
Beberapa hari setelah kepergian omah Ken. Clara sempat khawatir perjanjiannya sebagai pacar bayaran Reyhan akan berakhir. Tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk melanjutkan perjanjian itu, karena alasan utamanya adalah untuk memenuhi permintaan terakhir omah Ken. Ia tidak ingin berpisah dengan Reyhan karena terlanjur mencintai pemuda itu.
Beruntungnya Clara bisa bernafas lega karena Reyhan tidak pernah mengungkit perjanjian mereka setelah omah Ken meninggal, malahan hubungan mereka semakin dekat.
Clara senang karena ia tidak akan berpisah lagi dengan cinta pertamanya itu. Ia berjanji akan menyatakan perasaannya lebih dulu pada Reyhan. Ia tidak peduli apakah Reyhan akan menerimanya atau menolaknya.
Minggu ke Minggu pun berlalu, Reyhan lulus dengan nilai terbaik. Malam ini mereka sedang merayakan pesta kelulusan mereka di sebuah villa. Semua tamu undangan yang terdiri dari para guru dan para siswa-siswi di perbolehkan membawa pasangan masing-masing.
Terlihat Reyhan yang tampil gagah nan menawan dengan tuksedo hitam yang melekat di tubuhnya. Di sampingnya terlihat Clara yang tampil elegan nan cantik dengan gaun malamnya. Mereka berdua sangat serasi.
Reyhan tidak membiarkan satu pemuda pun mendekati Clara dengan terus menggandeng gadis itu, seakan mengatakan kepada mereka bahwa Clara hanya miliknya.
"Reyhan, selamat ya. Kamu lulus dengan nilai terbaik. Aku aja gak gak masuk ke sepuluh besar" Ucap Vizah memberi selamat.
"Terimakasih, tentu aku harus lulus dengan nilai terbaik karena pacarku adalah gadis terpintar di sekolah. Aku juga harus pintar agar pantas bersamanya" Ucap Reyhan sambil menatap Clara hingga membuat gadis itu salah tingkah.
"Tapi dia yang gak pantas bersama Lo, Rey. Dia cuma gadis miskin" Ucap Vizah kesal.
"Setidaknya dia tidak miskin ilmu dan akhlak. Enggak kayak Lo" Ucap Reyhan.
"Untung saat itu gue nolak di jodohkan sama Lo. Kalau gak, gue pasti bakalan nyesel seumur hidup" Lanjut Reyhan.
"Cih, Lo boleh ngomong gitu sekarang, lo pasti menganggap Clara lebih baik dari gue, tapi kita lihat nanti. Malam ini adalah malam terakhir lo bahagia bersama gadis udik itu" Vizah menyeringai sambil bergumam. Ia memutuskan meninggalkan Clara dan Reyhan.
"Gandengan terus ya, kan" Celetuk Mita menghampiri mereka bersama Santi, Rena, Dimas dan Mira.
"Ya harus dong, Ta. Emang lo yang jomblo gak punya gandengan, bilang aja iri sama Clara" Ucap Mira mengejek.
"Gue jomblo gak sendirian, kak. Nih, Santi sama Rena juga jomblo" Balas Mita.
"Mereka jomblo tapi ada yang ngejar, Ta. Lah, elo satupun gak ada" Ucap Mira lagi-lagi mengejek.
Memang benar Santi terus di ikuti Alvan dan Rena terus diikuti Rizki dan Jamal.
"Kalian tunggu aja ya, gue pasti bakalan dapat cowok yang ganteng, kaya dan kalian yang lihat wajahnya aja pasti ketakutan karena karisma nya yang kuat" Ucap Mita percaya diri.
"Setan dong, Ta" Celetuk Rena membuat mereka tertawa sedangkan Mita cemberut.
Pesta terus berlanjut dengan berbagai rangkaian acara. Clara izin ke toilet sebentar, setelah selesai dengan hajatnya, ia segera keluar dari toilet. Saat ia berjalan hendak kembali menemui teman-temannya, tak sengaja seseorang malah menabraknya.
Brugh!
"Farel!"
