
Clara baru menginjak kan kakinya di gerbang sekolah. Namun, siswa-siswi SMA Nusa bangsa sudah berbisik bisik saat Clara melewati mereka.
Clara bingung, namun ia tak ambil pusing dan berjalan santai menuju kelasnya.
"Heh cupu! Sadar diri dong, Lo itu cuma modal pintar doang tapi berani deketin anak konglomerat!"
"Gak sadar diri banget jadi orang!"
"Jangan baper jadi orang! Dia itu cuma kasihan sama Lo!"
"Dasar cewek genit!"
Clara menoleh ke arah siswi-siswi yang meneriakinya. 'Apa maksud mereka?' Batinnya bertanya tanya namun ia malas bertanya pada mereka karena ia tahu pasti mereka tidak akan menjawabnya.
Hampir setiap siswa maupun siswi yang di lewatinya mengatakan hal yang sama. Mereka berbisik-bisik dan menggunjing nya.
Akhirnya Clara sampai di kelas. Ia bernapas lega setelah melewati siswa-siswi yang terus menggunjing nya.
Namun, siapa sangka teman kelasnya pun bertingkah sama. Mereka berbisik-bisik dan menatap sinis ke arah nya.
"Kalian sebenarnya kenapa sih?!" Tanya Clara yang sudah tak tahan.
"Lo apa gak lihat situs sekolah?" Tanya Nabilah, teman sekelas Clara.
"Gak tuh, emangnya kenapa?"
Nabilah segera membuka handphone nya dan menunjukkan sebuah video ke Clara.
Clara membulatkan matanya saat melihat video itu. Video itu memperlihatkan Clara yang sedang memeluk Reyhan. Ada juga foto foto Clara dan Reyhan yang menggunakan jaket untuk menutupi kepala mereka.
"Lo kok bisa bisanya nyari kesempatan dalam kesempitan. Bisa bisanya Lo meluk kak Reyhan pas kepalanya sakit. Kalau kepalanya gak sakit, gue yakin Lo bakal di dorong sampai terjengkang karena udah meluk dia. Memegang tangannya aja dia udah marah, apalagi Lo peluk dia, gue yakin sebentar lagi Lo akan tinggal nama di sekolah ini. Apalagi video itu sudah tersebar luas dan Lo akan membuat kak Reyhan malu!" Ucap Feni yang satu kelas pun mengetahui kalau dia menyukai Reyhan.
"Itu gak seperti yang kalian pikirkan. Gue gak nyari kesempatan, gue cuma khawatir sama kak Rey_"
"Bla bla bla. Bacot Lo! Gue gak peduli Lo mau ngomong apa, yang jelas Lo jauhi kak Reyhan. Nyadar diri dong, sekelas Feni aja di tolak apalagi Lo yang miskin plus jelek!" Ucap Dina yang ikut nimbrung.
"Setelah ini gue yakin Lo bakal di rundung satu sekolah. Jadi, bersiap-siap ya Clara, gue gak yakin Lo bakal tenang sekolah di sini lagi" Feni keluar dari kelas, ia sengaja menabrak bahu Clara dan tersenyum sinis pada nya.
Clara berdesah kesal. Ia bingung kenapa jadi begini.
"Udah Ra, Lo jangan pikirin apa kata Feni. Biarin aja lewat kayak angin lalu. Dia kan emang begitu. Kalau Lo dan kak Reyhan emang pacaran, terus apa urusannya sama tuh cewek." Ucap Wulan yang menghampirinya.
"Udah, kita pasti dukung kok hubungan Lo dengan kak Reyhan. Hwaiting Clara" Ucap Nabilah memberi semangat.
"Kebanyakan nonton Drakor Lo" Ucap Wulan menoyor kepala Nabilah.
Clara tersenyum kepada keduanya. Ia segera duduk di kursinya.
"Lo tenang aja, gue dan Santi bakalan jadi pelindung kalau Lo sampai di rundung karena hal ini" Ucap Mita menghampirinya bersama Santi di sebelahnya.
Clara mengangguk. Ia menatap jauh ke luar jendela. 'Bagaimana dengan kak Reyhan sekarang?'
Bugghh
"Bacot Lo! Gue gak akan mengampuni Lo karena udah menghina Clara!"
Beberapa teman temannya yang lain mencoba menenangkan Reyhan. Mereka mencoba memisahkan Reyhan dan Dito yang terus baku hantam.
Beberapa saat yang lalu di kelas Reyhan.
__ADS_1
Reyhan datang lebih awal. Seperti biasa ia selalu tidur sambil menunggu jam pelajaran di mulai. Siswa siswi berdatangan satu persatu. Reyhan tidak sadar jika dirinya menjadi bahan gosip satu sekolah.
