
Keesokan harinya, perusahaan kembali di gemparkan dengan rumor baru dan seperti biasa rumor itu selalu berkaitan dengan Reyhan. Dan yang jelas, Raja dan Anton lah yang membuat rumor itu.
Para pemegang saham dan dewan direksi mengadakan rapat, lagi. Terhitung di bulan ini mereka mengadakan lebih dari dua kali hanya untuk membahas rumor mengenai Reyhan yang belum tentu benar. Bukannya membantu agar atasan mereka bebas dari rumor itu, mereka malah semakin menyudutkan nya.
Dan kali ini, rumor yang muncul di kalangan masyarakat benar benar membuat Reyhan geram. Siapa yang dengan berani membongkar rahasia yang selama ini ia dan keluarganya pendam?.. Rahasia jika Reyhan dan Clara memiliki hubungan di masa lalu.
Bahkan dalam berita online, ada yang sengaja menambahkan beberapa cerita di sana. Ada yang mengatakan jika Clara kembali untuk merebut Reyhan dari tunangannya, ada juga yang mengatakan bahwa Reyhan dan Clara memang memiliki hubungan dan sengaja menutupi nya dari publik. Reyhan memiliki simpanan yaitu sekretaris nya sendiri dan bahkan ada yang bilang jika mereka sudah memiliki anak di luar nikah. Sungguh, begitu kejamnya media yang memberitakan berita palsu hingga berakibat buruk kepada orang yang di beritakan.
"Wah, kau tidak puas puasnya membuat perusahaan ini hancur. Apa lagi ini? Sekretaris simpanan CEO? CEO yang sudah bertunangan malah main gila dengan sekretaris nya?" Anton melemparkan koran dengan judul yang ia sebutkan tadi. Ia menatap sinis Reyhan kemudian melanjutkan perkataannya.
"Aku sedang malas untuk memarahi mu. Kau pasti tidak akan mendengarkan ku dan akan terus melakukan sesuatu yang akan mengakibatkan rumor di kalangan masyarakat. Jadi, silahkan kau jelaskan sendiri apa maksud dari semua ini" Anton kemudian duduk di kursinya.
Reyhan menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum berpidato di depan anggota rapat.
"Sebelumnya aku meminta maaf karena terus menyusahkan perusahaan dan juga kalian. Aku juga tidak tahu kenapa akhir akhir ini banyak rumor tidak sedap tentangku. Aku akan mengklarifikasi semua rumor itu agar kalian paham dan tidak menyalahkan ku lagi...
"Rumor pertama tentang hotel yang di gunakan untuk prostitusi dan juga transaksi narkoba. Itu sudah selesai dan terbukti bukan aku. Tapi sahabat ku yang menyelidiki nya sempat mengintrogasi manager itu dan ia merekam semua yang manager itu katakan.." Reyhan kemudian memutar rekaman suara yang sempat di kirim Dimas padanya.
Anton terlihat gelagapan saat manager hotel itu mengatakan jika dirinya lah yang memerintahkannya.
"Kalian dengar sendiri kan. Anehnya setelah manager itu di tetapkan sebagai pelaku, ada beberapa orang yang membunuhnya dan kasus itu pun di tutup. Rumor kedua yaitu tentang aku yang memukuli pak Gilbert karena dia menolak ajakan kerja samaku. Yang jelas ceritanya tidak seperti itu.. Ini rekaman cctv yang sebenarnya..."
"Kalian lihat sendiri kan, setelah aku pergi, dia menelpon seseorang dan meminta imbalan karena berhasil memancing emosiku. Sayangnya, kita tidak tahu siapa yang di telponnya" Reyhan melirik ke arah Raja membuat orang yang di tatapnya menjadi gugup.
'Apa dia tahu kalau aku yang menyuruh Gilbert?'
'Beruntungnya aku sempat meminta pada Nio untuk meretas cctv rumah Gilbert. Apa kalian berpikir aku akan diam saja saat kalian ingin menjatuhkan ku?' Batin Reyhan.
"Dan tentang rumor ketiga ini.." Reyhan terdiam, ia menatap Clara yang duduk tak jauh darinya.
"Aku minta maaf, jujur aku akui rumor ini memang benar.."
Para anggota rapat mulai bergunjing saat mendengar ucapan Reyhan. Clara menunduk, Reza hanya bisa menghela nafas dalam, Reyhan bersiap siap untuk melanjutkan ucapannya.
"Kami memang memiliki hubungan di masa lalu. Clara.. merupakan mantan kekasih ku lima tahun lalu. Awalnya aku tidak mengetahui jika dia adalah sekretaris baruku karena aku menyerahkan semuanya pada Tomi. Aku baru mengetahui nya saat aku kembali dari luar kota. Karena kami sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi, aku tetap mempekerjakan nya sebagai sekretaris ku. Jadi dapat aku tegaskan kalau berita itu sengaja di lebih lebihkan untuk menjatuhkan ku. Hubungan kami berdua hanyalah sekretaris dan CEO, tidak lebih" Reyhan terus menatap Clara selama ia berbicara.
