
"Ayolah Bos, cepat selesaikan urusan Bos dengan nya kami sudah tidak sabar untuk bersenang-senang dengan si nona manis ini." Ucap salah satu pria anak buah nya Zara sambil mencolek dagu Vania dan mengedipkan sebelah mata nya.
Membuat Vania sangat ketakutan jika mantan istri papa nya benar-benar memberikan dirinya kepada dua pria bertubuh tegap itu untuk di nodai.
"Kalian ini sangat tidak sabaran, tunggu sebentar lagi masih ada yang harus aku bicarakan dengan nya." Ucap Zara tersenyum menyeringai. "Kalian berdua itu sangat untung, sudah aku bayar dapat makanan gratis pula. Lanjut nya, menatap Vania dengan penuh kebencian. Ia sangat membenci anak mantan suaminya.
"Ma, aku mohon lepaskan aku, biarkan aku pulang. Aku janji kalau Mama melepaskan aku, aku janji tidak akan mengatakan pada siapa pun tentang ini." Ucap Vania, tak hentinya ia terus memohon.
Zara terkekeh, ia tahu Vania tidak pernah mengingkari ucapan nya namun, ia tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk membuat Rizal menangis darah jika putri kesayangannya yang selalu di bangga-banggakan nya ini telah ternoda.
__ADS_1
"Apa kau ingin tahu kenapa aku sangat membenci mu, huh? Itu semua karena Papa mu yang selalu membeda-bedakan dan membanding-bandingkan kita berdua. Papa mu selalu memuji kepintaran mu dalam hal apa pun dan terkesan menyuruh aku untuk belajar dengan mu. Papa mu juga selalu berlaku tidak adil dengan kita berdua, kamu selalu di berikan kebebasan kemana pun kau ingin pergi sementara aku, aku tidak diizinkan pergi jika bukan bersama papa mu. Apa pun yang kau mau selalu saja di turuti sementara aku semuanya harus atas izin papa mu terlebih dahulu. Itu tidak adil bukan?" Ucap Zara dengan penuh kemarahan.
Vania hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar setiap kalimat yang terucap dari bibir wanita yang sudah ia anggap seperti mama kandung nya sendiri. Air mata nya semakin deras mengalir.
"Tidak seperti itu, Ma. Yang aku tahu Papa sangat mencintai Mama." Ucap Vania dengan terisak.
"Ma, aku mohon jangan pergi. Tolong lepaskan aku, aku ingin pulang."
Namun, Zara sama sekali tidak memperdulikan permohonan Vania. Ia terus melangkah mundur dan berhenti tepat di depan pintu.
__ADS_1
"Sekarang silahkan kalian berdua bersenang-senang, puaskan diri kalian setelah itu lemparkan dia kejalanan." Perintah nya kepada dua anak buah nya, dengan tanpa perasaan ia membalikkan badan nya hendak meninggalkan tempat itu. Teriakkan Vania yang menggema dan terdengar memilukan sama sekali tidak membuat nya merasa kasihan sedikitpun.
Sementara itu kedua anak buah Zara sudah memulai aksi nya, dua pria itu melepaskan seluruh ikatan di tubuh Vania dan kesempatan ini di pergunakan Vania untuk melawan namun, apalah daya tenaga nya sama sekali tidak ada apa-apanya di bandingkan dua pria bertubuh tegap itu yang berusaha memperkosa diri nya.
"Aku mohon lepaskan aku!"
"Enak saja minta di lepaskan, kita bersenang-senang dulu baru kami akan melepaskan mu. Ayo lah manis percuma kau berontak karena itu hanya akan menguras tenaga mu saja. Lebih baik kau habiskan tenaga mu untuk memuaskan kami berdua." Ucap dua pria itu sambil tertawa.
Semua perlawanan yang di lakukan Vania terasa sia-sia, bahkan kini pakaian nya telah di robek dengan paksa.
__ADS_1