Dito yang memang terkenal membenci Reyhan sengaja menggunakan kesempatan ini untuk menghina Reyhan. Ia segera menghampiri Reyhan yang tertidur lalu menepuk lengan Reyhan membuat pemuda itu membuka matanya dan menatap tajam Dito.
"Wow wow. Lihat, dia menatap ku seperti ingin membunuhku. Hei, tenang kawan, aku hanya ingin bertanya. Apa standar mu menurun atau kau memang menyukai kelas bawah? Atau jangan-jangan sudah tidak ada cewek yang mau mendekati mu lagi sampai kau harus mendekati cewek miskin sepertinya?"
"Apa maksudmu?" Tanya Reyhan dingin.
"Hei, kau jangan pura pura tidak tahu. ... Aku benar benar tidak menyangka kalau seleramu serendah itu. Kau menolak semua gadis kaya, cantik nan seksi demi gadis udik itu?" Tanya Dito merangkul bahu Reyhan.
Reyhan langsung memelintir lengan pemuda itu hingga membuatnya mengerang kesakitan.
"Apa maksudmu?! Jika kau tidak menjawab ku, maka akan ku patahkan lengan mu!" Tanya Reyhan semakin menarik lengan Dito.
Para siswi di kelas Reyhan menjerit histeris. Mereka takut Reyhan benar-benar melakukannya.
"Berhentilah pura pura, aku tahu kau pasti sangat menyukai gadis itu. Hei Reyhan, selain otaknya kau juga harus melihat wajah dan kekayaan nya. Setidaknya dia harus cantik dan seksi. Jaman sekarang pintar itu tidak penting, yang penting cantik dan seksi. Apa yang bisa kau banggakan dari Clara?" Tanya Dito tidak mengindahkan ancaman Reyhan.
"Clara? Apa maksudmu?" Reyhan melepaskan lengan Dito.
Dito meringis memegangi lengannya. Ia menyuruh temannya untuk memutar video yang viral di sekolah.
Reyhan terkejut melihat video itu. Apalagi melihat komentar mereka, dia yakin komentar mereka lebih pedas darinya. Banyak juga yang menggunjing nya karena menyukai Clara. Tapi jangan bandingkan dengan Clara, gadis itu mendapatkan umpatan dan makian yang begitu banyak.
"Kau lihat kan? Sekarang kau dan gadis udik itu sudah menjadi bahan gosip sekolah. Aku tidak yakin gadis itu akan tenang sekolah di sini lagi. Apalagi kau tahu sendiri fans garis keras mu kan? Kira kira, apa yang akan mereka lakukan pada Clara? Oh ya, belum lagi jika gadis itu berurusan dengan Vizah dan teman temannya. Aku yakin dia tidak akan selamat" Ucap Dito sengaja menakuti Reyhan.
Reyhan khawatir apa yang di katakan Dito benar terjadi. Ia bergegas keluar namun perkataan Dito membuatnya kembali dan memukul pemuda itu.
"Hei Reyhan! Aku yakin jika kau di guna guna oleh gadis itu atau gadis itu secara sukarela memberikan tubuhnya padamu. Karena itu kau menyukainya kan? Aku harus kasihan padamu atau iri ya? kau bisa mendapatkan gratis tubuh_"
Bugghh
"Bacot Lo! Gue gak akan mengampuni Lo karena udah menghina Clara!"
Beberapa teman temannya yang lain mencoba menenangkan Reyhan. Mereka mencoba memisahkan Reyhan dan Dito yang terus baku hantam.
Dimas yang baru sampai di sekolah terkejut melihat Reyhan dan Dito berkelahi. Ia segera menghampiri Reyhan dan membantu teman temannya untuk memisahkan mereka.
Perkelahian itu terhenti saat guru memasuki kelas. Reyhan dan Dito di panggil menuju ruang BK.
................
Saat jam istirahat dan mereka berada di kantin. Semua orang menatap sinis ke arah Clara, Mita dan Santi yang baru datang. Mereka mulai bergosip ria tentang Clara dan Reyhan.
"Yang sabar ya Ra" Ucap Santi saat semua orang mulai mencibirnya.
"Udah biasa, San. Lo gak perlu khawatir, gue pernah ngalami yang lebih parah dari ini. Mungkin sebentar lagi apa yang gue ucapkan akan terjadi." Ucap Clara merasakan firasat yang buruk.
Setelah selesai dengan makanannya, Clara memilih menuju toilet.
"Heh, Zah! Lihat tuh, ada gadis cupu yang berusaha mendekati my baby Reyhan milik Lo" Ujar Lita saat melihat Clara memasuki toilet.
Vizah tersenyum sinis, ia melihat pantulan Clara dari cermin.
"Lakukan, tapi tunggu dia selesai" Kedua sabahat nya mengangguk mendengar perintahnya.
Clara tak memedulikan mereka. Ia segera memasuki bilik toilet.
"Cih, sombong bener. Belagu amat tuh anak" Kesal Aulia.
