Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 81. MALAM PANJANG


__ADS_3

Sepanjang langkahnya menuju kamar yang menjadi kamar pengantin nya, Vania terus menatap tangannya yang bertautan dengan tangan sang suami. Hingga keduanya sudah berada di dalam kamar, Jantung Vania berdegup kencang saat tatapannya tertuju pada susunan kelopak bunga-bunga yang tertata rapi di atas ranjang membentuk hati.


Disaat Vania tengah sibuk dengan pemikirannya, dia dikagetkan oleh tangan kekar suaminya yang melingkar indah di pinggangnya.


"Gimana? Kamu suka gak, sama dekorasi kamar pengantin kita?"


Deg... Jantung Vania semakin berdegup kencang mendengar kata 'kamar pengantin' yang baru saja diucapkan oleh suaminya.


Jantung Vania seakan ingin loncat dari tempatnya, saat Damar menarik dagunya, dan kini posisi mereka saling berhadapan serta pandangan mata mereka bertemu membuat pipi Vania merona karena malu.


"Kamu atau aku dulu yang ganti baju? Atau mau kita barengan aja" Goda Damar pada istrinya membuat pipi Vania semakin merona saja dibuatnya.


Damar terkekeh melihat wajah istrinya yang merona, dia tahu kalau istrinya ini pasti sedang malu, namun itu malah terlihat menggemaskan di matanya.


"Enggak kok aku bercanda, kamu aja yang duluan ganti bajunya." Kekeh nya.


Setelah berganti pakaian Vania dan Damar duduk berdampingan di tepi tempat tidur sambil menatap kado pernikahan pemberian orangtuanya Damar yang berada di atas meja rias.


"Mau dibuka gak kado nya?" Tanya Damar sambil tersenyum tipis. Dan Vania hanya mengangguk sebagai jawabannya namun, ia juga tersenyum.


Vania dan Damar pun bersama membuka kado itu, dan setelah terbuka mereka berdua saling tatap kemudian sama-sama tersenyum melihat isi kado itu.


.


.


.


"Kenapa wajahmu tegang seperti itu, Sayang?" Tanya Keenan dengan berlagak polos, padahal ia tahu itu karena perbuatannya.


"Abang mengerjai ku ya?" Tanya Kanaya, dan kini wajah yang menegang itu berubah menjadi cemberut. Bagaimana tidak, sejak kepulangannya dari acara pernikahan Damar dan Vania, suaminya ini terus memberikan sentuhan yang membuatnya seakan melayang ke angkasa.


"Enggak kok," jawab Keenan sembari menggeleng pelan disertai senyum kecil. "Aku memang ingin, tapi nanti saja. Malam ini aku ingin bercerita banyak hal padamu, aku ingin mengungkapkan sesuatu yang mungkin belum pernah aku ungkapkan dari dalam hatiku yang paling dalam." Sambungnya kemudian, mengecup bibir ranum sang istri sekilas lalu kembali menatap istrinya. Namun kali ini bukan tatapan yang penuh hasrat seperti sebelumnya, tetapi tatapan penuh cinta yang menggebu.


"Hem, kalau begitu katakanlah, aku akan menjadi pendengar yang baik malam ini." ujar Kanaya, ia pun menatap suaminya dengan penuh cinta.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu, Istriku. Ibu dari anakku." Ujar Keenan, kemudian mengecup lembut punggung tangan istrinya.


Kanaya terkekeh mendengar nya. " Yah aku tau itu, Abang sudah sering mengatakannya." Ucapnya.


"Dan Aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakannya. Dan mulai sekarang dan seterusnya hanya akan ada tentang kita dan anak-anak kita," ucap Keenan, ia beranjak dari sofa yang ia duduki dengan menggendong istrinya, kemudian membaringkan tubuh istrinya itu di atas tempat tidur dengan pelan.


"Tunggu disini, Aku ingin ke kamar mandi sebentar setelah itu kita lakukan olahraga malam." Keenan pun mengecup kening istrinya, kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi


Tak lama kemudian Keenan kembali ke kamarnya dan ternyata ia sudah disambut istrinya dengan pemandangan yang menyejukkan mata.


Pakaian tembus pandang yang memperlihatkan dengan jelas setiap lekuk tubuh istrinya.


Setelah memastikan jika bayinya sudah tertidur pulas didalam box bayi, Keenan bergegas menghampiri istrinya yang sudah dengan siap menunggunya.


Malam ini akan menjadi malam panjang meski mereka bukanlah sepasang pengantin baru lagi.


.


.


.


"Kenapa sih? Kok senyum senyum terus?" Karena saking penasarannya, akhirnya Vania pun bertanya pada suaminya itu.


Namun, Damar malah semakin melebarkan senyum nya, membuat Vania semakin bingung dan penasaran. "Sini deh Aku kasih tahu, kenapa Aku senyum senyum." Ucap Damar, dia memanggil Vania untuk mendekat.


Dan Vania, dengan bodohnya dia menurut saja, kemudian mendekat pada suaminya yang duduk di tepi tempat tidur.


Dan hap...


Tanpa aba aba, Damar langsung mengungkung tubuh Vania dibawah nya. Dia menatap manik mata istrinya yang berwarna kecoklatan, menambah kesan cantik pada istrinya itu.


Damar mengangkat sebelah tangan nya, menyentuh pipi Vania yang putih dan mulus.


Dari pipi, Damar menuntut tangan nya terus bergerak, menyentuh setiap inci bagian wajah Vania. Hidung, kening, mata, dan yang terakhir bibir ranum Vania yang terlihat sangat menggoda.

__ADS_1


Malam ini, Damar benar-benar tergoda dengan istrinya walaupun Vania tak melakukan itu. Hanya dengan seperti ini saja, sudah mampu membuat sesuatu dibawah sana menegang dengan sendirinya.


Walau dengan mata terpejam, Vania masih bisa merasakan apa yang sedang dilakukan Damar saat ini pada tubuhnya, bibir Damar terus bergerak menelusuri setiap inci bagian tubuhnya yang menimbulkan sensasi luar biasa yang baru pertama kalinya ia rasakan.


Lenguhan yang berhasil lolos dari bibir Vania, membuat Damar tersenyum dan semakin bersemangat dengan kegiatannya saat ini.


"Apa malam ini Kamu sudah siap jika Aku ingin menjadikanmu Istriku yang seutuhnya?"


Pertanyaan itu terlontar dari bibir Damar seiring helaan nafasnya yang menerpa wajah Vania.


Anggukan kepala yang diajukan Vania sebagai jawaban sudah cukup membuat Damar bergelora.


"Jika bukan malam ini, masih tetap akan terjadi bukan? Maka kapanpun Aku harus siap menjalankan tugasku sebagai Istri. Malam ini aku sepenuhnya milikmu." Ujar Vania.


Damar semakin mengembangkan senyum, dan di detik berikutnya Damar benar-benar telah siap dan sudah memposisikan tubuhnya untuk melakukan penyatuan mereka.


.


.


.


......TAMAT ......


S1 RAHIM 500 JUTA


S2 CINTA UNTUK KANAYA


NEXT SEASON 3 👇👇👇 [Anin&Arlan]



MAMPIR JUGA DI 2 NOPEL ONGOING OTHOR LAINYA 🙏🙏🙏


__ADS_1


DAN AKU UCAPAN TERIMA KASIH SEBANYAK BANYAKNYA BUAT KAKAK² YANG SUDAH BACA SAMPAI AKHIR. 🙏🙏🙏 MOHON MAAF JIKA ALURNYA KURANG MENARIK 🙏🙏🙏


__ADS_2