Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 57


__ADS_3

Hakim kemudian bertanya apa masalah mereka di masa lalu. Reyhan kemudian menceritakan semuanya.


"Aku yakin ia ingin balas dendam pada kami. Aku mengatakan hal ini bukan tanpa bukti. Aku membawa beberapa orang sebagai saksinya" Ucap Reyhan. Dimas dan Nio muncul sambil membawa dua anak buah Fathan.


Fathan terlihat terkejut. Ia mulai gelisah. Pantas saja anak buahnya tak pulang beberapa hari ini, ternyata Reyhan menangkap mereka.


"Bukti pertama adalah rekaman suara ini" Ucap Reyhan kemudian memutar rekaman tersebut.


"Malam ini bawa barang barang di mobil itu ke gudang kita, setelah itu bakar mobilnya. Jack, aku menugaskan mu untuk menabrak Clara, tapi pastikan gadis manis itu masih hidup. Malam ini Bari harus membawa Santi ke sini dalam keadaan hidup atau mati dan Joni harus membakar ludes kafe milik gadis sok itu. Oh ya Tini, kau tidak perlu khawatir, kau tidak akan ketahuan, aku akan melindungi mu seperti kesepakatan awal"


"Balas dendam ku akan segera tuntas, aku akan mendatangi Reyhan malam ini di kantornya"


Hakim mulai percaya pada Reyhan karena suara dalam rekaman tersebut jelas milik Fathan.


Reyhan mempersilahkan Dimas untuk memberikan kesaksiannya.


"Baik, perkenalkan saya Dimas dan ini Nio. Beberapa hari yang lalu ada orang yang menukar mobil milik kami, kemudian kami segera menyelidikinya. Ini video rekaman cctv tersembunyi di mobil yang mereka curi. Setelah mendapatkan lokasinya, kami berdua segera menuju ke sana. Yang merekam pembicaraan Fathan adalah saya, saat itu saya berhasil menyelinap di antara anak buahnya" Terang Dimas, ia memutar rekaman cctv dan beberapa foto yang ia ambil tersebut di projektor.


Semua orang yang ada di ruangan sidang terkejut. Mereka mulai menggunjing Fathan. Bukan hanya Fathan, Tini juga menjadi pembicaraan mereka.


"Orang ini adalah Bari. Dia yang mengikuti teman saya yang bernama Santi selama ini. Tadi malam teman saya hampir di bunuh olehnya, beruntungnya dia gagal dan kami berhasil menangkapnya. Dan ini Joni, dia hampir membakar kafe milik teman saya yang bernama Mita, beruntungnya satpam memergokinya dan menangkapnya. Mereka berdua adalah orang yang di tugaskan Fathan di dalam rekaman itu" Ucap Dimas menunjuk satu persatu anak buah Fathan.


Hakim memanggil Mita dan Santi untuk memberikan keterangan. Setelah mendapatkan keterangan dari mereka berdua, hakim meminta Reyhan untuk melanjutkan perkataannya.


"Di malam yang sama, Fathan menyusup ke kantorku. Saat aku kembali ke kantor, ia langsung mengalungkan pisau ke leherku. Aku bertarung dengannya tapi dia berhasil kabur" Ucap Reyhan menunjukkan rekaman cctv di ruangan nya. Fathan menyangkal semua tuduhan mereka. Ia merasa tidak terima.


"Itu tidak benar, aku tidak pernah melakukannya! Lo jangan asal nuduh!" Fathan menghampiri Reyhan dan mencengkram kerah nya. Beberapa petugas segera mengamankan nya.


Hakim kemudian membuat keputusan. Persidangan di hentikan dan akan di lanjutkan beberapa jam lagi. Fathan sengaja di tahan agar tidak kabur sedangkan Mira di bebaskan.


....


Persidangan di mulai kembali. Setelah mengumpulkan bukti bukti, akhirnya Fathan di nyatakan bersalah walaupun ia menyangkalnya. Seluruh anak buah Fathan juga sudah di amankan. Pria itu harus mendekam kembali di jeruji besi, padahal ia baru bebas beberapa minggu. Salahnya sendiri karena berani melawan Reyhan dan teman temannya.


"Terimakasih banyak atas semua yang kalian lakukan. Sumpah gue terharu banget" Ucap Mira lebay sambil mengipas matanya yang berkaca-kaca.


"Gak usah lebay kak, kita ikhlas nolongin kakak. Lagian ini juga demi nyawa kita semua. Tu sethan gak boleh di biarin berkeliaran" Ucap Clara.


