Cinta Sang Istri

Cinta Sang Istri
Episode 32


__ADS_3

Jam 5 sore….


"Tok… tok…" suara pintu diketuk.


"Yah, masuk!" Suara Raka dari dalam ruangannya.


"Sudah jam 5, Mas!" Ucap Ratna.


"Ohh, yah sudah kalian duluan saja yah! Saya sebentar lagi nih!" Jawab Raka sambil melihat jam tangannya.


Walaupun tidak seperti dulu lagi tetapi karena Ratna berdedikasi tinggi, dia tetap melakukan tugasnya yang telah ia sepakati bersama Raka saat pertama kali ia mulai bekerja dengannya.


Setelah Ratna menutup pintu….


"Kakakmu masih belum selesai?" Tanya Ryan pada Ratna.


"Disuruh duluan saja! Biasa… tanggung katanya!" Jelas Ratna.


Lalu Ryan Pun membuka kembali pintu ruangan Raka.


"Kita duluan yah!" Ryan pamit pada Raka.


Yang hanya dijawab oleh Raka dengan mengangkat tangannya saja.


Lalu kemudian Ryan menutup pintu itu kembali dan berjalan menuju lift bersama Ratna.


Saat mereka menunggu lift….


"Dian mana yah!" Ucap Ryan sambil melihat-lihat sekitarnya.


"Sudah pulang duluan kali, Mas!" Sahut Ratna.


"Oh, tumben…." Gumam Ryan.


"Sudah, biarkan saja dulu, Mas! Nanti juga pasti cerita kok" ucap Ratna.


Ryan hanya menganggukkan kepalanya saja lalu tak lama pintu lift pun terbuka dan mereka mulai memasuki nya dan turun dari lantai tersebut.


"Tok… tok…" pintu ruangan Raka di ketuk kembali.


"Yah, masuk!" Suara Raka dari dalam ruangannya.


"Bagaimana, jadi Mas?" Tanya Dian pada Raka setelah membuka pintu ruangan itu


"Oh, iya jadi... Tunggu yah! Duduk disitu saja dulu! Temani saya, sebentar lagi nih... tanggung!" Jawab Raka sambil menunjuk ke arah sofa yang berada di dalam ruangannya untuk Dian duduk dan menunggunya.


Lalu Dian pun berjalan ke arah sofa itu kemudian duduk sambil merenungkan sesuatu.

__ADS_1


Raka yang memperhatikannya pun akhirnya tidak fokus dan memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya itu esok hari.


Kemudian Raka membereskan semua berkasnya itu lalu mulai menghampiri Dian.


"Ayo kita berangkat!" Ajakan Raka pada Dian.


Dian yang terkejut pun langsung berdiri dan mulai berjalan keluar ruangan itu tanpa ekspresi apapun dan Raka yang berjalan mengikutinya pun tidak bisa berbuat banyak hanya bisa memperhatikan saja.


Kemudian mereka memasuki lift dan di dalam lift pun Raka tidak berbicara sama sekali hanya melihat dian yang tampak kalut itu dan suasana dalam lift pun terasa hening sekali.


Dilain waktu Ryan yang sedang dalam perjalanan pulang bersama Ratna menerima pesan singkat dalam handphonenya.


"Mas, jemput Rani, bisa gak?" Pesan dari Rani.


"Memangnya mau kemana?" Balas pesannya Ryan.


Lalu Rani menjelaskan semuanya dalam pesan singkat itu dan Ryan pun menyanggupinya. Dan menyuruh Rani untuk menunggunya.


Kemudian Ryan menyuruh Pak Kasno untuk menuju tempat yang diberitahukan olehnya.


"Baik, Pak!" Jawab Pak Kasno.


"Kita mau kemana, Mas?" Tanya Ratna pada Ryan.


"Jemput Rani dulu!" Jawab Ryan.


Lalu Ryan menceritakan sesuai dengan yang ada didalam pesan dari Rani. Dan akhirnya Ratna pun mengerti.


Kembali pada Raka yang kini sudah bersama Dian didalam mobilnya sedang menuju kost-an nya Dian.


"Kamu mau makan dulu tidak?" Tanya Raka yang memecah keheningan semenjak dari dalam lift sampai saat ini.


"Terserah, Mas saja!" Jawab Dian singkat.


Raka yang sesekali melihat Dian akhirnya tidak membuka suara lagi sampai mereka tiba di tempat kost-an nya Dian. Dan seperti biasa Raka hanya menunggu di dalam mobilnya.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Dian keluar dari kost-an nya dan berjalan menuju mobil Raka. Lalu Raka pun membukakan pintu mobil dari dalam dan setelah Dian masuk, Raka melajukan kembali mobilnya untuk menuju rumahnya.


