Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 31


__ADS_3

Di toko bunga….


Rani yang masih sibuk dengan pekerjaannya karena ada pesanan yang cukup banyak untuk diselesaikan hari ini jadinya Rani terpaksa masuk karena disuruh oleh atasannya. Yang seharusnya hari ini jadwal Rani untuk libur.


Sedang sibuk-sibuknya Rani membereskan pesanan itu, terdengar suara lonceng di pintu yang bertanda ada seseorang yang masuk ke tokonya.


Rani yang sedang sibuk pun hanya menyuruh temannya saja untuk melayani seseorang yang datang itu. Lalu temannya Rani pun bergegas untuk keluar dari ruangan itu yang cukup sedikit jauh dari ruang depan.


Namun tak lama kemudian temannya itu kembali lagi….


"Mbak, itu ada yang nyariin!" Seru temannya Rani.


"Siapa?" Tanya Rani.


Temannya Rani hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya lalu meneruskan pekerjaannya kembali. Lalu Rani pun keluar dari ruangan tersebut dan berjalan perlahan menuju ruang depan.


Setelah Rani menemui orang yang mencarinya Rani pun tersenyum karena itu adalah Raka yang datang ke tokonya.


"Oh, jadi mau membalas nih, ceritanya! Datang gak bilang-bilang!" Ucap Rani sambil tersenyum menggoda Raka.


Raka hanya bisa tersenyum saja sambil memegang kepalanya.


"Ada apa, Mas?" Tanya Rani kemudian.


"Kita makan siang yuk!" Ajakan Raka.


"Maaf, Mas! Rani, hari ini sibuk banget… Bagaimana, kalau nanti malam saja, Rani main lagi ke rumah, Mas?" Jelas Rani.


"Oh, ya sudah kalau begitu! Mas, pergi lagi yah!" Ucap Raka sambil membalikkan badannya ingin keluar dari toko tersebut.


"Tring…" lonceng pada pintu toko…


"Mas!" Panggil Rani sesaat Raka membuka pintu.


"Maaf!" Ucap Rani kembali sambil menganggukkan kepalanya.


Raka yang menoleh pun hanya tersenyum saja lalu pergi keluar toko bunga tersebut dan berjalan menuju mobilnya lalu pergi dari tempat itu.


Rani yang melihat nya tampak memikirkan sesuatu kemudian pergi dari ruangan itu lalu kembali lagi ke tempat temannya berada dan melanjutkan pekerjaannya.


"Itu tadi siapa, Mbak?" Tanya temannya Rani.

__ADS_1


"Itu tadi, Mas Raka!" Jawab Rani.


"Pacar, Mbak?" Tanya temannya Rani kembali.


Rani hanya menjawab dengan senyum manisnya saja.


Dan temannya Rani pun paham dan ikut tersenyum lalu mereka kembali lagi fokus pada pekerjaannya.


Di cafe….


Ryan dan Ratna yang sedang bersama dengan Dian cukup terkejut tapi mereka senang setelah mendengarkan cerita dari Dian itu.


Dian akhirnya menceritakan semuanya pada Ratna Dan juga Ryan tentang siapa pria yang tadi bersamanya. Dian bercerita pria itu bernama Bobby yang sekarang menjadi pacarnya.


Dian dan Bobby memang belum lama pacaran tepatnya saat setelah mengetahui Raka memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya pada Rani.


Dian merasa jengkel saja pada Ratna yang sudah mempunyai pasangan dan kemudian Raka yang sudah mulai berani untuk mengatakan cintanya. Sedangkan dia masih sendiri.


Karena itulah dia meminta izin untuk tidak masuk kerja dengan alasan masalah keluarga. Niatnya Dian hanya satu atau dua hari saja izinnya tapi karena suatu hal akhirnya dia libur bekerja hampir dua minggu itu.


"Pantesan kamu hilang! Ternyata sedang jatuh cinta yah!" Ucap Ryan pada Dian.


"Iya, maafin Dian, yah Mas!" Sahut Dian setelah bercerita semuanya itu.


"Soal maaf, itu gampang! Tapi kamu sudah berbohong pada kami. Jadinya…." ucap Ryan.


"Mas!" Ratna yang menghentikan ucapan Ryan itu lalu memberikan kode pada Ryan agar tidak terlalu menekan Dian untuk saat ini.


