini mereka bersama.


"Kita ke pantai, yang ada di kampung saya, bagaimana?" jawab Raka sambil menjelaskan tujuannya.


"Sekalian, kita merayakan kedatangan Ryan yang akan bergabung dengan kita nantinya!" ucap Raka kembali.


"Ryan, itu siapa yah Pak?" tanya Dian dengan wajah bingung karena baru mendengar namanya.


Raka Pun menceritakan semuanya secara singkat kepada Dian, dan Dian pun mulai paham bahwa seorang Raka ternyata pernah sekolah di kampung yang bisa dikatakan kampung itu masih agak tertinggal dan dari sinilah Dian menyadari atas sikap kerendahan hati dari seorang Raka.


Setelah Raka menceritakan semuanya, lalu Raka bertanya kepada Dian...


"Oh iya, dian! tadi sebelum masuk lift kamu bilang, saya marahan sama Ratna, yah? kenapa memangnya?"


Tanya Raka kepada Dian yang sontak membuat Ratna terkejut dan batuk. yang memang saat itu Ratna sedang meminum minumannya.


"Kamu, tidak apa-apa, Rat?" tanya Raka dengan perhatiannya...


Ratna hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah memerah dan malu sambil mengambil tisu.


"Tidak apa-apa, Pak! saya, hanya bercanda saja ke Ratna, tadi itu pak!" ucap Dian kepada Raka sambil senyum-senyum bercanda gitu.


"Oh, begitu yah! yah sudah..." jawab Raka dengan tersenyum sambil izin ke toilet.

__ADS_1


setelah Raka telah pergi dari tempat duduknya menuju toilet.


"Kamu sih, 'kan sudah dibilang berkali-kali, jangan bicara sembarangan! heh!" ucap Ratna dengan nada agak kesal sedikit dan sambil mencubit Dian.


"Aduh! sakit tau! iya... iya... maaf deh..." jawab Dian dengan nada agak meledek ke Ratna.


Lalu Dian pun bertanya kepada Ratna, seperti apa Ryan itu. Dan Ratna pun menjelaskan secara singkat saja tanpa memberitahukan Dian, bahwa Ryan ini yang akan menggantikan posisi Raka nantinya.


Dan Raka pun kembali ke tempat mereka dan mengajak kembali ke kantor.


Setelah keluar dari restoran itu, Raka bilang kepada mereka ada sesuatu yang mau dibeli lalu mereka pun berpisah.


Ratna dan Dian yang kembali ke kantor sambil mengobrol...


"saya baru tau! ternyata, Pak Raka pernah di kampung, yah Rat? kamu pastinya sudah tahu,'kan?" tanya Dian.


"iya, saya memang sudah lama mengetahuinya, itupun dari Ibu Minah pembantu yang ada di rumah Pak Raka!" jawab Ratna.


"kenapa kamu, tidak pernah cerita-cerita sih, sama saya?" ucap Dian.


"untuk apa saya cerita, lagi pula kamu,'kan tidak pernah menanyakannya!" Ratna menjelaskan.


"iya juga yah! hahaha... oh iya, ngomong-ngomong, bagaimana, nanti saat pulang kerja, kita belanja dulu yuk Rat? kita beli baju, buat saat dipantai nanti!" ajakan Dian.


"iya, boleh juga! tapi lihat nanti yah? soalnya, saya belum bilang sama Pak Raka… saya izin dulu!" jawab Ratna.


Di lain sisi, Raka yang tadi berpamitan dengan Dian dan Ratna. Ternyata sedang menuju ke arah mall yang tidak jauh dari kantornya tempat di mana Ryan dan Raka bertemu.


Sesampainya di mall, Raka memasuki toko jam tangan yang ada di dalam mall tersebut.


Memang, Raka ini tidak pernah memakai jam tangan oleh sebab itu dia selalu meminta kepada Ratna untuk mengingatkan segala sesuatunya.


Tibalah di sore hari yang mana saat itu seperti biasanya Ratna mengetuk pintu kantornya Raka.