Namun sebelum itu Raka mengajak Dian untuk makan dahulu disebuah restoran karena melihat Dian yang sepertinya belum makan.


Setelah sampai di restoran itu Raka langsung memesan makanan dan menanyakan pada Dian mau makan apa. Seperti yang sebelumnya terjadi Dian hanya menjawab dengan kalimat 'terserah' saja yang membuat Raka tampak berpikir keras akhirnya.


Sebisa mungkin Raka mencoba untuk memahami kondisi Dian saat itu dengan cara diam juga mengikuti keinginan Dian.


Setelah makan bersama tanpa obrolan itu akhirnya mereka kembali ke mobil untuk ke rumah Raka. Dan Raka pun menyalakan Radio dalam mobil agar suasana dalam mobil itu tidak terlalu hening.


Jam 8 malam…

__ADS_1


Kemudian Raka dan Dian pun tiba di rumah Raka. Saat Dian ingin turun lengannya dipegang oleh Raka yang berniat untuk agar Dian bisa mencari tahu tentang apa keinginan dari Rani.


Namun, belum sempat Raka mengatakannya Dian langsung menarik lengannya itu agar terlepas dari pegangan Raka seolah Raka akan melakukan sesuatu perbuatan buruk padanya.


Melihat itu Raka pun terkejut dan tak habis pikir ada apa sebenarnya dengan Dian tapi melihat Dian yang seakan enggan disentuh itu tidak seperti biasanya mencoba memahami kembali perubahan yang terjadi pada Dian dan akhirnya Raka pun mengurungkan niatnya itu dan mengikuti Dian yang sudah keluar dari dalam mobil saat kejadian tadi.


Lalu akhirnya mereka mulai masuk kedalam rumah itu dengan Raka dahulu lalu diikuti oleh Dian dan mereka berjalan bersama menuju ruang tengah.


Dan mereka dikejutkan oleh Ratna dan Ryan yang muncul tiba-tiba dari balik tembok ruangan tersebut.


Raka dan Dian pun terkejut melihat ulah mereka namun ternyata begitu pula sebaliknya. Ryan dan Ratna pun terkejut melihat Raka yang datang bersama Dian.


Karena memang seperti biasanya Raka tidak pernah mengatakan apa rencananya dan apa niatnya jadi sedikit pun mereka tidak tahu mengapa Raka mengajak Dian malam itu sedangkan dia sudah punya janji sama Rani.


"Hadeuh… kalian ini… kalau kita jantungan gimana coba!" Ucap Raka setelah terkejut.


Lalu dengan santainya berjalan melewati kedua sahabatnya itu tanpa melihat ke salah satu sofa yang memang terhalang tembok sebelumnya ditambah ada Ryan yang berdiri di sana setelah melakukan keisengannya itu bersama Ratna.


"Tolong buatkan, Dian minum yah, Rat! Saya mau mandi dulu" Ucap Raka santai sambil terus berjalan menuju tangga untuk menuju kamarnya.


Dian yang akhirnya melewati tembok penghalang itu lalu melihat sosok wanita yang manis dan cantik sedang duduk sambil tersenyum melihat ke arahnya.


Sedangkan kedua sahabatnya Raka hanya membalikkan badannya dan saling menatap sambil sesekali melihat ke arah Raka yang sedang menaiki tangga lalu Rani yang duduk di sofa kemudian Dian yang berdiri terkejut setelah melihat Rani.


Raka memang belum mengetahui kalau Rani ternyata sudah ada disana karena pulang bersama Ryan dan Ratna.


Lalu….


"Mas!" Ucap Dian tanpa mengalihkan perhatiannya pada Rani.


Raka yang mendengarnya pun akhirnya menoleh karena merasa dipanggil.


"Iya, apa… " ucap Raka terhenti saat melihat Dian sedang melihat Rani.


Dan Rani yang sadar kalau Raka menoleh pun akhirnya melihat kearah Raka.


"Mas!" Ucap Rani pada Raka sambil tersenyum.


Lalu seketika itu juga Raka membalikkan badannya lalu kembali turun dan menghampiri Dian.


"Ehm… Ran! Kenalin ini teman Mas, Dian!" Raka berkata sambil ngos-ngosan dan sedikit kaku seperti biasanya yang terjadi saat pertama kali Raka bicara sama Rani.


Lalu Rani pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri mereka berdua sambil mengulurkan tangannya pada Dian.


"Dian! Kenalin ini, Rani!" Lanjut ucapan Raka pada Dian.


Namun apa yang dilakukan oleh Dian membuat semua orang terkejut. Dian tidak menyambut uluran tangan dari Rani yang mengajaknya bersalaman malah langsung memeluk Rani dengan erat sambil menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


__ADS_2