"Cla, tolong, kepala gue sakit" Ucap Farel lirih, terlihat wajahnya yang pucat membuat Clara khawatir. Ia segera membawa Farel keluar dari kebisingan di dalam villa. Ia mendudukkan Farel di kursi tak jauh dari villa.
"Lo kenapa Rel?" Tanya Clara, ia memegang kening pemuda itu, panas.
"Mungkin penyakit gue kambuh" Ucap Farel memejamkan mata menahan pusing di kepalanya.
"Rel, kita ke rumah sakit ya" Ajak Clara.
"Gue pesan taksi bentar" Clara segera memesan taksi. Ia semakin khawatir melihat keadaan Farel yang semakin melemah.
Sedangkan di tempat Reyhan. Karena Clara tak kunjung kembali, Reyhan memutuskan untuk mencari gadis itu. Tak sengaja ia bertemu dengan Vizah.
"Lo nyariin Clara? Dia lagi sama Farel di taman depan, gak tahu tuh lagi ngapain"
Mendengar itu Reyhan langsung berlari menuju taman depan villa.
"Rel, Farel bangun" Ucap Clara menepuk pipi Farel, sepertinya pemuda itu pingsan di pundaknya. Ia ingin memindahkan pemuda itu, namun karena bobot tubuh Farel yang cukup berat, membuat pemuda itu roboh di pelukan Clara.
Melihat itu, mata Reyhan membulat. Ia segera menghampiri Clara dan Farel.
"Clara!"
Mendengar suara yang tak asing membuat Clara menoleh. "Kak Rey"
__ADS_1
"Kamu ngapain meluk meluk Farel?" Tanya Reyhan dingin dan penuh penekanan.
"Em, Farel pingsan kak"
"Tinggalin, paling cuma modus doang" Ucap Reyhan tak percaya.
"Farel beneran pingsan, kak. Kakak tolongin aku ya. Kita harus bawa dia ke rumah sakit" Ucap Clara memohon.
"Gak! Gue yakin dia cuma pura-pura pingsan"
"Kalau begitu biar aku aja yang nganterin" Ucap Clara kesal karena Reyhan benar-benar keras kepala.
Tak lama taksi pun datang. Dengan susah payah ia memasukkan Farel ke dalam taksi di bantu pak supir. Reyhan hanya diam tanpa membantu sedikitpun membuat Clara menggerutu kesal.
"Aku tanya sekali lagi, kakak mau ikut atau enggak?" Tanya Clara yang masih berdiri di depan pintu taksi.
"Enggak! Lebih baik gue pulang terus tidur daripada ngurusin tuh bocah. Mau dia pingsan kek, sekarat kek, mati kek, gue gak peduli. Terus aja Lo peluk peluk tuh bocah, gue juga gak peduli!" Ucap Reyhan meninggalkan Clara yang mematung.
"Kak Reyhan kenapa sih? Cemburu kok kayak anak kecil gitu. Aku kan cuma minta temenin, lagian aku juga bukan sengaja meluk si Farel" Gerutu Clara.
Taksi pun melaju menuju rumah sakit terdekat. Baru beberapa kilometer taksi berjalan, tiba tiba datang beberapa pria menghadang mereka menggunakan motor dan membawa senjata tajam, sepertinya mereka begal.
Taksi berhenti. Para begal itu menggedor-gedor kaca dan menarik pak supir. Clara yang melihat itu segera keluar dan membantu pak supir. Ia bertarung sekuat tenaga, namun sayangnya ia kalah. Selain karena ia wanita, ia juga kalah jumlah. Mereka juga curang karena membekapnya menggunakan kain yang sudah di beri obat bius membuatnya pingsan. Ia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
*
*
Clara mengerjapkan matanya. Kepalanya masih terasa pusing. Sepertinya ia berada di rumah sakit karena ruangan itu di dominasi warna putih. Tangannya terasa hangat karena di genggam seseorang. Ia berharap itu Reyhan, namun ternyata tak sesuai harapan.
"Farel"
"Em, eh lo udah bangun, Cla" Farel mengucek matanya.
"Apa yang terjadi Rel?" Tanya Clara bingung.
"Lo udah baikan?" Tanya Clara yang melihat Farel baik baik saja.
