
Setelah Ratna membuka pintu kamarnya...
Ratna mulai berjalan pelan-pelan kearah ruang tengah yang memang terdengar suara televisi sedang menyala.
Ratna melihat Ryan yang sedang duduk sendirian di sofa sambil menonton televisi.
Ratna berdiri sejenak sambil memikirkan sesuatu...
Lalu tanpa disangka Ryan tiba-tiba berdiri dan membalikkan badannya sontak mereka berdua pun terkejut.
"Ratna... Ratna! saya kira siapa! ngapain kamu berdiri disana Rat? membuat saya kaget saja!" ucap Ryan dengan rasa terkejutnya.
"maaf, Mas! setelah Ratna masuk kamar. Tiba-tiba, rasa ngantuk Ratna hilang! jadinya Ratna keluar." jawab Ratna sambil agak menunduk malu dan beralasan.
"Yah sudah! temani saya saja! sini!" ucap Ryan sambil berjalan ke arah Ratna.
"Ehm… Mas, mau kemana?" tanya Ratna dengan sedikit agak gugup.
"saya mau buat minuman hangat, kamu mau? biar saya buatkan juga!" jawab Ryan sambil menawarkan ke Ratna.
"Biar saya saja Mas, yang buatkan! Mas, mau minum apa?" Ratna menjawab sambil mengangkat tangannya tanda menahan Ryan untuk jangan pergi.
"oh... yah sudah, kalau begitu! tolong buatkan teh hangat saja, yah?" jawab Ryan sambil tersenyum manis ke Ratna.
"Baik, tunggu yah Mas, saya buatkan!" jawab Ratna sambil bergegas ke arah dapur.
Saat didapur Ratna langsung membuatkan minuman untuk mereka berdua sambil memikirkan sesuatu.
Di dalam hatinya Ratna ada sesuatu yang membuat Ratna bingung karena semenjak kedatangan Ryan didalam rumah itu.
Setelah Ratna membuatkan minuman itu... Ratna langsung membawanya keruangan tengah...
"ini Mas, minumannya!" ucap Ratna sambil menaruh minuman itu.
"iya, makasih yah Rat.." jawab Ryan sambil mengambil minuman yang baru saja diletakkan oleh Ratna.
Lalu Ratna pun mulai duduk...
"Maaf Mas... Mas, kenal Pak Raka, sudah lama yah? boleh menceritakan sedikit tentang Pak Raka, Mas..." ucap Ratna sambil menganggukan kepala agar suasana mulai mencair.
Lalu mereka pun mengobrol... yang dimana dalam obrolan itu lebih banyak bicara adalah Ryan yang menceritakan tentang dirinya dan Raka saat masih kecil dahulu.
Mereka Pun terus mengobrol dan mulai berubah posisinya... dimana televisi sudah dimatikan. Dan mereka berdua sama-sama merebahkan tubuhnya disofa.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 2 malam. Saat Ryan masih berbicara... Ryan merasa aneh, kok gak ada suara lagi dari Ratna.
Lalu Ryan Pun menengok ke arah Ratna... ternyata Ratna sudah tertidur dengan pulas dengan posisi tidur yang miring.
Lalu Ryan pun bangun pelan-pelan dan berjalan ke arah kamarnya meninggalkan Ratna sendirian di ruang tengah.
__ADS_1
Ternyata Ryan masuk kamar untuk mengambilkan selimut untuk Ratna.
Ryan Pun kembali dengan membawa selimut lalu perlahan - lahan menyelimuti Ratna dengan hati-hati agar Ratna tidak terbangun. Sambil memperhatikan wajah Ratna yang manis saat tidur.
Keesokan paginya Ratna pun terbangun sambil terkejut karena dia ketiduran saat mendengarkan cerita dari Ryan...
Dan setelah ia duduk ternyata dia sendirian di ruangan itu sambil melihat selimut yang ada di badannya.
Ratna memikirkan sesuatu sambil senyum-senyum sendiri.
Dan mulai beranjak dari tempat duduknya lalu mulai menaiki anak tangga untuk ke kamar Ryan.
Lalu Ratna Pun mengetuk pintu kamar Ryan sambil memanggil.
Cukup lama memanggil dan tidak ada jawaban Ratna pun memberanikan diri untuk membuka kamar Ryan.
Setelah dibuka memang di dalam kamar tersebut tidak ada siapa-siapa.
Dan Ratna pun berpikir bahwa Ryan sudah pergi bekerja. Lalu Ratna pun menaruh selimut itu dengan rapi di kasur Ryan.
Saat Ratna keluar dari kamar Ryan dan mulai menutupnya perlahan.. Ratna Pun dikejutkan oleh suara Raka.
