
Malamnya mereka sudah berkumpul di bioskop. Jam menunjukkan pukul 20:30 saat mereka sampai.
"Kita beli popcorn dulu yuk!" Ajak Adel.
"Biar saya sama pak Reyhan aja yang beli. Kalian tunggu aja di dalam" Ucap Tomi. Ia kemudian mengajak Reyhan untuk membeli popcorn.
"Tom, lo pacaran sama Clara?"
Tomi yang di tanya seperti itu menjadi bingung, tapi ia tetap menjawabnya.
"Enggak kok pak"
"Tapi kalian kelihatan dekat" Tanya Reyhan. Ia kemudian membayar popcorn nya dan berjalan menuju studio. Tomi mengikuti di belakangnya.
"Kita emang dekat pak, tapi gak pacaran kok" Sahut Tomi.
"Jangan panggil gue 'pak' kalau di luar jam kerja. Lagian lo lebih tua dari gue" Ucap Reyhan.
"Iya deh, Reyhan"
Mereka berdua duduk di kursi penonton. Reyhan di apit oleh dua wanita yaitu Adel dan Clara.
Wajah Clara dan Adel terlihat tidak sabaran menunggu filmnya, berbeda dengan Reyhan dan Tomi yang terlihat tegang.
Film itu menceritakan keluarga yang pindah ke sebuah rumah bekas pembunuhan. Sayangnya penduduk desa merahasiakan tragedi itu. Teror di mulai saat malam hari.
Wajah Reyhan terlihat menegang saat sebuah tangan hitam merayap naik ke tempat tidur anak itu dan memegang kakinya. Reyhan terlihat semakin ketakutan hingga tak sadar menggenggam erat tangan Clara.
"Em, apa yang memegang kakiku? Tangan? Aww, sakit! Lepas, lepaskan! Lepaskan aku! ibu, tolong aku! Aaaaa!!"
"Hihihi!!!"
Clara menatap Reyhan, ia tahu Reyhan sangat takut dengan hantu. Ia mendekat kan dirinya dengan Reyhan.
"Tutup matanya, pak" Ucap Clara berbisik.
Reyhan segera menutup matanya sedangkan tangannya masih menggenggam tangan Clara tanpa sadar.
Adel terlalu sibuk dengan popcorn dan film yang di putar hingga ia tidak tahu apa yang terjadi sebelahnya. Tomi yang awalnya ketakutan malah jadi penasaran di tengah tengah cerita.
Reyhan terus menutup matanya hingga suasana tiba tiba hening membuatnya penasaran. Otak dan hati nya berperang antara tetap menutup mata atau membukanya. Akhirnya ia memilih membuka mata karena begitu penasaran.
"Aarrgh, apa itu?! Dasar setan! kita keluar saja! Aaa!!! ayo keluar!"
__ADS_1
Reyhan langsung menjerit karena adegan di mana hantu penuh darah dengan wajah rusak muncul bertepatan dengan ia yang membuka mata.
"Hihihihihihih, kau tak bisa lariii!" Ucap kuntilanak di film. Suaranya menggema memenuhi studio.
"Gue mau keluar! Aarrgh! Sialan! Bawa gue keluar!" Reyhan menyembunyikan wajahnya di bahu Clara dan terus menjerit.
Tingkahnya membuat penonton lain kesal dan menyuruhnya keluar.
"Del, bawa pak Reyhan keluar gih" Ucap Clara mencoba melepaskan tangan Reyhan dari lengannya.
"Kakak aja ya, aku lagi seru serunya nih" Pinta Adel. Tomi juga menggeleng karena ia penasaran lanjutan ceritanya, walaupun ia lebih sering menutupi wajahnya dengan tempat popcorn.
Terpaksa Clara yang membawa Reyhan keluar. Ia mendudukkan Reyhan di kursi kemudian membeli air minum dan memberikannya kepada Reyhan.
Reyhan terlihat benar benar ketakutan. Wajahnya pucat dengan keringat dingin, pandangan matanya juga kosong.
"Pak Reyhan kenapa ketakutan banget sih sama hantu? Emang gak heran sih, orang orang pada takut sama hantu. Tapi gak sebegitunya juga"
Reyhan terlihat lebih tenang sekarang. Ia menatap Clara dan menjawab pertanyaannya.
"Dulu pas gue umur 5 tahun. Ortu gue ngajak nonton ke bioskop. Tapi sayangnya mereka salah masuk studio. Ternyata film yang di putar itu film horor. Gue di situ udah ketakutan setengah mati. Semenjak itu gue takut banget sama hantu"
"Wajar sih, tapi dulu pak Reyhan kan sering ke gudang belakang sekolah yang terkenal angker, biasa aja tuh" Ucap Clara.
"Ya biasa aja karena gue gak ketemu hantu di sana" Sahut Reyhan.
"Ra, lo tunggu di sini aja ya?" Pinta Reyhan.
Clara bimbang, ia ingin menonton filmnya tapi ia tidak mungkin juga meninggalkan Reyhan dalam keadaan seperti ini.
