Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 12


__ADS_3

Akhirnya Ryan Pun sampai ditempat dimana Rani tinggal dan Ryan Pun langsung berpamitan kepada Rani.


Setelah tiba dirumah, Ryan langsung dikejutkan oleh Raka dan Ratna yang sedang asik tertawa bersama menonton film komedi.


Lalu Ratna yang menyadari kedatangan Ryan langsung menyapanya.


"Ehh, Mas Ryan! sudah pulang yah, Mas! sini, nonton sama-sama! lucu banget ini filmnya" ucap Ratna sambil tertawa.


Ryan yang terkejut itupun hanya membalasnya dengan senyuman.


"Ayo, sini yan!" ucap Raka.


"Iya, nanti saja! saya mau mandi dulu! tidak enak nih badan, sudah lengket!" jawab Ryan yang kemudian berlalu melewati mereka berdua sambil melirik sedikit ke arah Ratna yang terlihat begitu sangat berbeda hari ini.


Lalu Ryan Pun berjalan ke arah kamarnya.


Setelah masuk kamar, wajah Ryan terlihat agak kacau. Lalu dia pun memutuskan untuk langsung mandi.


Seusai mandi, Ryan tidak keluar dari kamarnya. Dia malah langsung rebahan dikasurnya, sambil memikirkan Ratna yang terlihat berbeda sekali hari ini.


Lalu, lamunan Ryan Pun dikejutkan oleh suara pintu kamarnya yang diketuk dan terdengar suara Ratna yang memanggilnya.


Ryan Pun akhirnya membukakan pintu kamarnya dan menemui Ratna.


"Ada apa, yah Rat?" Ryan bertanya pada Ratna.


"Maaf, Mas dipanggil! sama Mas Raka, di balkon!" jawab Ratna lalu berjalan ke arah balkon.


Lalu Ryan Pun mengikuti Ratna berjalan di belakangnya dengan perasaan bersalah karena setelah mandi dia malah berdiam diri saja dikamar sambil memikirkan sesuatu yang tak masuk akal.


Setelah sampai di balkon. Ryan langsung menghampiri Raka yang sedang berdiri sambil menatap ke arah danau.


"ada apa, Ka?" tanya Ryan pada Raka.


"bagaimana kerjaanmu? apa sudah selesai? bukannya besok, hari terakhir kamu bekerja'kan?" Raka menanyakan balik ke Ryan.


"iya, besok hari terakhir ku bekerja, ada apa memangnya?" Ryan menjelaskan pada Raka.


"bagaimana kalau kita, berangkat sore saja! setelah pulang kantor! kita menginap saja dahulu di rumahku.


Kebetulan, aku sudah lama'kan, tidak pulang. Jadi, sekalian ingin melihat keadaannya! Raka mengatakan idenya pada Ryan.


"yah, terserah kamu sajalah! saya mengikuti saja!" jawab Ryan.


"ok, deal yah, kalau begitu!" ucap Raka.


Setelah obrolan itu Ryan Pun izin pamit untuk tidur lebih awal... Dengan alasan kelelahan.


Raka yang saat itu melihat ada yang aneh dengan sahabatnya itu karena tidak seperti biasanya dia beralesan dengan kelelahan.


Berusaha untuk berpikir positif karena ini adalah hari dimana ia terakhir mengirimkan paket mungkin memang dia kelelahan. Itu yang dipikirkan oleh Raka.


Begitupun dengan Ratna yang melihat ada yang aneh pada Ryan ini pun berusaha untuk berpikir positif walaupun dalam hatinya dia agak khawatir.


Setelah Ryan meninggalkan Raka dan Ratna berdua ditempat itu.

__ADS_1


Raka langsung mengeluarkan Handphone dari kantong celananya lalu menyetelkan sebuah lagu yang sangat romantis kemudian meletakkannya di meja.


Lalu melihat ke Arah Ratna dan mengulurkan tangannya, tanda mengajaknya untuk berdansa.


Ratna yang tersenyum pun akhirnya mengiyakan ajakan dari Raka.


Lalu mereka pun mulai berdansa.


"Terima kasih banyak, yah Rat! kamu telah memenuhi keinginan saya!" ucap Raka sambil berdansa dengan Ratna.


"Sama-sama, Mas! Ratna juga terima kasih atas perhatian, Mas ke Ratna!" jawab Ratna sambil menyandarkan kepalanya ke dada Raka.


Disatu sisi, Ryan yang telah kembali kedalam Kamarnya dan sedang tiduran di kasurnya, merasa gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya.


Akhirnya dia pun kembali berdiri dan ingin meminum sesuatu yang hangat.


Ryan Pun akhirnya berjalan keluar kamar lagi dan saat ingin menuruni tangga dia terdengar sayup-sayup suara lagu dari arah balkon tempat dimana Ratna dan Raka berduaan.


Ryan Pun akhirnya mencoba mendekati tempat itu secara perlahan.


Dan saat sampai, dia melihat Raka dan Ratna sedang berdansa begitu mesranya.


Membuat hatinya sakit kembali.


Akhirnya Ryan Pun meninggalkan tempat itu dan langsung menuruni tangga dan menuju ke dapur.


Setelah beberapa lama.


