Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 36


__ADS_3

"Wildan"


"Ya, sayang" Wildan menoleh ke arah sang pacar yang berada di sampingnya. Mereka sedang menikmati malam yang indah di taman.


"Kamu tahu kan yang lagi viral di sekolah?" Tanya Ayunda.


Wildan mengangguk. "Tentang Clara dan Reyhan, kan?"


"Iya, apa sebelumnya kamu tahu mereka pacaran?"


"Tahu, udah lama malahan, sejak beberapa bulan yang lalu" Sahut Wildan.


"Kok kamu gak ngasih tahu aku, sih?" Kesal Ayunda.


"Untuk apa? Menurut ku ini gak penting"


"Ooh, menurut mu gak penting, ya? Gimana kalau Clara balas dendam ke kita?" Tanya Ayunda.


"Gak mungkin lah. Kamu kayak gak tahu Clara aja" Sahut Wildan santai.


"Tapi Wil, kok aku gak yakin kalau mereka pacaran." Ucap Ayunda.


"Kenapa gak yakin? Buktinya Reyhan rela tuh ngebela Clara mati matian"


"Soalnya tadi aku denger dari mulut Clara sendiri, kalau mereka hanya sebatas pacar bayaran" Terang Ayunda membuat Wildan terkejut.


"Pacar bayaran? Jadi mereka gak beneran pacaran?"


Ayunda mengangguk. "Yang, gimana kalau kita buat berita mengenai ini. Pasti bakalan seru" Ucap Ayunda bersemangat.


"Tapi ... Aku gak yakin. Reyhan bisa aja ngebunuh kita nanti" Daripada takut dengan Reyhan, Wildan sebenarnya kasihan dengan Clara. Jika berita ini menyebar juga, maka satu sekolah akan merundungnya lagi.


"Ayolah, lagian cuma berita begini doang kok. Gak akan ada masalah" Ayunda terus membujuk Wildan membuat pemuda itu akhirnya setuju.


Keesokan harinya. Sekolah di buat heboh dengan berita ini. Lagi, mereka mulai menggunjing Clara dan Reyhan.


Clara menghela napas kasar. Belum reda gosip yang kemarin, malah muncul gosip baru.


"Astaga, gosip apalagi ini? Tapi, kok mereka bisa tahu ya kalau Clara cuma pacar bayaran kak Reyhan?" Tanya Rena yang bingung.


"Hem, gue tahu siapa yang nyebarin berita ini" Ucap Santi.


"Siapa?" Tanya Clara, Mita dan Rena serentak.


"Nyamuk gatel" Sahut Santi sambil menunjukkan handphonenya.


"Hah, nyamuk gatel? Kok gue baru tahu nyamuk bisa main hp?" Tanya Rena kebingungan.


Mita menepuk jidatnya. "Maksud Santi itu Ayunda, Rena yang cantik"


"Ooh, bilang dong dari kemaren"


'Ayunda? Apa yang kemarin gue lihat itu Ayunda ya?' Batin Clara berpikir.


"Hei Clara! Murahan bener Lo ya. Emang berapa harga Lo, gue mau booking nih buat om gue" Seru Feni yang menghampiri nya bersama Dina.


"Ternyata cuma bayaran, toh. Murahan bener. Paling di bayar cepek" Cibir Dina.


"Jaga omongan Lo, ya!" Ucap Mita geram.


"Lah, kan emang bener dia itu cuma BAYARAN!"


PLAK!


Feni tak menyangka Clara berani menamparnya.


"Kenapa? Mau marah? Lo boleh ngatai gue miskin, jelek, udik, gue terima. Tapi, jangan Lo pikir gue bakalan diam aja saat Lo bilang gue bayaran!"

__ADS_1


"Dan Lo Dina. Gue bukan cewek murahan kek yang Lo bilang!" Clara segera keluar dari kelas padahal jam pelajaran akan di mulai. Mita, Santi dan Rena yang khawatir dengan keadaan Clara memilih mengikuti gadis itu.


Clara berlari menuju toilet. Sesekali ia mengusap pipinya yang basah oleh air mata.


Greep!


