Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 29


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah acara makan malam itu…


Disebuah restoran saat jam istirahat kerja.


"Bagaimana, sudah ada kabar dari Dian, Rat?" Tanya Raka pada Ratna.


"Belum juga, Mas!" Jawab Ratna sambil mengambil minumannya.


"Kita sudah mencari di tempat kost-nya tapi tidak ada yang tahu!" Ucap Ryan.


Obrolan tentang Dian pun berlanjut sampai mereka selesai makan dan kembali ke kantor.


***


Di Lain tempat…


Terlihat seorang Ibu yang sedang berjalan di sebuah halaman tidak jauh dari rumahnya.


Ibu itu sedang menghampiri seorang wanita dari arah belakang yang sedang duduk melamun sambil melihat ke arah kebun kosong.


"Nak, kamu sedang melamun lagi!" Ucap Ibu itu yang membuat wanita itu terkejut.


"Eh, Ibu! Tidak, Bu! Dian, hanya sedang ingin sendirian saja, Bu!" ucap Dian yang terkejut saat dihampiri oleh Ibunya.


"Kamu masih belum mau cerita sama, Ibu! Sudah hampir seminggu loh, Ibu, menunggumu cerita!" Ucap Ibu Dian yang penuh perhatian.


"Cerita apa, Bu! Orang Dian gak apa-apa, kok! Dian hanya lelah saja, Bu! Ingin sendiri saja dulu!" jelas Dian.


"Ya sudah kalau begitu! Kalau kamu sudah lapar, makan yah, Nak! Jangan biarkan perut kamu kosong yah!" Ucap Ibu Dian sambil menepuk pundak anaknya itu.


Dian hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya saja tanpa expresi apapun.


***


Kembali pada Raka, Ratna dan Ryan.


Kini jam sudah menunjukkan jam 8 malam.


Seperti yang biasa mereka lakukan Ryan dan Ratna di ruangan tengah sambil menonton televisi.


Sedangkan Raka yang saat ini sedang duduk-duduk santai di tempat favoritnya sambil menikmati suasana malam yang saat itu sedang dingin.


"Ting… tung…" suara bell rumah Raka berbunyi.


Ratna yang memang sedang berada diruang tengah bersama Ryan langsung membukakan pintu itu.


Setelah pintu itu terbuka…


"Hai…" sapaan dari Rani dibalik pintu tersebut.


Ratna yang senang pun langsung memeluknya sambil mempersilahkan Rani untuk masuk.


Ryan yang melihat Rani sedang berjalan masuk pun langsung menyapanya khas dengan bercandanya.


"Wah, nyonya sudah datang nih!" Ucap Ryan.

__ADS_1


"Jangan suka begitu, Mas!" Sahut Ratna.


Rani hanya tersenyum saja karena sudah terbiasa dengan bercandaan mereka. Lalu Rani pun mulai duduk di sofa bersama mereka.


"Mau minum apa, Mbak? Ratna buatkan yah!" Tanya Ratna.


"Tidak usah, Rat! Mbak, bisa buat sendiri nanti!" Jawab Rani.


Lalu setelah beberapa saat basa-basinya, Rani menanyakan keberadaan Raka pada Ratna dan Ryan yang tidak terlihat bersama mereka.


Ratna pun memberi tahu dimana saat ini Raka berada dan menyuruh Rani untuk langsung ke tempatnya saja.


Tanpa menunggu lama Rani pun langsung izin pada kedua sahabatnya itu untuk menemui Raka yang sedang seorang diri di tempat favoritnya itu.


Rani menaiki anak tangga itu lalu berjalan menuju tempat Raka berada. Setelah sampai di tempat yang dituju, Rani melihat Raka yang sedang santai duduk dengan pandangannya ke arah danau sambil sesekali menghembuskan asap Rokoknya. Rani yang melihatnya pun geleng-geleng kepala sambil berjalan perlahan untuk menghampirinya.


Setelah berada di belakang Raka, Rani langsung menutup kedua mata Raka dengan tangannya…


"Ehm… ngajakin bercanda yah, emangnya Mas 'mu sudah tidur, Rat!" Ucap Raka yang menyangka itu Ratna.


Rani yang mendengar perkataan itu pun hanya tersenyum saja lalu berkata….


"Belum, malah sedang merokok sekarang!" Ucap Rani lalu melepaskan tangannya yang sejenak tadi menutup matanya Raka.


Lalu Rani Pun berjalan ke samping Raka dan duduk di kursi bersebelahan dengan Raka.


Raka yang terkejut pun hanya bisa tersenyum malu saja…


"Kok, kamu gak ngabarin, Mas! Kalau mau datang" ucap Raka.


"Kenapa memangnya? Tidak boleh yah! Kalau tidak boleh, Rani pulang lagi nih!" Sahut Rani sambil menggoda Raka.


