
Tibalah Raka di restoran tempat biasa dia menilai semua wanita yang akan ia kencani nantinya...
Seperti yang sudah-sudah saat Raka ingin masuk kedalam restoran tersebut selalu ada yang membukakan pintu untuknya.
Dan baru kali ini dia mendapatkan senyuman yang lebar dari semua pelayan yang ada di restoran tersebut.
Berarti, itu menandakan bahwa wanita ini sangat cocok sekali untuk Raka. Bahkan ada salah satu dari pelayan restoran itu memberikan 2 jempol untuk seorang Rani ini.
Raka yang melihatnya hanya tersenyum puas saja dan sambil berjalan perlahan menuju kearah Rani yang sedang duduk dengan tenangnya.
Rani yang tidak mengetahui bahwa Raka yang telah ia tunggu sejak 2 jam yang lalu pun akhirnya datang juga dan sedikit mengejutkannya.
"Selamat malam! maaf yah, sudah membuatmu menunggu!" ucap Raka dengan sopannya sambil tersenyum manis kepada Rani.
"Eh, Mas! Iya, tidak apa-apa, Mas!" jawab Rani dengan malu-malu sambil tersenyum manis juga kepada Raka.
Melihat senyuman dari Rani, Raka mulai agak grogi. Tapi, dia berusaha agar tetap seperti biasa. Walaupun wajahnya tidak bisa mengingkarinya.
Para pelayan restoran tersebut itu pun sempat terasa aneh atas sikapnya Raka yang seperti kaku setelah melihat senyuman dari Rani.
"Eee, kamu mau makan apa? apa minum saja? katakan saja yah?" ucap Raka yang berusaha agar sikapnya biasa saja tetapi akhirnya tidak bisa.
Rani yang melihatnya hanya tersenyum saja...
"Eee… kenapa kamu hanya senyum saja! Maaf, ada yang salah yah? Ohh iya, aku beneran minta maaf, yah! Karena, datang terlambat sumpah!" ucap Raka yang mulai tambah groginya.
"Hihihi... Iya, Mas! Iya... Tidak apa-apa, Mas, 'kan Rani sudah bilang! Rani percaya kok, sama Mas!" jawab Rani sambil tertawa sedikit atas tingkahnya Raka.
"Terus, kenapa kamu tertawa saja? saya kan, jadi malu Ran!" ucap Raka sambil memegang kepalanya.
"Tidak apa-apa, Mas! Rani hanya senang saja, melihat Mas dari dekat!" jawab Rani sambil memandang wajah Raka yang mulai memerah.
Raka yang di pandangi secara langsung oleh Rani itu malah menjadi-jadi groginya...
"Aduh… kamu bisa saja, Ran..." ucap Raka sambil mencoba mengalihkan pandangannya selain kearah wajah Rani.
Karena Raka sudah tidak sanggup lagi untuk memandang wajahnya Rani lebih lama lagi.
"Kenapa Mas, tidak mau melihat kearah Rani? Mas tidak suka yah, sama Rani!" ucap Rani dengan nada lembutnya.
"Eee… maaf Ran! bukan begitu, maksud Mas! Hanya saja, Mas mau..." jawab Ryan terhenti sambil mengambil sesuatu di dalam saku bajunya.
"Mau apa, Mas?" tanya Rani penasaran.
Lalu seketika itu juga Raka mengeluarkan kotak kecil dari sakunya yang diberikan kepada Rani sambil berkata...
__ADS_1
"Apa kamu mau, menikah dengan aku, Ran!" ucap Raka yang menguatkan hatinya untuk langsung melamar Rani.
Rani yang melihat itu pun langsung terkejut seakan tak percaya atas apa yang baru saja terjadi.
Rani diam sambil tersenyum haru melihat kearah Raka yang saat itu Raka menundukkan kepalanya.
Sesaat suasana mendadak hening...
"Bagaimana, Ran! Tapi maaf yah sebelumnya, kalau saya mendadak seperti ini!" ucap Raka perlahan-lahan sambil mulai mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Rani.
Seketika itu Raka terkejut saat melihat Rani tersenyum sembari menangis dan menganggukkan kepalanya secara perlahan menandakan kalau dia setuju.
Sontak Restoran itu pun jadi Ramai saat para pelayan restoran itu mengatakan...
"hooorrrreeee..." Secara bersamaan dan bertepuk tangan.
karena semua pelayan restoran tersebut memang sejak tadi memperhatikan mereka.
