Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 16


__ADS_3

Clara menunggu Devan di depan rumahnya. Malam ini Clara terlihat anggun dengan dress hitamnya. Devan yang membelikannya saat mereka kencan beberapa hari yang lalu.


Malam ini adalah hari anniversary mereka yang kesebulan. Malam ini Devan akan mengajaknya dinner romantis.


Tak lama, orang yang di tunggu tunggu pun datang. Devan keluar dari mobil dengan senyum manisnya. Devan mengenakan tuksedo hitam yang membuat nya terlihat gagah dan tampan.


Devan membukakan pintu mobil untuk Clara. Setelah Clara naik, mobil itu pun melaju.


Mereka sampai di restoran outdoor yang sengaja di pesan Devan untuk anniversary mereka.


Clara dan Devan menikmati dinner romantis malam itu. Devan mengangkat gelas berisi jus jeruknya begitupun Clara dan mereka bersulang. Clara meminum jus jeruknya, seteguk demi seteguk. Devan tersenyum, dia naik ke atas panggung yang memang sudah dia siapkan.


Tidak ada siapapun, hanya kesunyian malam yang menemani mereka. Devan duduk manis dan mulai memainkan gitarnya, tak lama terdengar suara merdu Devan menyusul.


Takkan pernah terlintas


Tuk tinggalkan kamu


Jauh dariku, kasihku


Karena aku milikmu


Kamu milikku


Separuh nyawaku


Hidup bersamamu


Berdua kita lewati


Meski hujan badai takkan berhenti (takkan berhenti)


Sehidup semati


Mentari pun tahu


Kucinta padamu


Percaya


Aku takkan ke mana-mana


Aku kan selalu ada


Temani hingga hari tua


Percaya


Aku takkan ke mana-mana


Setia akan kujaga


Kita teman bahagia


Takkan pernah kulupa


Kamu yang kucinta


Dari ujung kaki


Hingga ujung kepala


Aku ingin kamu


Kamu yang kumau


Belahan jiwaku


Kamu masa depanku


Berdua kita lewati


Meski hujan badai takkan berhenti


(Takkan berhenti)


Sehidup semati


Mentari pun tahu


Kucinta padamu


Percaya


Aku takkan ke mana-mana


Aku kan selalu ada


Temani hingga hari tua


Percaya


Aku takkan ke mana-mana


Setia akan kujaga


Kita teman bahagia


(Teman bahagia)

__ADS_1


Ho-oo-oo


(Setia kan kujaga kita teman bahagia)


Ho-oo


(Percaya)


(Aku takkan ke mana-mana)


Percaya (aku kan selalu ada)


Temani hingga hari tua


Percaya


(Aku takkan ke mana-mana) setia akan kujaga


(Setia akan kujaga)


(Kita teman bahagia)


Aku milikmu


Kamu milikku


Aku kan selalu ada


Hingga di hari tua


(Percaya) percaya


(Aku takkan ke mana-mana)


Setia akan selalu kujaga


Kita teman bahagia


'Em, kok badan gue panas ya, kepala gue juga pusing' batin Clara gelisah.


Clara mulai mendesah kepanasan. Dia mencoba untuk menghilangkan rasa panas itu dengan meminum jus, tapi rasa panas itu malah menjadi jadi.


Clara menggeliat menahan panas di tubuhnya. Di panggung sana, Devan tersenyum melihat Clara sudah bereaksi.


Devan turun dan segera menghampiri Clara, wajahnya berpura pura khawatir dan bingung supaya Clara tidak curiga.


"Kenapa Ra?" Tanya Devan cemas.


"Panas Dev" jawab Clara, dia mengipas ngipas wajahnya menggunakan tangan.


"Udah minum?" Tanya Devan.


Clara mulai kehilangan kendalinya, tangannya mulai mer*ba r*ba tubuhnya.


Devan tersenyum smirk "Yaudah, aku antar kamu pulang ya" ajak Devan.


Clara mengangguk. Devan menuntun Clara menuju mobilnya. Setelah itu, mobilnya pun melaju.


Devan berhenti di depan Hotel Z. Dia menurunkan Clara, dan membawanya masuk ke hotel.


Clara memberontak, dia mencoba melepaskan tangannya dari cekalan Devan.


