Cinta Untuk Kanaya

Cinta Untuk Kanaya
BAB 70. BUKAN ANAK AYAH IBU


__ADS_3

"Bu, tolong jawab pertanyaan Istri saya jika Ibu memang tahu sesuatu." Ujar Keenan.


Wanita paruh tersebut mengangkat pandangan menatap orang-orang dihadapannya bergantian, kemudian tatapannya tertuju pada Kanaya dengan lekat.


Karena posisi mereka semua saat ini yang sedang berdiri dan akan tidak nyaman berbicara dalam posisi berdiri, wanita paruh tersebut mengajak semuanya untuk masuk kedalam rumah.


Semuanya duduk di ruang tamu tanpa sofa ataupun kursi, hanya beralaskan karpet saja.


"Ibu tidak tahu, bagaimana bisa kamu menanyakan hal ini. Tapi Ibu rasa sepertinya memang sudah seharusnya kamu tahu tentang dirimu yang sebenarnya."


Mendengar ucapan wanita paruh baya itu, Kanaya langsung menenggelamkan kepalanya di dada sang suami, ia sungguh tidak sanggup mendengar yang tidak ia inginkan.


"Kanaya, kamu itu sebenarnya memang bukan anak kandung Ayah dan Ibumu." Wanita paruh baya itu mengangkat pandangan menatap langit-langit, kemudian menceritakan hal dua puluh tahun lalu.


Di suatu siang, warga sekitar dihebohkan dengan Ayah dan Ibu yang pulang berdagang membawa seorang bayi perempuan.


Menurut pengakuan ayah dan ibu, mereka menemukan bayi itu didalam tong sampah di sebuah taman saat berdagang keliling. Ayah dan ibu mulanya mendengar suara bayi menangis lalu mencarinya sumber nya. Karena waktu itu suasana taman sedang sepi mereka pun memutuskan untuk pulang dengan membawa bayi itu.


Karena waktu itu ayah dan ibu memang tidak memiliki anak dalam pernikahan mereka yang sudah menginjak lima tahun, mereka pun akhirnya memutuskan untuk merawat Kanaya dengan dukungan dari para warga kala itu yang mengatakan sebagai pancingan agar si ibu bisa segera hamil.

__ADS_1


Seiring berjalannya waktu, bayi perempuan yang ditemukan ayah dan ibu itu telah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Ayah dan ibu memberinya nama Kanaya. Dan saat usia Kanaya menginjak 12 tahun, ibu dinyatakan hamil dan dialah Aryan anak kandung ayah dan ibu satu-satunya yang telah lama dinantikan kehadirannya.


Namun, karena ayah dan ibu sudah terlanjur sayang pada Kanaya. Mereka meminta para warga untuk tidak menceritakan apapun pada Kanaya kelak tentang jati dirinya.


.


.


.


Kanaya menangis tergugu didalam pelukan suaminya setelah mendengar cerita wanita paruh baya tersebut. Kanaya benar-benar tidak menyangka jika dirinya ternyata memang bukan anak kandung ayah dan ibunya.


Dan kini satu pertanyaan hinggap di benak Rizal, siapa dan apa tujuan orang tersebut mengambil dan membuang bayinya.


"Bu, apa hanya itu yang Ibu tahu?" Tanya Rizal, ia berharap bisa mendapat petunjuk siapa orang yang teganya membuang bayinya seperti itu.


"Iya, Pak, hanya itu yang saya tahu. Waktu itu kami juga tidak menyangka, ada orangtua yang begitu tega membuang bayinya sendiri. Sementara diluar sana ada banyak orang yang menginginkan keturunan. Tapi saya turut bersyukur Kanaya ditemukan oleh sepasang suami istri yang telah lama menantikan kehadiran buah hatinya."


Rizal menghela nafasnya mendengar penuturan wanita yang seusia dengannya itu.

__ADS_1


"Kanaya itu tidak dibuang, Bu. Dia itu adalah anak saya yang dulu diculik seseorang. Waktu itu kami sudah berusaha mencari tapi tidak berhasil menemukannya." Tutur Rizal.


Sontak wanita paruh baya tersebut menatap Rizal seolah tak percaya, kemudian beralih menatap Kanaya yang sudah menangis didalam pelukan suaminya.


Sungguh malang nasibnya, sejak bayi berpisah dari orangtua kandungannya dan diasuh oleh sepasang suami istri yang hanya pedagang keliling, hidup serba pas-pasan. Setelah ayah dan ibunya meninggal Kanaya terpaksa putus sekolah karena harus bekerja demi menanggung biaya sekolah sang adik.


.


.


.


MAMPIR JUGA AKAK² KE KARYA BARU OTHOR, SUDAH UP 🙏 "



DAN KARYA OTHOR YANG IKUT EVENT, MOHON DUKUNGAN NYA 🙏


__ADS_1


__ADS_2