Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 28


__ADS_3

Lalu, Rani berkata….


"Apa Mas, benar-benar mencintai, Rani?" Tanya Rani pada Raka yang sambil berlutut di hadapannya.


Raka yang merasa tidak enak pun mencoba mengangkat tubuh Rani agar tidak seperti itu.


"Jawab pertanyaan, Rani dulu, Mas!" Ucap Rani berlanjut.


Raka yang melihat bahwa Rani ini sungguh-sungguh dengan pertanyaan dan sikapnya itu akhirnya Rakapun segera menjawabnya….


"Iya Ran! Mas, sangat mencintaimu! Sejak pertama kali, Mas, melihatmu, Mas, sudah jatuh cinta! Tapi memang saat itu…" ucapan Raka terhenti sejenak karena tidak bisa berkata-kata melihat Rani yang berlutut di hadapannya.


"Sudahlah kamu jangan begini, Ran! Ayo bangun!" Pinta Raka.


Ratna dan Ryan yang melihatnya secara langsung tidak dapat berkata ataupun berbuat sesuatu. Mereka hanya melihatnya dengan pikiran mereka masing-masing.


Rani yang masih saja enggan untuk beranjak dari posisinya itu…


"Lalu seberapa susahnya permintaan, Rani ini Mas?" Ucap Rani yang akhirnya membuat Raka terdiam dan berpikir sejenak.


Setelah beberapa saat terdiam Raka Pun akhirnya berkata…


"Baik, Ran! Maafkan, Mas, ya! Mulai sekarang, Mas, akan penuhi semua keinginan mu, apapun itu!" Jelas Raka.


Lalu Rani Pun akhirnya memeluk kekasihnya itu dengan Rasa yang sangat bahagia dalam hidupnya.


Ratna yang melihatnya sampai mengeluarkan air mata harunya….


Cukup lama, Raka dan Rani ini saling berpelukan sampai dimana mereka dikagetkan oleh ucapan Ryan.


"Ehm… ehm… belum muhrim nih! Tolong, jangan lama-lama yah!" Ucap Ryan yang mencoba mencairkan suasana.


"Apaan sih, Mas, tega kamu yah" sahut Ratna pada Ryan sambil tersenyum dan menghapus air matanya yang tlah terjatuh.


Raka dan Rani Pun tersenyum malu sampai akhirnya Rani berdiri dan ingin pamit pulang.


Lalu Rakapun ikut berdiri dan bersiap untuk mengantarkan Rani pulang.


"Tidak menginap saja, Mbak!" Tawaran Ratna pada Rani.


"Maaf yah, Rat! Bukannya Mbak, tidak mau! Tapi, besok Mbak harus bekerja! Nanti, Kakakmu ini ada ide anehnya lagi, bisa repot saya!" Jawab Rani pada Ratna dengan lembutnya sambil menggoda Raka.


"Hahahaha…." Akhirnya semuanya tertawa bahagia.


***


Di dalam mobil….


"Ran, Mas benar-benar minta maaf yah?" Pinta Raka pada Rani.


"Iya, Mas! Tidak apa-apa. Lagi pula kita belum lama mengenal hanya saling tahu saja! Mungkin kedepannya Rani akan belajar mengenal, Mas! Tapi, Mas juga harus janji yah, untuk belajar mengenal, Rani. Yah Mas!" Pinta Rani.

__ADS_1


Raka hanya tersenyum saja sambil sesekali melihat wajah Rani….


"Oh, iya Ran! Nanti kita nikahannya dirumah saya atau di rumah pamanmu?" Tanya Raka.


"Dirumah paman saya saja yah, Mas!" Jawab Rani.


"Oh, ok kalau begitu!" Ucap Raka.


'Maafkan Rani, yah Mas! Rani tidak bisa untuk mengatakan yang sejujurnya kepada, Mas! Bukan Rani tidak cinta sama Mas, justru ini buat, Mas nantinya!' ucap Rani dalam batinnya.


Kemudian mereka sampai di tempat kosannya Rani. Lalu Rani Pun langsung pamit untuk masuk Raka Pun pamit untuk pulang.


Di lain tempat….


Ratna dan Ryan yang masih di tempat mereka berkumpul tadi setelah Raka pergi untuk mengantarkan Rani pulang…


"Mereka memang pasangan yang aneh…" ucap Ryan.


"Iya!" Sahut Ratna.


Lalu mereka pun saling memandang sesaat…


"Kalau kamu, mau dimana nikahnya!" Goda Ryan pada Ratna.


"Ehm… gimana yah… aku dilamar saja belum kok! Bagaimana aku bisa memikirkan nikahnya!" Ucap Ratna menyindir Ryan.


