Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 26. APA DIA LAKI-LAKI NORMAL?


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah hati Keenan yang sedang berbunga-bunga karena tadi malam akhirnya Kanaya sudah mau tidur seranjang dengannya meskipun masih harus memberi jarak. Bagi Keenan tidak masalah, seiring berjalannya waktu Keenan yakin semua jarak yang ada di antara dirinya dan Kanaya akan hilang.


Dan pagi ini pun Keenan sudah tidak memuntahkan isi perutnya lagi seperti dua bulan belakangan, menurut Keenan mungkin itu karena ia sudah bisa berdekatan dengan sumbernya.


Setelah rapi dengan setelan kantornya, Keenan menghampiri Kanaya yang duduk di tepi tempat tidur.


Keenan merendahkan tubuhnya bersimpuh dihadapan Kanaya, ia mengulurkan tangan menyentuh perut istrinya.


"Sayang, Papa berangkat kerja dulu ya. Baik-baik didalam perut Mama dan jangan menyusahkan Mama."


Keenan melirik Kanaya sebentar, lalu dengan cepat ia memajukan kepalanya mengecup perut Kanaya. Kemudian dengan cepat pula Keenan menjauhkan tubuhnya, takut akan mendapatkan tendangan super dari istrinya.


Namun, hingga beberapa saat tak ada reaksi apapun dari Kanaya, tetapi dari tatapan istrinya itu Keenan tahu jika Kanaya tidak suka dengan apa yang dilakukannya.


Keenan pun kembali mendekat untuk berpamitan.


"Kanaya, Aku berangkat ke kantor dulu ya. Jika Kamu ingin sesuatu jangan sungkan bilang sama Mama atau langsung telepon Aku saja."


Keenan mengulurkan tangannya pada Kanaya, namun istrinya itu hanya menatap tanpa menyambut uluran tangannya.


"Aku mau ikut." Ucap Kanaya tiba-tiba.


"Ikut ke kantor? Tapi nanti kau akan bosan sendirian disana, hari ini Aku ada banyak pekerjaan." Ujar Keenan.


"Tidak apa-apa, dirumah juga sama saja. Aku akan bosan karena Mama melarang Aku mengerjakan apapun."


"Em, baiklah kalau begitu sekarang bersiap-siap lah." Ucap Keenan yang membuat Kanaya tersenyum senang.


Wanita itu hamil itu dengan antusias membenahi penampilannya. Wajah cantiknya semakin terlihat cantik dengan polesan make up tipis. Padahal biasanya Kanaya hanya memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan juga hanya memakai pelembab bibir, tetapi kali ini istrinya itu merias wajahnya dengan sempurna.


Ingin sekali Keenan menyudahi kegiatan istrinya itu, rasanya ia tidak rela jika ada laki-laki lain yang akan melihat kecantikan Kanaya.


Namun melihat Kanaya yang sepertinya sangat senang akan ikut ke kantor, disini Keenan pun mengerti jika sejak kemarin Kanaya ingin ikut ke kantor pasti karena ingin bertemu Damar.


.


.

__ADS_1


.


Sementara itu di kantor.


Beberapa saat lalu, Damar sudah memberitahu pada Arland yang kebetulan sudah datang lebih awal, jika kemarin ia sudah bertemu dengan wanita yang ingin menjebak Keenan. Namun, Damar tidak menceritakan pada Arland tentang apa yang sudah ia ketahui.


Damar menunggu kedatangan Keenan dan akan menceritakan semuanya jika kakak sepupunya itu telah datang.


Mereka berdua pun memilih untuk menunggu didalam ruangan Keenan saja.


Tak lama kemudian, pintu ruangan Keenan terbuka dari luar. Damar dan Arland serentak berdiri melihat Keenan telah datang, namun dengan cepat Damar kembali duduk melihat siapa yang melangkah masuk di belakang Keenan.


"Eh, Damar, Arland? Tumben pagi-pagi kalian sudah di ruanganku?"


"Karena ada yang ingin kami bicarakan denganmu," Jawab Arland. "Lebih tepatnya Damar yang akan berbicara." Lanjutnya.


