Cinta Yang Bertemu Kembali

Cinta Yang Bertemu Kembali
Bab 21


__ADS_3

"Lo yakin mau ikut?" Tanya Reyhan saat mereka berdua telah sampai di depan rumah Clara.


"Iya, emang kenapa kak?" Tanya Clara bingung.


"Gue ngerasa ada yang aneh aja sama tuh anak. Tatapan matanya aneh loh Ra saat ngeliatin lo. Mending Lo gak usah ikut, daripada nanti terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Gue khawatir Lo kenapa napa kayak dulu"


"Uunchh, so sweet banget sih kak. Kakak tenang aja, aku pasti gak akan kenapa napa kok. Lagian tujuan aku ngajakin kakak supaya aku aman dan selamat, jadi kalau terjadi sesuatu ada kakak yang bakalan ngelindungin aku. Aku juga gak mungkin biarin kak Mira dan kak Fathan berduaan di villa, ntar perginya berdua, tau tau pulang bertiga. Jadi, aku ke sana selain ngelindungin kak Mira juga bisa liburan, walaupun cuma beberapa hari sih" Ucap Clara panjang lebar.


"Oke deh, gue juga akan ngabarin Dimas. Kalau gitu aku pamit dulu ya Ra" Reyhan memasang kembali helmnya.


"Hati hati ya kak, jangan ngebut. Kalau di perjalanan kakak ngantuk, bayangin aja wajah Clara yang imut dan unyu unyu ini, di jamin ngantuknya hilang dan mata jadi jreng!" Ucap Clara sambil menunjukan wajah imutnya.


Reyhan hanya menengok sekilas dan tiba tiba dia langsung tancap gas hingga motornya menjumping dan melesat dengan cepat.


"Cih, buru buru amat sampai segitunya bawa motornya" Gumam Clara kesal karena merasa Reyhan mengacuhkannya. Padahal Reyhan hanya terkejut melihat wajah imut Clara yang membuat dia tak bisa mengendalikan seluruh tubuhnya, dan tanpa sengaja menarik gas hingga membuat motornya melaju dengan kencang.


Dalam hati Reyhan memaki diri sendiri 'Nih tangan emang gak bisa di ajak kompromi, kenapa sih lo harus ngegas di saat yang gak tepat. Mata gue kan belum puas ngelihatin wajah Clara. Untung gue butuh, kalau gak, dah gue potong lo'


Reyhan menghentikan motornya, dia segera merogoh saku celananya untuk mengambil HP. Dia menelpon kontak dengan nama "LKK (Lebay kelas kakap)". Tak lama, telpon pun tersambung dan seseorang di sebrang sana pun mengangkatnya.


"Ya, dengan Sang Pujangga di sini, mohon kirimkan pesan aku cinta kamu setelah nada bip, karena sang empu HP sedang merana karena cinta hilang sebelum berjuang. Ok, satu, dua, tiga biip_"


"Udah deh dim, jangan lebay Lo. Bingung gue sama Lo, udah berapa kali coba Lo kek gini setiap kali patah hati, merana karna cinta bertepuk sebelah tangan, cinta yang di tolak, cinta yang belum berjuang tapi udah harus mundur, cinta yang dikhianati. Jangan lebay lebay amat lah dim, ingat Lo cowok! Lagian Lo kan horang kaya, tunjukin dong pesona Anggara, buat mereka nyesel karna udah nolak lo. Ingat, kekayaan Lo dengan si sethan itu sebelas dua belas, jangan biarin dia yang pernah menganggap Lo sebagai tukang ojol, lepas gitu aja!" Kesal Reyhan.


"Iya iya, tapi kata papah, gue gak boleh ngasih tau ke dunia siapa gue sebenernya, katanya ada saatnya nanti. Lagian Lo gak ngerasa jadi gue Rey, andai Lo tau gimana kehidupan para jomblo, setiap malam Minggu sendirian, gak ada yang ngingetin untuk makan, mandi, minum, tidur, gak ada yang nemenin chatingan. Lo mah enak, walaupun Lo jomblo tapi dengan wajah ganteng paripurna Lo itu bikin cewek cewek nempel kayak perangko. Setiap cewek yang deketin gue pasti cuma karna harta, tahta, kuota" Terdengar suara isakan di sebrang sana, membuat Reyhan menepuk jidat sangking bingungnya dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Lo di mana? gue mau ngomong serius sama Lo" tanya Reyhan.


"Di kafe Z, siapa tau ada yang nyantol sama gue" Jawab Dimas.