"Sebagai ucapan terima kasih, datanglah ke restoran ku besok malam. Kita akan reunian bersama, jangan lupa ajak pasangan kalian, oke" Mira mengedipkan matanya pada Clara.


Clara tahu apa yang dimaksud Mira.


****


Keesokan harinya, Clara membujuk Tomi agar ikut ke acara reuni di restoran Mira. Beruntungnya Tomi setuju untuk ikut.


Reyhan yang awalnya tidak ingin mengajak Adel, berubah pikiran saat melihat Clara mengajak Tomi untuk pergi bersama.


Malamnya mereka sudah berkumpul di restoran Mira. Mira sengaja mengosongkan restoran nya untuk acara reunian mereka.

__ADS_1


Clara, Tomi, Mita, Santi dan Nio sudah duduk manis di kursinya. Sedangkan Dimas memilih membantu Mira memasak.


Reyhan datang bersama Adel. Ia langsung mengenalkan gadis itu kepada mereka.


"Dia Adel, tunangan gue" Ucap Reyhan. Adel hanya tersenyum manis. Reyhan kemudian menarik kan kursi untuknya.


"Oh, udah tunangan toh. Gue pikir kalian bakal balikan karena kerja di perusahaan yang sama" Gumam Mita sedikit kecewa.


"Oh ya? Kalau begitu kapan kalian akan menikah?" Tanya Santi.


"Dua bulan lagi" Jawab Reyhan.


"Cepet juga lo move on dari Cla_Aww!!" Mita meringis saat kakinya di injak oleh Clara. Adel tidak boleh sampai tahu bahwa ia dan Reyhan pernah menjalin hubungan. Ia memberi kode pada Mita untuk diam. Beruntungnya Adel tak curiga.


"Sorry ya gue telat" Ucap Rena dengan nafas ngos-ngosan nya. Wanita itu segera duduk di sebelah Santi.


"Lo tenang aja, lagian acaranya belum di mulai kok" Ucap Clara.


"Lo habis di kejar setan ya?" Tanya Santi sambil memberikan minum pada Rena. Rena meneguknya hingga tandas.


"Biasa, kakak gue bikin ulah lagi, jadinya gue harus hati hati kalau keluar rumah" Sahut Rena.


"Makanan sudah datang!" Ucap Mira meletakkan makanan makanan tersebut di bantu Dimas dan beberapa karyawan nya.


"Makasih ya sayang" Mira mengedipkan matanya dengan genit pada Dimas.


"Hah, Sayang?!!" Tanya semua orang.


"Kenapa emangnya? Emang gak boleh ya kita balikan? Lagian kami masih saling mencintai, benar kan sayang?" Tanya Mira dengan mesra.


"Emang iya? Bukannya kak Mira pernah bilang ya sama aku, kalau kakak udah gak cinta sama kak Dimas. Kak Dimas itu cowok brengsek, matanya jelalatan, mukanya pas pas-an, terus gak pernah ngasih kabar lagi setelah kuliah di luar negri. Bukannya kakak nyesel kenal sama kak Dimas?" Ucap Mita membongkar semua curhatan Mira padanya.


Dimas yang mendengar itu menjadi kesal. Ia marah pada Mira, bukannya Mira yang mengatakan ia tidak bisa LDR an hingga hubungan mereka renggang dan akhirnya putus?


Mira kesal pada Mita, ia berjanji akan membalas Mita nanti. Ia terus mencoba membujuk Dimas yang ngambek.


"Sudah, lagian Dimas juga sama saja. Ia marah pada Mira yang tidak mau mengerti dirinya dan menuduh Mira selingkuh. Mira banyak permintaannya, Mira terlalu manja lah" Ucap Reyhan ikut ikutan membongkar curhatan Dimas padanya.


Seketika wajah Dimas menjadi panik. 'Aduh Rey, sejak kapan mulut lo jadi ember sih?'


Terlihat Mira dan Dimas yang berdebat karena hal itu. Sedangkan Clara dan lainnya sudah memakan makanan mereka daripada menunggu perdebatan Mira dan Dimas selesai.


Akhirnya Mira dan Dimas memilih berjanji untuk tidak membahas hal itu lagi dan akan setia sampai mereka menikah.


"Yah, kok kalian makan duluan sih?" Tanya Mira kecewa saat melihat piring Clara dan yang lain sudah bersih.


"Kelamaan kalau nunggu kalian" Sahut Clara.


"Eh, kok gue baru sadar sekarang. Yang di sebelah Reyhan siapa?" Tanya Mira.

__ADS_1


"Tunangannya Reyhan" Sahut Dimas.


