Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 69. MENOLAK PERCAYA


__ADS_3

"Om, ini gak mungkin. Hasil tes DNA ini pasti salah!" Kanaya melemparkan ke atas meja selembar kertas yang menunjukkan kecocokan DNA nya dengan Rizal. Ia menolak percaya dengan apa yang dilihatnya, karena ia adalah anak ayah dan ibunya.


Sementara yang lain juga nampak terkejut dengan hasil tes DNA tersebut. Bagaimana bisa? Apakah Kanaya memang benar-benar Alisya putri Rizal yang hilang?


"Kanaya, tapi hasil DNA kamu dan Papa 99% memiliki kecocokan dan itu artinya kamu...


"Stop Kak Vania," Kanaya dengan cepat menyela. Ia tidak mau orang lain menyebut dirinya bukanlah anak ayah dan ibunya.


"Aku adalah Kanaya bukan Alisya." Ujar Kanaya menekankan, lalu menoleh menatap suaminya.


"Bang Keenan, antarkan aku pulang. Aku akan buktikan pada Kak Vania dan Om Rizal jika aku adalah anak ayah dan ibuku." Pintanya pada sang suami.


Keenan nampak ragu menuruti permintaan istrinya, namun jika tidak menuruti Kanaya akan bertindak sendiri dan akan membahayakan kondisinya yang belum benar-benar pulih pasca persalinan begitupun luka tusuk diperutnya.


"Baiklah Kanaya, tapi sekarang kamu sediakan stok ASI dulu untuk bayi kita. Mana tahu kita pergi tidak akan sebentar, kasihan kalau minum susu formula lagi." Ujar Keenan.


Kanaya langsung saja menuju kamar tanpa memperdulikan yang lainnya. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah pulang dan membuktikan bahwa dirinya bukanlah Alisya.


Setelah menyediakan stok ASI untuk putri kecilnya, Kanaya lekas bersiap-siap Kem kembali menghampiri suaminya dan bergegas pergi.

__ADS_1


Vania dan Rizal pun turut ikut, mereka ingin melihat dengan cara apa Kanaya membuktikan bahwa dirinya bukanlah Alisya.


Sesampainya di rumah Kanaya, bukannya masuk kedalam rumah Kanaya malah mendatangi salah satu rumah tetangganya yang terdekat.


Setelah beberapa kali mengetuk, seorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut.


"Eh Nak Kanaya, wah lama ya baru datang lagi." Wanita paruh baya itu tersenyum menatap Kanaya.


"Bu, ada yang mau aku tanyakan sama Ibu." Ujar Kanaya.


"Mau tanyakan apa, Nak?" Tanya wanita paruh baya itu.


"Ibu sudah kenal lama dengan orangtuaku, jadi Ibu pasti tahu sesuatu tentang Ayah dan Ibuku di masa lalu. Apa Ibu bersedia menceritakan jika aku bertanya sesuatu?"


Wanita paruh tersebut nampak berpikir dan beberapa saat kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Kalau Ibu memang tahu tentang apa yang akan kamu tanyakan, Ibu pasti jawab."


Kanaya menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan dengan perlahan, ia akan menguatkan hatinya dengan apapun yang akan ia dengarkan hari ini.

__ADS_1


Rizal dan Vania pun turut menanti, mereka berharap wanita paruh baya tersebut tidak menutupi apapun di masa lalu.


"Bu, Aku ini anak kandung Ayah dan Ibuku, kan?" Tanya Kanaya.


Kedua mata wanita paruh tersebut nampak membulat mendengar pertanyaan Kanaya, ia terkejut bagaimana Kanaya bisa menanyakan hal itu.


"Aku benar-benar anak kandung kedua orangtuaku kan, Bu?" Kanaya mengulang pertanyaan nya. Melihat wanita paruh baya itu hanya diam saja hatinya mulai tak tenang.


"Sayang, tenang dulu, Ibu ini pasti terkejut karena kamu bertanya seperti ini." Keenan memeluk istrinya yang seperti sudah ingin menangis, mencoba menenangkan. Lalu Keenan beralih menatap wanita paruh tersebut.


"Bu, tolong jawab pertanyaan Istri saya jika Ibu memang tahu sesuatu." Ujar Keenan.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2