Ryan hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum saja.


"Giliran ditanya, malah senyum-senyum saja, hah!" Gumam Ratna dengan wajah cemberutnya.


"Iya, tidak apa-apa Mas! Ratna, hanya bercanda kok! Ratna juga sama seperti, Mas! Ingin melihat Mas Raka bahagia dulu!


Walaupun orangnya seperti itu, tapi sekarang, dia sudah Ratna anggap sebagai kakak Ratna sendiri walaupun itu tidak sebanding dengan pengorbanannya.


Tapi mungkin, hanya itu yang bisa Ratna berikan padanya, Mas!" Jelas Ratna.


"Iya, terima kasih yah, Rat! Kamu mau mengerti!" Ucap Ryan dengan penuh perhatiannya pada Ratna.


"Ya sudah yuk, kita masuk! Kita tunggu Raka, didalam saja!" Ajak Ryan.


Lalu mereka pun meninggalkan tempat itu. Dan mulai memasuki rumah sambil menunggu Raka pulang.


***


Di lain tempat yang keadaannya sunyi dan sepi….


"Jangan Mas… jangan!" ucap Dian yang merintih kesakitan.


"Tahan yah, sebentar saja!" Sahut seorang pria.


"Aarrgghh…" suara Dian yang mendesah.

__ADS_1


***


Kembali kedalam rumah Raka….


Ratna dan Ryan yang sedang asik menonton televisi itu akhirnya mendengar Raka pulang.


"Masih belum tidur, kalian?" Tanya Raka pada kedua sahabatnya itu.


"Nunggu kamu, Mas!" Ucap Ratna dengan santainya.


Lalu Rakapun segera duduk di sofa bergabung dengan kedua sahabatnya itu.


"Gimana jadinya?" Tanya Ryan pada Raka.


"Yah… gak gimana-gimana juga! Lakukan sajalah! Lagi pula itu bukan sesuatu yang berat,'kan!" Jawab Raka.


"Iya, saya tahu! Lalu bagaimana dengan inginmu?" Tanya Ryan kembali.


Sesaat Raka menghirup nafas beratnya lalu menghembuskannya…


"Aku sudah memutuskannya! Keinginanku yah menikah dengannya, jadi tanpa ada apapun yang penting bisa menikah dengannya… kenapa tidak!" Jelas Raka.


"Ya sudah, Mas! Ratna akan selalu mendukung apapun keputusan, Mas! Lalu, sekarang apa yang harus kita lakukan!" Ucap Ratna.


Lalu Rakapun berdiri dari sofanya dan menggeliatkan badannya…


"Sekarang, lebih baik kita tidur saja!" Ucap Raka dengan nada becandanya.


Lalu meraih tangan Ryan dan menariknya agar mau mengikutinya.


"Hey… hey… pelan-pelan! Sakit tau! Lagian kamu yang ngantuk kenapa ajak-ajak aku sih!" Ucap Ryan pada Raka sambil berdiri terpaksa karena tangannya yang ditarik untuk bangun oleh Raka.


"Ini sudah malam! Ayo kita tidur! Kalau kalian saya tinggalkan berdua nanti bisa ada apa-apa! Ingat, sekarang Ratna itu adik saya, jangan sampe macam-macam yah!" Ucap Raka sambil berjalan menarik Ryan untuk menaiki anak tangga.


Ratna yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu hanya tertawa saja….


"Iya… iya…" gumam Ryan pada Raka sambil mencoba melepaskan tangannya dari Raka.


Namun tiba-tiba Raka berhenti melangkahkan kakinya… dan berbalik melihat ke arah Ratna.


"Oh, iya Rat! Mulai besok, tolong kamu sering chat yah sama Rani! Siapa tau dia membutuhkan sesuatu, tolong kamu siapkan yah!" Pinta Raka.


"Siap! Kakanda!" Jawab Ratna menggoda Raka.


"Makasih yah!" Sahut Raka sambil tersenyum bahagia dan melanjutkan kembali langkahnya menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


Ryan Pun mengikutinya dari belakang sampai mereka masuk kedalam kamarnya masing-masing. Ratna Pun mulai mematikan televisi dan segera berdiri dan berjalan menuju kamarnya juga untuk beristirahat.


***


Di Lain tempat di dalam kamarnya Rani….

__ADS_1


Rani yang sedang merenung sambil melihat sebuah kertas laporan tak kuasa menahan air matanya yang perlahan keluar dan membasahi kulit pipinya yang halus itu.


Yah itu adalah laporan kesehatan Rani yang selalu ia sembunyikan dari Raka ataupun keluarganya sendiri.


__ADS_2