Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 42. MELAHIRKAN


__ADS_3

Beberapa jam kemudian...


Pembukaan sudah lengkap, Kanaya sudah siap untuk melahirkan bayi nya.


Sesuai dengan instruksi yang diberikan dokter, sekuat tenaga Kanaya mengejan dengan sekuat tenaga untuk mengeluarkan bayi nya. Namun, di usaha pertama nya ini ia belum berhasil mengeluarkan bayi nya.


Kanaya mengumpulkan seluruh tenaga nya, dengan menggenggam erat tangan Vino. Kanaya menarik nafas sebanyak mungkin dan menghembuskan nya perlahan, lalu sekuat tenaga kembali mengejan mendorong panggul nya.


"Ahhh, Keenan... " Ucapan dengan teriakan yang seakan tertahan,


Di saat yang bersamaan tangisan bayi yang begitu kencang menggema di dalam ruangan bersalin. Kanaya menghembuskan nafas nya dengan lega, ia telah berhasil melahirkan bayi nya.


"Kamu berhasil, terima kasih, Kanaya. Terima kasih karena kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita, kamu hebat. Kita sudah menjadi Papa dan Mama." Ucap Keenan sambil menghujani wajah Kanaya dengan kecupan, air mata nya bercampur dengan keringat di wajah istrinya.


Sungguh luar biasa proses demi proses yang di jalani Kanaya. Dengan mata kepala nya sendiri, Keenan menyaksikan bagaimana Kanaya berjuang mengerahkan segala daya upaya dan tenaga nya melahirkan buah hati mereka.

__ADS_1


Nafas Kanaya terengah-engah usai perjuangan nya melahirkan sang buah hati. Ia serasa tak sanggup untuk berbicara dan hanya bisa tersenyum kecil.


"Selamat ya Pak, Bu, bayi kalian berjenis kelamin Perempuan." Ucap dokter yang membantu persalinan Kanaya.


Keenan dan Kanaya serentak menatap ke arah dokter dan mengucapkan terima kasih, lalu berpindah menatap suster yang menggendong bayi mereka.


"Kanaya, lihat anak kita, dia lucu sekali." Ucap Keenan dengan senang nya seraya mengecup punggung tangan istrinya.


Kanaya hanya menanggapi nya dengan senyuman. Nafasnya masih terengah-engah usai proses persalinan yang dilaluinya.


Hingga suster yang menggendong bayi mereka mendekat untuk di lalukan inisiasi menyusui dini, barulah Keenan sedikit menjauh dari istrinya memberi ruang pada suster.


"Tolong di bantu ya, Pak, untuk di buka kan baju atasan Ibu Kanaya." Ucap suster itu.


Keenan mengangguk dengan antusias lalu segera membuka pakaian atasan Tania sesuai perintah suster itu. Dan setelah terbuka, suster langsung meletakkan si bayi di atas dada ibu nya.

__ADS_1


Inisiasi Menyusu Dini atau yang lebih sering di sebut singkat menjadi IMD, merupakan permulaan menyusu dini yang dilakukan dengan usaha bayi sendiri segera setelah ia lahir. IMD dapat dilakukan dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap pada dada atau perut ibu tanpa terhalang oleh kain, selama minimal satu jam dimulai segera setelah bayi lahir. Dengan demikian terjadi kontak langsung antara kulit bayi dan kulit ibu (skin-to-skin contact), sehingga secara alami sang bayi akan mulai aktif merangkak untuk mencari sumber kehidupan nya dari sang Ibu.


Selama proses melakukan inisiasi menyusui dini, beberapa suster lain nya membersihkan jalan lahir Kanaya.


"Kontak langsung antara kulit bayi dan kulit ibu segera setelah lahir ini memiliki dampak menguntungkan bagi keduanya. Selain tercipta ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi sejak awal kehidupan, suhu tubuh ibu secara alami akan memberikan kehangatan bagi bayi. Kulit ibu ini bersifat termoregulasi bagi bayi, ibu akan memberikan suhu hangat ketika bayi merasa kedinginan dan kulit ibu akan menurunkan suhu tubuhnya saat bayi merasa kepanasan." Ucap dokter menjelaskan.


Keenan dan Kanaya tersenyum dan sekali lagi mengucapkan terima kasih pada dokter yang membantu persalinan Kanaya itu.


Beberapa saat kemudian, setelah proses IMD selesai, si bayi pun di ambil kembali oleh suster untuk di bersihkan, begitu pun dengan Kanaya akan di lalukan beberapa pemeriksaan usai pasca persalinan. Sementara itu Keenan keluar dari ruangan bersalin menemui papa dan mamanya yang menunggu di luar.


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2