Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 30


__ADS_3

Pagi harinya....


Ratna yang terbangun lalu melihat jam di atas nakasnya yang menunjukkan jam 06.30 pagi kemudian membalikan badannya untuk melihat kearah Rani yang semalam tidur disampingnya.


Namun setelah Ratna membalikkan tubuhnya ternyata Rani sudah tidak ada disampingnya. Ratna yang sedikit terkejut pun langsung bangun dan berdiri dari tempat tidurnya kemudian bergegas keluar kamar.


Setelah Ratna keluar kamar pandangannya segera ia arahkan ke lantai 2 tepat di pintu kamar Raka. Walaupun hanya terlihat sedikit namun Ratna memperhatikannya secara seksama.


Dirasa pintu kamarnya Raka masih tertutup rapat, akhirnya Ratna berniat untuk memastikannya. Ratna perlahan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya Raka.


Setelah Ratna berada tepat di depan pintu kamarnya Raka. Ratna tidak langsung mengetuknya atau bersuara sedikit pun. Ratna berusaha pelan-pelan menempelkan telinganya ke pintu kamar Raka tersebut bertujuan untuk mendengarkan sesuatu.


Ratna khawatir bila mengetuk atau langsung masuk akan mengganggu Raka dan Rani yang sedang berada di dalam pikir-nya begitu.


Namun di Rasa tidak mendengarkan apapun Rani perlahan mengetuk pintu tersebut setelah beberapa kali mencoba namun tak kunjung ada jawaban. Akhirnya Rani memutuskan untuk membuka pintu kamar Raka tersebut dengan perlahan.


Lalu kemudian Ratna melihat ke dalam kamar itu yang ternyata hanya ada Raka seorang yang masih tertidur pulas.


Kemudian Ratna perlahan masuk dan menghampiri Raka....


"Mas... bangung, Mas!" ucap Ratna sambil menggoyangkan badannya Raka.


Tak lama kemudian Raka pun terbangun dari tidurnya lalu langsung menarik tangannya Ratna sampai Ratna terjatuh di pelukan Raka.


Raka yang tidak sadar itu terus memeluk erat tubuh Ratna sambil menciumi kepala bagian atas Ratna.


Sampai akhirnya Ratna mencoba meronta dan berkata….


"Mas! Ini Ratna!" Ucap Ratna yang sedikit berteriak itu.


Raka yang akhirnya tersadar pun melepaskan pelukannya lalu bangun dari tidurnya dan langsung memposisikan duduknya yang masih di atas ranjangnya tersebut.


"Eh, maaf Rat! Mas, kira tadi, Rani!" Jelas Raka gelagapan.


"Iya! Ratna tahu, Mas!" Sahut Ratna yang langsung berdiri setelah pelukan dari Raka terlepas lalu mundur beberapa langkah dari ranjangnya Raka.


"Ya, sudah yah, Mas! Ratna mau mandi dulu! Mas, juga bangun yah mandi!" Ucap Ratna lalu beranjak pergi.


"Eh, tunggu, Rat! Rani, kemana?" Tanya Raka.


"Tidak tahu, Mas! Ratna bangun, Mbak Rani, sudah tidak ada dikamar Ratna!" Jawab Ratna.


"Oh, yah sudah kalau begitu" ucap Raka dengan wajah yang tampak memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Lalu Ratna Pun keluar dari kamarnya Raka namun saat ingin menutup pintu kembali...


"Rat!" Panggil Raka.


Ratna yang mendengarnya pun berhenti saat ingin menutup pintu lalu melihat lagi ke dalam kamarnya Raka…


"Sekali lagi, maaf yah!" Ucap Raka dengan perasaan yang sungguh sangat menyesal.


Ratna hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lalu melanjutkan kembali menutup pintu kamarnya Raka. Kemudian menuju kamarnya untuk mandi dan berganti baju untuk pergi bekerja.


30 menit kemudian.


Raka yang sudah siap pergi bekerja pun keluar dari kamarnya lalu saat ingin menuruni tangga untuk menuju ruang makan. Raka berpapasan dengan Ibu Minah yang sedang membawa nampan yang berisikan mangkuk dan gelas-gelas kosong itu.


"Siapa yang makan diluar, Bu?" Tanya Raka pada Ibu Minah


"Bekas, Nak Ryan dan Non Rani semalam, Tuan!" Jawab Ibu Minah sambil mendahului Raka yang akan menuruni anak tangga tersebut.


'Ryan dan Rani' batin Raka.


Lalu setelah sampai di ruang makan seperti biasa Ryan membaca koran sambil menikmati kopi paginya. Dan Ratna yang masih memakan sarapannya.


"Rani kemana, yan?" Tanya Raka pada Ryan.


"Kok, kamu gak anterin dia?" Tanya Raka dengan sedikit agak curiga.


