
"Jadi benar, Kanaya itu adalah Alisya Putri bungsunya Pak Rizal yang hilang?" Tanya Vino, dan di angguki oleh Keenan. Beberapa jam lalu setelah momen penuh air mata, mereka pun akhirnya pulang dengan Kanaya yang dalam keadaan lebih segar setelah mencoba menerima semua keadaan jika dirinya adalah Alisya.
"Iya, Pa. Aku benar-benar gak nyangka jika pertemuan ku dengan Kanaya bisa mengungkap serangkaian peristiwa yang memiliki keterkaitan."
Bermula pada kejadian di kamar hotel malam itu. Dimana Keenan merenggut kehormatan Kanaya dengan terpaksa karena jebakan yang dilakukan oleh Vania atas suruhan Zara yang merupakan istri kedua Rizal, dan juga ternyata adalah mantan istri pertama Vino karena memiliki dendam masa lalu pada keluarga Erlangga. Dan berakhir dengan terungkapnya jati diri Kanaya yang sebenarnya adalah Alisya.
Keenan tersenyum memandangi istrinya yang sudah nampak tersenyum, padahal beberapa jam lalu tak hentinya istirnya itu menangis seolah tidak terima dengan siapa dirinya yang sebenarnya.
Senyum menghiasi wajah cantik Kanaya menatap dua orang yang terlihat sangat bahagia bermain-main dengan putri kecilnya. Rizal dan Vania, ternyata mereka adalah keluarga kandungnya, pantas saja saat awal bertemu ia merasakan telah dekat dan ternyata Rizal dan Vania adalah papa dan kakaknya.
"Pa, tau gak namanya siapa?" Ucap Vania sambil mencolek-colek hidung keponakannya itu yang sedang tidur.
"Siapa?" Tanya Rizal tanpa mengalihkan tatapannya dari cucunya, bayinya Kanaya ini sangat mirip dengan Kanaya sewaktu bayi. Betapa bahagia dirinya, bukan hanya dipertemukan kembali dengan putrinya yang hilang, tetapi sekaligus ia telah menjadi seorang kakek.
__ADS_1
"Namanya Alisya, Pa." Jawab Vania dengan sumringah. Ia seakan melihat adiknya sewaktu bayi.
"Oh ya? Wah jadi kamu ambil nama Mama kamu ya, terus Mama gimana dong kalau namanya kamu ambil, hum?" Rizal mencium pipi cucunya itu dengan gemas.
Seperti kata Keenan, putri kecilnya itu adalah putri tidur. Lihat saja, bagaimana gemasnya Rizal mencium kedua pipinya serta Vania terus mencolek-colek hidungnya sama sekali tidak membuatnya merasa terganggu.
"Kanaya akan tetap menjadi Kanaya, Om. Sebagai bentuk terima kasih kepada dua orang yang telah memberikan nama itu dan juga telah merawat Kanaya selama ini," ujar Keenan yang telah ikut bergabung. "Dan Putri kecil kami ini adalah Alisya Erlangga." Lanjutnya.
"Om?" Tanya Rizal, mengerutkan keningnya.
Keenan nampak berpikir dan beberapa saat kemudian ia terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Papa mertua." Ucapnya tampak malu-malu.
Vino dan Tania pun ikut bergabung, senyum juga tak lepas menghiasi wajah tua mereka.
__ADS_1
"Gak nyangka ya Pak Rizal, ternyata kita itu berbesan." Ujar Vino yang telah berdiri disampingnya besannya itu, sebelah tangannya terulur mengusap kepala cucunya yang masih berada dalam gendongan Rizal.
"Iya, gak nyangka banget kalau kita itu ternyata memiliki mantan Istri yang sama." Canda nya menahan senyum sambil melirik Tania. Namun, sayangnya Tania sama sekali tidak terpengaruh untuk cemburu.
"Sebuah kebetulan yang sangat langka, dua laki-laki yang berbesan sama-sama memiliki mantan Istri yang sama dan sama-sama korban cinta buta." Kekeh Tania.
Membuat Vino dan Rizal seketika terdiam dengan saling melirik. Karena begitulah kenyataannya. Mengatasnamakan cinta, membuatnya tidak bisa melihat baik buruknya orang yang dicintai.
................
(Tokoh: Tania, Vino, Zara/Elzara, dari novel RAHIM 500 JUTA)
__ADS_1