Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 27


__ADS_3

"Bagaimana, kamu sudah punya gambaran 'kan, akhirnya?" Tanya Ryan pada Ratna.


"Iya, Mas, Ratna paham" Jawab Ratna lalu meminum meminumnya.


"Oh, iya, Rat! Dian kemana yah? Kok hari ini, Mas tidak melihatnya" tanya Ryan beralih topik pembicaraan.


"Dia izin tidak masuk, Mas! Alasan keluarga" jelas Ratna.


"Oh…" ucap Ryan.


Lalu mereka pun melanjutkan kembali obrolannya….


Di Lain tempat….


Raka yang tadi menolak ajakkan Ryan ternyata dia datang menemui Rani di tokonya. Raka mengajak Rani untuk makan siang bersama.


Di Dalam Mobil Raka dan Rani….


"Kamu mau makan apa, Ran?" Tanya Raka.


"Apa saja, Mas!" Jawab Rani.


"Ehm… kira-kira, kalau kita makan dipinggir jalan, kamu mau gak?" Tanya Raka kembali.


"Mas! Rani 'kan sudah bilang, apa saja, Mas!" Jawab Rani sambil tersenyum lembut pada Raka.


"Ok, kalau begitu!" Ucap Raka.


Lalu Raka pun mengajak Rani untuk makan mie ayam pinggir jalan. Setelah itu Raka membawa Rani pulang kembali ke tokonya….


"Makasih yah, Mas!" Ucap Rani.


"Iya, sama-sama Ran! Oh iya, nanti pulangnya, Mas jemput yah!" Pinta Raka.


"Iya, Mas! Rani tunggu!" Jawab Rani sambil tersenyum.


Kemudian Raka kembali ke kantornya dan saat memasuki lobby gedung Raka melihat Ryan dan Ratna sedang duduk-duduk di sofa lalu Raka pun menghampiri mereka.


"Tuh, Raka!" Ucap Ryan pada Ratna.


"Sedang apa nih!" Seru Raka pada kedua sahabatnya.


"Dian susah dihubungi, Mas!" Sahut Ratna.


"Loh, memangnya dia kemana?" Tanya Raka santai


"Dia hari ini tidak masuk, alasan masalah keluarga. Tapi sekarang saya chat hanya centang satu, Mas!" Jelas Ratna.


"Sudah coba, kamu tlp?" Tanya Raka.

__ADS_1


"Sudah, Mas! Tapi tidak aktif!" Jawab Ratna.


"Ya, sudah kita tunggu saja! Lagi pula ini belum satu hari 'kan! Jadi tidak mungkin hilang" ucap Raka santai


"Ya sudah yuk! Kita kembali ke kantor!" Ajakan dari Ryan untuk kedua sahabatnya itu.


Lalu mereka pun menaiki lift bersama dan setelah itu mengerjakan tugas masing-masing sampai sore menjelang akhirnya mereka pulang. Ratna yang pulang bersama dengan Ryan. Sedang 'kan Raka pulang sendiri dan akan menjemput Rani terlebih dahulu.


Rani yang telah berdiri menanti seorang diri di depan tokonya terlihat senyum saat sebuah mobil berhenti di depannya….


"Hallo!" Ucap Raka sambil tersenyum kepada Rani setelah membuka kaca pintu mobil.


Rani yang memang sudah senyum saat melihat mobil itu datang kini senyuman Rani semakin lebar saat mengetahui yang menjemput memang benar Raka seorang diri bukan penggantinya lagi.


Kemudian Rani menghampiri mobil tersebut dan mulai memasuki nya….


"Senang amat sih kayaknya! Ada apa nih?" Tanya Raka sambil menggoda Rani.


"Senanglah, karena suamiku mau menepati janjinya" jawab Rani berbalik menggoda Raka.


Raka hanya tersenyum tersipu malu saja setelah digoda balik oleh Rani. Dan Rani Pun tertawa kecil melihatnya.


Lalu mobil pun melaju….


"Ran, nanti makan malamnya di rumah, Mas yah!" Pinta Raka.


"Mas, sudah cerita yah sama mereka?" Tanya Rani.


"Tentang pernikahan kita!" Jawab Rani.


"Iya, mereka 'kan sahabat Mas, Ran! Masa tidak boleh tau juga sih!" Ucap Raka dengan wajah takut kalau Rani sampai marah.


"Memangnya siapa yang melarang, Mas!" Tanya Rani sambil tersenyum melihat wajah Raka yang ketakutan.


