Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 80. PERNIKAHAN


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, tibalah hari pernikahan Damar dan Vania. Di sebuah hotel berbintang lima pesta pernikahan itu di gelar. Para tamu undangan sudah memenuhi aula di mana akad nikah akan di mulai sebentar lagi.


Damar menunggu dengan tak sabar calon istrinya yang sedang di jemput oleh Kanaya, sementara Keenan menemaninya dengan sesekali melirik dengan tatapan iri. Ya, bagaimana tidak iri, pernikahannya dengan Kanaya diadakan dengan sangat sederhana dan dihadiri oleh keluarga intinya saja sementara pesta pernikahan Damar dan Vania digelar dengan sang meriah di hotel berbintang lima.


....


"Kakak cantik banget." Vania tersenyum mendengar pujian dari adiknya. Ia menatap dengan takjub pantulan dirinya di depan cermin yang berukuran besar, ia sendiri hampir tak mengenali dirinya.


"Terima kasih, Kanaya. Kamu juga cantik, Keenan sangat beruntung bisa mendapatkan istri secantik secantik Adikku." Tutur Vania sambil tersenyum.


Dan Kanaya pun tersenyum mendengar pujian kakak nya itu.


"Bukan hanya aku, tapi kita berdua. Kita beruntung karena mendapatkan suami sebaik dan setampan Bang Keenan dan Bang Damar." Kekeh Kanaya, Vania pun ikut terkekeh.


"Sudah siap kan? Kita keluar sekarang, Bang Damar pasti sudah tak sabar menunggu Kakak." Ujar Kanaya, lalu ia menunduk mengambil ujung gaun pengantin yang terjuntai di lantai.


Vania mengangguk pelan, "Tapi aku gugup, Kanaya."


"Nanti setelah Kak Vania duduk berdampingan dengan Bang Damar, rasa gugup Kakak itu pasti akan hilang dan berganti kan dengan kebahagiaan yang tiada tara." Ucap Kanaya, ia mengatakan apa yang dulu di rasakan nya. Meski dulu ia terpaksa menikah dengan Keenan namun ia sangat gugup saat berdampingan dengan suaminya itu.


"Apa benar begitu, Kanaya?" Tanya Vania


Kanaya mengangguk pelan. "Kita keluar sekarang ya, Kak, semuanya sudah hadir dan hanya tinggal menunggu mempelai wanita nya saja." Ujar Kanaya sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda kakaknya.


Vania pun tersipu malu sembari mengangguk pelan. Ia langsung melingkarkan tangannya di lengan Kanaya.


Kedua wanita itu berjalan beriringan menuju aula di mana akad nikah akan di mulai. Sontak semua tatapan tertuju pada mereka berdua saat sudah memasuki aula tersebut.


Keenan dan Damar serentak langsung berdiri melihat kedatangan wanita mereka, keduanya sama-sama terlihat sangat cantik di mata mereka.

__ADS_1


Setelah Kanaya dan Vania semakin mendekat barulah mereka berdua kembali duduk di tempatnya semula.


Kanaya langsung menuntun Kakaknya duduk di samping Damar, setelah itu ia pun duduk di samping suaminya.


Kedua mata Vania berkaca-kaca, saat menoleh melihat papanya yang telah duduk sendirian disampingnya tanpa pendamping seperti kedua orangtuanya Damar yang lengkap. Andai saja mamanya masih ada, hari pasti akan menjadi hari yang paling membahagiakan untuk ia kenang seumur hidupnya.


"Mempelai wanita sudah datang, jadi bisa kita mulai ijab kabul nya sekarang?" Tanya penghulu.


Damar pun mengangguk dengan antusias dan langsung mengulurkan tangannya pada penghulu.


Ijab kabul pun di mulai. Dengan satu kali tarikan nafas Damar mengucap kalimat ijab kabul itu dengan lantang. Vania langsung mengusap wajahnya serta mengucap syukur dalam hati, kini status nya telah berubah menjadi seorang istri.


Rizal langsung memeluk putri sulungnya itu yang telah menyandang status seorang istri, begitupun dengan Damar yang juga di peluk oleh kedua orangtuanya.


"Jangan menangis, ini hari bahagia mu. Seharusnya kamu senang bukan menangis." Rizal mengusap air mata Vania yang semakin deras mengalir.


Vania tergugu, perasaannya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Terlalu bahagia dan juga sedih karena setelah ini ia tidak akan tinggal bersama Papanya lagi dan papanya akan sendirian.


"Hei, kenapa kau menangis? Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan kita?" Tanya Damar dengan berbisik. Wajahnya yang sebelumnya memancarkan kebahagiaan, terlihat khawatir melihat istrinya menangis.


"Bukan seperti itu, justru aku terlalu bahagia sampai aku menangis seperti ini." Jawab Vania juga berbisik.


Beberapa saat kemudian setelah selesai ijab kabul. Damar dan Vania pun di tuntun oleh Kanaya dan Keenan menuju pelaminan. Damar duduk dengan gagah nya, dan Vania dengan anggun nya sedikit tersipu malu karena banyaknya pasang mata para tamu undangan terus menatap mereka.


Acara berlangsung dengan meriah nya. Beberapa tamu undangan yang merupakan rekan bisnis kedua mempelai naik ke atas pelaminan untuk sesi berfoto bersama kedua mempelai, dan juga mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru itu.


"Selamat ya Pak Damar dan Bu Vania, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Dan segera di beri momongan."


Damar dan Vania saling melirik kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih atas doanya. Dan terima kasih juga telah hadir di acara berbahagia kami." Ujar Damar.


Beberapa saat acara berlangsung, kini giliran keluarga yang berfoto bersama kedua mempelai.


Rizal yang didampingi oleh Kanaya dan Keenan berdiri di samping Vania, begitu juga Bara dan Vani berdiri di samping Damar. Beberapa foto diabadikan oleh fotografer, keluarga yang lainnya pun ikut bergilir mengabadikan momen tersebut bersama kedua mempelai.


Beberapa jam berlalu, satu persatu para tamu undangan meninggalkan aula tempat acara pernikahan Damar dan Vania berlangsung.


"Kak, kami pulang dulu ya." Ucap Kanaya sembari memeluk Vania.


Saat Kanaya akan mengurai pelukannya, Vania malah menarik nya kembali dan bertanya sesuatu dengan berbisik.


"Kanaya, apa ada tips untuk melewati malam pertama?" Tanya Vania yang membuat menganga. Jika ditanya soal malam pertama ia tidak mempunyai pengalaman soal itu, karena malam pertamanya direnggut dengan paksa saat kejadian di kamar hotel itu.


"Pokoknya Kakak harus rileks aja, gitu." Jawab Kanaya sekenanya, lalu mengurai pelukannya dari tubuh Vania.


Begitupun Damar yang juga bertanya hal serupa pada Keenan. Namun Keenan hanya mendelik, kemudian meninggalkan Damar.


"Kanaya, ayo kita pulang."


Kanaya langsung mengangguk dengan antusias, kemudian melingkarkan tangannya di lengan suaminya meninggalkan sepasang pengantin baru itu.


.


.


.


LAPOR DER, TENGKYU 😘

__ADS_1



__ADS_2