
Sepulang sekolah, Reyhan langsung mengantar Clara menuju restoran tempatnya bekerja. Dimas juga ikut, ia bilang ingin menjumpai Mira, pacarnya.
Begitu sampai restoran, Reyhan tidak mampir. Ia bilang ada acara keluarga jadi ia buru buru. Clara mengerti dan menitipkan salam untuk keluarga Reyhan.
"Loh, kamu ke sini bareng Dimas, Ra?" Tanya Mira saat Clara dan Dimas memasuki restoran hanya berdua.
"Ya enggaklah kak. Aku tadi bareng kak Reyhan, cuma dia ada urusan jadi gak mampir" Sahut Clara.
"Emangnya kenapa sayang? Kamu cemburu ya? Masa sama sahabat sendiri cemburu" Tanya Dimas mengejek.
"Jangan salah, yang. Sahabat bisa merebut pacar sahabatnya sendiri. Tapi aku yakin Clara gak bakalan merebut kamu. Kan pacarnya lebih ganteng"
"Apa? Lebih ganteng? Oh, jadi Reyhan lebih guanteng dari aku. Emang sih, aku ini pas pas an, gak ganteng gak jelek. Terus kenapa kamu gak sama Reyhan aja? Dia kan lebih guanteng. Biar aku sama Clara aja" Ucap Dimas kesal.
"Eng, gak gitu sayang. Maksudnya kamu juga ganteng. Kan aku bilang lebih ganteng, itu artinya kamu itu ganteng, cuma ada yang lebih ganteng dari kamu, hehe" Ucap Mira menjelaskan.
"Yang bener?" Tanya Dimas.
"Iya sayang"
"Oke, aku percaya. Aku ganteng, Mira cantik" Ucap Dimas tersenyum.
"Tunggu! Tadi kamu bilang kamu sama Clara aja. Apa jangan-jangan kamu suka sama Clara? Terus, karena Clara udah sama Reyhan, kamu milih aku, sahabatnya Clara supaya bisa dekat sama dia? Gitu!" Ucap Mira yang baru menyadari ucapan Dimas dan langsung menuduhnya.
Clara memilih pergi meninggalkan mereka karena namanya sudah di bawa bawa. Entah bagaimana kelanjutan pertengkaran mereka, entah damai atau berakhir ngambek ngambek-an.
...----------------...
Reyhan telah sampai di rumah sakit. Ia berjalan menuju ruang rawat omah Ken. Saat sampai di ambang pintu, ia melihat keluarganya sudah berkumpul.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam" Jawab mereka yang berada di ruang rawat tersebut.
"Wah, makin ganteng aja ponakan Tante" Ucap Tante Reyhan.
"Iya dong, anak siapa dulu" Ucap Reza bangga.
"Yee, sombong. Reyhan emang ganteng, tapi anak ku jauh lebih ganteng dari anakmu, kak" Ucap Tante Reyhan tak mau kalah.
Dua kakak beradik itu selalu saja seperti itu jika bertemu. Pasti ada saja yang mereka perdebatkan.
"Tumben Raja gak ada?" Tanya Reyhan saat tak melihat sepupu nya itu. Usia mereka sama, delapan belas tahun.
"Dia gak bisa datang. Katanya ada urusan. Padahal om udah maksa dia buat datang karena ini keinginan omah. Tapi dianya kekeh gak mau" Jawab om nya Reyhan.
'Ada bagusnya juga sih dia gak datang' Batin Reyhan. Ia memang tidak akur dengan sepupunya itu.
"Karena semua sudah berkumpul, bagaimana kalau kita mulai jalan jalannya" Ucap Omah Ken.
"Ibu yakin? Ibu baru sembuh loh, nanti kalau di jalan ngedrop gimana?" Ucap Mama Widya khawatir.
"Udah, ibu akan baik baik saja. Lagian jarang kita ngumpul gini. Ibu ingin menghabiskan waktu bersama kalian"
Setelah memastikan kondisi omah Ken. Keluarga Setya pun pergi jalan jalan menuju pantai. Omah Ken bilang ia ingin menikmati suasana pantai. Sudah lama ia tidak ke sana.
Saat melihat sunset bersama, mereka di kejutkan dengan kehadiran seorang pemuda.
"Kejutan!" Pemuda itu segera menghampiri omah Ken dan memeluknya.
"Raja? Katanya kamu gak bisa datang?" Tanya omah Ken bingung.
Raja melepaskan pelukannya. "Aku sengaja datang terlambat. Rencananya bikin kejutan gitu. Keluarga Setya gak akan lengkap kalau Raja gak ada"
"Eh, kita foto foto yuk. Aku bawa kamera nih" Ucap Raja sambil menunjukkan kamera yang di bawanya.