"I_iya, gue udah baikan" Jawab Farel kikuk.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Clara.
Farel melihat jam tangannya. "Jam tiga pagi, mending Lo tidur lagi deh"
Clara menurut, matanya juga terasa berat.
...****************...
Keesokan harinya.
"Rey, lo ngapain ngajak gue ketemuan di kafe?" Tanya Dimas.
"Gue mau tanya sesuatu, kalau mau nyatain perasaan ke cewek, gue harus nyiapin apa aja, dim?" Tanya Reyhan membuat Dimas bingung.
"Nyatain perasaan? Lo udah putus sama Clara?"
"Enggak, gue cuma mau nyatain ulang, biar romantis" Sahut Reyhan beralasan, padahal dia memang belum menyatakan perasaannya.
"Kenapa gak nanya google aja?"
"Trauma gue nanya google. Udah lo jawab aja"
Dimas pun membisiki Reyhan. Reyhan mengangguk paham.
****
Malam ini Reyhan mengajak Clara bertemu di taman saat mereka kencan berdua dulu. Ia sudah membawa bunga mawar yang indah dan menyiapkan kata katanya. Entah kenapa ia merasa sangat gugup.
__ADS_1
"Clara, aku tahu ini terdengar aneh. Aku duluan yang bilang tidak akan pernah benar-benar menyukaimu. Tapi aku termakan kata kataku sendiri. Kau mengembalikan rasa cintaku yang pernah hilang. Kau membuatku bisa melupakan Ara. Kau membuatku menjadi lebih hangat. Wajah imutmu selalu terbayang di pikiranku. Aku benci saat kau dekat dengan Devan. Aku begitu marah saat ada pemuda yang menyukaimu. Aku juga begitu marah saat ada yang melukaimu. Aku tidak tahu kapan cinta itu hadir, tapi aku mulai mencintaimu, Clara. Aku nyaman bersamamu. Entah kau akan menerimaku atau tidak, tapi ... Aku mencintaimu, Clara Andira Hapsari" Gumam Reyhan.
"Aku sudah menghapalnya. Tapi aku tidak yakin aku akan mengingatnya" Ucap Reyhan ragu.
"Hehhh, apa Clara akan menerimaku? Dia selalu terluka jika berada di dekatku, sama seperti Ara dulu. Apa keputusan ku benar?" Gumam Reyhan.
Di tempat lain, Clara berlari menuju taman. Ia kesal pada dirinya karena terlambat. Ia berpikir Reyhan pasti marah padanya.
"Haish, jika aku tidak ketiduran pasti tidak terlambat begini. Lagian kak Reyhan mau ketemu kok mendadak gini. Kasih tahu dulu dong sejam atau dua jam sebelum ketemu. Ini mendadak banget, mana aku belum make up lagi" Gerutu Clara.
Clara bernapas lega saat melihat Reyhan masih di tempat di mana mereka janjian.
Tring!
Tring!
Tring!
Beberapa pesan masuk ke handphone Reyhan. Pemuda itu segera melihat isi pesan tersebut.
Deg!
Mata Reyhan membulat melihat pesan yang berisi video dan beberapa foto yang tak pantas untuk di lihat. Apalagi kata kata yang dikirim oleh orang yang mengirim pesan tersebut. Dadanya sesak menahan amarah. Matanya tak sanggup melihat kelanjutan video itu. Bunga yang ia pegang terjatuh. Kata kata yang sudah dia rangkai dengan indahnya berubah menjadi kata kata kebencian. Sungguh ia kecewa dan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Kak Rey!" Clara melambaikan tangannya kemudian menghampiri pemuda itu.
Reyhan masih diam mematung. Amarahnya memuncak sampai ke ubun-ubun. Ia muak melihat gadis di depannya.
"Kak Rey kenapa ngajakin ketemuannya dadakan sih. Aku kan gak sempat_"
"Gue gak nyangka" Ucapan Reyhan memotong perkataan Clara.
Clara mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Gue pikir Lo gadis baik-baik, ternyata sama saja" Lanjut Reyhan.
"Maksud kak Rey?"
"Jangan pura pura bodoh!" Bentak Reyhan membuat Clara terkejut. Reyhan tidak bercanda, wajahnya terlalu serius jika hanya bercanda.