"Ku rasa sudah cukup penjelasan ku ini. Jika kalian tidak percaya, itu terserah pada kalian. Jika ada pertanyaan silahkan bertanya" Satu orang mengangkat tangannya dan orang itu adalah Raja. Reyhan mempersilahkan Raja untuk bertanya.
"Walaupun sudah tidak ada hubungan, tidak bisa di pungkiri jika rasa pasti masih ada. Jika tidak ada pun, siapa yang bisa menjamin jika kalian tidak jatuh cinta kembali. Bagaimana jika kau kembali menyukainya dan tiba tiba membatalkan pernikahan mu yang tinggal 5 hari lagi?"
"Aku sendiri yang akan menjamin jika itu tidak akan terjadi. Jika sampai itu terjadi, maka aku melepaskan jabatan CEO hari itu juga" Ucap Reyhan. Melihat tidak ada lagi orang yang ingin bertanya, Reyhan kemudian mengakhiri rapat.
__ADS_1
"Aku tahu aku harus lebih banyak belajar lagi, pah. Tapi aku tidak sebodoh itu membiarkan orang yang membuat rumor tentangku bebas begitu saja. Aku berjanji akan membuktikan jika aku layak menjadi CEO perusahaan Setya, perusahaan yang di bangun oleh opah" Ucap Reyhan pada Reza saat hanya tinggal mereka berdua yang ada di ruangan itu.
"Aku tahu. Jaga perusahaan ini baik baik" Reza menepuk pundak putranya itu kemudian pergi meninggalkan nya.
Saat Reyhan kembali ke ruangannya. Ia melihat Adel dan Clara yang sedang beradu argument.
"Ini beneran kak?! Tega ya kakak selama ini bohongin aku! Kakak bilang gak ada hubungan sama kak Reyhan. Ternyata kalian itu mantan pacar di SMA. Jadi selama ini aku benar, jika kalian memang menyembunyikan hubungan kalian di depanku!"
"Adel, dengerin dulu penjelasan aku. Aku minta maaf karena gak jujur dari awal. Tapi beneran, aku gak ada hubungan apapun sama pak Reyhan sekarang. Kami hanya rekan kerja" Clara mencoba menjelaskan kepada Adel yang sebenarnya, namun Adel tidak mau mendengarkan nya.
"Alah! Kamu bisanya cuma bohong doang. Dasar munafik! Kamu emang sengaja deketin kak Reyhan dan merebut dia dari aku! Apa susahnya sih untuk mengakuinya?!" Ucap Adel sinis.
"Cukup!" Reyhan berjalan menghampiri dua wanita itu.
"Jangan menyalahkan Clara. Ini semua salah gue. Kalau lo mau marah, marah aja sama gue"
"Lihat! Kau bahkan lebih membela dia dari pada tunangan mu sendiri. Kau kejam kak! Selama ini kamu sengaja nutupin hubungan kalian ini dengan bersikap romantis ke aku! Kamu melakukan semua itu agar aku gak curiga kan! Kalian berdua jahat! Gue benci sama kalian!" Adel kemudian pergi meninggalkan Reyhan dan Clara. Ia tidak menyangka pernikahan yang begitu di dambakan nya akan hancur, padahal acara tinggal 5 hari lagi. Tapi kenyataan ini membuatnya ingin membatalkan pernikahan mereka.
...----------------...
Malamnya saat Adel ingin menceritakan kepada kedua orangtuanya untuk membatalkan pernikahan nya dengan Reyhan. Seorang pria tiba tiba menarik tangannya keluar rumah.
"Ish, apa apaan sih kak! Aku mau ngomong sama papah dan mamah!"
Adel mengangguk mendengar ucapan kakaknya itu.
"Lebih baik jangan. Em, kau bisa memutuskan setelah mendengar cerita ku ini" Adel kemudian setuju untuk mendengar cerita kakaknya.
"Dulu, aku, Clara dan Reyhan satu sekolahan. Aku tahu bagaimana kisah hidup mereka, bagaimana mereka bisa menjadi sepasang kekasih, apa saja yang mereka lewati saat bersama, hanya saja aku tidak tahu kenapa mereka putus. Aku juga sangat mengenal Clara"
"Memangnya apa hubungan mu dengan Clara sampai kau begitu mengenalnya?" Tanya Adel.
"Aku mantan pacarnya" Ucap... Wildan.