"Kau mau kemana? Aku dengar kau di bayar ya oleh Reyhan? Bagaimana kalau kau jadi pacarku? Aku janji akan membayar mu dua kali lipat lebih banyak dari Reyhan" Ucap seorang siswa menarik tangan Clara membuat nya berhenti berlari.


"Murahan sekali. Kau pasti ingin kaya secara instan karena itu kau mau menjadi pacar bayaran nya" Ucap siswa satunya.


"Aku penasaran berapa dia membayar mu? Oh, aku lebih penasaran apa saja yang sudah dia lakukan denganmu?" Tanya yang satunya lagi.


Mereka bertiga mengepung Clara dengan berbagai pertanyaan yang tak sewajarnya.


"Menyingkir" Clara mendorong siswa di depannya dan segera berlari meninggalkan mereka.


Sesampainya di toilet, ia segera mengunci pintu dan menumpahkan air matanya. Ia terduduk di belakang pintu. Ada rasa sesal di hatinya karena menerima tawaran Reyhan saat itu.


"Clara! Ra, buka pintunya!" Seru Mita menggedor pintu toilet.


"Ta, biarin dia tenang dulu. Kita tunggu sampai dia bukain pintu nya" Ucap Santi menenangkan Mita.


Mita segera pergi meninggalkan toilet dengan tangan mengepal. Santi menyuruh Rena untuk mengikuti Mita.


"Dasar bar bar. Gue yakin Lo bakalan ke sana" Gumam Santi menatap kepergian dua sahabatnya.


"Heh, nyamuk gatel!" Teriak Mita memasuki kelas Ayunda.


"Mita, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya pak Rudi yang tidak di hiraukan Mita.


Mita segera berjalan menuju meja Ayunda dan menggebrak nya.


"Dasar manusia gak punya hati! Emang cocok Lo jadi nyamuk. Apa Lo gak mikir gimana keadaan Clara sekarang?!" Teriak Mita semakin membahana.


"Kenapa gue harus mikirin dia? Lagian gue menyampaikan fakta, bukan hoax" Sahut Ayunda santai.


"Dasar!" Mira ingin menghajar Ayunda namun di halangi oleh Rena.


"Udah, Ta. Tenangkan diri Lo. Lo gak mau kan kena hukum pak Rudi" Rena memegangi tangan Mita sambil memohon.


"Lo bilang fakta kan? Oke, gue juga kan menyampaikan fakta tentang Lo. Lo itu sebenarnya perebut pacar orang! Lo ngerebut pacar sahabat Lo sendiri! Dan Lo Wildan, Lo itu pernah pacaran sama Clara dan Lo cuma manfaatin dia!" Terang Mita berapi api.


Satu kelas terkejut. Mereka tidak menyangka jika Wildan pernah menjalin kasih dengan Clara. Apalagi Ayunda, ia merebut pacar sahabatnya sendiri.


"Mita, keluar atau bapak akan menghukum mu!" Titah pak Rudi yang sudah geram.


Mita melangkah keluar diikuti Rena di belakangnya.


Di toilet. Santi masih setia menunggu Clara yang tak membuka pintunya. Satu les hampir berakhir tapi Clara tak kunjung keluar. Mereka terpaksa bolos hari ini.


Mita dan Rena kembali ke toilet.


"Belum di buka juga?" Tanya Rena yang khawatir.


"Ra, bukain dong. Lo gak papa kan?" Tanya Mita yang mulai cemas dengan keadaan Clara.


Ceklek!


Clara akhirnya membuka pintu toilet. Matanya sembab akibat menangis.


Santi segera memeluk sahabatnya itu. "Lo bisa kok cerita sama kita. Kalau Lo mau nangis di depan kita juga gak masalah. Kita tahu, Lo yang paling cengeng di sini"


Clara membalas pelukan Santi dan menangis di pelukannya.


"Baru kali ini gue di bilang murahan, San. Hiks, harga diri gue udah hilang, gue malu"


"Lo tenang aja, kak Reyhan pasti bisa ngurusin hal ini" Ucap Mita menenangkan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kita ke kelas yuk!" Ajak Rena.


"Jangan becanda. Kita gak mungkin ke kelas. Udah jam berapa ini, Renata. Bisa bisa kita di hukum. Mending kita ke taman atau ke belakang sekolah aja" Ajak Mita.