"Oh, baguslah kalau begitu. Reyhan sudah tunangan, gue dan Dimas juga berencana untuk menikah, terus kapan lo dan Tomi bakalan nyusul" Tanya Mira kepada Clara.


Seketika Tomi tersedak saat meminum jus jeruknya. Clara terlihat gelagapan. Sedangkan Reyhan menatap tajam pada Clara.


"Eh, itu .. itu" Clara terlihat berpikir keras untuk menjawab pertanyaan Mira. Ia lebih khawatir lagi dengan Tomi, apa yang di pikirkan Tomi sekarang setelah mendengar pernyataan Mira?


"Kau doakan saja, semoga kami juga bisa menyusul ke jenjang yang lebih tinggi" Ucap Tomi menggenggam tangan Clara. Reyhan menunjukkan wajah tak sukanya dan meminum jusnya dengan cepat.


"Oh, jadi kalian pacaran, kok gak ngasih tahu gue sih?" Tanya Mita. Rena terlihat setuju dan menunjukkan wajah kesalnya pada Clara.


"Maaf, lagian kalian sibuk, gue juga sibuk, jadi gak ada waktu buat ngasih tahu kalian" Ucap Clara memberi alasan.


Clara pergi ke toilet dan Santi mengikutinya dari belakang.


"Beneran lo pacaran sama Tomi?" Tanya Santi tiba tiba membuat Clara terkejut dan mengusap dadanya.


"Beneran San" Ucap Clara tanpa menatap Santi.


"Gue gak yakin, malahan gue lihat, lo masih ada rasa sama kak Reyhan" Santi berdiri di samping Clara.


Clara hanya bisa terdiam tanpa membalas ucapan Santi.


"Lebih baik lo resign, gue tahu lo tersiksa kerja bareng kak Reyhan. Bagaimana jika kebersamaan kalian malah mengembalikan benih benih cinta yang sudah hilang? Setelah itu kalian akan kembali bersama dan kau tahu sendiri kan, siapa yang akan di rugikan? "


"Satu lagi, gue tahu gadis itu belum tahu kalau kalian punya hubungan di masa lalu. Sepandai-pandainya kau menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga. Suatu saat ia pasti akan mengetahui rahasia kalian" Ucap Santi kemudian meninggalkan Clara.


Clara masih terdiam, ia membenarkan ucapan Santi. Tapi ada sesuatu yang membuat nya tidak ingin berhenti bekerja.


Clara kembali berkumpul bersama yang lain. Mita dan yang lainnya mengintrogasi Clara dan Tomi. Mereka bertanya sejak kapan Clara dan Tomi jadian? Kapan mereka bertemu? Apa yang membuat mereka saling menyukai dan berbagai pertanyaan yang lainnya.


Clara merasa tidak enak hati pada Tomi. Tomi terus menjawab pertanyaan teman temannya dengan lugas, sedangkan ia hanya diam.


Reyhan berpura pura sibuk dengan ponselnya. Sedangkan telinganya mendengar semua jawaban dari Tomi, ia kesal karena hanya Tomi yang menjawab. Ia ingin mendengar jawaban dari Clara, benarkah mereka pacaran?


Acara sudah berakhir. Dimas masih setia di samping Mira dan membantunya menutup restoran bersama karyawan lain. Karena kesal pada Mita yang sudah membongkar curhatannya, ia sengaja menahan Mita untuk membantunya membereskan restoran.


Nio menawarkan untuk mengantar Santi dan betapa bahagianya ia saat Santi menerima tawarannya. Ia begitu senang, setidaknya ia mendapatkan celah untuk mendekati Santi.


Rena sudah di tunggu oleh pengawal pribadinya. Reyhan dan Adel sudah tak kelihatan batang hidungnya, mereka sudah pulang duluan dari yang lain.


Tomi mencoba menghidupkan motornya, tapi tidak mau menyala juga.


Clara merasa gelisah karena Tomi terus diam setelah keluar dari restoran. Ia yakin Tomi marah padanya karena mengakui Tomi sebagai pacarnya di depan teman temannya.


"Tom, maafin gue ya" Ucap Clara, tapi Tomi tak menanggapi nya.


"Tom, please maafin gue. Maaf karena udah ngakuin lo sebagai pacar gue. Gue gak bermaksud apa apa kok, swear. Gue cuma_"

__ADS_1


"Gak apa apa kok. Lo gak usah khawatir, gue gak marah sama lo. Lagian, gue juga mau jadi pacar lo yang sesungguhnya" Ucap Tomi menatap lekat kearah Clara. Clara terkejut mendengar ucapan Tomi.


__ADS_2