"Kakak mantan pacarnya?! Kok gak ngasih tahu aku dari awal sih?" Adel kesal pada kakaknya itu. Jika saja kakaknya mau menceritakan lebih awal, ia pasti tahu jika Reyhan dan Clara pernah memiliki hubungan. Ia juga bisa membatalkan pernikahan nya dari dulu atau menjauhkan Clara dari Reyhan.
"Kau tidak ada bertanya. Oke, lebih baik kita lanjut. Menurut rumor yang beredar di sekolah dulu, mereka awalnya hanya sebatas pacar bayaran, tapi lama kelamaan mereka saling jatuh cinta. Ada beberapa orang yang tidak menyukai mereka bersama, hingga akhirnya mereka berusaha melakukan apapun untuk memisahkan Clara dan Reyhan. Sayangnya itu tidak berhasil dan malah membuat tante Widya yang adalah mamahnya Reyhan mengatakan akan menjadikan Clara sebagai menantunya"
"Jadi menantu?! Pantas saja mereka kelihatan begitu dekat. Ternyata mereka berdua hampir menikah juga" Ucap Adel murung.
Wildan merangkul bahu adiknya. "Aku tidak tahu apa penyebab mereka putus. Tapi apa kau juga akan memutuskan hubungan kalian yang sebentar lagi akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi? Bukankah itu sangat di sayangkan?"
__ADS_1
"Tapi kak Reyhan tidak menyukai ku.."
"Siapa peduli. Kau harus membalas mereka. Buat mereka berpisah dengan cara kau harus menikah dengan Reyhan. Reyhan pasti akan memilih mu karena ia butuh penyokong agar ia menang dalam pemilihan CEO. Apa kau akan membiarkan orang lain merebut milikmu yang selama ini kau perjuangkan?"
"Tentu tidak! Aku tidak akan membiarkan Clara mengambil kak Reyhan. Aku akan tetap menikah dengan kak Reyhan. Dan akan aku pastikan Clara akan menangis darah saat melihatku merebut Reyhan darinya" Adel tersenyum menyeringai.
...****************...
Saat pemilihan CEO berlangsung. Semua orang tampak tegang begitupun dua kandidat yang sudah berdiri di depan mereka.
Satu persatu para pemegang saham dan dewan direksi memberikan suara mereka.
Reyhan harus kecewa saat Raja ternyata lebih unggul darinya. Raja mendapatkan 60% suara. Jelas ia akan kalah, namun ia masih berharap dari saham yang ia miliki.
Seorang MC kemudian segera berbicara. "Saham yang dimiliki oleh pak Reyhan adalah 15% di tambah dengan saham pak Reza, Bu Widya, maka keseluruhan saham milik pak Reyhan adalah 30%"
"Saham yang dimiliki oleh pak Raja adalah 5% di tambah dengan saham pak Arnold, Bu Risa dan pak Anton, maka saham yang dimiliki pak Raja adalah 35%"
'Kenapa hanya saham keluarga ku saja? Apa Vizah..' Raja menatap Vizah yang tersenyum di kursinya.
"Dengan begitu, maka di putuskan pak Raja adalah pemimpin perusahaan yang baru" Semua anggota rapat langsung tepuk tangan saat MC mengatakan itu.
"Tunggu!" Vizah mengangkat tangannya membuat semua orang terdiam.
"Aku akan memberikan sahamku pada Reyhan sebesar 5%" Ucap Vizah.
Tiba tiba pintu terbuka dan menampakkan Adel yang terengah-engah setelah berlari.
"Maaf aku terlambat. Aku.. akan memberikan sahamku pada kak Reyhan sebesar 7%"
Mendengar itu MC segera mengatakan jika Reyhan lah pemenang dalam pemilihan itu dengan saham sebesar 42%.
Reyhan bernafas lega saat ternyata ia dapat mengalahkan Raja. Kedua orang tuanya segera menghampiri nya dan memberikan selamat.
"Terimakasih ma, pa" Reyhan memeluk kedua orangtuanya itu. Arnold dan Risa juga memberikan ucapan selamat kepada Reyhan.
"Selamat kak" Adel kemudian menghampiri Reyhan dan langsung memeluknya.
'Ada apa dengannya? Bukankah dia akan membatalkan pernikahan kami?' Batin Reyhan saat Adel tiba tiba memeluk nya.
Clara tidak berani mendekati Reyhan karena keluarga pria itu ada di sana. Di tambah dengan Adel yang bersama Reyhan membuatnya memilih untuk meninggalkan ruang rapat.
__ADS_1
"Mungkin memang seperti ini akhirnya. Aku harus merelakan kak Reyhan bersama Adel. Aku harus menjalani kehidupan ku dan dia dengan kehidupannya. Aku akan resign sebentar lagi" Clara menatap surat pengajuan berhenti kerja yang ada di tangannya.