Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 57. I LOVE YOU TOO, SUAMIKU


__ADS_3

Merasakan hembusan nafas yang hangat di telinganya yang si sertai dengkuran halus menandakan jika laki-laki yang tengah memeluknya dengan erat ini telah tertidur, Kanaya pun membuka matanya.


Ia menoleh dan tersenyum menatap wajah sang suami yang terlihat sangat menggemaskan saat tertidur. Sebelah tangannya terulur mengusap pipi suaminya dengan lembut kemudian membawa jari-jari lentiknya mengusap bibir yang telah lancang mencium bibirnya tanpa izin.


"Apa kau selalu seperti ini jika aku sedang tidur? Mencium ku diam-diam." Kanaya tersenyum membayangkan jika itu benar, Keenan diam-diam selalu menciumnya di saat ia sedang tertidur.


Sebenarnya Kanaya sudah bangun saat Keenan baru datang, namun ia tidak membuka matanya karena ingin tahu bagaimana reaksi suaminya itu melihatnya tak berdaya seperti ini. Dan yang ia dapati adalah ungkapkan cinta sang suami yang sudah sering kali ia dengarkan namun, entah kenapa kali ini terasa berbeda. Hatinya berdesis saat Keenan membisikkan kata cinta itu tepat di telinganya.


"I love you too, Suamiku." Ucap Kanaya sambil tersenyum dengan terus menatap wajah suaminya tanpa berkedip. Sungguh, malam ini entah kenapa Keenan sangat terlihat tampan di matanya, apakah karena ia juga benar-benar telah jatuh cinta pada suaminya ini?


Senyum yang mengembang diwajah Kanaya seketika memudar kala melihat Keenan membuka matanya. Laki-laki itu tersenyum melihat istrinya yang nampak salah tingkah.


"Kau bilang apa tadi? Ayo katakan sekali lagi." Pinta Keenan.

__ADS_1


"Bi-lang apa? Aku tidak bilang apa-apa." Ujar Kanaya sedikit gugup.


"Aku tadi mendengar nya, tapi aku ingin mendengarnya sekali lagi. Ayo katakan lagi." Keenan menatap istrinya dengan kedua mata berbinar, senyum diwajah tampan nya semakin mengembang.


"Tidak, aku tidak bilang apa-apa." Kanaya memalingkan wajahnya, sungguh ia sangat malu jika Keenan benar-benar mendengarkan ucapannya tadi.


"Hei, jangan berpaling seperti itu ayo tatap aku." Keenan menarik dagu istirnya agar menatapnya. "Kau terlihat manis sekali jika sedang malu seperti ini." Ucapnya menggoda istrinya itu. "Rasanya aku ingin sekali memakan mu." Lanjutnya lalu terkekeh.


Membuat Kanaya semakin malu di buatnya.


Namun, untuk beberapa saat Kanaya masih terdiam dengan tatapan tak lepas menatap kedua mata suaminya yang nampak sayu.


Kanaya mencoba meresapi lagi perasaannya, apakah dirinya benar-benar telah mencintai suaminya ini? Mengingat dirinya akan merasa gelisah bila Keenan tak berada di sampingnya. Ia akan merasa kesepian saat Keenan terlambat pulang kantor.

__ADS_1


"I love you," ucapnya Kanaya akhirnya setelah beberapa saat terdiam.


Keenan tersenyum tipis mendengarnya, namun ia masih belum Mera puas. "Katakan lagi." Pintanya.


"I love you too,"


"Katakan sekali lagi."


Kanaya nampak menarik nafasnya kemudian berkata. "I love you too, Suamiku." Ucap Kanaya dengan lantang sambil memejamkan matanya. Dadanya berdegup kencang setelah mengungkapkan kalimat cinta itu pada suaminya.


Dan Keenan, sungguh ia merasa adalah laki-laki paling bahagia saat ini. Kalimat yang selalu ia nantikan sejak dulu akhirnya terucapkan dari bibir istrinya.


Kanaya yang masih memejamkan matanya, terkejut saat merasakan bibir nya di kecup dengan lembut. Ia pun membuka matanya, kini wajah Keenan tepat berada didepannya hampir tak berjarak.

__ADS_1


Dengan cepat Keenan kembali mengecup bibir istirnya sebelum Kanaya melontarkan kalimat protes nya, kecupan yang awalnya lembut lama kelamaan semakin menuntut. Dan bagai sebuah keberuntungan untuk Keenan, istrinya membalas kecupan nya sehingga suara decakan dari permainan bibir itu memenuhi ruangan dalam keheningan malam.


__ADS_2