Keluarga itu pun mulai berpose. Terlihat raut wajah bahagia mereka. Tidak ada duka, hanya ada suka. Mereka benar-benar menikmati waktu keluarga di pantai yang di terangi sunset.
Pukul 7 malam mereka berkumpul di hotel. Semua tertawa melihat tingkah konyol Rayyan. Di tambah dengan kehadiran Raja membuat suasana bertambah hangat.
Reyhan izin sebentar untuk mencari udara segar. Tanpa di ketahui olehnya, Raja mengikuti diam-diam.
Reyhan duduk di pasir menghadap pantai ditemani sinar rembulan dan bintang. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone nya. Tiba-tiba ia merindukan sang pacar bayaran.
✉️ "Ra, kamu udah pulang kerja?"
__ADS_1
✉️ "Udah kak, hari ini pulang cepat. Ini Clara lagi di kamar" Balas Clara.
'Nanya apalagi ya, masa aku nanya udah makan apa belum? Terlalu norak'
✉️ "Kak, mau Clara gombalin?"
Reyhan tersenyum mendapat pesan Clara.
✉️ "Gak akan mempan 😏"
✉️ "Apa bedanya kamu sama tas?"
✉️ "🤨"
✉️ "Kalau tas ditenteng, kalau kamu digandeng."
Reyhan tersenyum salah tingkah mendapat gombalan dari Clara.
✉️ "Salting gak tuh?"
"Kenapa Lo senyam senyum? Kesambet setan penunggu pantai?" Tanya Raja yang dari tadi mengawasinya.
"Bukan urusan Lo"
"Gue denger Lo udah punya pacar. Udah rusak tuh kulkas?" Raja duduk di samping Reyhan.
"Jangan sok tahu" Reyhan berdiri hendak pergi.
"Heehhh, Lo kenapa sih? Gue sepupu Lo, tapi udah kayak musuh aja" Tanya Raja ikut berdiri.
"Jangan pura-pura lupa, Ja. Lo duluan yang menabuh genderang perang di antara kita. Dan sekarang Lo pura-pura lupa" Ucap Reyhan membuat Raja terdiam.
"Oke, gue akui gue yang salah. Tapi, perusahaan itu milik omah dan almarhum opah. Mereka sempat bertanya pada kedua orang tua kita, siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan perusahaan. Nyokap gue ngalah dan Om Reza yang memimpin perusahaan. Dan sekarang, Om Reza ingin memberikan perusahaan itu untuk Lo? Hei, itu tetap milik omah dan almarhum opah. Kenapa dia langsung memilih lo sedangkan gue masih ada? Seharusnya kita bersaing mendapatkan perusahaan itu kan?" Tanya Raja.
"Baiklah, jika Lo emang ingin bersaing, maka gue akan kabulkan. Gue akan bicara dengan Papa dan kita lihat ... siapa yang akan menang" Reyhan berjalan menuju hotel.
...****************...
Pagi di sekolah seperti biasanya. Pelajaran di mulai, seluruh siswa-siswi mengikuti pelajaran, ada yang semangat ada yang lesu.
Farel terlihat tidak bersemangat mengikuti pelajaran. Ia hanya tidur saat guru sedang menjelaskan. Clara bingung kenapa tidak ada satupun guru yang memarahinya, teguran pun tak ada.
Clara kembali ke kelas, namun Farel menarik tangannya kembali keluar kelas.
"Kamu kenapa sih, Rel?" Tanya Clara menepis tangan Farel.
"Cla, aku tanya dan kamu jawab jujur. Kamu beneran pacaran sama Reyhan?" Tanya Farel.
"Iya Rel. Aku dan kak Reyhan udah pacaran beberapa bulan" Jawab Clara.
"Kenapa kamu milih dia, Cla? Kenapa kamu gak milih aku? Aku kurang apa Cla?"
"Maaf Rel, kamu gak kurang apapun. Hanya saja, aku gak cinta sama kamu. Aku ... Cintanya sama kak Reyhan" Jawab Clara jujur dari hatinya.
"Ada gosip juga kamu pernah pacaran sama Wildan, apa itu benar?" Tanya Farel lagi.
"Hehhh, itu benar Rel. Tapi sekarang dia cuma mantan"
"Aku memang bukan selera kamu ya, Cla. Orang yang kamu cintai aja ganteng ganteng. Aku bukan siapa siapa. Padahal aku udah berjuang dapetin hati kamu, Cla" Ucap Farel sedih.