"Tok… tok..." suara pintu diketuk dan suara memanggil dari arah pintu.


"Yah, masuk!" jawab Raka dari dalam ruangan itu.


"Maaf Pak, waktunya pulang Pak!" ucap Ratna mengingatkan Raka.


"Ohh, dah waktunya pulang yah?" jawab Raka sambil melihat jam tangannya yang baru saja ia beli tadi siang.


"Saya izin pulang sama Dian, yah Pak? soalnya, ada yang mau kami beli!" ucap Ratna dengan wajah sedikit agak bingung, karena selama setahun mereka bersama baru kali ini Ratna melihat Raka memakai jam tangan.

__ADS_1


"Oh, yah sudah kalau begitu. Nanti, bila mau pulang, kabarin saya saja yah! biar nanti, saya suruh Pak Kasno(supir pribadi Raka) untuk menjemput!". jawab Raka sambil merapikan berkas-berkasnya dan bersiap-siap untuk pulang.


"Baik pak! terima kasih banyak!" jawab Ratna sambil menutup pintu perlahan dan kembali ke tempat kerjanya untuk merapikan mejanya dan bersiap-siap untuk menemui Dian.


Waktupun berlalu dan Raka pun pulang bersama supirnya….


Dilobby, Ratna yang sudah menunggu Dian sambil memainkan Hpnya. Lalu Dian pun menghampirinya...


"Maaf yah, agak lama! soalnya tanggung, tadi buat laporan buat besok!" ucap Dian dengan nafas terengah-engah...


karena Dian memang agak buru-buru jalannya takut Ratna pergi meninggalkannya.


"Iya, tidak apa-apa. Yah sudah yuk! kita langsung berangkat saja!." jawab Ratna yang penuh dengan pengertiannya dan langsung mengajak temannya itu agar cepat pergi dan mulai berbelanja.


Tibalah mereka di sebuah mall dan mulai memilih-milih pakaian untuk dipakai saat liburan nanti sambil mengobrol...


"beli baju renang gak yah? apa baju santai saja yah? bagaimana menurutmu, Rat?" tanya Dian.


"yah, terserah kamu sajalah!" jawab Ratna singkat.


"kamu sendiri gimana? kamu, mau beli baju renang, gak?" tanya Dian kembali.


"aku malu, kalau berpakaian seperti itu. Tidak terbiasa soalnya!" Ratna menjelaskan.


"kenapa harus malu? kita,'kan mau ke pantai! wajar dong, kalau memakai baju renang!" ucap Dian.


"iya sih, tapi gimana yah… saya kurang percaya diri saja gitu! kalau harus berpakaian seperti itu." Ratna menjelaskan kembali kepada Dian.


"ahh, kamu suka begitu, Rat... tenang,'kan ada aku... jadi kamu gak usah malu yah! kita beli yah!" ajakan Dian sambil merayu.


Dan akhirnya mereka membeli baju renang dan baju santai lainnya untuk dipakai saat liburan nanti.


Setelah beberapa jam mereka belanja...


"Aduh, lelahnya! kita makan dulu yuk, Rat? sebelum pulang!" ajakan Dian setelah berbelanja.


"Iya, boleh! kebetulan, saya juga sudah mulai lapar nih!" jawab Ratna sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukan jam 9 malam.


Lalu saat mereka mulai menuruni eskalator...hp Ratna pun berbunyi... setelah Ratna melihatnya ternyata itu panggilan dari nomor yang tidak ia kenali... sesaat Ratna bertanya "ini siapa yah?" dalam pikirannya. Ratna Pun mulai mengangkat panggilan tersebut...


"hallo?" Suara dari panggilan tersebut


"Iya, ini siapa yah?" Ratna menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


"Ratna, ini saya, Ryan! kamu dimana? saya disuruh Raka untuk menjemputmu!" ucap dari panggilan tersebut yang ternyata adalah Ryan.


Yang sontak membuat Ratna agak terkejut dicampur dengan rasa senang karena yang akan menjemputnya itu adalah Ryan.


__ADS_2