Rani hanya membalasnya dengan tersenyum saja.


Suasana hening sesaat….


"Ternyata disini nyaman juga yah! Enak buat menenangkan hati dan pikiran!" Ucap Rani.


"Ehm…" jawab Raka sambil tersenyum.


Lalu mereka berdua ngobrol sambil menikmati suasana yang tenang pada malam itu.


Beberapa jam kemudian tepatnya jam 11 malam. Ryan dan Ratna menghampiri mereka berdua hanya ingin mengatakan kalau mereka sudah mengantuk dan izin untuk tidur terlebih dahulu.


Tak lama kemudian Raka dan Rani pun mengakhiri obrolan mereka karena memang ini sudah malam dan bergegas untuk masuk kedalam rumah.


Sambil berjalan mereka bergandengan tangan memasuki rumah….


"Kamu besok libur, 'kan?" Tanya Raka pada Rani.


"Iya, Mas!" Jawab Rani.


"Menginap saja yah disini? Besok pagi saja pulangnya!" Raka menawari Rani.


"Iya, asalkan, Mas mau janji! Besok kita tidak jalan-jalan!" Pinta Rani.

__ADS_1


Raka yang merasa pikirannya terbaca oleh Rani hanya bisa tersenyum bahagia saja karena calon istrinya memang yang terbaik.


"Mau tidur sama, Mas? Apa sama Ratna?" Ucap Raka menggoda Rani.


"Sama, Mas saja!" Sahut Rani.


Raka terkejut mendengarnya…


Lalu tak lama Rani tertawa setelah melihat wajah Raka yang terkejut itu.


"Sabar yah, nanti ada waktunya yah, Mas!" Ucap Rani sambil tersenyum.


Raka hanya membalasnya dengan senyuman khasnya.


Lalu mereka pun memasuki kamar masing-masing. Raka masuk dalam kamarnya. Dan Rani masuk ke dalam kamar Ratna.


Di Dalam kamar Ratna….


Ratna yang memang sedang ingin tidur tapi belum menutup matanya karena masih sedang memainkan Handphone nya saat Rani masuk dalam kamarnya.


"Ngobrolnya sudah, Mbak?" Tanya Ratna pada Rani.


"Iya, 'kan sudah malam! Tidak enak sama kamu nantinya!" Jawab Rani sambil duduk ditepi ranjang Ratna.


"Tidak enak kenapa, Mbak! Ratna, malah senang, bila Mbak bisa tinggal disini atau setidaknya main setiap hari disini!" Ucap Ratna.


"Beneran nih! Mbak, tidak ganggu tidurmu, 'kan?" Tanya Rani sambil tersenyum.


"Iya, Mbak! Yah sudah, kita tidur yuk Mbak, Ratna sudah ngantuk banget nih!" Sahut Ratna sambil memeluk gulingnya.


Rani hanya tersenyum saja lalu ikut merebahkan tubuhnya diranjang bersama dengan Ratna.


Hampir 2 jam berlalu tetapi Rani belum juga tertidur, kedua mata Rani susah untuk dipejamkan walaupun Rani sudah mencobanya tetapi karena ada sesuatu yang ia pikirkan akhirnya Rani tidak dapat tidur.


Lalu Rani memutuskan untuk keluar dari kamar Ratna dan berjalan menuju dapur. Niatnya ingin minum agar perasaannya bisa tenang.


Namun setelah sampai disana Rani dikejutkan oleh sesosok pria yang sedang berdiri di dapur itu…


Ternyata itu Ryan…


"Aduh! Saya kira siapa! Kamu sedang apa, Mas?" Tanya Rani.


"Hehehe… maaf! Saya tiba-tiba lapar! Ini mu masak mie niatnya!" Jelas Ryan.


"Oh, ya sudah! Sini, biar sama Rani saja sekalian!" Ucap Rani.


"Kamu, lapar juga memangnya?" Sahut Ryan.


"Enggak sih, tadi niatnya mau minum saja, cuma kebetulan kamu mau makan mie, yah sudah saya jadinya pengen juga deh!" Timpal Rani sambil tertawa kecil.


Akhirnya Rani memasakan mie untuk Ryan dan juga dirinya.


Setelah mie itu matang Rani langsung menyajikannya untuk Ryan, lalu niatnya mereka makan bersama dimeja makan.


Namun Rani mempunyai ide agar makannya di tempat favoritnya Raka saja kebetulan suasana sedang dingin jadi pastinya akan nikmat sekali bila makan mie nya diluar sana.

__ADS_1


Lalu Ryan Pun menyetujui ide dari Rani tersebut.


Kemudian mereka pun beranjak dari dapur lalu menuju tempat favoritnya Raka yaitu balkon belakang rumahnya Raka yang pemandangannya hanya danau dan pohon-pohon rimbun saja yang bila saat malam hari tampak seperti hutan yang gelap gulita.


__ADS_2