Reyhan segera melesatkan motornya menuju tempat yang di beritahukan Dimas.


Setelah sampai, dia langsung mencari keberadaan sahabat lebay nya itu.


"Mana ada yang nyantol kalau Lo mojok di kegelapan kek gini" Ucap Reyhan menghampiri Dimas.


"Udah, to the poin, gue ngantuk nih." Balas Dimas acuh tak acuh.


Reyhan geleng geleng kepala melihat sahabatnya itu. "Gue sama Clara di ajakin liburan di villa milik Fathan yang ada di Purworejo. Nah, gue mau ngajak Lo supaya ikutan untuk ngawasin Mira sama Fa_"


Reyhan terkesiap mendengar suara gebrakan meja. Beberapa orang memandang mereka tajam, Reyhan hanya menggaruk lehernya untuk menanggapi mereka.


"Maksud Lo apa Rey! Lo ngajakin gue supaya gue bisa lihat mereka mesra mesraan gitu!" Ucap Dimas emosi.


"Yee, jangan su'udzon dulu. Gue ngajakin Lo supaya kita bisa awasin Mira sama si sethan, gue takut mereka ngelakuin sesuatu. Lagian, Mira juga ngajakin Clara dan temen temennya. Lo mau Mira di apa apain sama si sethan!" Reyhan sengaja memprovokasi sahabatnya itu.


"Ya enggaklah, kalau sampai si sethan itu berani nyentuh Mira, bakalan gue giling di adonan sosis tuh anak." Jawab Dimas.


"Jadi Lo mau ikut kan? Sekalian Lo bisa nikung si sethan, ingat..


"Sebelum janur kuning melengkung, masih bisa di tikung" Ucap mereka berdua bersamaan.

__ADS_1


"Oke, jam berapa kita berangkat?" Tanya Dimas bersemangat.


"Jam sembilan Lo udah harus stay di kediaman sethan" Jawab Reyhan kemudian dia pamit pulang karena sudah lewat jam 11 malam.


......................


Reyhan telah sampai di kediaman nya, Kediaman Setya. Rumah megah dan mewah itu membuat siapapun terpesona saat melewatinya. Banyak tetangga yang mengaku iri dengan kehidupan keluarga tersebut dan membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan keluarga Reyhan. Andaikan mereka tau, banyak di sana yang kehidupannya kurang mampu, andai mereka mau melihat ke bawah dan melihat kalau mereka lebih baik dari orang orang di luaran sana. Tidak seharusnya mereka membandingkan kehidupan mereka dan mengeluh karena merasa belum cukup dengan apa yang mereka miliki.


Reyhan masuk perlahan-lahan, dia membuka kunci rumah yang memang setiap anggota keluarga memiliki kunci tersebut.


Tangannya perlahan membuka daun pintu tersebut, sangat pelan agar tak menimbulkan suara sedikitpun.


Reyhan bernapas lega saat dia berhasil masuk, pemuda itu mengedarkan pandangannya, namun hanya kegelapan yang dia lihat. Reyhan berpikir, mungkin orangtuanya sudah tidur.


Cetek!


"Oh, gitu ya, udah jam berapa ini Reyhan? Dari mana aja kamu jam 12 baru pulang? Kamu ini ya, jadi anak susah kali di bilangin kalau pulang itu jangan malam malam, kalau di culik setan gimana, mending kalau setan nya cantik, kalau mirip bencong kamunya mau di apain coba" Widya memegang sapu di tangannya dan memukuli Reyhan sambil mengomelinya. Mungkin sifat Reyhan yang suka mengomel menurun dari ibunya.


Tampak di tangga Reza, papahnya Reyhan sedang berdiri memandangi nya yang sedang di eksekusi oleh Widya, mamanya Reyhan.


Reyhan menatap papanya dengan isyarat memohon untuk di lepaskan dari mamanya yang galak itu. Reza hanya mengangkat kedua tangannya, pertanda dia tak bisa menolong karena jujur, dia juga takut dan menyerah jika Sang istri sudah marah dan mengomel seperti itu.


Reza menatap Reyhan dengan senyum mengejek, pria itu menguap kemudian melambaikan tangannya kepada Reyhan yang masih di eksekusi oleh Ibunya.


Reyhan baru bisa tidur satu jam kemudian, setelah Mamanya selesai mengintrogasi nya. Reyhan mengusap telinganya yang memerah sebagai hukuman karena pulang larut malam.

__ADS_1


__ADS_2