"Yah kali ja gitu… karena permintaan kamu yang aneh itu. Sampai-sampai sahabat saja tidak boleh tau…" ucap Raka


"Bukannya, Mas juga aneh!" Ucap Rani sambil menggoda Raka.


"Aneh apa coba?" Raka bertanya


"Ini tiba-tiba ngajak makan malam! Pastinya mau ada kejutan 'kan… hayo ngaku deh…" ucap Rani menggoda kembali Raka.


"Kok kamu tau sih, pasti Ryan yah! yang sudah ngasih tau kamu?" Tanya Raka.


"Kenapa, Mas Ryan yang disalahkan" jawab Rani yang disertai tawa.


Mereka pun meneruskan perjalanannya yang penuh obrolan canda dan tawa sampai tibalah mereka di kost-an Rani.


Raka yang menunggu di dalam mobil lalu mengambil hpnya untuk menelpon Ratna dan menanyakan persiapan makan malamnya nanti.

__ADS_1


"Rat! Bagaimana, semuanya sudah siap?" Raka bertanya dalam panggilan tersebut.


"Sudah, Mas! Semuanya sudah dibeli! Ini sebentar lagi kita sampai rumah, Mas!" Jelas Rani.


"Oh, ok. Terima kasih yah" sahut Raka.


Lalu tak lama panggilan berakhir, Rani Pun sudah keluar dari tempat kost-an nya itu dan mulai menghampiri mobil Raka lalu menaikinya dan mereka melanjutkan perjalanan nya kembali menuju rumah Raka.


Tak lama kemudian mereka pun sampai disana…


Mereka mulai memasuki rumah itu dan disambut hangat oleh Ratna dan Ryan. Lalu Rakapun izin pamit sebentar ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian.


Setelah semuanya beres mereka pun akhirnya memulai acara makan malam bersama itu di halaman belakang rumah dekat danau.


Rani dan Ratna yang sibuk memotong sambil membumbui daging. Sedangkan Ryan dan Raka sibuk mempersiapkan alat panggangan sambil menyalakan api.


Yah malam itu hanya mereka berempat saja yang sibuk tanpa ada satu pembantu Raka yang membantunya Karena memang disuruh Raka untuk tidak membantunya.


Sampai akhirnya semuanya selesai makanan pun sudah matang dan siap untuk disantap. Aroma daging bakar yang menyebar kemana-mana membuat air liur semua orang yang menciumnya akan menetes.


Lalu mereka pun mulai memakan hidangan itu dengan hati yang sangat senang karena dibuat bersama sahabat dan penuh dengan cinta.


Sampai akhirnya waktu menunjukkan jam 9 malam saat semuanya sedang duduk santai dan Ryan Pun berkata….


"Jadinya, kita akan buat dimana acara pernikahannya kalian?" Ucap Ryan memulai percakapan seriusnya.


Raka dan Ratna yang sudah mengetahui maksud dari Ryan ini yang berkata seperti itu hanya untuk agar Rani berbicara jujur apa yang diinginkannya.


Semula Rani hanya diam saja sambil tersenyum menatap Raka yang tersenyum juga padanya. Sampai Raka memberikan tanda agar Rani saja yang menjelaskannya pada kedua sahabatnya.


Rani yang paham maksud dari ketiga orang ini hanya tersenyum saja dan mulai berkata….


"Oh, jadi acara bakar-bakar ini hanya untuk menjebakku yah…" ucap Rani sambil melihat ke mata Raka dengan tetap tersenyum manisnya.


Raka yang merasa malu pun hanya mengalihkan pandangannya sambil menghisap rokoknya.


"Ok, ok, saya mengerti!" Seraya Rani mulai bersandar pada kursi nya.


"Rani, hanya mau pernikahan yang sangat-sangat sederhana! Dan, Rani juga ingin itu dilaksanakan di kampung halamanku yang juga kampung halamannya, Mas Raka!" Jelas Rani.


Raka, Ryan, dan juga Ratna terkejut mendengar penjelasan dari Rani…


"Kok gitu, Ran! Kemarin perasaan, Mas. Kamu tidak menyebutkan kalau ingin nikah di kampung kenapa sekarang beda!" Ucap Raka dengan wajah heran.


Rani hanya tersenyum saja melihat ekspresi dari wajah kekasih nya yang kebingungan itu.


"Kenapa, gak disini saja, Mbak!" Pinta Ratna.


Lalu Rani Pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Raka lalu sambil berlutut di hadapan Raka dan mengambil Rokok yang ada di tangan Raka lalu membuangnya dan tangan Rani dan Raka akhirnya saling bergenggam.

__ADS_1


Lalu, Rani berkata….


__ADS_2