Keenan pun mengalihkan pandangannya menatap Damar, kemudian ia meminta Kanaya untuk duduk di kursi kebesarannya dan setelah itu iapun mendudukkan tubuhnya disamping adik sepupunya itu.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Keenan dengan nada yang terdengar cemas, ia khawatir jika Damar akan kembali membahas tentang hubungannya dengan Kanaya.


"Apa?" Keenan sedikit terkejut, ia langsung menoleh menatap Arland.


"Kemarin dia memaksa, jadi terpaksa aku memberitahu alamatnya." Ucap Arland yang mengerti tatapan sahabatnya itu.


"Lalu?" Keenan kembali bertanya pada Damar.


"Dia sudah menceritakan semuanya tentang apa alasannya melakukan itu. Dan ternyata dia juga hanya terpaksa, dia diancam." Jawab Damar. Dan kali ini ia mengangkat pandangan menatap kakak sepupunya.


Kemudian, Damar pun menceritakan secara keseluruhan tentang apa yang sudah diceritakan oleh Vania kemarin padanya.


"Dan kau percaya begitu saja?" Sahut Arland setelah Damar selesai bercerita. "Bagaimana kalau dia mengarang cerita bohong agar bisa terbebas dari kita." Lanjutnya.


"Aku rasa dia tidak berbohong, Aku bisa melihat kejujuran dan kepedihan yang teramat dalam dimatanya." Ucap Damar.


Dan ucapannya itu berhasil membuat Kanaya merasa cemburu.


"Apa kau bisa membawa dia bertemu denganku?" Ujar Keenan yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.

__ADS_1


"Tadi malam Aku kembali menemuinya di cafe tempatnya bekerja, aku memintanya untuk bertemu kalian berdua. Dan dia bilang akan bertemu kalian hari ini. Nanti siang aku akan menjemputnya." Ucap Damar.


Dan lagi-lagi ucapannya itu membuat dada Kanaya semakin sesak. Rasanya ia tidak rela jika Damar menemui wanita lain.


Pembicaraan pun selesai, Damar dan Arland bergegas menuju ruang meeting karena sebentar lagi para klien akan datang untuk memulai rapat penting.


"Kanaya, Kau tidak apa-apa kan disini sendirian? Aku harus meeting dulu." Ujar Keenan.


"Iya, tidak apa-apa. Apa Aku boleh pinjam handphone mu? Aku lupa membawa handphone ku, Aku ingin mendengar musik."


Keenan tersenyum, "Tentu boleh." Jawabnya, kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas lalu memberikannya pada Kanaya.


"Handphone mu tidak memakai pin?" Tanya Kanaya.


"Tidak, karena sejak dulu tidak ada yang rahasia ataupun yang spesial didalamnya." Jawab Keenan.


"Oh."


"Ya sudah, aku pergi dulu ya, jangan kemana-mana." Ucap Keenan memperingati istrinya itu, karena ia tidak mau Kanaya berkeliaran di sekitar kantor dan para karyawan terutama laki-laki melihat penampilan istrinya yang sangat cantik menurutnya.


Kanaya hanya menjawabnya dengan anggukan kepala sembari membuka icon music di ponsel Keenan.


Namun, setelah Keenan pergi, Kanaya jadi penasaran dengan isi galeri suaminya. Rasanya ia tidak percaya saat Keenan bilang tidak ada apapun yang rahasia ataupun yang spesial didalam handphonenya. Laki-laki tampan dan setajir Keenan tidak mungkin tidak pernah dekat dengan seorang wanita. Setelah memastikan jika Keenan sudah benar-benar pergi, Kanaya pun mencoba membuka galeri.


Dan ternyata memang tidak ada apapun didalamnya, tidak ada foto wanita cantik dan seksi seperti yang dipikirkannya. Hanya ada beberapa foto keluarga saja, dan juga foto pernikahannya dengan Keenan.


Namun, Kanaya tidak percaya begitu saja. Ia beralih membuka kontak telepon suaminya, mencari nomor wanita yang mungkin saja ada. Dan ternyata hasilnya sama, daftar kontak telepon Keenan hanya nomor telepon keluarga dan rekan bisnisnya saja.


"Astaga, masa iya seorang Keenan Erlangga tidak pernah dekat dengan wanita? Apa dia laki-laki normal?"


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2