Mereka setuju dan memilih ke belakang sekolah.


...----------------...


Saat jam istirahat, Reyhan mencari Clara di seluruh sudut sekolah. Lelaki itu tak putus asa dan terus mencari di bantu Dimas.


Akhirnya ia menemukan Clara dan teman temannya berada di belakang sekolah. Ia segera menghampiri mereka.


"Ra!" Panggilnya dengan napas tersengal.


"Kak Rey" Clara segera memeluk Reyhan yang berada di depannya. Ia tidak bisa menahan air matanya dan menangis dalam pelukan Reyhan.


"Maaf" Reyhan mempererat pelukannya dan sesekali mencium rambut Clara.


"So sweet" Ucap Mita dan Rena berbarengan.


"Maaf selalu membuat mu dalam masalah" Reyhan melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Clara.


"Sebaiknya kau urus ini kak. Aku tidak tega Clara di katai murahan" Ucap Santi membuat tangan Reyhan mengepal.


"Kau tenang saja. Aku akan urus ini"


"Bagi seluruh siswa siswi SMA Nusa bangsa. Diharapkan berkumpul di ruang aula saat pulang sekolah. Saya, Vizah Meilisa ingin memberitahukan sesuatu. Saya harap kalian tepat waktu. Terima kasih". Suara Vizah terdengar dari pengeras suara.


"Zah, gue denger Clara itu cuma pacar bayaran Reyhan doang" Ucap Aulia.


"Gue tahu. Gue akan ngundang gadis itu ke acara ulang tahun gue. Kita akan permalukan dia. Oh ya, undang juga Om Reza dan Tante Widya. Aku ingin dia semakin malu" Ucap Vizah menyeringai.


"Tapi zah, Reyhan juga bisa di permalukan dalam acara Lo ini" Ucap Lita mengingatkan.


"Kalian tenang aja. Urusan Reyhan biar gue yang urus"


Semua siswa siswi berkumpul di aula, begitupun para guru. Vizah sengaja mengundang satu sekolah, ia tidak memedulikan status sosial mereka. Yang penting baginya adalah mempermalukan Clara di acara itu.


Clara, Mita, Santi, Rena, Reyhan dan Dimas memilih tetap berada di belakang sekolah. Mereka enggan menuju aula.


Vizah yang tak menemukan orang yang di cari nya menjadi geram. Beruntungnya ia bertemu dengan teman Clara dan mengirimkan surat undangan untuknya.


Wulan dan Nabilah pun mengantarkan undangan itu kepada Clara dan teman temannya.


"What! Kita di undang?" Tanya Mita yang tak percaya.


"Ada yang gak beres nih" Timpal Rena.


"Lebih baik kita gak usah datang" Ucap Santi yang di setujui mereka.


Dreeet dreeet


Reyhan segera mengangkat panggilan telepon yang ternyata dari mamahnya.


"Rey, mamah dapat undangan ulang tahun nih dari Vizah. Kamu dan Clara dapat juga kan? Bisa kan datang ke acara ulang tahun itu. Mamah mau ngenalin calon menantu mamah" Ucap mama Widya dari ujung telepon sana.


"Tapi mah_"


"Gak ada tapi tapian Rey. Kamu dan Clara harus datang. Sebelum pergi, kamu bawa Clara untuk menemui mamah. Calon menantu mamah harus menjadi yang paling cantik di acara itu" Ucap mamah Widya membuat Reyhan semakin lemas. Ia terpaksa mengiyakan nya.


"Kita harus datang Ra. Mamah dan papah juga di undang, dan ini juga permintaan dari mamah" Ucap Reyhan membuat Clara lemas.


"Tapi kak_"


"Ini permintaan mamah, Ra. Aku janji akan menjagamu saat di pesta nanti" Ucap Reyhan membuat Clara sedikit lebih tenang.


"Kita juga bakalan ikut" Ucap Dimas.

__ADS_1


"Acaranya dua hari lagi. Kita siap siap aja, gue ngerasa akan terjadi sesuatu nanti" Ucap Santi yang di angguki oleh mereka.


__ADS_2