"Apa lo benar-benar membutuhkan uang sampai melakukan hal kotor itu! Apa uang yang gue beri belum cukup untuk Lo?!"
Clara masih tak mengerti kenapa Reyhan marah padanya.
"Dasar jal*ng! Gue nyesel pernah suka sama Lo. Lo sama aja dengan gadis jal*ng di luaran sana. Apa lo gak mikirin masa depan lo? Gue jijik dengan diri lo yang udah di sentuh cowok lain"
"Maksud kak Rey apa ngomong kek gitu?!" Tanya Clara dengan nada tinggi, sungguh dia bingung apa yang terjadi.
"Cih, apa aja yang udah Lo lakuin sama Farel hah?! Gue ngizinin lo pergi bareng Farel tadi malam. Tapi gue gak nyangka, hanya demi uang lo sampai berbuat hal menjijikkan seperti itu sama dia. Dasar jal*ng sialan!"
Plaakk!
Air mata mengalir dari sudut mata Clara. Ia sungguh sakit hati dengan ucapan Reyhan. Apa maksudnya mengatakan ia jal*ng?
"Gue cuma pergi bareng Farel! Gue cuma temenan sama Farel! Kenapa lo sampai ngomong kek gitu? Emang salah gue deket sama Farel? Kita cuma sebatas pacar bayaran, jadi terserah gue mau dekat atau ngelakuin apapun dengan siapapun" Clara benar benar marah hingga ia tidak memanggil Reyhan dengan sebutan kak. Ia juga sudah tidak peduli Reyhan adalah cinta pertamanya. Ah, tidak ada cinta lagi di dalam hatinya, hanya ada rasa benci terhadap pemuda itu. Ia merasa sudah di rendahkan oleh Reyhan.
"Perkataan lo membuktikan apa yang gue pikirin. Sumpah, gue bingung kenapa gue pernah suka sama gadis kotor kayak lo. Gue nyesel pernah kenal sama lo!" Reyhan pergi meninggalkan Clara dengan segudang amarahnya.
Clara terduduk, ia menangis terisak. Ia tidak menyangka akan seperti ini. Apa karena ia memeluk dan mengantar Farel ke rumah sakit membuat Reyhan begitu marah? Sampai mengatainya *******? Gadis kotor? Sungguh itu kata kata yang tidak pantas di ucapkan. Apa Reyhan mengajaknya bertemu hanya untuk mengatakan kata kata kasar yang melukai hatinya ini? Sungguh ia kecewa dan sangat membenci Reyhan.
Sedangkan Reyhan juga tidak kalah bedanya dengan Clara. Ia tidak menyangka gadis yang di pikirnya polos, ternyata hanya seorang ****** yang rela melakukan apapun demi uang. Ia berharap hari ini ia bisa menyatakan cinta pada Clara, pergi ke bazar makanan atau ke pasar malam, membeli eskrim dan menghabiskan waktu berdua. Siapa sangka hari ini ia malah mendapatkan kenyataan pahit dari gadis yang di cintai nya. Ia membenci Clara, ia membenci gadis-gadis yang mendekatinya, Ia ... membenci dirinya sendiri.
Sedang tak jauh dari mereka. Ada dua orang yang saling adu tos karena rencana mereka untuk memisahkan Clara dan Reyhan berhasil. Siapa lagi kalau bukan Farel dan Vizah. Mereka adalah dalang di balik semua ini.
*****
Apa alurnya nyambung? Author kurang yakin sih kalau nyambung. Atau author terlalu kejam? Kalian pasti penasaran kan kelanjutan ceritanya. Dan kalian pasti penasaran apa isi dari foto dan video itu, tapi gak perlu di jelasin kalian pasti tau ya kaaan 😌😌ðŸ¤. Semuanya akan author jelaskan di next bab, kalian tunggu aja ya. Jangan lupa like dan komennya ya supaya author jadi semangat nulisnya ðŸ¤ðŸ¤. Boleh banget kalau mau kasih gift atau vote supaya semangat author meningkat 1000 kali lipat di kurang 998 😂😂.
__ADS_1