Dan ada beberapa pelanggan yang sedang makan di restoran tersebut pun sedikit terkejut atas apa yang baru saja terjadi.
Dan kejadian itu pun mengejutkan Rani dan Raka karena mereka tidak sadar bahwa mereka berdua diperhatikan.
Terutama Raka yang sedikit malu atas tingkahnya yang grogi itu.
Tapi Akhirnya mereka sangat senang sekali dan Raka yang memang telah lega setelah mengatakan semuanya itu.
"Sebelumnya saya minta maaf, bila membuat keributan disini! Sebagai gantinya, saya akan mentraktir semuanya malam ini! Silahkan, pesan yang kalian mau! Terima kasih sebelumnya." ucap Raka dengan sopannya kepada seluruh orang yang ada di dalam restoran tersebut.
Ucapan dari Raka Pun akhirnya disambut gembira oleh semua orang yang ada di dalam restoran tersebut.
Rani yang melihatnya pun semakin kagum dengan kerendahan hatinya Raka.
Lalu mereka pun ngobrol-ngobrol sejenak. Tak lama Mereka Pun izin pamit dari restoran tersebut sambil memegang erat tangannya Rani.
Saat berada dalam mobil Raka mengajak Rani untuk mau mampir sebentar ke rumahnya dan Rani pun mengiyakan.
Lalu, Mereka Pun dengan senang hati melajukan mobilnya.
Beberapa menit kemudian, Raka dan Rani Pun tiba dirumah…
Rani yang melihat Rumahnya Raka Pun sedikit agak malu karena begitu besarnya…
Akan tetapi, Raka yang memang sejatinya lelaki yang penuh dengan rasa perhatiannya, mencoba menenangkannya dengan memegang tangan Rani sambil berkata...
"Maaf yah… mungkin kamu nantinya akan kelelahan saat membersihkannya..." ucap Raka yang penuh rasa perhatiannya.
__ADS_1
Rani yang mengerti akan maksud Raka Pun hanya bisa tersenyum bahagia saja.
Lalu mereka pun turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah.
Di ruang tengah…
Kebetulan masih ada Ratna dan Ryan yang memang sengaja menunggu Raka untuk mengetahui hasilnya seperti apa.
"Rat… Yan..." ucap Raka memanggil kedua sahabatnya itu.
Ratna dan Ryan Pun langsung cepat menoleh saat mengetahui Raka sudah pulang.
Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Tangan Raka sedang memegang tangan Rani begitu eratnya.
Dan mereka pun bergegas menghampiri mereka berdua...
"Akhirnya..." ucap Ryan sambil memeluk sahabatnya itu.
"Ini pasti, Ratna yah!" ucap Rani sambil menunjuk ke arah Ratna.
"Iya Mbak!" jawab Ratna sambil memeluk tubuh Rani.
"Ayolah, kita ke atas! Ngobrolnya biar asik!" ajakan Raka pada semuanya.
"Keatas mana?" tanya Rani.
"Tenang saja, Mbak! Itu tempat favoritnya Mas Raka!" ucap Ratna.
"Oh iya! Mbak, mau minum apa? Biar Ratna, yang buatkan!" Ratna menawarkan minuman pada Rani.
"Tidak usah repot-repot! barengan sama saya saja, buatnya yuk!" ajakan Rani dengan kerendahan dirinya.
Ratna yang bingung pun Sedikit melihat ke arah Raka.
"Iya, tidak apa-apa! ajak saja, Rat!" ucap Raka yang mengerti akan kebingungannya Ratna.
"Emang, apa-apa harus izin dulu yah, sama Mas Raka…." ucap Rani menyindir sambil melihat ke arah Raka.
Raka hanya tersenyum saja dengan sindiran dari Rani itu.
"Bukan begitu, Mbak! saya enggak enak saja, masa tamu menyiapkan sendiri!" ucap Ratna dengan sopannya.
"Ahh... nanti jangan begitu lagi yah! Saya ingin sekali, menjadi bagian dari kalian juga yah!" jawab Rani penuh dengan kerendahan hatinya.
Melihat itu Rakapun hanya bisa tersenyum bahagia saja…
__ADS_1
Dan akhirnya mereka berlalu…
Raka dan Ryan pergi dahulu ke balkon sedangkan Ratna dan Rani pergi ke dapur untuk mempersiapkan minum dan makanan ringan untuk mereka nantinya saat mengobrol bersama.