'Apa gue tinggalin aja ya? Setidaknya gue bisa membalas sedikit perlakuannya 5 tahun yang lalu. Biarin aja dia ketakutan di sini. Tapi, dia bos gue, entar gue malah di pecat. Gak papa juga sih di pecat, kan emang itu keinginan gue' Clara bermonolog dalam hati.
"Kalau lo mau masuk juga gak papa. Gue pulang aja dulu. Tapi resikonya gue bakalan kena marah Adel, terus Adel ngadu ke mama. Bakalan di hukum gue" Ucap Reyhan lesu.
Clara mengalah dan memilih menemani Reyhan. Ia duduk di samping pria itu.
15 menit kemudian. Reyhan yang bosan tanpa sadar tertidur di bahu Clara. Ia terlihat begitu nyenyak.
Clara ingin memindahkan Reyhan, namun ia teringat kejadian 5 tahun lalu. Saat ia ingin memindahkan Farel tapi karena tak kuat, Farel malah jatuh kepelukan nya. Ia takut itu terjadi lagi dan Reyhan akan menuduhnya macam macam. Jadi ia biarkan saja Reyhan tertidur di bahunya. Tanpa sadar ia juga tertidur, kepalanya menyandar di kepala Reyhan.
Menit berlalu dan film akhirnya selesai. Tomi dan Adel keluar dan mendapati Clara dan Reyhan yang tertidur di kursi
"Kak Reyhan, bangun" Ucap Adel menggoyangkan bahu Reyhan. Ia sedikit cemburu melihat posisi tidur mereka.
__ADS_1
Reyhan mengerjapkan matanya. "Em, filmnya udah selesai?" Tanyanya dengan suara khas orang bangun tidur.
"Udah kak, yuk kita pulang"
Reyhan berdiri dari duduknya. Ia melihat Clara masih tertidur.
Ia membungkukkan badannya dan menepuk pelan pipi Clara. "Ra, bangun. Emang kamu mau tidur di sini semalaman?"
Adel dan Tomi saling pandang kebingungan dengan tingkah Reyhan.
"Kak Reyhan ngapain?" Tanya Adel.
Clara bangun dari tidurnya, ia terkejut Reyhan berada di depannya dengan jarak yang cukup dekat.
Reyhan yang tersadar segera membetulkan posisinya. "Gak, gue gak ngapa ngapain"
'Sial! Gue lupa gue udah putus dari Clara. Kebiasaan sih dari dulu' Batin Reyhan. Ia segera menarik tangan Adel untuk meninggalkan Clara dan Tomi.
Beberapa hari kemudian. Clara sedang beristirahat di kantor setelah selesai dengan pekerjaannya. Kebetulan hari ini Adel datang, jadi ia ada teman ngobrol. Ia dan Adel memiliki kesamaan dalam beberapa hal, itu membuat mereka menjadi teman dekat.
"Kak, lusa bakalan ada film seru lagi loh. Kita nonton yuk, sekalian ajakin kak Reyhan, hahaha" Ucap Adel tertawa sambil melirik Reyhan.
"Yakin mau ngajak pak Rey? Ntar gue gak kebagian nonton film lagi" Ucap Clara ikut tertawa.
"Haha, iya ya kak. Entar penonton lain pada gak bisa nonton juga" Timpal Adel.
"Sumpah, suaranya berisik banget. Budeg telinga gue jadinya" Ucap Clara.
"Tante Widya dan yang lain sampai geli sendiri pas aku ceritain kejadian di bioskop kemaren. Tante Widya bilang kak Reyhan emang penakut" Ucap Adel.
"Gue yakin pak Reyhan jadi bahan ejekan om Reza sama Rayyan kan?" Tebak Clara.
Adel terdiam. Reyhan yang dari tadi mendengar obrolan mereka pun terdiam.
"Kakak kenal sama keluarga kak Reyhan?" Tanya Adel. Ia tidak menceritakan apapun tentang keluarga Reyhan, tapi Clara mengetahui nama mereka, kedengarannya ia juga kenal dekat dengan mereka, tentu ini membuatnya bingung sekaligus penasaran.
Clara terlihat bingung untuk menjawabnya. Tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.
"Kakak juga kelihatan dekat dengan Kak Reyhan. Apa kalian saling mengenal sebelumnya?"
"Gue yang ngenalin Clara ke keluarga gue. Sebagai sekretaris, dia harus tahu siapa saja keluarga gue. Dan apa kami saling mengenal sebelumnya ... jawabannya tidak" Ucap Reyhan menghampiri mereka berdua.
Clara bernafas lega. Beruntungnya ucapan Reyhan mampu membuat Adel percaya.
__ADS_1
"Waktu istirahat kalian sudah selesai. Kembali bekerja atau saya akan memecat kalian karena sudah membicarakan hal buruk tentang saya" Ancam Reyhan.
Clara dan Adel segera kembali melanjutkan pekerjaan mereka.