"Bukan gitu, Rel"
Farel meninggalkan Clara dan memasuki kelas. Ia mengambil tasnya dan pergi meninggalkan sekolah.
Clara merasa bersalah namun ia tidak bisa melakukan apapun.
...----------------...
Reyhan menjemput Clara di rumahnya. Mereka menuju bazar makanan atas permintaan Clara.
Di sana mereka berburu makanan begitu banyak. Perut Clara seakan tidak penuh penuh. Reyhan sampai geleng geleng saat Clara meminta bakso, padahal dia sudah makan spaghetti, takoyaki, tteokbokki, martabak, telur gulung, es Boba. Reyhan saja sudah kenyang hanya memakan spaghetti.
"Ayolah kak, habis ini Clara janji gak makan yang lain lagi deh. Ini makanan kesukaan aku, kak. Please" Pinta Clara yang akhirnya dituruti Reyhan.
"Asalkan kamu gak kekenyangan aja, Ra"
__ADS_1
Setelah puas dengan berbagai makanan yang bersarang di perut. Clara dan Reyhan memutuskan pergi ke taman.
"Bulan nya cantik banget ya, kak" Clara menatap indah rembulan yang sempurna.
Reyhan mengangguk dan menatap rembulan. Mereka sedang duduk di bangku taman.
"Ini pertama kali kita kencan berdua. Biasanya kita hanya pergi menjenguk omah Ken atau double date bareng kak Dimas dan kak Mira" Ucap Clara.
"Benar, waktu berjalan begitu cepat, sudah beberapa bulan kita pacaran" Ucap Reyhan menatap wajah Clara.
"Ada satu tugas yang belum kita selesaikan" Ucap Clara menatap wajah Reyhan. Mereka saling tatap beberapa saat.
"Apa?"
"Membuat Wildan cemburu dan membalas perbuatan Ayunda dan Wildan" Jawab Clara.
"Kita akan melakukannya besok" Ucap Reyhan.
"Kita foto yuk, kak. Terus masukin status biar semua orang pada tahu" Ucap Clara.
Clara mulai menghitung mundur dan mereka berpose.
"Mereka gak akan percaya kalau posisi kita terlalu jauh, Ra" Ucap Reyhan menarik pinggang Clara agar lebih dekat dengannya.
"Supaya mereka lebih percaya, kita harus kelihatan romantis" Reyhan melingkarkan tangan Clara ke pinggangnya. Ia mengambil handphone Clara dan mulai memfoto mereka.
Ckrek Ckrek
'Kok gue deg deg an ya. Padahal ini kan ide gue' Batin Clara sambil memandang wajah Reyhan.
"Jangan di lihatin terus" Ucap Reyhan membuat Clara tersadar dan melepaskan pelukannya.
'Lagian kak Reyhan kok jadi romantis gini'
"Satu foto lagi" Ucap Reyhan, kali ini ia yang memeluk Clara dan menyandarkan dagunya di bahu Clara. Ia menyuruh gadis itu untuk mengambil foto.
"Kita pulang yuk, kak" Ajak Clara setelah ia selesai mengambil foto.
'Gak bisa gue lama lama bareng kak Reyhan. Bisa copot ini jantung'
"Oke" Reyhan menggandeng tangan Clara menuju motornya.
"Eh, kak. Kita beli es krim dulu" Clara berlari menuju Kedai eskrim dan memesan eskrim coklat.
"Gak penuh penuh itu perut" Gumam Reyhan sambil berjalan menghampiri Clara.
"Kak Rey mau eskrim apa? Kalau ini biar Clara aja yang bayar" Ucap Clara.
"Eskrim Vanilla"
Setelah pesanan mereka jadi dan mereka memakannya sampai habis, barulah mereka memutuskan untuk pulang.
**Sesampainya di rumah Clara.
Clara melambaikan tangannya dan memasuki rumah. Reyhan masih berada di depan rumah Clara.
"Mungkin bukan hari ini. Aku masih ragu, lebih baik lain kali saja. Aku masih bisa mengatakannya lain kali" Gumam Reyhan.
Dreeet dreeet
Reyhan mengambil handphone nya. Ia langsung menjawab telepon dari mamanya.
"Kenapa ma?"
"...."
Deg!
"Ma, mama bercanda kan?" Tanya Reyhan dengan suara bergetar.
"...."
Tes!
Satu butiran bening keluar dari mata Reyhan. Hatinya hancur, jiwanya hilang separuh. Apa benar yang di ucapkan mamanya?
__ADS_1
"...."
"Iya, ma. Rey, akan ke_ ke_sana" Ucapnya terbata menahan tangis. Reyhan pun melajukan motornya.