"Lepasin Dev, kamu kenapa bawa aku ke sini?"


"Kamu kepanasan kan Ra? Jadi, disini rasa panas kamu akan hilang" jawab Devan.


Devan menarik Clara menuju kamarnya. Mudah baginya melewati meja resepsionis karna ini adalah hotel milik ayahnya.


"Devan lepasin! Kamu mau bawa aku kemana? Devan lepas!" Teriak Clara, tapi Devan tak bergeming dan terus menariknya.


"Tolooong! tolooong!" Teriak Clara, tapi tidak ada yang datang membantu.


Devan membuka pintu dan mendorong Clara masuk, kemudian mengunci pintunya.


Devan tersenyum menyeringai manatap Clara yang terlihat sangat cantik dan seksi. Apalagi keadaan nya yang kacau pasca meminum jus yang sudah di campur obat perangs*ng.


Devan mendekati Clara, selangkah demi selangkah. Devan memeluk Clara, tapi langsung di dorong oleh Clara.


Devan mendorong tubuh Clara hingga dia terjatuh di ranjang. Devan segera menimpanya. "Teruslah memberontak Clara, karna aku menyukainya"


Clara tidak bisa melawan, rasa panas itu membuatnya lemas. Clara hanya bisa berdoa semoga ada yang akan datang dan menyelamatkannya.


Devan mendekatkan bibirnya untuk mencium Clara, tapi tiba-tiba..


Brakk!!


Pintu di dobrak dengan sangat kencang hingga terbuka dan terpampang jelas siapa orang yang mendobraknya.


Wajahnya di penuhi kemarahan saat melihat Devan ingin melec*hkan Clara. Reyhan segera menarik tubuh Devan dan meninjunya bertubi-tubi.


Mita, Santi dan Dimas masuk ke kamar hotel itu. Dimas langsung menutup matanya saat melihat keadaan Clara yang sudah kacau.


Mita dan Santi saling memandang, mereka segera membawa Clara keluar dari tempat itu.


Masih terjadi perkelahian sengit antara Reyhan dengan Devan. Reyhan menendang Devan hingga membuatnya menghantam lemari.


Devan tersenyum sinis, dia memegangi perutnya. "Reyhan Reyhan, apa kau pikir bisa mengalahkan ku? Tidak semudah itu bro" Devan segera bangkit dan melawan Reyhan lagi.


"Cih, Lo akan menyesal karna sudah mengusik milik gue" Reyhan segera melancarkan serangannya.

__ADS_1


Devan mulai kewalahan karna Reyhan menghajarnya dengan sangat brutal. Wajah Reyhan yang dingin dan tanpa ekspresi saat menghajar Devan membuat siapapun takut untuk melihatnya.


Bugghhh


Devan terjatuh lemas tak berdaya. Wajahnya sudah babak belur. Reyhan menghampiri Devan dan ingin meninjunya, tapi Dimas menahan tangannya.


"Lepasin dim!" Teriak Reyhan.


"Udah Rey, kalau Lo terusin bisa aja ni orang mati" Ucap Dimas.


"Biarin, dia emang pantas mati karna udah berani nyentuh Clara" Reyhan melepaskan cekalan tangan Dimas, dan dengan sekali pukulan, Devan langsung pingsan dengan mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Lo urus dia" ucap Reyhan pada Dimas.


Sedangkan di tempat lain, Mita dan Santi membawa Clara menuju kamar hotel yang sudah di sewa Reyhan.


Sangat sulit bagi mereka untuk masuk ke hotel ini. Mereka hampir saja diusir jika saja Reyhan tidak menunjukkan identitasnya. Pihak hotel mengizinkan mereka masuk setelah tau siapa kedua orang tua Reyhan.


Mita mendudukkan Clara di tepi ranjang. Sedangkan Santi pergi kedapur untuk mengambil air minum. Setelah selesai, Santi langsung membawakannya untuk Clara.


"Minumlah Ra, aku harap ini bisa mengurangi pengaruh obat itu" Ucap Santi sambil memberikan air putih pada Clara.


Clara segera meminumnya, tapi itu tidak bereaksi. Clara masih merasakan panas di sekujur tubuhnya.


"Ah, gue udah gak tahan San. Tolongin gue" Ucap Clara mengiba, matanya sudah berembun menahan hasr*tnya yang tidak terkendali.