__ADS_1
"Tapi, apa Lo yakin dia dan Reyhan pacaran. Setahu gue Reyhan itu benar benar anti dengan cewek" Ucap Lita yang ragu.
"Gak mungkin mereka gak pacaran. Kak Reyhan aja diam pas tuh anak meluk dia. Malah mereka kelihatan romantis di video itu" Balas Aulia.
"Bisa kalian diam! Mau dia pacar Reyhan atau bukan, yang jelas dia udah berani mengusik milik gue dan dia harus dapat pelajaran. Reyhan cuma punya gue, titik!" Ucap Vizah. Ia tersenyum miring melihat Clara keluar dari bilik toilet.
"Hei, bisa kita bicara" Vizah segera mendekati Clara.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Sopan sedikit dengan kakak kelasmu. Jika aku marah, aku bisa saja membuatmu di keluarkan dari sekolah ini" Ucap Vizah mengancam.
Buk!
Bruughh!
'Selalu seperti ini, mau saat aku SD ataupun SMA tetap saja aku di rundung hanya karena dekat dengan cowok'
Clara mengusap pipinya yang terasa panas dan perih setelah Vizah menamparnya. Setelah menampar Clara, Vizah mendorong nya hingga ia keluar dari toilet. Beberapa siswa siswi yang berada di dekat toilet segera menghampirinya karena kepo apa yang terjadi.
"Heh jal*ng, camkan ini. Lo harus mikir seribu kali kalau ingin mendekati Reyhan. Reyhan itu cuma milik gue dan satu sekolah tahu akan hal itu. Jadi, kalau Lo mau aman maka jauhi Reyhan" Vizah menarik rambut Clara hingga membuat gadis itu mendongak.
"Kenapa gue harus jauhi kak Reyhan? Kak Reyhan bukan milik Lo, jadi terserah gue mau deketin dia atau enggak!" Clara membalas menarik rambut Vizah dengan kuatnya hingga jambakan tangan Vizah terlepas dari rambutnya.
Clara menarik tangannya dan langsung memelintir nya.
"Gue gak peduli kalian mau ngomong apa. Lagian kalian gak tahu apa-apa tentang apa yang terjadi sama gue dan kak Reyhan. Lo gak usah ngancem gue karena gue udah kebal sama ancaman sampah itu" Ucap Clara semakin menarik rambut Vizah.
Lita dan Aulia tak tinggal diam. Mereka segera menarik Clara dan menjambak rambutnya. Mereka bertiga segera mengeroyok Clara.
Mita dan Santi yang mendengar keributan di toilet segera menghampiri untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Mereka berdua terkejut melihat Clara di rundung, sedangkan siswa siswi lain bukannya membantu memisahkan malah asik merekam menggunakan handphone mereka. Melihat itu, Mita dan Santi segera membantu Clara.
Buk!
"Maaf Rey, gue buru buru!" Ucap seseorang yang tak sengaja menabrak Reyhan.
"Emang mereka mau kemana sih? Kok pada buru-buru semua." Tanya Dimas bingung.
"Masa Lo gak tahu. Itu loh, Vizah dan gengnya lagi ngeroyok cewek Reyhan di toilet" Ucap teman Dimas.
"Cewek Reyhan? Jangan jangan Clara!" Dimas menoleh ke arah Reyhan, namun pemuda itu sudah menghilang.
"Pasti udah pergi duluan, bukannya ngajak gue" Gerutu Dimas segera menyusul Reyhan.
Bugghh
Clara menutup mulutnya saat tangannya secara tak sengaja memukul Vizah di bagian bibirnya.
Vizah yang tak terima langsung mengambil pel dan memukul Clara. Clara mencoba menghindar namun fans fans Reyhan berkumpul dan memegang kedua tangannya.
Kedua sahabatnya tidak bisa membantu banyak karena kedua tangan mereka juga di pegangi oleh fans Reyhan.
"Ini balasan buat Lo karena udah mukul gue dan menantang gue" Vizah menyiramkan bekas kain pel ke seluruh tubuh Clara. Aksi Vizah di sambut dengan tertawaan fans fans Reyhan lainnya.
Reyhan yang baru sampai langsung meradang melihat kejadian itu. Ia segera menghampiri Clara dan menampar Vizah.
Plakk!
"Dasar ****** sialan! Berani Lo nyakiti Clara, bakalan gue buat Lo menyesal seumur hidup. Siapapun yang berani menganggu nya dan menyentuh nya akan ku buat dia mati!" Para fans Reyhan pun langsung melepaskan Clara karena takut dengan ancaman Reyhan.
__ADS_1
Clara terduduk lemas. Matanya menatap nanar ke arah Reyhan yang berdiri di hadapannya.
'Kata kata itu ... Kenapa aku seperti pernah mendengarnya. Apa firasat ku benar ... Kak Reyhan, adalah bocah itu'