Ryan yang paham dengan maksud dari Ratna pun akhirnya menyadari kalau dirinya itu telah salah lalu…


"Yah sudah tidak apa-apa! Lalu kenapa kamu bersedih? Bukannya kamu lagi jatuh cinta?" Tanya Ryan kembali yang mencoba agar suasana lebih nyaman.


Namun Dian tak menjawabnya, ia hanya menunduk melihat ke arah minumannya sambil mengaduk-ngaduk minuman tersebut dengan sedotannya.


Ratna yang paham dengan kondisi Dian saat ini karena sesama wanita memberikan Dian waktu untuk berpikir dan mengajak Ryan untuk pergi dari tempat itu.


"Ya sudah kalau begitu! Kami duluan yah kembali ke kantor! Jangan lama-lama yah waktu istirahatnya sebentar lagi" ucap Ratna sambil memegang tangan Dian penuh dengan perhatiannya.


"Makasih banyak yah,Rat!" Sahut Dian pada Ratna dengan tersenyum.


Ratna hanya membalasnya dengan tersenyum juga lalu pergi dari tempat itu bersama Ryan dan kembali menuju kantornya.

__ADS_1


Saat memasuki lobby seperti biasanya Ratna memilih untuk duduk-duduk santai dulu di sofa yang berada pada lobby tersebut yang ditemani oleh Ryan.


Tak lama kemudian mobil Raka memasuki area gedung perkantoran itu lalu berhenti di depan pintu lobby dan keluar dari mobil lalu memanggil seseorang untuk memarkirkan mobilnya itu.


Kemudian Raka berjalan ke arah taman area gedung perkantoran itu lalu duduk di salah satu bangku taman sambil menyalakan rokok lalu menghembuskan asapnya.


Ryan dan Ratna yang berada di dalam lobby itu tidak melihat Raka yang berada di taman itu begitu sebaliknya dengan Raka.


Lalu tak lama kemudian Ryan mengajak Ratna untuk kembali ke kantor dan mereka pun berjalan menuju lift lalu masuk ke dalam lift tersebut.


Berbarengan dengan Ratna dan Ryan yang memasuki lift Raka yang mulai mematikan rokoknya lalu berdiri dari tempat ia duduk kemudian berjalan menuju pintu lobby.


Dan saat Raka berjalan menuju pintu lobby Raka melihat Dian yang sedang berjalan juga menuju pintu lobby.


"Dian!" Panggil Raka.


Dian menoleh ke arah sumber suara itu dan melihat Raka yang sedang berjalan ke arahnya.


"Mas!" Ucap Dian.


"Kamu sudah masuk? Ada masalah keluarga apa memangnya?" Tanya Raka yang memang belum mengetahui cerita yang sebenarnya.


Dian yang memang sudah tahu hanya diam dan menunduk malu saja. Melihat itu Raka pun agak curiga lalu tidak melanjutkan lagi pertanyaannya dan mengajak Dian untuk kembali ke kantor bersamanya.


Di dalam lift…


"Malam ini kamu ada waktu gak?" Tanya Raka pada Dian.


"Kenapa memangnya, Mas?" Sahut Dian.


"Bisa gak nanti kerumah, Mas! Kamu 'kan belum kenal sama Rani. Mas, mau kenalin kamu sama dia, biar nanti saat ada waktu liburan bersama lagi, kalian sudah bisa saling kenal" jelas Raka.


"Iya, bisa Mas!" Jawab Dian.


"Ya sudah kalau begitu! Nanti kamu pulangnya bareng sama, Mas yah! Nanti kita ke tempat kost-an kamu dulu baru ke rumah, Mas" ucap Raka.


Dian hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja. Lalu pintu lift pun terbuka tanda mereka sudah sampai di lantai yang mereka tuju.


Lalu Dian keluar duluan dan disusul oleh Raka. Kemudian Dian pergi begitu saja menuju meja kerjanya tanpa berkata apapun lagi kepada Raka. Raka yang melihatnya tambah curiga dengan kelakuan Dian saat itu.


Semenjak dari pintu lobby sampai di dalam lift Dian terlihat murung tidak seperti biasanya yang terlihat energik dan ceria itu. Tapi Raka berpikir positif karena masalah keluarga dia tidak boleh ikut campur.

__ADS_1


Lalu Raka pun kembali masuk ke kantor nya yang sebelumnya mengambil berkas dari Ratna untuk ia periksa.


__ADS_2