Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 49. DI SEKAP


__ADS_3

Duduk di sebuah kursi kayu dengan kedua tangan dan kaki yang terikat serta mulut yang di sumpal kain membuat Vania sama sekali tidak bisa berkutik, bahkan suara yang ia keluarkan hanya terdengar seperti dengingan nyamuk. Vania juga tidak tahu di mana ia berada sekarang, namun bila melihat keaadan sekeliling ia sedang berada di sebuah rumah kosong.


Di samping kiri dan kanan nya berdiri dua orang pria bertubuh tegap, dua pria yang sudah menculik nya. Namun, Vania tidak tahu apa tujuannya, ia sama sekali tidak merasa mempunyai musuh.


Beberapa waktu lalu saat akan menjemput Damar untuk pergi bersama melihat bayi nya Kanaya, di perjalanan tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang terus membuntuti nya. Sampai di persimpangan jalan yang cukup sepi mobil itu berhasil menghadang mobil Vania.


Terlihat dua pria turun dari mobil kemudian menghampiri mobil Vania, menggedor meminta di buka kan pintu mobil.


Dalam keadaan ketakutan, kedua tangan Vania bergetar merogoh tas mengambil ponselnya nya, ia menghubungi papa nya untuk meminta pertolongan. Namun, sayangnya sudah beberapa kali panggilan tidak terjawab, tetapi Vania terus mencoba menghubungi papa nya.


Di luar mobil, dua laki-laki yang terus menggedor mobil Vania sudah merasa geram karena si pemilik mobil tak kunjung membuka pintu mobil nya. Salah satu di antara nya kembali ke mobil nya mencari sesuatu untuk bisa memecahkan kaca mobil Vania. Dan tak lama kemudian laki-laki bertubuh tegap itu kembali dengan membawa sebuah linggis.


Dengan satu kali pukulan kaca mobil Vania pecah terkena hantaman linggis, bertepatan dengan itu sambungan telephone Vania dengan papa nya terhubung.

__ADS_1


"Halo, Pa, tolong aku Pa, aku...


Belum sempat Vania menyelesaikan ucapan nya, ponselnya sudah di rebut dan di hempaskan ke jalanan.


Kemudian salah satu pria itu membuka pintu mobil dan menarik paksa Vania turun dari mobil nya.


"Kalian siapa, dan mau apa?" Tanya Vania dengan nada yang ketakutan. Ia berusaha memberontak, namun tenaga nya kalah kuat. Dua pria itu mengapit tubuh nya membawa masuk ke dalam mobil yang di bawa laki-laki itu.


Karena Vania terus memberontak dan berteriak, salah satu pria itu mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku celana nya lalu membekap mulut Vania.


.


.

__ADS_1


.


Karena kesulitan untuk berteriak, Vania hanya bisa mengguncang tubuh nya sehinga menimbulkan suara yang cukup berisik yang berasal dari kaki kursi yang beradu dengan lantai.


"Diam!" Bentak salah satu pria bertubuh tegap itu.


Namun, Vania sama sekali tidak mengindahkan, ia terus melakukan aksi nya sehinga membuat pria yang membentak nya menjadi marah. Menyebabkan dirinya mendapatkan tamparan keras di pipi.


Vania hanya bisa memjamkan mata merasakan panas bercampur perih di pipi nya akibat tamparan itu, telinganya pun terasa berdenging di buatnya.


"Jika kau masih tidak mau duduk diam, maka aku akan melakukan yang lebih dari pada itu!" Ancam pria itu.


Vania pun akhir nya diam dari pada ia harus mati konyol di tempat ini. Yang bisa di lakukannya sekarang hanya berdoa dalam hati agar papa nya datang menyelematkan meskipun itu rasa nya mustahil.

__ADS_1


Vania benar-benar tidak mengerti kenapa ia di culik dan di sekap di tempat ini, dan siapa yang melakukan ini semua pada nya?


__ADS_2