"Tahu saja enggak! Gimana mau nganterin!" Jawab Ryan santai.


"Udah, Mas! Sarapan saja dulu!" Pinta Ratna.


Lalu Raka pun mengiyakan Rani, lalu seperti biasanya mereka bertiga berangkat bersama namun Raka tetap sendiri membawa mobilnya. Sedangkan Ryan dan Ratna satu mobil dengan supirnya Raka yang dulu.


Setelah sampai di kantor seperti biasanya mereka melakukan tugasnya masing-masing sampai jam istirahat tiba seperti biasa Ryan mengajaknya untuk makan siang bersama. Namun ditolaknya karena alasan Raka ingin sendiri dulu.


Ryan yang merasa tidak ada masalah itu lalu kembali lagi keluar dan mengajak Ratna. Mereka berdua menuruni lift dan berjalan ke arah lobby hendak keluar gedung perkantoran itu.


Namun setelah mereka keluar dari gedung perkantoran itu dan ingin berjalan ke arah keluar area gedung perkantoran itu Ratna melihat dari kejauhan, Dian yang sedang ngobrol dengan seorang pria berbadan tegap dan berkepala plontos.


Terlihat oleh Ratna tampaknya mereka sedang debat di pinggir jalan. Ryan yang masih belum mengetahui apa yang dilihat oleh Ratna karena sibuk dengan handphone nya pun akhirnya diberi tahu oleh Ratna.


"Mas, Mas! Itu, Dian 'kan, yah?" Ucap Ratna sambil menunjuk ke arah Dian yang sedang bersama seorang pria.


Ryan Pun yang telah diberitahu akhirnya melihat kearah yang telah ditunjukkan oleh Ratna.

__ADS_1


"Sepertinya begitu deh!" Sahut Ryan.


"Mau kita dekatin?" Ajak Ryan pada Ratna.


"Jangan dulu, Mas! Sepertinya mereka sedang bertengkar!" Jelas Ratna.


Lalu mereka pun hanya memperhatikan saja dari jauh.


Dilain sisi Raka yang keluar dari lift seorang diri sedang berjalan di area basement untuk menuju mobilnya. Lalu kemudian berjalan keluar dan melewati Ryan dan Ratna tanpa ia sadari.


"Mau kemana tuh orang!" Ucap Ryan yang melihat mobil Raka melintas tepat di depannya dan Ratna.


"Siapa, Mas?" Tanya Ratna yang tidak menyadarinya.


"Kakakmu! Dia bilang tadi ingin sendiri. Itu buktinya dia pergi!" Gerutu Ryan


"Palingan juga mau ketemu, Mbak Rani!" Ucap Rani singkat.


Setelah beberapa saat… Pria yang tadi bersama Dian pun pergi memasuki mobil yang tidak jauh posisinya saat mereka bertengkar tadi. Dan Dian pun langsung berjalan menuju sebuah cafe.


Ratna yang melihat itu akhirnya menarik tangan Ryan untuk segera mengikuti Dian.


Di Dalam cafe….


Ratna yang baru saja masuk kedalam bersama Ryan, langsung memutarkan matanya ke setiap sudut ruangan itu. Dan akhirnya Ryan menepuk bahu Ratna sambil menunjuk ke arah Dian berada.


Lalu Ratna pun menghampiri Dian yang sedang duduk sendiri dengan raut wajah yang tampaknya sedang kalut.


"Hey…." Sapa Ratna pada Dian.


Dian lalu melihat Ratna dan coba untuk tersenyum.


"Duduk, Rat!" Dian menyuruh Ratna dengan senyuman yang terpaksa.


"Mas Ryan dan Mas Raka, kemana?" Tanya Dian pada Ratna setelah Ratna duduk.


"Mas Raka saya tidak tahu! Kalau, Mas Ryan, itu lagi memesan minuman!" Jelas Ratna sambil menunjuk ke arah Ryan berada.


Tak lama berselang Ryan pun datang dengan membawa 3 minuman ice coffee.


"Nih, Mas pesanin ini yah! Soalnya, Mas tidak tahu kesukaan kamu! Tapi kalau kamu mau pesan yang lainnya, pesan saja yah! Mas, yang bayarin tenang aja!" jelas Ryan sambil menyuguhkan minuman yang ia bawa pada Ratna dan juga Dian.


Namun tidak seperti Dian yang pada biasanya, dia hanya tersenyum saja lalu mulai meminum minuman yang disuguhkan oleh Ryan itu.

__ADS_1


Ratna dan Ryan pun saling menatap atas tingkahnya Dian kali ini yang tidak biasanya. Karena kalau Dian yang biasanya dia akan langsung memesan makanan atau minuman yang ia sukai bila mendengar kalimat 'bayarin' Namun hari ini berbeda sekali.


__ADS_2