"Kamu sedang apa Rat...?" ucap Raka dengan wajah tersenyumnya melihat Ratna yang terkejut.
"heh… ini Pak... itu... apa yah!?" jawab Ratna yang tidak jelas maksudnya sambil menunjukkan wajah malunya.
Ratna hanya mengangguk dan bergegas turun kembali ke kamarnya sambil tersenyum-senyum malu atas apa yang telah terjadi.
Setelah di dalam kamarnya Ratna langsung mandi dan bersiap-siap untuk bekerja dengan wajah yang ceria.
Dimeja makan saat Raka dan Ratna sedang sarapan pagi.
Raka yang melihat Ratna yang sangat ceria di wajahnya tidak seperti biasanya...
"Tumben, hari ini kamu berbeda banget, Rat!" ucap Raka sambil tersenyum melihat ke arah Ratna.
Ratna yang gugup saat dilihat langsung oleh Raka dengan wajah tersenyum nya membuat dia sangat malu.
"Be-Beda, apanya yah Pak? eh, Mas maksudnya?" sambil menunduk malu dan tersenyum kecil.
"Kamu, lebih cantik saja hari ini!" jawab Raka sambil mengambil tissue tanda Raka sudah selesai dengan sarapannya.
Mendengar kalimat itu jantung Ratna berdegup dengan sangat kencang dan tidak beraturan.
Lalu mereka pun bergegas pergi ke kantor seperti biasanya.
Waktupun berlalu... ditengah kesibukannya. Ratna, dikejutkan kembali oleh suara Raka yang memanggilnya dari dekat.
Setelah menengok ternyata Raka sudah tepat berdiri dibelakang Ratna.
__ADS_1
"Kamu, tidak makan siang?" ucap Raka yang mengejutkan Ratna.
"I-Iya, Pak! eh, Mas! eh, Pak! maaf..." jawab Ratna yang sangat begitu grogi.
Karena memang seharusnya tugas dia yang mengingatkan Raka tetapi hari ini malah sebaliknya.
"Yah sudah, kita bareng yuk? sudah lama, kita tidak makan siang bareng,'kan?" ucap Raka sambil berjalan perlahan ke arah lift.
"Baik, Pak!" Jawab Ratna sambil menganggukan kepalanya dan berjalan menyusul Raka ke arah lift.
Setelah tiba di depan lift, Raka yang duluan memasuki lift…
Dan saat Ratna mulai ingin memasuki lift itu. Ratna dipanggil oleh temannya yang tidak lain adalah Dian.
"Hey!? Ratna, tunggu aku!?" ucap Dian sambil bergegas jalan ke arah Ratna.
Ratna yang kaget pun memberikan isyarat kepada Dian agar tidak berkata sembarangan.
Tetapi karena Dian yang orangnya sompral tanpa menghiraukan isyarat dari Ratna langsung berkata yang sangat mengejutkan untuk Ratna.
"Sendirian lagi, nih cin? kamu beneran lagi marah sama Pak Raka yah?" ucap Dian dengan polosnya tanpa sadar bahwa Raka yang tengah berdiri didalam lift itu.
Setelah Dian sampai di depan lift itu Dian pun terkejut dengan apa yang dilihatnya...
"Siang, Dian!" ucap Raka dengan tersenyum.
"Eh, si-siang Pak! maaf, Pak!" jawab Dian sambil grogi dan malu.
Dan Ratna pun mencubit tangan Dian atas apa yang telah terjadi.
Raka yang melihat tingkah mereka berdua pun hanya tersenyum saja dan mulai mengajaknya...
"Sudah... sudah… ayo! kita makan siang barengan saja yah?" ucap Raka kepada Dian dan Ratna sambil menekan tombol pada lift itu.
Ratna dan Dian pun hanya menganggukan kepalanya dan mulai memasuki lift tersebut.
Di Dalam Lift suasana agak sunyi karena tidak ada yang memulai berbicara.
Raka yang berdiri dibelakang Ratna dan Dian, sambil tersenyum-senyum melihat mereka berdua yang terasa agak canggung atas apa yang telah terjadi sesaat tadi.
Setelah mereka tiba di lantai bawah dan berjalan ke arah lobby... Raka mulai berbicara untuk mencairkan suasana di antara mereka...
"Kita mau makan apa nih, enaknya? tenang, saya yang traktir!" ucap Raka yang mulai mencairkan suasana.
Dian yang memang orangnya agak santai dan sompral langsung mengutarakan keinginannya untuk makan di restoran cepat saji yang tidak jauh dari kantor.
"Bagaimana Rat, kamu setuju? dengan ajakan dari Dian?" tanya Raka kepada Ratna.
dan Ratna pun hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu mereka pun pergi ke restoran cepat saji yang dikatakan oleh Dian.
__ADS_1