Ceklek!


Reyhan membuka pintu kamar itu. Ia masuk dengan wajah cemas dan menghampiri Clara, tapi dia langsung mengalihkan pandangannya saat melihat kondisi Clara.


"Bagaimana, apa dia sudah merasa baikan?" Tanyanya pada kedua sahabat Clara.


"Belum kak" jawab Mita yang juga merasa cemas. Mita sangat sedih saat melihat keadaan Clara, rambutnya yang berantakan, gaunnya yang tersingkap dan wajahnya yang pucat menahan pengaruh obat terkutuk itu.


"Kak, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Santi. Wajahnya terlihat sangat khawatir.


"Ahh"


Ketiga orang yang masih berdiskusi tentang bagaimana cara menghilangkan pengaruh obat itu tiba tiba teralihkan dengan suara yang keluar dari mulut Clara. Mereka bertiga langsung menoleh dan mendapati Clara yang sudah sangat kacau, Clara tidak bisa mengendalikan tangannya yang terus mer*ba tubuhnya sendiri.


Santi segera menutupi tubuh Clara dengan selimut.


"Bagaimana jika kita buat dia pingsan" Ucap Reyhan memberi ide.


"Membuatnya pingsan?" Tanya Mita.


"Benar, siapa tahu itu bisa mengurangi pengaruh obatnya. Jika dia bangun, beri dia banyak air putih, setelah itu buat dia pingsan lagi" Jawab Reyhan.


"Tapi kak_


"Ah" Clara meringis memegangi lehernya yang dipukul Santi.


Mita dan Reyhan langsung melihat ke arah Clara yang sudah pingsan.


"Dia sudah pingsan kak" Ucap Santi menatap kedua orang di depannya yang masih melongo.


"Baguslah kalau begitu" Reyhan bernapas lega.


Tiba tiba...


Suara desah*n keluar dari mulut mungil Clara. Badannya mulai menggeliat ke sana ke sini.


Mita, Santi dan Reyhan melotot mendengar suara itu.


Mita dan Santi langsung menatap Reyhan yang wajahnya sudah memerah, keringat dingin mulai keluar dari keningnya, dan nafasnya mulai tak beraturan. Suara desah*n itu terus berlanjut membuat Reyhan gelisah dibuatnya. Sungguh, Reyhan dari tadi menahan dirinya saat melihat keadaan Clara. Siapa yang tidak tergoda jika melihat gadis cantik seperti Clara dalam keadaan seperti itu.


Mita dan Santi cepat cepat bergerak. Santi langsung menghampiri Clara dan menutup mulutnya agar suara itu tidak keluar lagi. Sedangkan Mita segera mendorong Reyhan agar keluar dari kamar hotel, kemudian Mita segera mengunci pintunya.


"Nih anak mimpi apa sih sampai tuh suara keluar terus" Kesal Santi, dia sudah melepaskan tangannya dari mulut Clara.


Mita menghampiri mereka. "Paling lagi mimpi en4 en4, tapi entah sama siapa" balas Mita.


Mereka berdua menunggui Clara di kamar hotel itu.


Sedangkan Reyhan masih berdiri mematung di depan pintu. Dia mengusap keringat dingin di dahinya.


"Napa Lo?" tanya Dimas yang baru datang.


Reyhan hanya menggeleng.


"Udah Lo urus?" Tanya Reyhan.


"Beres" jawab Dimas sambil mengacungkan jempol nya.


"Jadi kita kemana nih, disini aja atau pulang?" Tanya Dimas.


"Kita pulang aja" Reyhan melangkah kan kakinya di ikuti Dimas yang menyusul.


"Rey, itu temannya Clara masih jomblo kan?" Tanya Dimas antusias.


"Hem"


"Bisa dong gue deketin, biar lepas status jones gue" Ucap Dimas.


"Gue gak yakin mereka mau sama Lo" ucap Reyhan, mereka sudah sampai di parkiran.


"Yee, Lo doain dong biar salah satu dari mereka jadi cewek gue." Ucap Dimas kesal.


"Udah, kuy cabut, atau gue tinggal nih" Reyhan sudah duduk di kursi pengemudi.

__ADS_1


Dimas segera masuk dan mobil pun melaju memecah kesunyian malam.


__ADS_2