Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 68. HASIL DNA


__ADS_3

Tiga hari berlalu...


Baru saja Rizal mendapat kabar dari rumah sakit jika hasil tes DNA nya dengan Kanaya telah keluar.


Tanpa membuang waktu lagi ia segera berangkat menuju rumah sakit. Di perjalanan, Rizal menghubungi Vania memintanya putri sulungnya itu juga datang ke rumah sakit untuk melihat hasil tes DNA itu bersama.


Apapun hasilnya, Kanaya putrinya yang hilang atau bukan akan menjadi urusan belakangan. Yang terpenting sekarang ia cepat sampai kerumah sakit dan melihat hasilnya.


Sepanjang jalan Rizal terus menggumamkan nama mendiang istri pertamanya Risa.


Rizal hanya berharap disisa akhir hidupnya dapat menemukan putrinya yang hilang itu sesuai janjinya kepada sang istri akan menemukan keberadaan putrinya itu. Namun hingga istirnya meninggal dunia ia masih belum bisa menemukan keberadaan Alisya hingga saat ini.


Sesampainya di rumah sakit, Rizal langsung menuju ruangan dokter untuk menerima hasil tes DNA nya.


"Dok, bagai hasilnya?" Tanya Rizal tampak tak sabaran.


Dokter itu tersenyum lalu menyodorkan hasil DNA ke hadapan Rizal. "Silahkan Pak Rizal lihat sendiri hasilnya." Ujar dokter.


Rizal pun segera meraih amplop putih yang berlogo rumah sakit itu dan langsung membukanya.

__ADS_1


Kedua matanya nampak berkaca-kaca setelah melihat hasil DNA nya dengan Kanaya 99% memiliki kesamaan.


"Dok, apa ini artinya DNA kami cocok?"


"Iya, Pak Rizal." Jawab dokter sembari mengangguk.


Rizal tak dapat berkata-kata lagi sekarang, bibirnya bergetar dan kedua air matanya sudah siap tumpah sekali saja ia mengedipkan matanya.


Kanaya, ternyata dia adalah Alisya putrinya yang hilang selama ini.


"Dok, terima kasih banyak, kalau begitu saya pamit dulu."


Di pelataran rumah sakit, Rizal berdiri disamping mobilnya menunggu kedatangan Vania dengan masih menggenggam selembar kertas yang berisi hasil DNA nya dengan Kanaya. Bahkan ia membiarkan kertas itu melebar tanpa melipatnya kembali.


Dengan tak sabar ia menunggu kedatangan Vania untuk memperlihatkan hasil DNA tersebut. Bayang-bayang Kanaya kini telah menari-nari di pelupuk matanya.


'Risa, aku telah menemukan Putri kita yang hilang.' Lirihnya dalam hati.


Tak lama kemudian, Vania pun datang. Setelah memarkirkan mobilnya, wanita itu segera turun dari mobil lalu berlari kecil menghampiri papanya yang sudah menunggu.

__ADS_1


"Pa, Papa sudah ambil hasil DNA nya?" Tanya Vania dengan nafas yang sedikit tersengal.


Rizal mengangguk dengan antusias.


"Bagaimana hasilnya, Pa?" Tanya Vania lagi.


"Ini kamu lihat sendiri." Rizal memberikan kertas hasil tes DNA itu pada Vania.


Sama seperti Rizal, Vania pun seketika berkaca-kaca setelah melihat hasil tes DNA tersebut. Kanaya ternyata benar-benar adiknya.


"Pa, Kanaya adalah Alisya?" Bahkan air mata Vania sudah lebih dulu tumpah sebelum papanya mengangguk membenarkan.


"Pa, akhirnya Alisya ketemu." Vania memeluknya papanya dengan erat. Andai saja mama Riska masih ada, sempurnalah kebahagiaan mereka saat ini.


Didalam pelukan papanya, meski air matanya mengalir namun senyumnya tetap mengembang. Sungguh ini adalah air mata bahagia yang pertama kali ia tumpahkan. Bertemu kembali dengan sang adik adalah keinginan terbesarnya selama ini.


'Welcome my rival.' Kekeh nya dalam hati, ia jadi teringat percakapannya dengan Damar beberapa bulan lalu. Jika adiknya telah ketemu, ia akan menjadikannya saingan terbesar didalam rumahnya.


Dan benar apa yang dikatakan Damar waktu itu, ternyata adiknya benar-benar masih hidup dan bahkan lebih cantik dari dirinya.

__ADS_1


__ADS_2