"Ini sudah malam! kita istirahat yuk? besok'kan, kita mau perjalanan jauh!" ucap Raka dengan lembut sambil menatap mata Ratna.


Ratna hanya membalasnya dengan menganggukan kepalanya sambil tersipu malu.


"Sekali lagi, terima kasih banyak, yah Rat! telah menemani saya, kamu istirahat yah!" ucap Raka yang begitu perhatiannya ke Ratna.


"Sama-sama, Mas!" jawab Ratna dengan senyum manisnya.


Lalu mereka pun berpisah menuju kamarnya masing-masing.


Sesaat Ratna ingin memasuki kamarnya, ia merasa haus dan ingin minum. Akhirnya Ratna Pun menuju ke arah dapur.


Saat Ratna sampai didapur, ia dikejutkan oleh Ryan yang sedang berdiri di dekat lemari es sambil memegang secangkir teh hangat.


"Aduh! Mas Ryan... bikin kaget Ratna saja sih, Mas!" ucap Ratna.


Ryan hanya terdiam saja sambil menunduk.


Ratna Pun mencoba mendekati Ryan.


"Mas lagi sakit?" tanya Ratna dengan wajah yang khawatir sambil mengulurkan tangannya ingin menyentuh dahi Ryan.


Lalu tanpa disangka, Ryan menepisnya kemudian berjalan melewati Ratna dan meninggalkannya.


Ratna yang terkejut atas sikap Ryan itu hanya bisa terdiam dan berpikir.


"apa lagi masalah yang terjadi? baru juga selesai satu, malah ada lagi!"

__ADS_1


itulah yang dipikirkan oleh Ratna.


Tetapi Ratna mencoba untuk berpikir positif lagi bahwa Ryan ini sedang kelelahan. Dia mungkin tidak ingin diganggu dulu pikiran positif Ratna.


Lalu Ratna Pun minum dan kembali ke kamarnya dan tertidur.


Keesokan paginya seperti hari-hari biasanya Ratna membangunkan Raka.


Hanya saja kali ini Ratna tidak mengetuk pintu kamar Raka seperti biasanya.


Dia sudah mulai berani untuk langsung masuk ke kamarnya Raka.


"Mas… sudah pagi, ayo bangun!" Ucap Ratna sambil menggoyang-goyangkan badan Raka.


"Mmmhhh... dah pagi yah? hhoooaamm..." Raka mulai membuka'kan matanya sambil menggeliatkan badannya.


"Iya, Mas! sudah pagi. Ayo, cepat mandi sana!" Jawab Ratna sambil membukakan gorden kamar, lalu berjalan keluar kamar.


"Gak mau mandi bareng sama saya, Rat?" ucap Raka sambil menggoda kemudian duduk dan melihat Ratna sambil tersenyum.


"Mmmhhh… enggak lah..." jawab Ratna dengan nada meledek ke Raka sambil menutup pintu kamar.


Lalu setelah beberapa saat kemudian Raka yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi itu keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke meja makan. Disana sudah ada Ratna yang sedang sarapan sendirian.


"Nah… gitu dong, pakaiannya! baru, Ratna yang saya kenal! " ucap Raka sambil tersenyum meledek ke Ratna.


Ratna hanya tersenyum tersipu malu saja.


Lalu mereka pun selesai sarapan dan berangkat ke kantor.


Setelah tiba di kantor mereka pun melakukan aktivitas seperti biasanya sampai dimana Ryan menelpon Raka...


"Ka! saya sudah selesai dengan pekerjaan saya, dan saya pun sudah pamitan sama semuanya! saya pulang duluan yah, ke rumah? kira-kira, ada yang perlu kita beli tidak? untuk liburan nanti! ucap Ryan.


"ohh baguslah, kalau begitu! masalah apa yang harus kita beli, sepertinya tidak ada. Nanti kalau butuh sesuatu, gampanglah tinggal beli disana saja! jawab Raka.


"oh, ya sudah kalau begitu! saya pulang duluan yah?" pinta Ryan.


"ok." jawab Raka.


Setelah panggilan terputus, Tiba-tiba keluarlah sebuah ide dari Raka. Bertepatan dengan masuknya Ratna keruangannya.


"Rat, kamu bilangin sama Dian! nanti saat makan siang kita langsung pulang kerumah dia dahulu! untuk mengambil pakaian ganti, buat dipantai nanti yah?" ucap Raka yang membuat Ratna terkejut.


"Memangnya, mau pergi jam berapa, Mas?" tanya Ratna dengan wajah bingung.


"Siang ini, kita berangkat! makan siang kita, dijalan sajalah..." jawab Ryan dengan expresi wajah yang senang.


"Tapi Mas, nanti'kan kita ada janji sama klien?" ucap Ratna mengingatkan ke Ryan.


"Cancel saja itu! nanti saja kita urus setelah liburan. Biarkan Ryan yang nanti menemuinya!" jawab Raka dengan santainya.


Ratna yang mendengarkan ucapan Raka itu hanya bisa tersenyum-senyum saja sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Karena mengingat kembali perkataan Ryan tentang Raka.

__ADS_1


Ternyata perlahan-lahan mulai terbukti semuanya.


Begitu halnya dengan Dian yang terkejut tetapi senang setelah diberitahukan oleh Ratna.


__ADS_2